Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Keluhan Muskuloskeletal Terhadap Fleksibilitas Otot Lumbal Pada Petani Laki-laki Umur 55-65 Tahun di Desa Tibubiu, Kabupaten Tabanan Graselia Dona Pulek; Antonius Tri Wahyudi; I Gede Arya Sena
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2324

Abstract

                                                 Abstrak Sikap membungkuk merupakan salah satu kegiatan yang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada petani karena dilakukan dalam waktu yang lama dan berulang. Sikap membungkuk akan membuat otot berkontraksi dan menyebabkan timbul keluhan muskuloskeletal serta membuat otot menjadi kaku dan tegang yang dapat mengakibatkan penurunan fleksibilitas otot lumbal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional tanpa memberikan perlakuan. Sampel penelitian berjumlah 23 orang yang didapat berdasarkan kriteria penelitian. Untuk menguji hipotesis, dilakukan uji korelasi spearman rank untuk mengetahui hubungan dua variabel dengan hasil signifikan yang diperoleh 0.000 dengan angka koefisien korelasi 0.762 yang berarti hubungan kedua variabel kuat dengan arah negatif yang artinya berlawanan arah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara keluhan muskuloskeletal terhadap fleksibilitas otot lumbal.Kata kunci: Petani Laki-laki, Keluhan Muskuloskeletal, Fleksibilitas Otot Lumbal                                            Abstract Bowing is one of the activities that can cause musculoskeletal complaints to farmers because it is done for a long time and repeatedly. Bending posture causes muscle contractions and causes musculoskeletal complaints and stiffening muscles which can result in decreased flexibility of the lumbar muscles. This study is a quantitative study with cross sectional design without treatment. The study sample was 23 people obtained based on the research criteria. To test the hypothesis, a spearman rank correlation test was conducted to find the relationship of two variables with a significant result obtained by 0.000 with a correlation coefficient of 0.762 which means the relationship of the two variables is strong in a negative direction. Based on research results, it can be inferred that there is a link between musculoskeletal complaints and lumbar flexibility.Keywords: Male Farmer, Musculoskeletal Complaints, Lumbar Muscle Flexibility
PENDAMPINGAN SCREENING KNEE OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA BATANNYUH TABANAN Ni Luh Made Reny Wahyu Sari; I Made Astika Yasa; I Gede Arya Sena
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Batannyuh yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali pada tahun 2023 memiliki lansiasebanyak 236 orang. Jumlah lansia tersebut tersebar di 4 banjar di Desa Batannyuh. BanjarDinas Batannyuh Kaja memiliki posyandu lansia dengan jumlah anggota 60 orang dan masihaktif melakukan kegiatan olahraga setiap minggunya. Namun permasalahan yang seringdihadapi oleh lansia adalah munculnya keluhan nyeri pada daerah lutut yang sering disebutdengan Knee Osteoarthritis. Sebagian besar lansia tidak mengetahui gangguan yang dialamidan tidak mengetahui penanganan yang tepat untuk mengatasi gangguan Knee Osteoarthritisini. Guna menjawab permasalahan mitra yaitu kurangnya pengetahuan lansia mengenaigangguan knee osteoarthritis maka metode yang digunakan adalah screening kneeosteoarthritis, sosialisasi mengenai gangguan knee osteoarthritis serta pemberian senamosteoarthritis. Kegiatan didahului oleh screening lansia menggunakan knee osteoarthritisscreening form, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisioterapi pada lutut dansosialisasi mengenai knee osteoarthritis pada lansia. Capaian kegiatan ini telah mencapaitarget yaitu 90% lansia di banjar Batannyuh Kaja telah di screening Knee Osteoarthritis. Hasilpemeriksaan fisioterapi pada lutut menunjukkan hasil 70% lanisa memiliki permasalahan padalutut dan beresiko terkena gangguan knee osteoarthritis yang memerlukan penanganan medissecara berkala. Terdapat penurunan nyeri pada lutut sebesar 86% post-test setelah pemberiansenam osteoarthritis.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tinggi Lompatan pada Pemain Basket Daryono; Arya Sena, I Gede; Reny Wahyu Sari, Ni Luh Made; Yoga Parwata, I Made
JURNAL PENJAKORA Vol. 10 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v10i2.67054

