Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi Pengolahan Bahan Alam Sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional Di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow Alfiana P. Gonibala; Moh. Rivaldi Mappa; Moh. Rasyid Kuna
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.1059

Abstract

Indonesia memiliki prospek yang baik dalam pengembangan agroindustri tumbuhan obat dimana lebih dari 9,609 spesies tumbuhan Indonesia yang memiliki khasiat sebagai obat. Tumbuh-tumbuhan telah menjadi sumber penting sebagai pengobatan sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Tujuan diadakan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tengan bahan alam sebagai alternatif pengobatan tradisional serta pengolahannya. Kegiatan ini dilaksanan di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow, Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan 2 tahap yaitu tahapan perencanaan dan tahap pelaksanaan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah Obat tradisionaladalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat. Jenis sediaan tradisional yang dapat dibuat dari tanaman antara lain The (species), Dekok (decoctum), infusa (rebusan), jus (succus), sirup (sirupus) dan tingtur (tinctura).Bagian tanaman yang dapat digunakan rimpang, batang, daun, bungan dan buah. Ramuan menggunakan takaran tradisional, masih digunakan misalnya sejari (kurang lebih 8 cm), sejengkal (panjang 18 cm), segengganm (berat basah 80 gram), helai, biji, sendok makan (15 mL), sendok teh (5 mL), segelas (200 mL), cangkir (180 mL) dan tetes.
Molecular Docking of Avocado Leaf (Persea americana) Chemical Compounds againts Angiotensin Converting Enzyme Alyavayza Putri Monoarfa; Rizky Resvita R Bahi; Moh. Rivaldi Mappa
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 6, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v6i1.1529

Abstract

Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) plays a key role in the pathogenesis of hypertension by converting angiotensin I into the vasoconstrictive angiotensin II. Avocado leaves (Persea americana) are known to exhibit antihypertensive activity through ACE inhibition, comparable to that of captopril. However, the molecular interaction of compounds identified in avocado leaves with ACE has not been extensively investigated in silico. This study aimed to explore the molecular mechanisms of identified compounds in avocado leaves in inhibiting ACE through molecular docking analysis. Docking simulations were performed between the identified compounds and the ACE protein target (PDB ID: 1O86). The compounds were identified from preliminary studies and screened for potential biological activity using PASS Online. Out of 19 compounds screened, 14 showed predicted antihypertensive activity. The best docking results were observed for trans-tiliroside (ΔG –8.39 kcal/mol), quercitrin (ΔG –8.32 kcal/mol), and ficumegasoside (ΔG –8.26 kcal/mol). These three compounds demonstrated strong binding affinity towards ACE, indicating their potential as natural ACE inhibitors. The findings suggest that trans-tiliroside, quercitrin, and ficumegasoside could serve as promising candidates for the development of antihypertensive therapies derived from natural products.
Optimasi Formula dan Evaluasi Stabilitas Sediaan Toner Wajah Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus L.) Alia Afrilia Gobel; Rizky Resvita Bahi; Moh. Rivaldi Mappa
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.902

Abstract

Facial skin is prone to dryness due to UV radiation, which accelerates premature aging (photoaging) and triggers various skin problems such as atopic dermatitis. In Indonesia, the prevalence of dry skin reaches 50%–80%. Several commercial toner products still contain alcohol, which can further dry the skin when used for a long period of time. Therefore, natural ingredients with moisturizing effects are needed, one of which is Strobilanthes crispus (keji beling) leaves, containing flavonoids with antioxidant activity. This study aimed to determine the effect of varying concentrations of Tween 80 surfactant on the stability of toner formulations. The research method was experimental, formulating four formulas with surfactant concentrations of 0% (F0), 5% (FI), 7.5% (FII), and 10% (FIII), followed by stability testing using the cycling test and evaluating organoleptic properties, homogeneity, viscosity, pH, irritation, and hedonic acceptance. The organoleptic evaluation showed that FI, FII, and FIII produced clear yellowish-green liquid preparations with a characteristic odor of keji beling leaves, whereas F0 produced a dark green liquid with the same odor. All formulas were homogeneous with a pH of 5. The viscosity values were 1.72 cPs for FI, 1.82 cPs for FII, 2.37 cPs for FIII, and 1.35 cPs for F0. Irritation testing showed negative results for all formulas, indicating no signs of primary irritation. Hedonic testing revealed that FIII was the most preferred by panelists. Based on these findings, it can be concluded that the formula containing 10% polysorbate (FIII) provided the best physical stability and panelist acceptance. Thus, variation in surfactant concentration affects the physical stability of Strobilanthes crispus leaf extract toner formulations.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap Mencit (Mus musculus) Yang Diinduksi Aloksan Putri Isauraamabel Tangahu; Moh Rivaldi Mappa; Rizky Resvita R Bahi; Windi Astuti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1481

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini terus mengalami peningkatan prevalensi dan menjadi salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan penanganan yang serius. Penggunaan obat antidiabetes sintetis secara berkelanjutan diketahui dapat menimbulkan berbagai efek yang tidak diinginkan, sehingga diperlukan alternatif herbal seperti daun binahong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serta menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian rancangan eksperimen ini menggunakan 25 mencit jantan yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Hasil penelitian ini diuji menggunakan One-Way ANOVA dan menunjukkan pengaruh perlakuan terhadap penurunan kadar glukosa darah (p<0,05), yang menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Dilanjutkan dengan uji tukey tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok ekstrak dengan kelompok kontrol positif (p>0,05). Di antara seluruh dosis, dosis 400 mg/kgBB menunjukkan rerata penurunan kadar glukosa darah terbesar (-133,00 ± 10,62 mg/dL) dibandingkan dengan dosis lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, dosis 400mg/kgBB dapat dipertimbangkan sebagai dosis yang memberikan aktivitas antidiabetes paling optimal.