Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

OPTIMALISASI KESADARAN GENDER DALAM BERMEDIA Ashaf, Abdul Firman
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/c6amdy98

Abstract

The main objective of this service activity is to contribute to adolescent literacy in daily media activities, especially in terms of gender awareness in media. The main aspect contributed by this activity is the existence of cognitive changes, especially in gender awareness. These changes are related to increasing knowledge regarding gender aspects in values and activities in relations between men and women as well as providing changes in media awareness, especially in terms of gender literacy in mass and digital media
Feminisme dalam Fenomena Childfree : Analisis Wacana Kritis Sara Mills pada Buku “Childfree And Happy” Mardika, Mifta Rizki; Ashaf, Abdul Firman; Utaridah, Nanda
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v3i1.15869

Abstract

AbstractThis research discusses social phenomena childfree in mass media (books) which are one of the agendas of the feminism movement. Victoria Tunggono is the first Indonesian writer who voice childfree loudly through her book entitled "Childfree and Happy". This research uses qualitative methods and Sara Mills critical discourse analysis and feminism theory to find out how this book represents feminism from childfree issues. The result of this research is childfree has described through causes, effects, and arguments using an effective language so that the readers can understand and highlight the side of feminism easily. The feminism side shown through subject-object and writer-reading classification and word and sentence level analysis refers to representations that emphasize the issue of women's bodies and women as objects. The conclusion is the book has representation radical feminism. Because the issue of women's bodies and women as objects is related to the basic concepts of radical feminism, namely patriarchy, family, and women as subordinates.Keywords : Childfree, Critical Discourse Analysis Of Sara Mills, Feminisme AbstrakPenelitian ini membahas tentang fenomena sosial dalam media cetak (buku) yang menjadi salah satu agenda gerakan feminisme, yaitu childfree. Victoria Tunggono merupakan penulis Indonesia pertamayang berani menyuarakan childfree lewat bukunya yang berjudul ”Childfree and Happy”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis wacana kritis Sara Mills serta teori feminisme untuk dapat mengetahui bagaimana buku ini merepresentasikan sisi feminisme dalam isu childfree. Hasil dari penelitian ini adalah childfree digambarkan melaluipenyebab, pengaruh, dan argumen dengan menggunakan bahasa sehari-hari dan istilah yang mudah dipahami pembaca dan menonjolkan sisi feminisme. Sisi feminisme yang ditunjukkan melalui klasifikasi subjek-objek dan penulis-membaca dan analisis level kata dan kalimat merujuk pada representasi yang tekankan pada isu ketubuhan perempuan dan perempuan sebagai objek. Dapat disimpulkan bahwa representasi feminisme yang disajikan dalam buku ini mengarah kepada feminisme radikal. Karena isu ketubuhan perempuan dan perempuan sebagai objek berkaitan dengan konsep-konsep dasar pemikiran feminisme radikal yakni patriarkat, keluarga, dan perempuan sebagai subordinasi.Kata Kunci :Analisis Wacana Kritis Sara Mills, Childfree, Feminisme,
Peran Buzzer Politik Prabowo Dalam Pembentukan Opini Publik di Media Sosial Assadiyah, Diani; Kartika, Tina; Ashaf, Abdul Firman; Putra, Purwanto; Trenggono, Nanang
Jurnal Komunikasi Vol 16, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.26012

