Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

CHARACTERISTICS OF COMPLIMENT RESPONSES BY JAPANESE LEARNERS IN INDONESIA Bayu Aryanto; Syamsul Hadi; Tatang Hariri
LITERA Vol 20, No 3: LITERA NOVEMBER 2021
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v20i3.34521

Abstract

AbstractResponding to compliments has the potential to cause a polemic for its speakers. Either responding with acceptance at the risk that it would be considered as arrogant or responding with rejection at the risk of disrespecting the interlocutor's opinion of the compliment’s content is where the polemic lies. How Japanese language learners in Indonesia respond to complimentary speech acts is the question addressed in this research. This research is a descriptive study aimed at finding the characteristics of responses given by Japanese language learners in Indonesia to complementary speech acts. The respondents are Japanese language learners with Javanese backgrounds, currently studying at university level in Central Java and Yogyakarta. Data obtained from 53 respondents resulted in 636 speeches of compliment responses obtained using the ODCT. Based on the results of the data analysis, acceptance responses to compliments were found to be very high, reaching 65 percent of all data. Subsequently, an interesting finding was revealed in the context of compliment pertaining to ability in every context of relationship between the speech participants, wherein most of the respondents rejected the compliment in the respective relationship context, which differs with the context of compliments pertaining to appearance, possession, and personal traits. Keywords: compliment, compliment response, acceptance, rejection, deflection Merespon tuturan pujian berpotensi menimbulkan polemik bagi penuturnya. Apakah ditangapi dengan penerimaan dengan resiko akan dianggap sombong atau ditanggapi dengan penolakan dengan resiko dianggap tidak menghargai pendapat mitra tutur terhadap isi pujian. Dalam masyarakat Jepang, tanggapan tuturan pujian berupa penolakan dinilai sebagai sebuah “kebiasaan”. Namun demikian, bagaimana tuturan pujian ditanggapi oleh para pembelajar bahasa Jepang di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menemukan karakteristik tanggapan pujian pembelajar bahasa Jepang di Indonesia. Respondennya merupakan pembelajar bahasa Jepang dengan latar belakang sebagai orang Jawa, dan sedang menempuh pendidikan di tingkat universitas di area Jawa Tengah dan Yogyakarta. Data yang diperoleh dari 53 orang responden tersebut menghasilkan 636 tuturan tanggapan pujian yang diperoleh dengan metode ODCT (oral-discourse completion task). Berdasarkan hasil analisis terhadap data, diperoleh temuan diantaranya tanggapan penerimaan terhadap tuturan pujian sangat tinggi, mencapai 65 persen dari keseluruan data. Kemudian, temuan yang menarik adalah pada konteks isi tuturan pujian terhadap kemampuan di tiap konteks hubungan antar peserta tutur (hubungan simetris, hubungan asimetris-dekat, dan hubungan asimetris-jauh) tuturan penolakan merupakan jawaban terbanyak pada masing-masing konteks tersebut, dan hal tersebut berbeda dengan konteks tuturan pujian terhadap penampilan, kepemilikan, dan perilaku individuKata kunci: tuturan pujian, tanggapan pujian, penerimaan, penolakan, pengalihan
Tindak Tutur Penolakan Bahasa Jepang oleh Mantan Kenshuusei (Pekerja Magang di Jepang) Dewi Novitasari; Bayu Aryanto
Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture Vol 2, No 2 (2020): May
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/jr.v2i2.3973

Abstract

This study is intended to describe the speech act strategy of rejection in Japanese language by former apprentices (kenshuusei). The descriptive qualitative method used in this research is under the approach of interlanguage pragmatic study because the participants are foreign speakers of Japanese. The data were collected using the oral-discourse completion test technique. The findings of this study have shown three types of refusal processes, namely 1) pre-refusal - main refusal - post refusal; 2) pre-refusal - the main refusal; and 3) major refusal - post refusal. In the refusal utterances, there are 2 forms of refusal, namely direct refusal and indirect refusal. The strategies used in refusing are apology strategy, refusal reason strategy, alternative statement strategy, hope statement strategy, future demand strategy, negation form, fukushi, and aizuchi. The refusal strategies mostly used by former apprentices are the excuse strategy for refusal and almost all refusal speeches also use apologies.
Sosialisasi Proctor Ujian Kompetensi Bahasa Jepang Internasional di SMA Kesatrian 2 Semarang Tri Mulyani W; Budi Santoso; Sri Oemiati; Bayu Aryanto
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 3 (2024): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v3i3.3075

