Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Metalurgi

Karakterisasi Struktur Coating Fe-25Al Yang Difabrikasi Dengan Metode Paduan Mekanik [Structure Characterization of Fe-25Al Coating Fabricated by Mechanical Alloying Method] Nisa, Khoirun; Aryanto, Didik; Sudiro, Toto; Sebayang, Perdamean; Aji, Mahardika P
Metalurgi Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.903 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i2.129

Abstract

Fe-25Al coating has been prepared on low carbon steel substrate by using a mechanical alloying technique. Structure of Fe-25Al coating before and after heat treatment at 600, 700, and 800 °C was studied by using XRD (x-ray diffraction) characterization. SEM (scanning electron microscopy) and EDX (energy disperse xray) were used to identified the morphology of cross-section of Fe-25Al coating after mechanical alloying process. The result of SEM, EDX and XRD showed that the Fe-25Al deposited uniformly on low carbon steel. The Fe-25Al coating formation has a solid solution Fe(Al) phase. Heat treatment caused the changing in the phase of Fe-25Al coating, where the Fe3Al phase with orientation of (110), (200) and (211) plane was formed. The optimum of diffusion process was occurs at temperature of 600C which was indicated by the increasing in the crystalline size and followed by the decreasing in the dislocation density and lattice strain. Increasing temperature on the heat treatment caused the changing in the structure parameter, such as lattice parameter, crystalline size, lattice strain and dislocation density. In this work, heat treatment on the Fe-25Al coating influenced the changing in crystal defect such as grain boundaries, vacancy and dislocation. It affected thechanges of lattice strain and crystalline size of Fe-25Al coating.AbstrakCoating Fe-25Al telah dipreparasi di atas substrat baja karbon rendah dengan menggunakan metode paduan mekanik. Struktur dari coating Fe-25Al sebelum dan setelah diberi perlakuan panas pada 600°C, 700°C, and 800°C dipelajari dengan menggunakan karakterisasi X-ray diffraction (XRD). Scanning electron microscopy (SEM) dan energy disperse X-ray (EDX) digunakan untuk mengetahui morfologi dari penampang lintang coating Fe-25Al setelah proses paduan mekanik. Hasil dari SEM, EDX dan XRD menunjukkan bahwa Fe-25Al telah terdeposisi seragam pada substrat baja karbon rendah. Coating Fe-25Al yang terbentuk memiliki fasa solid solution Fe(Al). Perlakuan panas menyebabkan perubahan fasa pada coating Fe-25Al, dimana terbentuk fasa Fe3Al dengan orientasi bidang (110), (200) dan (211). Proses difusi optimum terjadi pada suhu 600°C yang ditunjukkan dengan peningkatan ukuran butir, diikuti dengan berkurangnya densitas dislokasi dan regangan kisi. Meningkatnya suhu pada perlakuan panas menyebabkan perubahan parameter struktur seperti parameter kisi, ukuran kristal, regangan kisi dan kerapatan dislokasi. Dalam pekerjaan ini, perlakuan panas pada coating Fe-25Al mempengaruhi perubahan cacat kristal seperti batas butir, kekosongan dan dislokasi. Hal tersebut berakibat pada perubahan regangan kisi dan ukuran kristal dari coating Fe-25Al.
Perlakuan Panas Ganda pada Fabrikasi Film Tipis AZO Nanokristal dengan Teknik Spray : Studi XRD [Double Heat Treatments On The Fabrication Of Nanocrystalline Azo Thin Films By Spray Technique: XRD Studies] Aryanto, Didik; Husniya, Naimatul; Sudiro, Toto; Hastuti, Ema
Metalurgi Vol 32, No 2 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 2 Agustus 2017
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.278 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v32i2.320

