- Asriyanto
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT DENGAN BUBU LIPAT MODIFIKASI TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI EKOSISTEM MANGROVE SAYUNG, DEMAK Pradenta, Gilang Bayu; Pramonowibowo, -; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.444 KB)

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan ekonomis penting. Bubu lipat merupakan alat tangkap untuk menangkap ikan demersal diantaranya kepiting bakau.Penelitian ini sangat penting dengan tujuan melestarikan populasi kepiting bakau di alam.Tujuan dari penelitian adalah mengetahui perbedaan konstruksi bubu lipat dengan bubu lipat modifikasi yang digunakan dan menganalisis perbedaan hasil tangkapan kepiting bakau berdasarkan jumlah, berat dan tinggi karapas menggunakan bubu lipat dan bubu lipat modifikasi. Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T dengan membandingkan jumlah, berat serta tinggi karapas pada kedua bubu. Umpan yang digunakan adalah ikan runcah segar.Hasil penelitian didapatkan jumlah alat tangkap yang terdapat di Kecamatan Sayung berjumlah 687 unit diantaranya gill net, trammel net, cotok, pancing, bagan, arad dan bubu. Perbedaan konstruksi bubu lipat dengan bubu lipat modifikasi terdapat pada celah pelolosan berbentuk persegi panjang dengan tinggi 3 cm sesuai dengan tinggi karapas kepiting bakau untuk ukuran konsumsi serta ukuran matang gonad. Uji T terhadap berat, jumlah serta tinggi hasil tangkapan sebesar 0,017; 0,049 dan 0,020, sehingga hasil penelitian perbedaan konstruksi berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Mangrove crab is one of thefishery economically important commodity. Traps is a fishing gear to catch demersal fish including mangrove crabs. This research is really important to purpose preserve the mangrove crab populations in the nature. The purpose of thisresearch was to knowing the differences in construction of traps with modifications traps used and analyzing differences mangrove crab catches by quantity, weight and height of the carapace using traps and modified traps.This research usedexperimental method with normality test, homogenity testand T test with comparing weight, quantity and height of carapace in the bothtraps.Used bait is fresh trash fish. The result of this research gotthe amount of fishing gear in the District Sayung totaled 687 units such as gill net, trammel net, pecker, rod, lift net, trawl and traps. Construction’s differences between traps and modified traps contained in escape gap shaped have the from rectanglewith high 3 cm according to high mangrove crab carapace  for consumption size and size of mature gonads. T test for weight, quantity and height of haul is 0,017; 0,049 dan 0,020. So this research results in construction’s differences an effect of the catch.
ANALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA UMPAN DAN STADIA UMUR YANG BERBEDA (SKALA LABORATORIUM) Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.483 KB)

Abstract

Tingkah laku kepiting bakau (Scylla serrata) dalam mencari makan menjadi dasar dalam aplikasi operasi penangkapan. Stadia umur yang berbeda pada kepiting memiliki respon berbeda pada tiap stimulus (umpan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi faktor perbedaan umpan dan stadia umur terhadap waktu respon kepiting; faktor perbedaan umpan terhadap waktu respon kepiting dan faktor perbedaan stadia umur terhadap waktu respon kepiting. Materi penelitian adalah  kelompok umur kepiting muda (lebar karapas 8 cm) dan dewasa (lebar karapas11 cm) serta jenis umpan berupa umpan kepala ayam, ikan petek dan keong mas segar. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen di laboratorium dengan 3 variabel umpan dan 2 stadia umur dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara faktor perbedaan umpan dan stadia umur tehadap waktu respon. Umpan kepala ayam memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan umpan ikan petek dan keong mas. Kepiting stadia dewasa memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan kepiting muda khusus pada umpan kepala ayam. The Mud Crab’s (Scylla serrata) behavior in feeding habits becomes the base of operation application of fish capturing in the field. The different mud crab’s life stage provides the different responses to each stimulus (bait). The purpose of this study is to know the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response  speed of  mud crab; the different types of  bait towards response speed of mud crab and the different life stage towards the response speed of mud crab factor. The materials used  in this research are sub-adult (carapace width 8 cm) and adult (carapce 11 cm) mud crab and the types of  fresh bait in the form of chicken’s head, leiognathus fish, and golden snail. The methods used in this reasearch are experimental laboratory  and the method analysis with two variables: the types of bait and life stage with six treatments. The data analyses used are One-Sample Kolmogorov-Smirnov normality test, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The result of this research shows the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response speed of mud crab. The bait in the form of chicken’s head gives the fastest response among the liognathus fish and the golden snail bait. The  life stage of adult mud crab gives the  faster response than the sub-adult mud crab special for chicken’s head bait.
PENGARUH PERBEDAAN WARNA JARING INSANG DASAR (BOTTOM SET GILL NET) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN JEPARA, JAWA TENGAH Zubaidi, Achmad; Boesono, Herry; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.859 KB)

