Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Pembangunan Struktur Bangunan Air Menggunakan Limbah Slag Nikel sebagai Agregat Kasar Ahmad Rifqi Asrib; Arjoansyah Arjoansyah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.282 KB)

Abstract

 Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pemanfaatan limbah slag nikel PT. Antam Pomalaa sebagai pengganti agregat kasar, perbandingan berat campuran beton basah, perbandingan berat volume beton antara beton beragregat kasar slag nikel dan beton normal, dan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton beragregat slag nikel berdasarkan lama perendamannya. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium Uji Bahan dan Beton Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah slag nikel, kerikil, pasir, semen dan air. Slag nikel diambil diambil dari limbah hasil pembakaran PT. Antam Pomalaa Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan karakteristik slag nikel masuk dalam kategori yang disyaratkan untuk digunakan sebagai agregat kasar pada beton. Pada berat campuran beton normal diperoleh berat isi 2270 kg/m2. Untuk penggunaan variasi 50% slag nikel. Nilai berat isi campuran meningkat sebesar 16 %. kemudian Meningkat 24% pada penggunaan agregat 100% slag nikel. Pada hasil pengujian kuat tekan. Beton alami pada umur 56 hari lama perendaman 55 hari memiliki kenaikan 12,27 %. Pada umur 90 hari, perendaman 89 hari memiliki kenaikan sebesar 16,29%. Sedangkan Beton 50% slag pada umur 56 hari, perendaman 55 hari memiliki kenaikan 14,28%. Pada umur 90 hari, perendaman 89 hari memiliki kenaikan sebesar 20,29 %. Kemudian Beton 100% slag nikel pada umur 56 hari lama perendaman 55 hari memiliki kenaikan 17 %. Pada umur 90 hari lama perendaman 89 hari memiliki kenaikan sebesar 26,63%. Hasil penelitian menggambarkan penggunaan limbah slag nikel dapat dijadikan pengganti agregat kasar untuk struktur bangunan air Kata Kunci: limbah, slag nikel, kuat tekan dan lama perendaman, bangunan air
Pemanfaatan Abu Sekam Padi sebagai Bahan Tambah Pada Pembuatan Batu Bata Ringan Ahmad, Irma Aswani; Rauf, Bakhrani A; Asrib, Ahmad Rifqi; Tenreng, Ramdani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kuat tekan batu bata ringan dengan bahan tambah abu sekam padi sebanyak 0%, 7,5%, 12,5%, dan 17,5%, (2) penyerapan air batu bata ringan dengan bahan tambah abu sekam padi sebanyak 0%, 7,5%, 12,5%, dan 17,5%, dan (3) kategori kuat tekan dan penyerapan air batu bata ringan berdasarkan SNI No: 15-2094-2000. Metode yang digunakan adalah melakukan pengambilan bahan dasar pembuatan batu bata dan bahan tambah abu sekam padi yang diperoleh dari industri batu bata di kelurahan Uluale Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang. Lalu membuat benda uji dengan menggunakan cetakan yang dipakai oleh industri kecil sebanyak 60 biji setiap kelompok. Benda uji dibagi menjadi empat kelompok masing-masing kelompok A dengan bahan tambah abu sekam  sebanyak 0%, kelompok B sebanyak 7,5%, kelompok C sebanyak 12,5%, dan kelompok D sebanyak 17,5%, pengeringan dengan sinar matahari dan dibakar menggunakan sekam padi di lokasi industri. Kemudian melakukan pengujian kuat tekan dan penyerapan air di Laboratorium Uji Bahan Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Selanjutnya melakukan analisis data untuk mengetahui kuat tekan, penyerapan air, dan kategori kuat tekan batu bata berdasarkan Standar Nasional Indonesia No: 15-2094-2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai kuat tekan batu bata produksi keempat kelompok industri, tidak memenuhi salah satu kelas yang dipersyaratkan dalam Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, baik kelas 50, kelas 100, maupun kelas 150, (2) nilai penyerapan air batu bata produksi keempat kelompok industri, telah memenuhi  Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, (3) kategori kuat tekan batu bata yang dihasilkan tidak memenuhi salah satu kelas yang ada dalam Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, sedangkan penyerapan airnya telah memenuhi  Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000. Pada penambahan abu sekam padi sebanyak 17,5% menghasilkan batu bata yang lebih ringan dibanding pada penambahan abu sekam padi 7,5% dan 12,5%.Kata kunci: Kuat Tekan, Penyerapan Air, Batu Bata