Abstract

As one of the requirements to work in Japan, mastery of the Japanese language is very important. The Japan government stipulates that foreign workers entering Japan must have Japan language skills. The JLPT (Noryokushiken) is a Japan Language Proficiency Test held in Japan and abroad to evaluate and certify the ability of non-native Japan speakers to speak Japan. In Indonesia, especially Semarang, the implementation of the JLPT Exam is coordinated by Dian Nuswantoro University and in collaboration with Kesatrian 2 High School as the location of the JLPT exam and involves Kesatrian High School teachers to be used as assistant exam supervisors. The requirement to become a proctor is to understand all the rules during the exam process. Because the teachers of Kesatrian 2 High School have never been assistant supervisors of the JLPT exam before, there is a need for socialization about the rules of the JLPT exam. With this socialization, the assistant supervisors can carry out their duties in accordance with the rules set by the Japan government.
DIRECTIVE UTTERANCES OF VERTICAL RELATIONSHIPS IN THE ANIME 'KAZE TACHINU' Saputra, Ilham Winno; Bayu Aryanto
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v9i1.8931

Abstract

This study aimed at describing the directive utterances as well as the grammatical markers of the utterances in the conversations with vertical relations in the anime entitled Kaze Tachinu. This study used Searle's (1979) theory of directive speech acts and employed a descriptive-qualitative method. It also utilized sociopragmatic approach as an additional perspective in the analysis. The result shows that various forms of directive utterances are spoken by characters who have higher social status towards the others from the lower ones. In total, there are 48 directive utterances found for both direct and indirect categories. Meirei (command) dominates with 40 utterances and is followed by irai (request) kinshi (prohibition), kanyuu (invitation) and adobaisu(advice), each of which has two utterances.
Perancangan Aplikasi Kamus Istilah Jawa Berbasis Android sebagai Upaya Pelestarian Budaya Jawa Muljono, Muljono; Rokhman, Nur; Zeniarja, Junta; Nugroho, Raden Arief; Suryaningtyas, Valentina Widya; Aryanto, Bayu
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 04 (2023): December 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i4.9282

Abstract

AbstrakSalah satu bahasa daerah di Indonesia yang paling beragam dan kaya kosakatanya adalah bahasa Jawa.  Namun, seringkali sulit bagi orang memahami arti istilah-istilah Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi kamus digital istilah Jawa yang akan membantu pengguna memahami dan menggunakan istilah Jawa.  Aplikasi dikembangkan dalam penelitian ini memungkinkan akses cepat dan mudah bagi pengguna dalam mencari istilah Jawa beserta definisi, contoh penggunaan, dan informasi terkait lainnya. Aplikasi ini dilengkapi fitur-fitur tambahan seperti pengucapan audio dan fitur urun daya yang memungkinkan masyarakat dapat menambah database tetapi tetap menunggu validasi dari pengelola aplikasi.  Dalam pengembangan aplikasi kamus digital ini menggunakan metode waterfall dan metode blackbox untuk metode pengujiannya.  Penelitian ini menghasilkan aplikasi kamus digital bahasa Jawa yang bernama "Senarai Istilah Jawa" yang bertujuan untuk membantu masyarakat memahami dan menggunakan istilah Jawa dan sebagai salah satu bentuk upaya membantu pelestarian bahasa daerah di Indonesia. Kata Kunci: aplikasi android, budaya, kamus istilah Jawa, metode waterfall AbstractOne of the regional languages in Indonesia that is most diverse and rich in vocabulary is Javanese. However, it is often difficult for people to understand the meaning of Javanese terms. The aim of this research is to develop a digital dictionary application of Javanese terms that will help users understand and use Javanese terms. The application developed in this research allows users quick and easy access to search for Javanese terms along with definitions, usage examples and other related information. This application is equipped with additional features such as audio pronunciations and a crowdsourcing feature that allows people to add to the database but still wait for validation from the application manager. In developing this digital dictionary application, the waterfall method and black box method were used for testing methods. This research produces a digital Javanese dictionary application called "Senarai Istilah Jawa" which aims to help people understand and use Javanese terms and as a form of effort to help preserve regional languages in Indonesia. Keywords: android application, culture, dictionary of Javanese terms, waterfall method 
Standard Japanese Equivalents of Hakata Dialects in Movie Hanachan no Misoshiru Sri Sundoro Ari, Murni; Aryanto, Bayu
Japanology: The Journal of Japanese Studies Vol. 11 No. 2 (2024): Japanese Culture in the Field of Working and Entertainment
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jjs.v11i2.59363