Abstract

Abstrak - Penelitian ini membahas peran strategis buzzer politik dalam membentuk opini publik melalui media sosial TikTok selama masa kampanye Pemilu 2024, dengan fokus pada pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis isi, penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi yang digunakan buzzer, bentuk konten yang diproduksi, serta tanggapan audiens. Hasil menunjukkan bahwa buzzer mampu membentuk citra baru Prabowo yang lebih dekat dengan generasi muda, tercermin melalui narasi populer seperti “Prabowo Gemoy”. Strategi ini berdampak pada peningkatan elektabilitas, terutama di kalangan pemilih milenial. Namun, aktivitas buzzer juga berimplikasi negatif, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, kampanye negatif, dan polarisasi opini publik. Oleh karena itu, pentingnya penguatan literasi digital dan regulasi terhadap aktivitas buzzer menjadi salah satu rekomendasi utama penelitian ini. Temuan ini memperkaya kajian komunikasi politik digital dan memberikan wawasan untuk merumuskan strategi kampanye yang lebih etis dan bertanggung jawab di era media sosial.Abstract - This study explores the strategic role of political buzzers in shaping public opinion through the social media platform TikTok during the 2024 Indonesian presidential election campaign, with a specific focus on the Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka presidential-vice presidential ticket. Using a qualitative approach through case studies and content analysis, the research investigates the communication strategies employed by buzzers, the types of content disseminated, and audience responses. The findings reveal that buzzers successfully rebranded Prabowo's image to appear more relatable and appealing to younger voters, as reflected in the viral narrative of "Prabowo Gemoy." This communication strategy significantly contributed to increased electability among millennial voters. However, buzzer activity also raises concerns due to the spread of misinformation, negative campaigning, and the intensification of political polarization. Therefore, this study emphasizes the importance of strengthening digital literacy and regulating buzzer activity to uphold a healthy democratic process. The research contributes to the broader discourse on digital political communication and offers insights into developing more ethical and responsible campaign strategies in the social media era.    
Makna Motivasi pada Lirik Lagu “Catatan Kecil” Karya Adera: Analisis Semiotika Roland Barthes Oktarina, Desti; Ashaf, Abdul Firman
Action Research Literate Vol. 8 No. 10 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i10.2202

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai makna motivasi pada lirik lagu “Catatan Kecil ” karya Adera dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Dalam analisis semiotika Roland Barthes ini mengkaji mengenai makna denotasi, konotasi, dan mitos mengenai makna “Motivasi” yang terdapat pada lirik lagu tersebut. Metode yang digunakan ialah kualitatif interpretatif. Teknik pengumpulan data yaitu studi dokumen dengan pemerolehan data dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil kajian semiotika Roland Barthes pada lirik lagu “Catatan Kecil” karya Adera adalah sebagai berikut. Makna denotasi dari lirik lagu “Catatan Kecil” adalah dalam menjalankan kehidupan kita harus bahagia dengan apa yang kita punya, walapun menemui kekecewaan karena cita-cita yang belum terwujud, percaya dan yakini bahwa setiap kehidupan Tuhan telah mengatur semuanya. Kemudian makna konotasi yang terkandung dalam lirik lagu ini yaitu pencipta lagu berpesan dikehidupan ini kadangkala kita diterpa kesedihan dan kekecewaan, selalu ingat bahwa kita tetap bisa bahagia dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Sedangkan makna mitos yang terdapat dalam lirik lagu ini yaitu Pencipta lagu ingin semua pendengar termotivasi dari lagu ini yang berpesan bahwa jalani kehidupn ini dengan ikhlas dan penuh Syukur.
Peran Media Sosial dalam Pembentukan Identitas : Perspektif Cultural Studies Sari, Reka Purnama; Trenggono, Nanang; Aryanti, Nina Yudha; Ashaf, Abdul Firman; Kartika, Tina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19486

Abstract

This study addresses the central issue of how social media plays a role in the process of identity formation amid the currents of globalization and digitalization. The main objective of this research is to understand how social media influences the identity formation process and to examine how Cultural Studies theory explains the relationship between social media, representation, and identity construction. This study employs a qualitative method with a Cultural Studies perspective to provide a deeper understanding of the dynamics of identity formation in the digital era. The findings indicate that social media in the digital age has become a new cultural space that plays a significant role in the identity formation process. Beyond functioning as a communication tool, social media serves as a site of representation, expression, and the ongoing construction of identity meaning. It can be seen as a contested arena of cultural identity for individuals on one hand, a medium for self expression and affirmation, and on the other, a force that potentially homogenizes identity through global popular culture and the logic of the digital marketplace.
Penayangan Eco-Brick Inovation melalui Media Tvri dan Latar Belakang Demografi terhadap Sikap Peduli Lingkungan Masyarakat Pesisir Kota Bandar Lampung Bakri, Samsul; Jaya, Arif Setia; Ashaf, Abdul Firman; Hidayati, Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.642 KB)

