Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Ekonomi Peternakan Kambing di Kampung Aimasi Distrik Aimasi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Selvia Indra Sari; Nani Zurahmah; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 2 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i2.942

Abstract

Latar belakang: Di Kampung Aimasi, distrik Aimasi, Kabupaten Manokwari, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi keuntungan usaha serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi peternakan kambing. Metode: Penelitian dilakukan di Desa Aimasi, Kecamatan Aimasi, selama tiga bulan, yaitu pada bulan Maret hingga Mei 2024. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Terdapat tiga puluh peternak kambing dalam populasi tersebut. Diperlukan sampel sebanyak dua puluh tiga, dan sampel ini ditemukan menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 10%. Analisis kuantitatif dengan metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang diungkapkan secara lisan dengan menggunakan analisis keuntungan yang ditinjau dari biaya tetap, biaya variabel, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Event Point (BEP), dan Biaya Produksi merupakan teknik analisis data yang digunakan. dalam penelitian ini. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R/C sebesar 3,8 dan 3,0 tergantung pada jumlah ternak yang dimiliki; nilai BEP Rupiah >10 ekor Rp54.865.789 dan <10 ekor Rp59.910.919; nilai HPP >10 ekor Rp. 384.466.825 dan <10 ekor Rp 932.442.529. Kesimpulan: Berdasarkan perhitungan analisis keuangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan Desa Aimasi layak untuk dikembangkan karena nilai yang dihasilkan melebihi biaya produksi. Temuan ini menunjukkan bagaimana sifat-sifat peternak mempunyai dampak yang signifikan terhadap bisnis yang dijalankan. Secara khusus, hal ini menunjukkan bagaimana proses produksi berkorelasi kuat dengan faktor usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani.
Nilai Ekonomis Pakan Kelinci dari Limbah Pertanian Berbasis Hay Multinutrient Waffle Lutfiaji Syaefullah, Bangkit; Muhammad Fachry Hidayat; Susan Carolina Labatar; Okti Widayati; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 2 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i2.1066

Abstract

Latar belakang: Limbah pertanian memiliki potensi yang baik untuk dijadikan pakan ternak kelinci. Karena beberapa limbah pertanian masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagus, sehingga bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak kelinci. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, dan menggunakan 4 parameter penelitian, yaitu, BEP Produksi, BEP harga, R/C, dan Rentabilitas rasio. Hasil: Hasil dari BEP produksi P1, P2, P3, berturut-turut 5,64, 5,66, 5,67. BEP produksi yang paling menguntungkan terdapat pada P1 dengan berat 5,64 kg. Hasil dari BEP harga P1, P2, P3, berturut turut Rp. 4.702, Rp. 4.713, Rp. 4.726. BEP harga yang paling menguntungkan terdapat pada P1 dengan harga Rp. 4.702. Hasil dari R/C rasio P1, P2, P3, berturut-turut 3,77, 3,74, 3,71. Nilai R/C rasio paling layak diusahakan terdapat pada P1 yaitu 3,77. Hasil Rentabilitas P1, P2, P3 berturut-turut 2,77, 2,74, 2,71. Nilai Rentabilitas paling layak diusahakan terdapat pada P1 yaitu 2,77. Dari 3 percobaan analisis ekonomi hay multinutrient waffle, menunjukan semua percobaan menguntungkan dan layak diusahakan, namun dari 3 komposisi percobaan, ada percobaan yang paling ekonomis yaitu terdapat di P1 karena BEP produksi menunjukan produksi paling rendah yaitu 5,64 kg, kemudian untuk BEP harga mempunyai nominal harga lebih rendah dari percobaan lainnya yaitu Rp.4.702/kg, sehingga lebih cepat untuk mencapai titik impas, kemudian mempunyai nilai R/C rasio 3,77 maka usaha tersebut layak di usahakan, dan Rentabilitas memiliki nilai 2,77 sehingga layak untuk diusahakan. Kesimpulan: Penggunaan limbah pertanian kacang tanah bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan baku pembuatan pakan hay.
Physical and protein characteristics of rabbit meat fed multinutrient hay waffles Gallusia M.N. Isty; Okti Widayati; Bangkit L. Syaefullah
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v16i2.616

Abstract

The quality of the meat generated as a byproduct of rabbit fattening is related to the feed quality. The physical qualities of meat are one of the feed-related elements that customers evaluate when purchasing meat. Colour, tenderness, pH, water retention capacity, and cooking loss are all important markers of meat quality. The goal of this study was to look at the physical characteristics of rabbit meat given hay-based multinutrient waffles. During a two-month feeding trial, 18 female Hycole rabbits were separated. The characteristics studied included pH, softness, cooking loss, protein content, and water holding capacity. Data were examined using SPSS, and if significant differences were found, the Dunnett test was used to do additional analysis. The findings revealed that feeding hay-based multinutrient waffles had no significant effect on pH or cooking loss, but had a substantial impact on softness, protein content, and WHC. since a result, using hay-based multinutrient waffles in rabbit diets may be regarded economically viable, since it maintains meat quality comparable to commercial pellets and forage.