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan tinggi lompatan pada pemain basket di Club Oldschool Basketball yang berada di kota Denpasar.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Cross- Sectional korelasi.  Responden dalam penelitian ini adalah 35 pemain bola basket di Club Oldschool di Basketball Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.  Instrumen yang digunakan adalah pengukuran tinggi dan berat badan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengukuran tinggi lompatan menggunakan vertical jump test pada responden penelitian.  Data yang didapatkan dilakukan uji linearitas regresi dan uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk uji hipotesisnya.  Hasil uji linearitas adalah terdapat suatu hubungan linier antara IMT dengan Tinggi lompatan.  Hasil uji Pearson korelasi sebesar -0,168 yang berarti menunjukkan hubungan lemah dengan arah negatif.  Simpulan yang didapatkan adalah hubungan lemah yang tidak searah antara IMT dengan tinggi lompatan pada pemain basket anggota Club Oldshool Basketball di Denpasar yang berarti semakin tinggi nilai IMT yang dimiliki pemain basket anggota Club Oldschool di Denpasar maka akan semakin rendah tinggi lompatannya. Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan IMT dan tinggi lompatan disarankan dapat menambah jumlah sampel atau dapat melakukan eksperimen.
Optimalisasi Ekstensibilitas Otot Ekstremitas Bawah melalui Muscle Energy Technique pada Pengguna Sepatu Hak Tinggi Anak Agung Sagung Ratih Dwiyanthi Putri; I Gede Arya Sena; Ni Made Rininta Adi Putri; Ni Putu Dwi Larashati
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i2.4549

Abstract

Pramuniaga wanita sering mengalami ketegangan otot paha belakang dan betis akibat berdiri lama, yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan kebugaran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Muscle Energy Technique (MET) terhadap peningkatan ekstensibilitas otot ekstremitas bawah pada pramuniaga wanita di Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one-group pre-test dan post-test, melibatkan 23 sampel pramuniaga wanita berusia 24-27 tahun. Variabel bebas adalah Muscle Energy Technique (MET), sedangkan variabel terikat adalah ekstensibilitas otot gastrocnemius yang diukur dengan goniometer dan otot hamstring yang diukur dengan sit and reach test. Uji normalitas menggunakan shapiro wilk test yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji kemaknaan menggunakan paired sample t-test dan menghasilkan nilai p = 0,001, menunjukkan perbedaan signifikan akibat pemberian Muscle Energy Technique (MET). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dorsofleksi ankle kanan dan kiri sebesar 31,89%, serta peningkatan sit and reach test sebesar 49,34%. Oleh karena itu, Muscle Energy Technique (MET) disarankan sebagai intervensi untuk mengoptimalkan kemampuan ekstensibilitas otot ekstremitas bawah pramuniaga wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi selama 4 jam kerja.
Perbaikan Fleksibilitas Otot Lumbal dengan William Flexion Exercise pada Pengrajin Perak I Made Dedy Bagus Astika; I Gede Arya Sena; Ni Made Rininta Adi Putri; Daryono, Daryono
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i2.4550

