Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN PENGERINGAN BUAH PINANG BELAH MENGGUNAKAN MESIN PENGERING TIPE ROTARI DENGAN SUMBER PANAS DARI API KOMPOR BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS Syahrizal, Iman; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi
Sehati Abdimas Vol 6 No 1 (2023): Prosiding Sehati Abdimas 2023
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/sehati_abdimas.v6i1.685

Abstract

This study aims to determine the results of drying betel nut split using a rotary type of drying machine with a heat source from the stove fire. The dependent variables in this study consisted of the time period of change in drying phase, drying rate, weight loss, texture change and betel nut color change resulting from the drying process. The method applied in this study was an experiment by paying attention to two main factors that can affect the drying process, namely the temperature and flow rate of air exhaled into the drying chamber. The reduction in fruit weight from the drying process was calculated based on the initial weight subtracted by the final weight after drying. The results showed that the drying of areca nut underwent three phases consisting of the initial adjustment phase that occurred in the drying time period of the 1st hour to the 3rd hour with a maximum drying rate of 0.8 kg / hour, the constant rate phase that occurred in the drying time period of the 3rd hour to the 4th hour with a drying rate of 1 kg / hour, and the declining phase that occurs in the 4th to 10th hour rigging time period with an average drying rate of 0.1 kg / hour. Alteration of the drying phase were in line to the shrinkage of areca nut weight, the largest weight loss occurs in the initial adjustment phase, which was 12% in the 3rd hour drying time period. In the initial adjustment phase, the outer shell (epicarp) begins to shrivel, the color of the skin turns brownish, the seed (endocarp) begins to detach from the coir layer (mesocarp), the color of the seed is still normal. In the phase of a constant rate of outer skin color getting darker and duller, seeds begin to crack due to reduced moisture content. In the phase of decreasing the seed layer separated from the coir layer gets bigger, the cracks in the seeds increase, the white fibers in the seeds turn black.
Pelatihan Pembuatan Mie Keke Superfood Sebagai Produk Unggulan Di Desa Tumuk Manggis Kabupaten Sambas Muslimah, Muslimah; Kristiandi, Kiki; Trisnawati, Hikmah; Merdekawati, Dewi; Mahyudi, Indra; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i1.575

Abstract

This community service activity was carried out in Tumuk Manggis Village, Sambas Regency, from September to October 2024, with the aim of introducing a new superfood-based food product, namely keke noodles, as the village's superior product. This product utilizes taro and moringa leaves, which are known to have high nutritional content. This training involved the local community in the noodle-making process, which includes the stages of preparing ingredients, processing the dough, forming noodles, and boiling. The main ingredients used are steamed and mashed taro, blended moringa leaves, as well as wheat flour, eggs, vegetable oil, and simple spices. The noodle-making process is carried out practically and simply, so that people can easily practice it at home. The final result of this training is taro and moringa leaf noodles that can be modified into various dishes. This training is expected to be able to increase the economic potential of the village by developing local products that are highly nutritious and have sales value. The superfood keke noodle product is expected to be an alternative healthy food that can compete in the market, while improving the welfare of the people of Tumuk Manggis Village. This collaboration also emphasizes the importance of utilizing abundant local food ingredients as an innovation for superior products. This activity ended with gratitude to the Tumuk Manggis Village government for its support and collaboration in implementing this training.
PKM Pembuatan Kripik Ubi dan Keladi pada PKK di Desa Setalik Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas Provinsi Kalimatan Barat Muslimah, Muslimah; Kristiandi, Kiki; Trisnawati, Hikmah; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 1 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i1.6585