Abstract

Jaring  insang  dasar (bottom set gillnet)  merupakan alat tangkap yang banyak digunakan nelayan di Kabupaten Jepara, khususnya nelayan di PPI Ujungbatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dasar berfosfor dan tidak berfosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara warna gill net dan lama perendaman terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus); menganalisis pengaruh perbedaan warna alat tangkap gill net yang digunakan terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) dan menganalisis pengaruh lama perendaman pada alat tangkap gill net terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus). Penelitian ini dilakukan pada 10 Oktober sampai dengan 25 Oktober 2014 di desa Ujungbatu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experimental fishing. Analisis penelitian ini terdiri dari variabel homogenitas, normalitas dan one way ANOVA. Analisis data diolah dengan mengunakan SPSS 16. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan jaring insang dasar warna fosfor biru mendapatkan hasil yang lebih banyak dari jaring insang dasar berwarna putih transparan.Bottom set gillnet on of fishing gear that used widely on the Jepara Regency, in particular fishermen in PPI Ujungbatu. This research was done using posphored bottom set gill net and gill net without pohsphor. The purpose of this research is to know the interactions between the gill net colors and long soaking against a small crab attaching catches (Portunus pelagicus); analyze the influence of the difference of colored gill net used against a number of catches (Portunus pelagicus) small crab attaching and analyze the effect of long immersion in the gill net fishing gear against a number of catches (Portunus pelagicus) small crab attaching. This research was conducted on October 10 until October 25, 2014 in the village of Ujungbatu. The methods used in this research is a method of experimental fishing. The analysis of this research consists of variables of its homogeneity, normality and one way ANOVA. Analysis of the data was processed using SPSS 16. The results of this study showed that the use of the net basic color phosphor blue gills get results more from the net basic gills are white transparent.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIK AGUNG KABUPATEN REMBANG Nugraha, Adi; Wibowo, Bambang Argo; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.073 KB)

Abstract

Kabupaten Rembang merupakan  kabupaten yang terletak di Utara Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah produksi perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil usaha penangkapan mini purse seine, penelitian  dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2014 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasik Agung Rembang. Metode penelitian adalah deskriptif, dan cara pengambilan sampel yang digunakan adalah metode snowball sampling. Karena jumlah  nelayan beserta besarnya kapal yang digunakan yang telah tercatat di PPP Tasik Agung kuran sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, dengan jumlah  responden sebanyak  60 yang dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas ukuran 11-20 GT dan 21-30 GT masing-masing 30. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisi finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan Payback Periode (PP). Hasil analisi finansial yang dikaji untuk usaha perikanan tangkap mini purse seine di PPP Tasik Agung Kabupaten rembang pada kelas kapal 11-20 GT dan 21-30 GT secara berurutan adalah sebagai berikut, NPV dengan nilai Rp. 1.241.769.514,- dan Rp. 1.365.636.044,-, IRR dengan nilai 33% dan 28%, PP adalah 3,46 tahun dan 2,13 tahun, dan B/C ratio adalah 1,24 dan 1,28. Dari penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah  usaha perikanan tangkap mini purse seine­ di PPP Tasik Agung Rembang dikatakan layak dan menguntungkan. Rembang regency is one of regencies located in the North Coast Area of Central Java Province which produces the largest fishing catch in Central Java Province. The object of this researh is mini purse seine. The research was conducted on January until march 2014 in Tasik Agung Fishing Port in Rembang Regency. The method used in this research is description method, use snowball sampling to finding sample. Because the number of fisherman and the magnitude of the ship which is used that has been recorded in the Tasik Agung Fishing Port according to the actual circumstances, with the number of respondents as many as 60 are divided into two classes, namely class size 11-20 and 21-30 GT GT 30 respectively. The data were analyzed using NPV, IRR, B/C ratio, and Payback Periode (PP). The results of the financial analysis that examined the fishing business with mini purse seine in Tasik Agung Fishing Port on class 11-20 GT and 21-30 GT sequentially is, the NPV value of Rp. 1.241.769.514,-and Rp. 1.365.636.044,-, IRR value of 33% and 28%, PP is 3.46 years old and 2.13 of the year, and the B/C ratio was 1.24 and 1.28. from this research, it can be concluded that the  fishing businness with mini purse seine in Tasik Agung Fishing Port Rembang is feasible and can be continued. 
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS GENUINE PAYANG DAN MODIFIKASI PAYANG DENGAN WINDOWS SAMPING TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Wicaksono, Gandung Kencono; Asriyanto, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.534 KB)

