Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Keluhan Muskuloskeletal Terhadap Fleksibilitas Otot Lumbal Pada Petani Laki-laki Umur 55-65 Tahun di Desa Tibubiu, Kabupaten Tabanan Graselia Dona Pulek; Antonius Tri Wahyudi; I Gede Arya Sena
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2324

Abstract

                                                 Abstrak Sikap membungkuk merupakan salah satu kegiatan yang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada petani karena dilakukan dalam waktu yang lama dan berulang. Sikap membungkuk akan membuat otot berkontraksi dan menyebabkan timbul keluhan muskuloskeletal serta membuat otot menjadi kaku dan tegang yang dapat mengakibatkan penurunan fleksibilitas otot lumbal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional tanpa memberikan perlakuan. Sampel penelitian berjumlah 23 orang yang didapat berdasarkan kriteria penelitian. Untuk menguji hipotesis, dilakukan uji korelasi spearman rank untuk mengetahui hubungan dua variabel dengan hasil signifikan yang diperoleh 0.000 dengan angka koefisien korelasi 0.762 yang berarti hubungan kedua variabel kuat dengan arah negatif yang artinya berlawanan arah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara keluhan muskuloskeletal terhadap fleksibilitas otot lumbal.Kata kunci: Petani Laki-laki, Keluhan Muskuloskeletal, Fleksibilitas Otot Lumbal                                            Abstract Bowing is one of the activities that can cause musculoskeletal complaints to farmers because it is done for a long time and repeatedly. Bending posture causes muscle contractions and causes musculoskeletal complaints and stiffening muscles which can result in decreased flexibility of the lumbar muscles. This study is a quantitative study with cross sectional design without treatment. The study sample was 23 people obtained based on the research criteria. To test the hypothesis, a spearman rank correlation test was conducted to find the relationship of two variables with a significant result obtained by 0.000 with a correlation coefficient of 0.762 which means the relationship of the two variables is strong in a negative direction. Based on research results, it can be inferred that there is a link between musculoskeletal complaints and lumbar flexibility.Keywords: Male Farmer, Musculoskeletal Complaints, Lumbar Muscle Flexibility
PENDAMPINGAN SCREENING KNEE OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA BATANNYUH TABANAN Ni Luh Made Reny Wahyu Sari; I Made Astika Yasa; I Gede Arya Sena
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Batannyuh yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali pada tahun 2023 memiliki lansiasebanyak 236 orang. Jumlah lansia tersebut tersebar di 4 banjar di Desa Batannyuh. BanjarDinas Batannyuh Kaja memiliki posyandu lansia dengan jumlah anggota 60 orang dan masihaktif melakukan kegiatan olahraga setiap minggunya. Namun permasalahan yang seringdihadapi oleh lansia adalah munculnya keluhan nyeri pada daerah lutut yang sering disebutdengan Knee Osteoarthritis. Sebagian besar lansia tidak mengetahui gangguan yang dialamidan tidak mengetahui penanganan yang tepat untuk mengatasi gangguan Knee Osteoarthritisini. Guna menjawab permasalahan mitra yaitu kurangnya pengetahuan lansia mengenaigangguan knee osteoarthritis maka metode yang digunakan adalah screening kneeosteoarthritis, sosialisasi mengenai gangguan knee osteoarthritis serta pemberian senamosteoarthritis. Kegiatan didahului oleh screening lansia menggunakan knee osteoarthritisscreening form, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisioterapi pada lutut dansosialisasi mengenai knee osteoarthritis pada lansia. Capaian kegiatan ini telah mencapaitarget yaitu 90% lansia di banjar Batannyuh Kaja telah di screening Knee Osteoarthritis. Hasilpemeriksaan fisioterapi pada lutut menunjukkan hasil 70% lanisa memiliki permasalahan padalutut dan beresiko terkena gangguan knee osteoarthritis yang memerlukan penanganan medissecara berkala. Terdapat penurunan nyeri pada lutut sebesar 86% post-test setelah pemberiansenam osteoarthritis.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tinggi Lompatan pada Pemain Basket Daryono; Arya Sena, I Gede; Reny Wahyu Sari, Ni Luh Made; Yoga Parwata, I Made
JURNAL PENJAKORA Vol. 10 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v10i2.67054

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan tinggi lompatan pada pemain basket di Club Oldschool Basketball yang berada di kota Denpasar.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Cross- Sectional korelasi.  Responden dalam penelitian ini adalah 35 pemain bola basket di Club Oldschool di Basketball Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.  Instrumen yang digunakan adalah pengukuran tinggi dan berat badan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengukuran tinggi lompatan menggunakan vertical jump test pada responden penelitian.  Data yang didapatkan dilakukan uji linearitas regresi dan uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk uji hipotesisnya.  Hasil uji linearitas adalah terdapat suatu hubungan linier antara IMT dengan Tinggi lompatan.  Hasil uji Pearson korelasi sebesar -0,168 yang berarti menunjukkan hubungan lemah dengan arah negatif.  Simpulan yang didapatkan adalah hubungan lemah yang tidak searah antara IMT dengan tinggi lompatan pada pemain basket anggota Club Oldshool Basketball di Denpasar yang berarti semakin tinggi nilai IMT yang dimiliki pemain basket anggota Club Oldschool di Denpasar maka akan semakin rendah tinggi lompatannya. Untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan IMT dan tinggi lompatan disarankan dapat menambah jumlah sampel atau dapat melakukan eksperimen.