Abstract

Desa Setalik merupakan salah satu desa yang memiliki potensi dalam pengembangan hasil pertaniannya. Hasil pertanian Desa ini yaitu singkong, keladi dan hasil pertanian lainnya yang melimpah. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK di Desa Setalik, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, dalam mengolah ubi dan keladi menjadi produk kripik yang bernilai ekonomi. Pendekatan yang dilakukan dalam pengabdian ini terbagi kedalam 5 tahapan yaitu proses perizinan, pemilihan bahan baku, proses pemasakan, perhitungan ekonomi dan evaluasi.  Kegiatan ini melibatkan 15 peserta yang tergabung dalam ibu-ibu PKK dan difasilitasi oleh dosen dari Politeknik Negeri Sambas. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi serta praktik langsung pembuatan kripik ubi dan keladi, mulai dari persiapan bahan, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan mengaplikasikan teknik pembuatan kripik dengan baik. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan usaha rumahan yang berkelanjutan serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Modifikasi dan Uji Kinerja Mata Pengupas pada Mesin Pengupas Kulit Pinang Kering Syahrizal, Iman; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Erlangga, Erlangga; Sanubary, Iklas; Erwin, Erwin; Sundari, Ellys Mei
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 3 No 1 (2025): April
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v3i1.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi roll pengupas dan uji kinerja mesin pengupas buah pinang kering untuk membuktikan pengaruh jumlah mata pengupas terhadap hasil pengupasan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen rancangan acak yang terdiri dari dua faktor utama diantaranya adalah jumlah mata pengupas (10 ; 14; 18), perbandingan pulley (1:1 , 1:2 , 2:1) dengan variasi pengujian. Untuk setiap variasi variabel bebas, dilakukan 3 kali pengulangan percobaan. Sampel pada penelitian ini adalah 20 buah pinang kering. Kecepatan putaran mesin, perbandingan puli, panjang dan bentuk mata pengupas dibuat sama untuk semua sampel. Hasil yang diamati meliputi persentase buah terkupas dengan biji utuh, persetase buah terkupas dengan biji pecah, dan persentase buah tidak terkupas. Hasil pengupasan terbaik adalah pada variasi roller pengupas III dengan jumlah mata pengupas 18, perbandingan puli 1:2, kecepatan putaran 1066 rpm. Hasil pengupasan terendah pada variasi roller pengupas I dengan jumlah mata pengupas 10, perbandingan puli 2:1, kecepatan putaran 2885 rpm. Jadi semakin banyak jumlah mata pengupas dan kecepatan putaran nya rendah maka persentase buah terkupas dengan biji utuh semakin besar. Sedangkan semakin panjang mata pengupas dan kecepatan nya tinggi maka persentase buah terkupas dengan biji pecah akan semakin besar.
Pembuatan Alat Pengupas Nanas Sistem Press Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Anjiu, Leo Dedy; Parhadi, Eko
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 1 No 1 (2023): April
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v1i1.564

Abstract

Proses pengupasan nanas secara tradisional yang masih menggunakan tenaga manusia, juga berkontribusi terhadap tingginya biaya produksi olahan nanas. Oleh karena itu dibutuhkan suatu teknologi untuk membantu masyarakat dalam proses pengupasan kulit nanas. Sehingga dalam tugas akhir ini dibuatlah alat pengupas kulit nanas dengan sistem press untuk memudahkan masyarakat dan petani nanas dalam mempercepat proses pengupasan. Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan mencari referensi dari berbagai jurnal serta mengamati pengupas kulit buah nanas dengan sistem press manual. Kemudian dilakukanlah proses pembuatan bentuk dan komponen untuk alat pengupas tersebut. Dalam proses pembuatan alat pengupas kulit nanas sistem press dibutuhkan beberapa langkah pembuatan komponen melalui pengerjaan seperti pembuatan rangka atau dudukan, memasang pipa stainless, pemasangan tuas press, pembuatan mata pisau dan proses pengecatan. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan alat pengupas kulit nanas sistem press dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, untuk waktu yang diperlukan dalam mengupas satu buah nanas adalah 7-19 detik dan jika dihitung rata-rata yaitu 13,47 detik.
Pembuatan dan Uji Fungsional Sistem Irigasi Berbasis Solar Tracker Mahendra, Ilza; Santoso, Pande Putu; Sanubary, Iklas; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 1 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v1i2.719