Abstract

Alat tangkap Payang termasuk pukat kantong lingkar yang umumnya terdiri atas bagian kantong dan sayap. Efisiensi alat tangkap adalah kemampuan alat tangkap untuk menghasilkan hasil tangkapan yang lebih banyak jumlahnya. Dalam penelitian ini efisiensi alat tangkap payang genuine dengan payang modifikasi dengan windows samping dibandingkan. Pada percobaan pemberian windows samping dan ditutup oleh cover net, ikan dapat melepaskan diri melalui mata jaring yang lebih besar (windows samping) yang lalu ditangkap oleh cover net. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keadaan umum Kabupaten Kendal, menganalisis jenis hasil tangkapan dengan alat tangkap payang genuine dan payang modifikasi dengan windows samping di perairan Kendal, serta menganalisis efisiensi penangkapan dengan alat tangkap payang genuine dan payang modifikasi dengan windows samping di perairan Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013 yang bertempat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang, Kendal,Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental sebanyak 16 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik.Hasil penelitian ini didapatkan dari uji efisiensi perbandingan yang menyatakan bahwa payang genuine lebih efisien dibandingkan payang modifikasi dengan windows samping. Dapat dilihat dari nilai efisiensi payang genuine sebesar 54% sedangkan payang modifikasi dengan windows samping sebesar 46%. Adanya perbedaan antara payang genuine dengan payang modifikasi dengan windows samping terhadap jumlah hasil tangkapan dan windows samping pada modifikasi payang tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan. Payang belongs to seine net which generally consists of cot end and wings.Payang constitute tools for fishing pelagic fish which used for fisherman in Kendal regency. Efficiency of fishing gear are the capability fishing gear to produce a lot of haul. On this research efficiency payang fishing gear genuine against payang with modification and side windows been compare.In research giving side windows dan closing by cover net, fish could release of it self through the bigger mesh (side windows) and than being catched by cover net. The purpose of this research are to knowing what kind of  haul through fish gear modification payang with side windows in kendal. Along to analysis efficiency catching of  through fish gear modification of payang with side windows in kendal. The research implemented on june, 2013 in fishery beach harbor Tawang, Kendal. The method been used in this research are experimental method in summary sixteen sample. Data Analysis Method been used in this research is statistic analysis.These results available from the comparative efficiency test states thatis more efficient than the genuine payang. Payang modification of the side windows. It can be seen from the value of genuine payang efficiency by 54% while payangmodified with side windows by 46%. The difference between the genuine payang. Payang modifications to the side windows of the a mount of the catch and the side windows on payang modification does not significantly affect the number of catches.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ARAD MODIFIKASI (MODIFIED SMALL BOTTOM TRAWL) DI PERAIRAN PPP TAWANG KENDAL JAWA TENGAH Mahendra, Feldi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.453 KB)