Abstract

XRD characterization was used to study the effect of single and double thermal treatment on the fabrication of nanocrystalline Al-doped ZnO (AZO) thin films deposited by spray technique. In the single thermal treatment, nanocrystalline AZO thin film with a wurtzite hexagonal polycrystalline structure was formed at temperatures of 500 °C and 600 °C. An increasing of treatment temperature led to the increase of crystalline size and the decrease of dislocation density.  The double thermal treatment on nanocrystalline AZO thin films resulted in a small change in diffraction pattern. This indicated that the crystal parameters of nanocrystalline AZO thin films changed after receiving a second thermal treatment. Nanocrystalline AZO thin films which was thermal treatment at temperatures of 500 °C in air environment and continued at temperatures of 600 °C in vacuum showed that the decrease of average crystal size and the presence of crystal defect (an increase of strain and dislocation). Different results were shown in the nanocrystalline AZO thin film after thermal treatment attemperatures of 600 °C in air environment then followed by vacuum condition. The crystal quality of nanocrystalline AZO thin films was improved, which was indicated by an increase of the average crystal size and reduce of the strain value and dislocation density. Based on the obtainedresults, the double heat treatment effected the crystal parameter and the quality of nanocrystalline AZO thin films deposited by spray technique.AbstrakKarakterisasi XRD telah digunakan untuk mempelajari efek perlakuan panas tunggal dan ganda pada fabrikasi film tipis ZnO doping Al (AZO) nanokristal yang dideposisikan dengan teknik spray. Pada perlakuan panas tunggal, film tipis AZO nanokristal dengan struktur polikristal heksagonal wurtzite terbentuk pada suhu 500 °C dan 600 °C. Peningkatan suhu menyebabkan peningkatan ukuran kristal dan pengurangan kerapatan dislokasi. Perlakuan panas ganda pada film tipis AZO nanokristal mengakibatkan perubahan kecil pola difraksi. Hal ini mengindikasikan bahwa parameter kristal film tipis AZO nanokristal berubah setelah mendapat perlakuan panas kedua. Film tipis AZO nanokristal yang diberikan perlakuan panas pada suhu 500 °C dalam lingkungan udara dan dilanjutkan hingga suhu 600 °C dalam kondisi vakum memperlihatkan bahwa rata-rata ukuran kristal berkurang dan muncul cacat kristal (regangan dan kerapatan dislokasi meningkat). Hasil yang berbeda ditunjukkan pada film tipis AZO nanokristal yang diberikan perlakuan panas pada suhu 600 °C dalam lingkungan udara kemudian dilanjutkan dengan suasana vakum. Kualitas kristal film tipis AZO nanokristal meningkat, yang diindikasikan dengan peningkatan rata-rata ukuran kristal, berkurangnya nilai regangan dan kerapatan dislokasi. Berdasarkan pada hasil yang didapat, perlakuan panas ganda berpengaruh pada parameter dan kualitas kristal film tipis AZO nanokristal yang dideposisikan dengan teknik spray.
STUDI AWAL PADA STRUKTUR-MIKRO DAN PERILAKU OKSIDASI HIGH ENTROPY ALLOYS MoCrFeSiB, MoCrFeSiMn, DAN MoCrFeSiBMn Aryanto, Didik
Metalurgi Vol 33, No 3 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 3 Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.947 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i3.450

Abstract

High entropy alloys (HEA) MoCrFeSiB, MoCrFeSiMn, dan MoCrFeSiMnB telah difabrikasi dengan menggunakan teknik metalurgi serbuk. Profil struktur-mikro, kekerasan dan perilaku oksidasi dari paduan HEA tersebut dipelajari detil untuk mengetahui perbedaan karakteristik dari masing-masing paduan. Hasil analisis difraksi sinar-X menunjukkan bahwa HEA MoCrFeSiB dan MoCrFeSiMn memiliki kemiripan pola difraksi campuran fasa BCC, FCC, dan fasa yang kaya dengan Mo. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh HEA MoCrFeSiMnB, dimana fasa FCC menjadi lebih dominan, dikuti dengan kehadiran fasa yang kaya dengan Cr. Hasil pengamatan citra morfologi permukaan dengan mikroskop elektron mengindikasikan bahwa semua sampel HEA memiliki struktur berpori. HEA MoCrFeSiB dan MoCrFeSiMn menunjukkan morfologi yang mirip, dimana terdapat dua daerah dengan warna abu-abu gelap (dominan) dan abu-abu terang. Sementara HEA MoCrFeSiMnB memperlihatkan adanya tambahan struktur mikro dendritic yang tidak didapatkan pada sampel HEA lainnya. Hasil EDX mengindikasikan bahwa daerah abu-abu gelap, abu-abu terang dan dendritic secara berurutan merupakan fasa HEA, fasa kaya Mo, dan fasa kaya Cr. Hasil uji kekerasan menunjukkan bahwa rata-rata nilai kekerasan HEA MoCrFeSiB, MoCrFeSiMn dan MoCrFeSiMnB setelah disinter pada 1200°C secara berurutan adalah 537,70 HV; 275,23 HV dan 627,31 HV. Perilaku oksidasi yang berbeda diindikasikan oleh masing-masing HEA, yang ditunjukkan oleh kurva oksidasi siklik pada suhu 900°C dan 1000°C. Produk oksida yang terbentuk pada HEA setelah dioksidasi pada kedua suhu tersebut sangat komplek, dimana unsur penyusun HEA sangat mempengaruhi ketahanan oksidasi dari HEA.