Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Menyelami Daya Tarik Wisata Kuliner Tradisional Jawa-Manado di Resto Apung Kampoeng Rawa Dakhi, Kristina Yesti Fresnahati; Aryaningtyas, Aurilia Triani
Jurnal Ekonomi Efektif Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v7i2.45221

Abstract

Kampoeng Rawa di Kabupaten Semarang merupakan destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dan kuliner tradisional. Penelitian ini menganalisis peran kuliner tradisional sebagai daya tarik utama di Kampoeng Rawa, Kabupaten Semarang. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara dengan pengelola, pelaku usaha kuliner, wisatawan, serta akademisi, ditambah observasi dan analisis dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa kuliner khas Perpaduan Jawa-Manado, olahan ikan Rawa Pening, dan makanan berbasis bahan lokal, menjadi faktor utama menarik wisatawan. Sentuhan modern pada menu tradisional turut meningkatkan daya tariknya. Kuliner ini tidak hanya mendorong peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan menjaga warisan budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kuliner tradisional dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dampak penelitian ini adalah memberikan wawasan bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan kuliner lokal sebagai strategi promosi wisata, serta menginspirasi daerah lain mengembangkan potensi serupa demi kemajuan ekonomi dan budaya.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Keterampilan Lokal dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Kampung Pelangi Semarang Wawuru, Jessrik Wita; Aryaningtyas, Aurilia Triani
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.5110

Abstract

This study aimed to explore the role of local skills in community empowerment in Kampung Pelangi Semarang, a tourist destination that has developed a community-based creative economy. The findings revealed that local skills such as handicrafts, painting, traditional performing arts, and culinary arts play a central role in economically empowering the community and promoting local cultural identity. Effective empowerment strategies included skills training, business assistance, and the formation of creative business groups that facilitated collaboration and product marketing. However, key challenges faced were limited access to capital, limited marketing reach, competition with mass products, and a lack of appreciation for the uniqueness of local skill products. To overcome these challenges, this study recommends strong synergy and collaboration among the community, government, academics, and the private sector. The government plays a role in providing access to capital, training, and business assistance. The private sector can be involved in expanding market opportunities. Academics can provide assistance and further studies. Additionally, local leadership and efforts to promote appreciation for local skills are crucial. To ensure sustainability, economic, social, and environmental aspects need to be considered in developing local skills. Product diversification, value addition, equal participation, and environmentally friendly production practices need to be adopted. The limitation of this study is its focus on a single case study in Kampung Pelangi Semarang, thus limiting the generalization of findings. Additionally, this study did not explore the environmental impact of creative economy and tourism activities in depth.
Kualitas Pelayanan di Resto Apung Kampoeng Rawa Ambarawa: Eksplorasi Deskriptif Berdasarkan Persepsi Wisatawan Hia, Noni Berti Sartika; Aryaningtyas, Aurilia Triani
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v8i2.48529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi wisatawan terhadap kualitas pelayanan di Kampoeng Rawa Ambarawa dengan fokus pada keunikan konsep resto apung, interaksi staf, dan variasi kuliner khas. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, yang mencakup tiga tahapan utama yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep resto apung mendapat respons positif dari wisatawan karena memberikan pengalaman unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Meskipun demikian, interaksi dengan staf dan kualitas makanan masih memerlukan peningkatan. Wisatawan mengeluhkan sikap sebagian staf yang kurang responsif dan harga makanan yang dianggap mahal dibandingkan dengan cita rasa. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan melalui perbaikan sikap staf, pemeliharaan kebersihan, dan konsistensi kualitas makanan untuk meningkatkan kepuasan wisatawan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pengelola dalam upaya peningkatan daya tarik Kampoeng Rawa sebagai destinasi wisata kuliner yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN DESA JATIREJO SEBAGAI DESA WISATA EDUKASI Aryaningtyas, Aurilia Triani; Suwarti, Suwarti; Prabowo, Bayu Ade; Putriningsih, Tiara Sanika L.; Laia, Flores H.
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i2.4336

Abstract

This community service initiative aims to unlock the maximum potential of Jatirejo Village as an educational tourism destination through comprehensive community empowerment. The main challenges include low awareness of local tourism, lack of guiding skills, and lack of expertise in creating attractive educational tour packages. A multifaceted approach was applied to address this issue. Activities carried out include tourism awareness outreach, tour guide training, and training in preparing attractive tourism packages. Total of 54 partners were involved in this activity, consisting of tourism village administrators and the community. The impact of this program is expected to be very large, namely increasing public awareness, improving driving skills, and developing attractive educational tour packages. It is hoped that the results of this activity can contribute to improving the welfare of local communities and the progress of the local tourism sector more broadly. The success of this activity will create a conducive environment for economic growth and encourage sustainable development in Jatirejo Village as a growing educational tourism destination.
Pendampingan Masyarakat dalam Peningkatan Kapasitas Manajemen Desa Wisata Berbasis Potensi Pertanian di Desa Cepoko, Gunungpati, Semarang Suwarti, Suwarti; Aryaningtyas, Aurilia Triani; Hadi, Syamsul
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i4.3556

Abstract

This community service program was designed to strengthen the capacity of residents in Cepoko Village, Gunungpati District, Semarang City, to manage agricultural resources as part of a village-based tourism initiative. The program employed a participatory mentoring approach, combining training in village tourism management with hands-on simulation of agricultural tourism practices. A total of 32 participants, including farmers, small business owners, and tourism village administrators, actively engaged in the activities. The outcomes revealed a notable enhancement in participants’ understanding of village tourism concepts, strategies for leveraging agricultural potential as tourist attractions, and digital marketing techniques to promote such offerings. The average knowledge score improved substantially, rising from 3.2 to 4.4 on a five-point scale. In addition, the community collaboratively developed an educational agricultural tourism package, reflecting their ability to apply newly acquired skills in practical planning. This activity illustrates that structured capacity-building programs, combining theoretical training with technical mentoring, can empower communities to manage local resources more independently, improve their tourism management capabilities, and support the long-term sustainability of village-based tourism initiatives.
Pengembangan Destinasi Wisata dan Dinamika Peluang Usaha Masyarakat Lokal di Kawasan Sumber Mata Air Senjoyo Salatiga Hia, Roswita; Aryaningtyas, Aurilia Triani
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v9i2.59209

Abstract

Pengembangan destinasi wisata dapat menjadi salah satu strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui penciptaan berbagai peluang usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan destinasi wisata serta munculnya peluang usaha masyarakat lokal di kawasan wisata Sumber Mata Air Senjoyo, Kecamatan Tengaran, Salatiga, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Informan penelitian berjumlah enam orang yang terdiri dari pengelola wisata, pelaku usaha, serta masyarakat sekitar kawasan wisata. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan wisata Sumber Mata Air Senjoyo mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, seperti usaha kuliner, penyewaan perlengkapan wisata, jasa parkir, dan penjualan makanan ringan. Aktivitas tersebut memberikan peluang usaha bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, meskipun manfaatnya belum merata. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pemahaman mengenai dinamika ekonomi lokal berbasis pengembangan destinasi wisata alami yang berkembang tanpa intervensi investasi besar. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan destinasi berbasis masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.