Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Aplikasi Assemblr Edu dan Metode Diskusi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Memahami Mata Pelajaran IPAS Materi Kenampakan Alam Kelas IV SD N 1 Pahandut: Implementasi Aplikasi Assemblr Edu dan Metode Diskusi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Memahami Mata Pelajaran IPAS Materi Kenampakan Alam Kelas IV SD N 1 Pahandut Natalia, Desti; Diplan; Melinda Prawati
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.20591

Abstract

Pembelajaran IPAS materi Kenampakan Alam dikelas IV SD N 1 Pahandut hasil belajar peserta didik dalam kategori rendah dikarena peserta didik tidak fokus dan tidak menyimak penjelasan guru, hal tersebut membuat peserta didik memperoleh nilai evaluasi dibawah KKM. Untuk meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik  kelas IV SD N 1 Pahandut dengan menggunakan Aplikasi Assemblr Edu dan metode diskusi dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tahapan (1)perencanaan, (2)tindakan, (3)pengamatan, (4)refleksi. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD N 1 Pahandut yang berjumlah 32 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan 17 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes yang dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh presentase ketuntasan peserta didik pada pra tindakan 34% dengan rata-rata 57 setelah dilaksanakan siklus I hasil belajar meningkat menjadi 68,7% dengan rata-rata 83,7 terjadi peningkatan sebanyak 34,7%. Setelah itu mengalami peningkatan pada siklus II dimana presentase ketuntasan mencapai 93,75% dengan rata-rata 88 yang meningkat dari siklus I dengan selisih 25%. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dengan menggunakan Aplikasi Assemblr Edu dan Metode Diskusi pada mata pelajaran IPAS materi "Kenampakan Alam diIndonesia".
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia BAB 6 Tersesat Menggunakan Model Role Playing Berbantuan Media Konkret Pada Peserta Didik Kelas III-D SDN Percobaan Palangka Raya Tahun Pelajaran 2024/2025 NandaPutri; Diplan; Sugiyanto, Roso; Femmy
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21074

Abstract

Pada proses pembelajaran terutama pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan berbicara yang baik sangat diperlukan. Penelitian ini didasari oleh keterampilan berbicara peserta didik pada kelas III-D SDN Percobaan Palangka Raya yang mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat presentasi dan tanya jawab di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik kelas III-D dan untuk mengetahui bagaimana aktivitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah peserta didik kelas III-D sebanyak 25 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan pengamatan dan permainan peran (role playing) serta dianalisa menggunakan uji kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan telah berhasil dengan diperoleh peningkatan hasil keterampilan berbicara. Peserta didik pada data pra siklus memiliki nilai rata-rata sebesar 65,4 dan ketuntasan klasikal sebesar 36% (9 orang) yang tuntas. Pada tahap siklus 1, nilai rata-rata peserta didik meningkat sebesar 74,48 dan ketuntasan klasikal sebesar 52% (12 orang) yang tuntas, dengan aktivitas guru dan peserta didik  dalam kategori tuntas. Pada siklus 2 nilai rata-rata meningkat sebesar 86,8 dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 92% (23 orang) yang mendapat nilai di atas ketuntasan, dengan aktivitas guru dan peserta didik dalam kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan menerapkan model pembelajaran role playing berbantuan media konkret pada pembelajaran Bahasa Indonesia BAB 6 Tersesat, dapat meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dan memperbaiki aktivitas pembelajaran guru dan peserta didik dikelas III-D SDN Percobaan Palangka Raya.
Development of Multicultural-Based Illustrated Story Books for Children Diplan; Wahyu; Manesa
Proceeding International Conference on Education Volume 02, Agustus Tahun 2024: International Conference on Education
Publisher : Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a multicultural-based picture story book for children. The relocation of the nation's capital to the island of Kalimantan has become a stimulus for increasing population movement from various regions and increasing the diversity of Indonesian culture to Kalimantan. Understanding diversity is a must for both indigenous Kalimantan people and domestic migrants communities. The type of research used in this study is the research and development method. The development model used is the 4D model from Thiagarajan, Semmel and Semme including the definition, design, development, and dissemination stage. This study only reaches the development stage by conducting a media feasibility test through expert appraisal, student responses and teacher responses. The research subjects selected were grades 3 and 4 and teacher. Material aspects in the form of aspects of cultural representation and precision, aspects of interaction and multicultural values ​​and aspects of presentation and suitability, media validation in the form of aspects of content and narrative, visual and design aspects, aspects of representation and diversity, aspects of education and development, student response questionnaires and teacher responses. Based on media expert validation, it got 4.91 with the category of "Very Good", material expert validation got a score of 4.87 with the category of "Very Good", the average score of the overall student response got a score of 4.7 with the category of "Very Good", while for the average score of teacher response 3.8 with the category of "Good". It can be concluded that the illustrated story book media for children is suitable for use in learning in Elementary Schools.
APLIKASI CERITA HUMA BETANG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARATIF SISWA SMP Diplan; Helmi; Rahman, Rahman; Fendi Hariatama H; Febria Helena
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i1.36452