Abstract

Irigasi merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah sistem pertanian. Sistem irigasi konvensional memiliki berbagai macam kekurangan. Seiring perkembangan zaman, berkembanglah sistem irigasi modern yang memanfaatkan teknologi solar panel, sebagai sumber listrik, untuk menghidupkan pompa air. Guna mengoptimalkan kinerja pompa air pada sistem irigasi modern, dipandang perlu untuk mengkombinasikannya dengan solar tracker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan panel surya pada setiap sudut kemiringan. Metode penelitian terdiri atas metode pembuatan alat dan metode uji fungsional. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan selama tiga hari dari jam 07:00 sampai jam 16:00. Daya listrik tertinggi yang dihasilkan panel surya dengan solar tracker adalah sebesar 21,02 V pada jam 12:00 dengan sudut kemiringan 90o, dan menghasilkan daya listrik terendah sebesar 5,25 V pada jam 15:00 dengan sudut kemiringan yaitu 97o. Daya listrik yang dihasilkan panel surya dengan menggunakan solar tracker ini sangat dipengaruhi oleh cahaya matahari, dimana semakin terang cahaya matahari pada sudut tertentu maka akan meningkatkan suhu panel surya dan menyebabkan nilai penyerapan daya serap pada panel surya naik meskipun tidak signifikan.
Pembuatan Mesin Pengering Kopra Tipe Rak dengan Pemanas Tempurung Kelapa Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Fariz, Muhammad; Anjiu, Leo Dedy; Sanubary, Iklas; Sundari, Ellys Mei
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 2 No 1 (2024): April
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v2i1.764

Abstract

Pembuatan sistem mesin pengering kopra tipe rak dengan pemanas tempurung kelapa untuk mengatasi permasalahan pada proses pengeringan kopra. Cara membuat mesin pengering kopra tipe rak melalui tahapan Pembuatan rangka pengering, Pembuatan ruang pengering, Pembuatan rak pengering, Pembuatan aliran panas, Pembuatan rangka tungku pembakaran, Pembuatan ruang pembakaran. Dengan adanya penelitian ini maka dapat menghasilkan suatu alat pengering kopra untuk meningkatkan kesempurnaan mesin yang dapat meningkatkan daya guna dari kopra. Dari hasil pengujian dengan kecepatan angin 6,1 m/s diperoleh penyusutan kadar air tertinggi sebesar 43,2 % dengan massa tempurung kelapa sebesar 10.000 g dan untuk kecepatan angin 7,6 m/s diperoleh penyusutan kadar air tertinggi sebesar 39,8 % dengan massa tempurung kelapa sebesar 10.000 g.
Pelatihan Teknologi Panel Surya bagi Warga Kampung Mentawai, RT 14-15, Dusun Sarang Burung, Desa Beringin, Sambas Santoso, Pande Putu Agus; Suhendra, Suhendra; Nopriandy, Feby; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Rais, Amien; Hakim, Muhammad Hanik; Walafiat, Rahmat Bagus; Seftian, Seftian; Ayumi, Basha
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8189

Abstract

Kampung Mentawai terletak di Dusun Sarang Burung, Desa Beringin, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Ketiadaan aliran listrik dan sumber air bersih di wilayah ini merupakan permasalahan prioritas. Guna mereduksi permasalahan tersbut maka dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat menggunakan metode Participatory Action Learning System (PALS) yang terdiri atas tiga tahap yakni penyadaran, pengkapasitasan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan teknologi panel surya dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2025 yang terdiri atas pretest, penyampaian materi, postest, uji keterampilan mitra, dan kuisoner kepuasan mitra. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 60,69% setelah proses pelatihan dilakukan. Rata-rata skor keterampilan mitra setelah pelatihan adalah 4,6 atau berada pada kategori baik. Rata-rata skor kepuasan mitra setelah proses pelatihan adalah 4,5 atau berada pada kategori sangat baik. Hal ini bermakna bahwa pelatihan yang diberikan memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan dan keteampilan mitra tentang teknologi panel surya.