Abstract

Arad (Small Bottom Trawl) merupakan alat penangkap ikan yang dominan di PPP Tawang, Kendal, Jawa Tengah. Modifikasi arad diperlukan agar arad menjadi alat penangkap ikan yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan arad modifikasi dan membandingkan dengan arad genuine. Metode yang digunakan adalah experimental fishing yang dilaksanakan pada bulan April 2014 dengan jumlah setting 15 kali pada setiap arad. Komposisi hasil tangkapan dominan yang didapatkan mempunyai jenis spesies yang sama. Hasil tangkapan yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis), Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea), Kepiting (Scylla serrata), Sotong (Sepia oficinalis), Cumi-cumi (Loligo sp), serta jenis-jenis ikan demersal seperti Ikan Tigawaja (Otolithes ruber), Ikan Petek (Leiognathus sp), Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster), Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus), Ikan Layur (Trichiurus savala). Berat rata-rata hasil tangkapan arad genuine adalah 6500,67  gram dan arad modifikasi adalah 2916,93 gram. Analisis stasistik uji t menunjukkan bahwa berat rata-rata hasil tangkapan arad genuine dan modifikasi berbeda nyata (thit=7,87 > ttabel=2,145). Ukuran panjang total hasil tangkapan dominan arad modifikasi yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis) 7,5 – 19 dan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) 6 – 15,5 lebih panjang dibandingkan arad genuine yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis) 5 – 19 dan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) 5,5 – 14. Perhitungan efektivitas penangkapan menunjukan arad genuine mempunyai nilai efektivitas 69% lebih besar dibandingkan arad modifikasi 31%.  Small Bottom Trawl was a dominant fishing gear used in Fishery Port Beach, Tawang, Kendal Regency, Central Java. Modification of this gear was needed to make small bottom trawl more enviromentally friendly fishing gear. The aim of the research was to analyzed the total catch of the modified small bottom trawl and compared it with the genuine small bottom trawl. The methods used were experimental methods which held on April 2014 with 15 times total settings on each small bottom trawl. Dominant composition of the catch has the same species. The catch are Penaeus merguensis, Harpiosquilla raphidea, Crab (Scylla serrata), Sepia oficinalis, Squid (Loligo sp), and demersal fish species such as Otolithes ruber, Leiognathus sp, Caesio erythrogaster, Upeneus sulphureus, Trichiurus savala. The total catch weight average of genuine small bottom trawl was 6500,67 gram and modified small bottom trawl was 2916,93 gram. T-test statistics analyzed showed that the average weight of genuine and modified were significantly different (tcount=7,87 > ttable=2,145). The dominant  catches total length of modified small bottom trawl were Penaeus merguensis 7,5 – 19 cm and Harpiosquilla raphidea 6 – 15,5 cm, these total length was longer than the genuine small bottom trawl total catch Penaeus merguensis  5 – 19 and Harpiosquilla raphidea 5,5 – 14 cm. Catch efectivity counts shoowed that genuine small bottom trawl has 69% effectivity rate, higher than the modified small bottom trawl with 31% effectivity rate.
PENGARUH PERBEDAAN TRANSPARANSI BUBU DAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN WADER (Rasbora argyrotaenia) DI RAWA JOMBOR, KABUPATEN KLATEN Norfahronni, Rizky Muhammadin; Asriyanto, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.469 KB)

Abstract

Kabupaten Klaten mempunyai banyak tujuan wisata budaya maupun alam. Salah satu obyek wisata yang terdapat dalam wilayah Klaten adalah obyek wisata Waduk Jombor atau lebih dikenal dengan sebutan Rawa Jombor. Rawa ini memiliki luas 198 ha dengan kedalaman mencapai 4,5 m dan memiliki daya tampung air 4 juta m3. Di Rawa Jombor sendiri ikan wader termasuk ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi sebesar Rp.20.000,- perkilonya. Nelayan setempat biasanya menggukan alat tangkap bubu botol untuk proses penangkapan wader. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan trasparansi bubu, menganalisis pengaruh perbedaan pemberian umpan dan menganalisis ada tidaknya interaksi antara faktor transparansi bubu dan perbedaan umpan terhadap jumlah (ekor) dan berat (gram) hasil tangkapan ikan wader (Rasbora argyrotaenia). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing. Berdasarkan hasil penelitian,  adanya pengaruh perbedaan antara transparansi bubu dengan hasil tangkapan bubu transparan 244 ekorseberat 1600 gram dan bubu tidak transparan 101 ekor seberat 660 gram, adanya pengaruh perbedaan permberian umpan dengan hasil tangkapan menggunakan umpan pelet 286 ekor seberat 1895 gram, terasi 59 ekor seberat 265 gram dan tanpa umpan kosong, serta tidak adanya interaksi antara faktor transparansi bubu dan perbedaan umpan dilihat dari nilai F sebesar 53,342 dan nilai probabillitasnya 0.086. Klaten has many cultural and natural tourist destinations. One of the tourism site that is exist with in the city is Jombor Reservoir or renowned as Rawa Jombor. The marsh has an area of 198 hectares with 4.5 meters depth and has capacity of 4 million m3 water. Wader fish on the marsh has economical value, each of them can be sold approximately Rp. 20.000,- /kg. Local fishermen usually use bottle traps as fishing gear to catch fishes. The purpose of this study was analyzing the effect of differences the effect of different bait, connection between the trap transparancy factor and differences between various baits to the amount and weight of cought wader fish (Rasbora argyrotaenia). This study used experimental fishing method. According to the result of the research, there were differences between trap transparancy with catching result. The results of transparancy trap were 244 fishes with 1600 grams weight and the traps are not transparent were 101 fishes with 660 grams weight and the effect of different bait with catching result using pellets bait were 286 fishes with 1.895 grams weight, shrimp were 59 fishes with 265 grams weight and without bait has no result, and there is no relation between trap transparancy and different bait according to F value of 53,342 and probability value is 0.086.