Abstract

This study examines the comparisons of standard Japanese and Hakata dialects used in the movie Hanachan no Misoshiru. It aims to identify and analyze the linguistic forms of Hakata dialects and understand the differences in meaning and usage compared to standard Japanese. The design used in this research is a descriptive qualitative approach, and the data is collected through observation of dialog in the film. The data collected was then classified based on word class groups. The results show that the dialectal variety in jodoushi is found in verb patterns (-tou), which are comparable to standard Japanese in the form of sounds (chouon or long vowel sounds), and abbreviation of phonemes. The word classification in the form of keiyoushi or adjectives is found in the form of additional patterns of the final word (-ka), which undergoes word formation, namely the omission of sounds and the addition of phonemes.
AKSES HUKUM TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DI INDONESIA (LEGAL ACCESS TO PERSONS WITH DISABILITIES VICTIMS OF SEXUAL VIOLENCE IN INDONESIA) Ariyani, Wiwit; Aryanto, Bayu; Suyoto, Suyoto
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 7 No 1 (2025): EDISI BULAN JANUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v7i1.5358

Abstract

Konstitusi telah memberikan jaminan perlindungan kepada setiap individu agar terhindar dari penyiksaan atau tindakan yang menjatuhkan martabat manusia. Amanat tersebut dalam konteks tujuan nasional harus diperuntukan kepada setiap individu sebagai warga negara tanpa adanya perbedaan antar warga negara. Pada catatan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak menegaskan terdapat 987 kekerasan terjadi pada anak penyandang disabilitas. Lebih lanjut, 591 orang merupakan korban kekerasan seksual. Berdasarkan data tersebut, penyandang disabilitas sangat mudah menjadi sasaran korban kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Bukan hal baru, bahwa selama ini penyandang disabilitas selalu mendapatkan diskriminasi dari berbagai pihak karena perbedaan yang mereka alami. Penelitian ini memiliki dua tujuan, pertama, untuk mengetahui perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas korban kekerasan seksual di Indonesia. Selain itu, melihat lebih jauh terkait bagaimana penanganan perkara tindak pidana kekerasan seksual bagi penyandang disabilitas. Kedua, untuk menganalisis dan mengevaluasi hambatan hukum bagi penyandang disabilitas korban kekerasan seksual di Indonesia. Penelitian ini menemukan hasil, yaitu pertama, perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas korban kekerasan seksual sudah cukup mapan dalam konteks substansi hukum di Indonesia. Kedua, setidaknya ada lima hambatan hukum yang menjadi belum terpenuhinya secara maksimal perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas korban kekerasan seksual.
Analisis Interferensi Bahasa Dalam Film Detective Conan Kurogane No Submarine Aoyama Gosho Satrio, Rianto Dwi; Aryanto, Bayu
KIRYOKU Vol 9, No 1 (2025): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v9i1.120-127

