Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Keterampilan Abad 21 Di Era Disrupsi Sarah Nurfadilah; Sutarjo Sutarjo; Lilis Karyawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.973 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kurikulum pendidikan Islam dalam menghadapi era disrupsi. Selama ini kurikulum pendidikan Islam belum dipersiapkan untuk menghadapi era disrupsi yang penuh dengan perubahan. Kurikulum pendidikan Islam formal terlalu padat dengan kegiatan administrasi pembelajaran yang kaku, tidak memberi inspirasi dan pencerahan yang dapat membangun kesadaran, khususnya karakter. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum pendidikan Islam di era disrupsi adalah kurikulum pendidikan Islam yang mengembangkan karakter generasi milenial dengan perangkat pembelajaran berbasis teknologi digital sehingga pembelajaran menjadi lebih inspiratif, mencerahkan, dan membangun nilai-nilai Islam.
ROLE MODEL GURU SEBAGAI ASAS PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI ERA SOCIETY 5.0 Nurul Yaqin; Sutarjo Sutarjo; Slamet Sholeh
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 1 (2022): al-Ulum: Jurnal pendidikan, penelitian dan pemikiran keislaman
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era society 5.0 yang secara kasat mata dan perlahan telah mereduksi nilai-nilai moral generasi muda harus dihadang dengan benteng yang kokoh yaitu pendidikan karakter. Guru hingga saat ini masih menjadi garda terdapan dalam menyemai nilai-nilai karakter meski menghadapi tantangan yang sangat pelik dan kompleks. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan role model guru sebagai asas pendidikan karakter siswa di era society 5.0. Kajian pustaka merupakan metode penelitian yang sesuai dengan penelitian ini yang dilakukan dengan cara melakukan analisis terhadap beberapa kajian yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa role model guru dalam menanamkan karakater kepada peserta didik di era society 5.0 selain menjadi tauladan yang baik guru harus dibalut dengan kompetensi yang lain seperti literasi dasar, literasi teknologi, dan teknologi manusia. Selain itu juga harus dipadukan dengan kecapakan hidup dan keahlian bidang pendidikan abad 21.
Analisis Tingkat Pengetahuan Taktik dan Strategi dalam Bermain Futsal pada Siswa yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Josua Aprianto Purba; Sutarjo Sutarjo; Abdul Salam Hidayat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3960

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah seluruh pemain SMA Negeri 1 Kedungwaringin yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pengetahuan dengan jenis jawaban pilihan ganda. Teknis analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan persentase. Hasil uji coba dari 26 butir soal menunjukkan 3 butir gugur sehingga dalam penelitian ini menggunakan jumlah soal sebanyak 23 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan taktik dan strategi peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kedungwaringin berada pada kategori sangat rendah sebesar 10% (3 orang), kategori rendah 23,33% (7 orang), kategori sedang 33,33% (10 orang), kategori tinggi 26,67% (8 orang), kategori sangat tinggi 6.67% (2 orang), dengan nilai rata-rata sebesar 15,83. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan taktik dan strategi pemain Spirit Futsal Akademi Kulon Progo masuk pada kategori sedang.
Project-Based Learning Through a Heutagogic Approach in Higher Education: Challenges, Technology and Implementation Sutarjo Sutarjo; Acep Bahrum Kamil Acep Bahrum Kamil; Sya'roni Ma'shum Ma'shum; Wafa Haifa Zahra; Muhamad Taufik Bintang Kejora; Ade Irvi Nurul Husna
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6026

Abstract

This study explores the implementation of Project-Based Learning (PBL) with a heutagogic approach in universities to enhance student autonomy and critical thinking. An explanatory sequential mixed-methods design was used, combining quantitative surveys with qualitative interviews, observations, and document analysis. The study involved 150 students from three universities in West Java. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics in IBM SPSS 24, while qualitative data were examined through thematic analysis and triangulation techniques. Findings indicate that PBL with a heutagogic approach follows seven systematic steps: problem identification, learning objective formulation, project strategy planning, information collection, project execution, presentation of results, and reflection. This method significantly enhances students’ critical thinking, creativity, and independent learning skills. However, challenges include limited technological resources, the need for more structured lecturer guidance, and student time management issues. Technological tools such as Google Classroom, Zoom, and presentation software support PBL effectiveness, though unequal access to technology remains a constraint. Addressing these challenges requires institutional investment in infrastructure, faculty training, and policy development to foster autonomous and collaborative learning environments. The findings provide insights for higher education institutions on optimizing heutagogic-based PBL to develop graduates equipped with the skills needed in the modern workforce.
Penguatan Ecological Intellligence Melalui Kajian Fiqh Lingkungan Mewujudkan Pesantren Ramah Lingkungan Lilis Karyawati; Achmad Junaedi Sitika; Sutarjo; Muhamad Taufik Bintang Kejora; Raihan Maulana; Nazwa Nur Aulia Syam
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2843