Abstract

The ability to write narrative texts is a fundamental competency in Indonesian language learning, but various field findings show that junior high school students still face difficulties in determining ideas, developing plots, and comprehensively understanding narrative structures. In this context, the integration of learning technologies that are sensitive to local culture is an urgent need. This study aims to develop and implement the Cerita Huma Betang Application as a medium for learning narrative writing that combines the power of digital literacy with the local wisdom of Central Kalimantan. The method used is Research and Development (R&D) with 30 eighth-grade students from SMP Negeri 6 Palangka Raya as test subjects. The results of the study show that this application contributes significantly to improving students' writing skills. The Read feature, which presents folk tales such as the Legend of Riam Mangkikit and others, has proven to be effective in helping students understand the patterns of orientation, complication, and resolution. The Selecting feature plays a role in facilitating students in choosing themes, characters, settings, and cultural values, so that the writing process becomes more focused. Data showed that 86.7% of students were able to produce more coherent, logical, and creative narrative texts after using the application. In addition, student response to the application has been very positive; its simple display, intuitive navigation, and digital writing space allow students to work more independently. Thus, the Cerita Huma Betang application is considered effective, practical, and relevant as a medium for learning narrative writing based on local culture, as well as being able to support the strengthening of students' digital literacy in the era of modern learning.
Pengembangan Aplikasi Asesmen Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Helmi; Sion, Holten; Femmy; Simpun; Nyoto; Diplan; M. Rezeki; Ciciana, Maneka; Handayani, Endang
Pahlawan: Jurnal Ilmu Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3849.607 KB) | DOI: 10.57216/pah.v21i2.34

Abstract

Penelitian ini mengembangkan Aplikasi Asesmen Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pemberdayaan nilai-nilai budaya dalam penilaian. Latar belakangnya mencakup lemahnya integrasi kearifan lokal Dayak dalam instrumen asesmen dan rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran kontekstual.Tujuan penelitian adalah menghasilkan aplikasi asesmen digital yang valid, praktis, dan efektif, serta mampu mengukur hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dan identitas budaya.Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Tahapan meliputi analisis kebutuhan (melalui wawancara dengan guru dan tokoh adat), perancangan item penilaian yang dirancang agar mencerminkan nilai seperti handep, harmoni dengan alam, dan motif ukir sesuai sub-suku Dayak setempat, pengembangan prototipe aplikasi, uji coba ahli (expert review), dan implementasi praktek di tiga sekolah dasar di Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket praktik guru/siswa, dan desain eksperimen kuasi (pre‑test/post‑test dengan kelompok kontrol). Hasil validasi ahli menunjukkan rata‑rata skor kelayakan > 90%, sedangkan uji kepraktisan guru dan siswa memperoleh skor > 85%: kategori "sangat praktis". Efektivitas aplikasi terbukti dengan nilai N‑Gain rata‑rata 0,76 hingga 0,84 pada kapabilitas pemahaman konsep dan dimensi budaya lokal—meningkat secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan utama menyatakan bahwa menghadirkan asesmen digital yang dipadu nilai-nilai kearifan lokal dapat memperkaya pedagogi, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan pencapaian akademik. Disarankan aplikasi ini dikembangkan lebih lanjut dengan modul interaktif pelestarian bahasa Dayak, portofolio peserta didik, serta integrasi kurikulum nasional Merdeka.