Abstract

Language interference is a language error that can occur in everyday life, both consciously and unconsciously. There are various types of interference, including lexical, phonological, morphological, and syntactic. It can also be seen as code switching which combines two or more languages in one sentence. This error affects communication with both positive and negative impacts. Various factors, such as mother tongue, translation, and language acquisition can cause interference. This study uses a qualitative quantitative method to collect data categorized by the type of interference, as seen in the Detective Conan Movie by Aoyama Gosho. 
Demokrasi Deliberatif dalam Konsep Amandemen Konstitusi Indonesia Bayu Aryanto
Jurnal Mulawarman Law Review Vol 5 No 2: Mulawarman Law Review - December 2020
Publisher : Faculty of Law, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mulrev.v5i2.366

Abstract

Amendemen konstitusi merupakan suatu keniscayaan untuk dilaksanakan. Wacana amendemen kelima menjadi suatu perhatian khusus untuk dicermati dengan baik. Beragam isu penting menjadi topik yang akan menjadi objek amendemen. Proses amendemen sebelumnya mendapatkan kritik terkait kepentinggan politik yang mempengaruhi hasil amendemen. Hal itu menjadi dasar pelaksanaan amendemen selanjutnya harus melalui prosedur yang baik dan sesuai dengan prinsip negara hukum. Demokrasi deliberatif menjadi konsep yang penting dalam proses amendemen konstitusi. Hal itu dikarenakan demokrasi deliberatif dianggap dapat mengakomodir segala kepentingan elemen masyarakat. Prinsip demokrasi deliberatif memberikan ruang terhadap titik temu antara pengambil keputusan dan masyarakat. Konsep yang lebih terbuka juga menjadi hal penting dalam pelaksanaan teori demokrasi deliberatif. Dengan begitu, konsep amendemen konstitusi dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan arah tujuan masyarakat bukan golongan tertentu. Demokrasi deliberatif menyatukan berbagai kepentingan yang timbul dalam masyarakat Indonesia yang heterogen. Hal tersebut akan menghasilkan konstitusi dari musyawarah yang baik bukan dipaksakan. Konsep yang mengelaborasi sistem keterwakilan dengan proses yang memberikan ruang publik untuk terlibat dan berpartisipasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar dalam mewujudkan konstitusi yang diharapkan semua warga negara.
Membangun kesadaran masyarakat dalam perlindungan lingkungan hidup Widjanarko, Mochamad; Khasan, Mohammad; Aryanto, Bayu; Wismar’ein, Dian
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23380

Abstract

Hutan Muria menghadapi berbagai permasalahan lingkungan. Problem kerusakan sumber daya lingkungan dan peningkatan intensitas dan kualitas bencana seperti banjir, longsor dan kekeringan dalam dua dekade ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Jepara, Pati dan Kudus. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perlindungan lingkungan hidup di sekitar hutan Muria. Pengabdian dilakukan dengan metode diskusi kelompok terarah. Diskusi kelompok terarah dilakukan dua kali, pertama dengan peserta dari wakil empat dukuh, perangkat desa, anggota Pokdawis (Kelompok Sadar Wisata) dan perangkat desa dan diskusi kelompok terarah yang kedua diikuti oleh anggota kelompok tani Sari Rejo. Berdasarkan kegiatan pendampingan ini dapat disimpulkan bahwa 40 peserta terdiri dari wakil dukuh, anggota Pokdawis (Kelompok Sadar Wisata) dan perangkat desa dan 25 anggota kelompok tani Sari Rejo telah mendapatkan kesadaran bersama dan pengetahuan lebih dalam terkait Peraturan Desa (Perdes) Rahtawu Nomor 13 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan menitikberatkan pada kajian hukum bahwa peraturan desa ini merupakan satu-satunya peraturan desa yang ada di desa pinggir hutan Muria dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup agar masyarakat memiliki perilaku ekologis dan memiliki kualitas hidup dalam mewujudkan kemakmuran masyarakat melalui program Rahtawu Hijau.