Abstract

Dalam aktivitas sehari-hari, seiring bertambahnya usia setiap individu akan mengalami penurunan kebugaran fisik yang mengakibatkan menurunnya fungsional otot, fleksibilitas otot serta daya tahan otot. Pengrajin perak adalah kesenian yang berbahan bakunya berupa logam mulia berwarna putih yang dilakukan dengan penuh ketekunan. Pada pengrajin perak yang sering melakukan aktivitas duduk berulang-ulang mengakibatkan adanya penurunan fleksibilitas pada lumbal. Diperlukan bentuk latihan berupa william flexion exercise untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal seperti menjaga kelentukan otot lumbal dan kekuatan otot lumbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya keterbatasan fleksibilitas lumbal pengrajin perak pada usia 35 sampai 45 tahun di Desa Tibubeneng. Diharapkan, melalui modifikasi william flexion exercise dapat meningkatkan fleksibilitas lumbal pada pengrajin perak. william flexion exercise diambil dari beberapa latihan yaitu single knee to chest, double knee to chest dan sit-up parsial. Penelitian quasi eksperimental ini menggunakan desain pre-post-test control group dengan jumlah populasi 12 orang dan didapatkan sampel 9 orang sesuai dengan kriteria inklusi pada pengrajin perak. Penelitian dilakukan selama 4 minggu, dengan 2 sesi per minggu. Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan menunjukkan bahwa william flexion exercise efektif meningkatkan fleksibilitas lumbal.
Korelasi Aktivitas Fisik dan Daya Tahan Kardiovaskular dengan Tekanan Darah Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Laila Nurindah Sari; I Made Yoga Parwata; Ni Luh Made Reny Wahyu Sari; I Gede Arya Sena
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i2.4598

Abstract

Tekanan Darah (TD) adalah indikator vital kesehatan kardiovaskular, dipengaruhi signifikan oleh tingkat Aktivitas Fisik (AF) dan kebugaran kardiorespirasi. Rendahnya AF dan kebugaran sering dikaitkan dengan peningkatan risiko TD abnormal. Penelitian cross-sectional ini bertujuan menguji hubungan antara AF, daya tahan kardiovaskular (VO2Max), dan TD pada 50 mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura (usia 18–25 tahun) melalui purposive sampling. AF diukur dengan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), daya tahan kardiovaskular dengan Harvard Step Test, dan TD dengan sphygmomanometer. Hasil uji korelasi berganda (ANOVA) menunjukkan nilai F = 10,414 dengan signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Terdapat hubungan positif dan signifikan antara AF, daya tahan kardiovaskular, dan tekanan darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik dan kebugaran VO2Max, tekanan darah subjek cenderung berada dalam rentang normal atau mengalami peningkatan yang signifikan, berarti subjek yang aktif memiliki TD yang sehat dan tidak cenderung hipotensi. Penelitian ini menekankan bahwa aktivitas fisik teratur dan kebugaran kardiorespirasi berperan krusial dalam menjaga homeostasis tekanan darah. Aktivitas fisik harus dipromosikan sebagai strategi utama untuk mengoptimalkan tekanan darah, baik untuk mengantisipasi risiko hipertensi (meningkat) maupun membantu menaikkan tensi bagi individu dengan kecenderungan hipotensi (menurun).
Implementasi Hold Relax Stretching untuk Memperbaiki Kemampuan Fungsional Otot Tangan pada Pembuat Canang Ceper Ida Bagus Gede Karunia Wahyu Suputra; I Gede Arya Sena; Daryono, Daryono; Ni Made Rininta Adi Putri
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.4627

Abstract

Pembuat canang ceper merupakan seseorang memiliki keahlian membentuk janur menjadi sarana upakara dalam kegiatan keagamaan yaitu canang ceper. Pembuatan canang ceper melibatkan gerakan tangan dan pergelangan tangan yang berulang dan berkepanjangan sehingga menyebabkan risiko penyakit akibat kerja, salah satunya adalah rasa pegal dan nyeri akibat kekakuan otot sehingga mengganggu kemampuan fungsional tangan. Penelitian ini menggunakan Pre-Experiment Design dengan rancangan One Grup Pretest-Posttest design dengan jumlah sampel sebanyak 9 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner WHDI (Wrist and Hand Disability Indeks) untuk mengukur kemampuan fungsional tangan dan data dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sampel T-Test. Hasil penelitian berdasarkan analisa data menggunakan uji Paired Sampel T-Test menunjukkan bahwa hasil statistik pada pre-testdan post-test menggunakan kuesioner WHDI didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian Hold Relax Stretching untuk memperbaiki kemampuan fungsional tangan pada pembuat canang ceper di Griya Kertha Sari. Dari hasil penelitian ini diharapkan pembuat canang ceper dapat melakukan kegiatan latihan berupa Hold Relax Stretching secara rutin agar dapat mengurangi risiko gangguan fungsional pada tangan.