Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan Perancangan Meja Kerja Multifungsi Untuk Meningkatkan Produktivitas UKM Mina Indo Sejahtera Nugroho, Dony Satriyo; Arsiwi, Pramudi; Talitha, Tita; Anjani, Sylvia; Metason, Frendy
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.841

Abstract

Kondisi stasiun kerja pada UKM Mina Indo Sejahtera, khususnya untuk proses pembersihan ikan dan unggas dirasa masih belum ideal dan juga sangat terbatas ukurannya, sehingga mengakibatkan produktivitas kurang maksimal karena pekerja harus bergantian untuk menggunakan stasiun kerja tersebut. Selain itu, dikarenakan desain stasiun kerja pada UKM tersebut belum mempertimbangkan aspek ergonomi, mengakibatkan para pekerja pada stasiun kerja tersebut menjadi cepat mengalami kelelahan dan kram pada kaki dikarenakan postur kerja yang kurang tepat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi produk meja kerja multifungsi dan ergonomis untuk mendukung proses produksi pada UMKM Mina Indo Sejahtera agar dapat meningkatkan produktivitas dan meminimalkan kelelahan kerja. Meja kerja didesain sesuai dengan kebutuhan pengelola UKM Mina Indo Sejahtera yaitu meja dengan dimensi 120 cm x 120 cm dengan tinggi 75 cm. Material yang digunakan untuk pembuatan meja adalah food grade stainless stell. Meja kerja dilengkapi dengan kran serta saluran pembuangan air dan sampah.
Penerapan Metode Statistical Process Control Dalam Pengendalian Kualitas Proses Produksi Tahu Dhiba, Aninda Putri; Arsiwi, Pramudi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.586

Abstract

Permintaan tinggi terhadap produk pangan mendorong Pabrik Tahu H. Fadhol untuk meningkatkan kualitas produknya dengan mengurangi jumlah produk cacat, yang saat ini rata-rata mencapai 29 tahu per hari. Jika kondisi ini terus berlanjut, dapat berdampak pada penurunan penjualan dan potensi kerugian. Untuk mengatasi permasalahan ini, digunakan metode Statistical Process Control (SPC) guna mengkaji sejauh mana efektivitas proses produksi yang berjalan serta mengidentifikasi kekurangan dan kelemahannya. Dari hasil kajian melalui diagram Pareto, tingkat kerusakan tertinggi adalah cacat kepotong dengan total 222 potong atau 37,88%, serta kerusakan hancur yang mencapai 364 potong atau 62,12%. Sedangkan capaian kemampuan proses (process capability) saat ini memiliki Cp sebesar 0,00 dengan indeks Cpk -1,54, yang menunjukkan bahwa proses produksi belum mampu menghasilkan tahu sesuai standar. Oleh karena itu, pabrik tahu H. Fadhol perlu mengendalikan proses produksinya agar mencapai nilai indeks kapabilitas Cpk minimal 1. Faktor utama penyebab produk cacat produksi tahu ini adalah aspek manusia dan metode. Rekomendasi perbaikan diperlukan seperti pelatihan SDM dan perbaikan metode kerja sebagai langkah peningkatan kualitas
The organic waste management supply chain performance evaluation strategy uses an Interpretive Structural Modeling approach Arsiwi, Pramudi; Setyaningrum, Ratih; Talitha, Tita; Ramdhani, Safarudin
OPSI Vol 17 No 1 (2024): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v17i1.12242

Abstract

National Waste Management Information System shows that the amount of waste handled in Semarang City over the last three years has decreased with an average decline index of 1.06% per year. This is reinforced by the results of interviews with the Semarang City Environmental Service, that the handling of organic waste is still very limited because so far the handling has been more focused on an-organic waste. Therefore, it is necessary to evaluate supply chain performance to determine the constraints in organic waste management from upstream to downstream. Based on the research results using the Interpretive Structural Modeling (ISM) method through a focus group discussion process involving eight experts in the field of waste management, it is known that the supply chain performance for handling organic waste in Semarang City has 11 elements of constraints, which are divided into seven priority levels. The element with the highest priority is related to the availability of organic waste supplies, while the element with the lowest priority is technological innovation and the application of appropriate technology. Improving the performance of organic waste management supply chains should focus on elements according to priority.
PENDAMPINGAN INOVASI PRODUK PELET MAGGOT UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM REPRO Ramdhani, Safarudin; Setyaningrum, Ratih; Arsiwi, Pramudi; Talitha, Tita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36134

Abstract

UMKM REPRO merupakan salah satu UMKM di Kota Semarang, yang bergerak di bidang olahan limbah organik dan budidaya maggot. Saat ini produk yang dihasilkan oleh UMKM REPRO hanya berupa maggot fresh dan maggot kering yang biasa diperjualbelikan dengan para peternak untuk pakan ikan maupun unggas. Maggot fresh memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik bagi ternak, namun memiliki keterbatasan yaitu life cycle product yang sangat pendek yaitu hanya berkisar 3 – 5 hari sebelum akhirnya berkembang biak menjadi pupa. Hal ini berdampak pada keterbatasan jangkauan area pemasaran UMKM REPRO, yaitu hanya di area Semarang Raya. Melalui Program Kemitraan Masyarakat ini, tim telah berhasil melakukan Pendampingan pada UMKM REPRO dan menghasilkan diversifikasi produk turunan maggot berupa pelet magot. Produk pelet magot tersebut memiliki siklus hidup produk lebih panjang dibanding magot fresh serta memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya daya saing UMKM REPRO dikarenakan produk tersebut berpotensi mendukung tercapainya jangkauan area pemasaran yang lebih luas dan peningkatan omset penjualan UMKM REPRO kedepannya.