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan meningkatkan pengetahuan ekologis dan mendorong praktik ramah lingkungan di Pondok Pesantren Hadza Min Fadhli Robby, Karawang. Urgensi program berangkat dari temuan awal berupa rendahnya kesadaran ekologis santri, belum terintegrasinya isu lingkungan dalam pembelajaran, serta ketiadaan kebijakan dan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur. PKM menggunakan dua pendekatan utama: ceramah fiqh lingkungan untuk memberikan landasan normatif-teologis tentang tanggung jawab menjaga alam dalam perspektif Islam, serta metode Coaching untuk membentuk dan menguatkan komunitas santri pecinta lingkungan PEPELING. Analisis dilakukan dengan kerangka context–input–process–output–outcome (CIPOO). Hasil menunjukkan bahwa pada level konteks dan input, dukungan pengelola, kesiapan sarana minimal, serta keterlibatan dosen–mahasiswa menjadi modal penting intervensi. Pada tataran proses, santri menunjukkan antusiasme dalam dua kajian fiqh lingkungan, tiga sesi pelatihan, dan serangkaian aksi nyata seperti pemilahan sampah, “Jumat Hijau”, “Bank Sampah Mini”, dan penghijauan. Output utama adalah terbentuknya komunitas PEPELING yang aktif, media edukatif visual, serta lahirnya kebijakan internal terkait kebersihan dan penggunaan air. Outcome menunjukkan perubahan perilaku santri dan pengajar dalam menjaga kebersihan, meningkatnya praktik pemilahan sampah, perbaikan sanitasi, serta komitmen pesantren menjadikan fiqh lingkungan sebagai materi dakwah rutin. Implikasi program ini menegaskan bahwa integrasi fiqh lingkungan dan Coaching komunitas efektif sebagai model penguatan Ecological Intelligence dan dapat direplikasi pada pesantren lain yang ingin bertransformasi menuju eco-pesantren berbasis nilai keislaman.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) ARYA KAMUNING DI DESA WISATA KADUELA KABUPATEN KUNINGAN Andien Novicka Zaelani Putri; Sutarjo Sutarjo; Ratna Sari Dewi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i2.31453

Abstract

Community economic empowerment is an important strategy in improving welfare and independence based on local potential. Village-Owned Enterprises (BUMDes) function as village economic institutions that manage resources and develop productive community businesses. In the context of tourism villages, BUMDes play a strategic role in integrating tourism potential with community economic activities. However, the implementation of empowerment through BUMDes still faces challenges, particularly in community participation, equitable distribution of benefits, and management quality. In addition, studies that specifically examine the process of community economic empowerment through BUMDes in tourism village contexts remain limited. This study aims to analyze the process of community economic empowerment through BUMDes Arya Kamuning in Kaduela Tourism Village, Kuningan Regency, as well as to identify supporting and inhibiting factors and the outcomes achieved. This research uses a qualitative approach with a case study method through interviews, observations, and documentation involving seven informants. The results show that the empowerment process is carried out through stages of awareness, capacity building, empowerment, and independence. BUMDes plays a role in creating business opportunities, increasing income, and strengthening community skills. Supporting factors include tourism potential and village government support, while inhibiting factors include limited human resources and fluctuating tourist visits. Overall, empowerment has a positive impact, although institutional strengthening and increased community participation are still needed.
Impelementasi Penyuluhan Biosaka Dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Petani Di Komunitas Kelompok Wanita Tani (Kwt) Khofifah Anggitasari; Sutarjo; Tika Santika
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan berlebihan pupuk dan pestisida kimia menimbulkan dampak negatif pada lingkungan seperti penurunan kualitas tanah dan pencemaran. Biosaka, cairan alami dari ekstrak tanaman liar, dikembangkan sebagai solusi ramah lingkungan untuk memperkuat daya tahan tanaman. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan penyuluhan Biosaka di Kelompok Wanita Tani (KWT) Binangkit, Desa Sukasari, dengan fokus pada faktor pendukung, hambatan, dan perubahan sikap anggota setelah program. Metode kualitatif deskriptif dengan purposive sampling melibatkan penyuluh, ketua, dan anggota KWT, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan penyuluhan efektif melalui ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Dukungan motivasi peserta dan kelembagaan menjadi penunjang utama, sementara keterbatasan waktu dan sarana menjadi kendala. Program berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung perubahan perilaku ramah lingkungan, sehingga berkontribusi pada pengembangan penyuluhan pertanian.