Abstract

Wilayah pesisir kota Bandar Lampung mempunyai potensi sumber daya alam yang beragam. Wilayah ini kini mengalami kemerosotan fungsi ekologis karena pencemaran limbah rumah tangga terutama sampah yang berbahan plastik. Hal ini karena beban cemaran terus meningkat akibat sampah plastik yang memerlukan waktu ratusan tahun untuk dapat teruraikan secara alami oleh mikroba, sementara sumber pencermarannya juga terus bertambah. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan pengaruh konten eco-brick dalam siaran TVRI dan variabel demografi terhadap sikap peduli lingkungan masyarakat pesisir. Kemasan film ini didedahkan (exposed) menggunakan video player kepada 10 kelompok dengan anggota 10 orang per kelompok. Metode penelitian ini adalah wawancara tentang demografi partisipan yang dipetakan berdasarkan: umur, kelamin, pendidikan, etnis-budaya, pekerjaan, dan juga rasa ketertarikan pada bisnis eco-brick. Variabel daya tarik terhadap informasi bisnis eco-brick dan variabel demografis ini diperlakukan sebagai variabel prediktor dalam model Ordinally Regression. Sikap kepedulian terhadap penyelamatan lingkungan digunakan sebagai variabel respon dalam skala ordinal bernilai 0, 1, dan 2. Masing-masing skala ini merepresentasikan respon rendah, sedang dan tinggi. Optimasi parameter model dan uji hipotesis dilakukan pada taraf nyata 95% menggunakan software Minitab 17. Berdasakan hasil regresi ordinal yang menggunakan piranti lunak Minitab V.16 pada selang kepercayaan 10% menunjukan bahwa ecobrick innovation berpengaruh nyata dengan P value 0,010 dan ods ratio 11,76. Variabel dummy yang berpengaruh nyata pada sikap peduli lingkungan adalah nelayan, pedagang, trust, dan pendatang. Simpulan yang dapat dibuat bahwa (a) sikap kepedulian partisipan adalah 11,76 kali lebih tinggi bagi yang tertarik pada bisnis eco-brick dibandingkan dengan yang tidak, (b) masyarakat pendatang merupakan 3.77 kali lebih tinggi dari pada yang asli setempat (c) masyarakat nelayan maupun pedagang lebih rendah yang masing-masing hanya 0.18 dan 0.04 dari pada yang pekerjaannya serabutan. Implikasi kebijakan yang disarankan dari penelitian ini adalah bahwa inovasi eco-brick dapat dijadikan insentif untuk menyerap para pekerja serabutan agar lebih lebih produktif sekaligus sebagai strategi penyelamatan lingkungan pesisir.
Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Media di Lampung Wardhani, Andy Corry; Ashaf, Abdul Firman; Kartika, Tina; Aryanti, Nina Yudha; Purnama, Arie; Nugroho, Muhammad Yoga
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i2.8211

Abstract

Pertumbuhan media di Provinsi Lampung memiliki dampak kemudahan akses informasi dari berbagai sumber bagi public. Perilaku media dan segala aktivitas Jurnalisme memainkan peran penting dalam melindungi hak-hak masyarakat. Latar belakang penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas media dan memperkuat demokrasi melalui peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap media, di mana terdapat permasalahan kompleks mengenai kepercayaan publik terhadap media khususnya di Provinsi Lampung. Tidak sedikit masyarakat peka dengan berita atau informasi hoax, sehingga menimbulkan pertanyaan sejauh mana publik percaya terhadap media.  Metode yang digunakan, adalah survei daring secara acak. Sasaran objek survei dari beragam profesi masyarakat, mulai politikus, akademisi, guru, NGO, praktisi, pengusaha, petani, mahasiswa, serta kelompok masyarakat sipil lainnya. Penelitian ini melihat adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berita berdasarkan media penyajian. Hal ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi komunikasi dan peningkatan kualitas berita di berbagai media, terutama media siber (online) dan radio, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan.
Menjelajahi Gaya Komunikasi Guru Sekolah Dasar dan Strategi Mereka dalam Mengatasi Hambatan Komunikasi di Kelas Bahasa Inggris Gardana, Aldika; Ashaf, Abdul Firman; Kartika, Tina; Aiyanti, Nina Yudha; Besar, Ibrahim
Limas PGMI Vol 6 No 2 (2025): Limas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/7v0m3782

Abstract

Teachers' communication styles are crucial in facilitating language acquisition among students. It is a fundamental component of the learning process that shapes students' overall success in acquiring a new language. This study aims at finding out communication styles the elementary school teachers utilize in English classes, and strategies the elementary school teachers use in overcoming communication barriers in English classes. This study employed a qualitative approach.  It used questionnaires and interviews to collect the data. To analyze the data gained from the questionnaires, the researcher used the rubric of the UFS Communication Style Questionnaire. The researcher used reflexive thematic analysis by Braun & Clarke to analyze the data gained through the interviews. The respondents in this research were all (five) English teachers at SDIT Izzuddin Palembang, South Sumatra. The findings show that 80% of English teachers are categorized as having considerate communication style in their English classes. Only 20% is categorized as having direct communication style in her English class, and no English teacher is categorized as having spirited and systematic communication styles. The strategies the teachers used for overcoming communication barriers are active clarification and repetition, speech and delivery modification, interactive confirmation and feedback, and engagement and motivational support.
DINAMIKA KOMUNIKASI PUBLIK: CANCEL CULTURE DAN FIGUR AGAMA DI MEDIA SOSIAL Alanudin, Rifki; Trenggono, Nanang; Besar, Ibrahim; Ashaf, Abdul Firman; Putra, Purwanto
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi dalam praktik cancel culture terhadap tokoh agama, dengan fokus pada bagaimana wacana publik terbentuk, disebarkan, dan dimaknai dalam konteks media sosial. Kasus viral Gus Miftah digunakan sebagai contoh untuk melihat bagaimana komentar, tagar, dan narasi publik menciptakan tekanan moral yang memengaruhi persepsi terhadap otoritas religius di ruang digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis (AWK) Fairclough serta teori mediatisasi agama dan konvergensi simbolik. Data dikumpulkan melalui observasi daring pada twitter/X, tikTok, instagram, dan portal berita, dengan 100 item digital sebagai sumber analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture bekerja melalui lima kategori wacana utama: kritik moral, seruan boikot, satire, delegitimasi simbolik, dan komentar netral. Bahasa yang digunakan publik mencerminkan afeksi kolektif yang membentuk solidaritas moral baru, sementara algoritma platform memperkuat wacana dominan melalui visibilitas dan viralitas. Temuan menegaskan adanya pergeseran legitimasi dari institusi religius menuju komunitas digital yang lebih partisipatif. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama semakin bergantung pada logika media dan persepsi publik dalam menjaga kredibilitas. Studi ini berkontribusi pada bidang komunikasi dan kajian media digital, terutama pada pemahaman mengenai transformasi otoritas moral di era digital. Penelitian menyimpulkan bahwa cancel culture merupakan mekanisme kontrol sosial baru yang berpotensi memperkuat atau melemahkan posisi simbolik tokoh agama.
Protest Paradigm in Indonesia Gelap Coverage: A Comparative Framing Analysis of CNNIndonesia.com and Tempo.co Ramadhani, Annisa Putri; Ashaf, Abdul Firman; Frasetya, Vito
KOMUNIKA Vol 9 No 1 (2026): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/d7dema26

Abstract

Indonesia Gelap is a public protest movement against controversial policies during the first 100 days of the Prabowo-Gibran administration. Beginning as a digital activism campaign, the movement later evolved into public demonstrations across various regions in Indonesia. Alongside these actions, various media outlets, such as CNNIndonesia.com and tempo.co, published reports. Online media, which normatively serve as sources of information, social control, and pillars of democracy, in practice have the potential to shape a different reality and influence public opinion on an issue. This study aims to examine how CNNIndonesia.com and tempo.co frame their coverage of the Indonesia Gelap movement as a protest, using a descriptive qualitative approach with two stages of analysis: the Pan and Kosicki framing model and the McLeod and Hertog protest paradigm analysis. The results indicate that CNNIndonesia.com tends to adhere to the characteristics of the protest paradigm by emphasizing aspects of conflict, relying on official sources, and engaging in the delegitimization and demonization of the protests. Meanwhile, tempo.co provides more space for the demands and substance of the protests, as well as public support. Adherence to and deviations from the protest paradigm are influenced by ideology, idealism, interests, and the nature of the protests taking place.