Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analis Sosiologis Pernikahan Islam: Antara Norma Agama Dan Perubahan Sosial Mudassir; Rusly, Fathullah; Yuliardy Nugroho, Irzak
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 14 No. 1 (2025): Maqasid Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Marriage in Islam has a strong theological foundation, governed by religious norms that aim to realize a harmonious family life and be loved by Allah SWT. These norms include the obligation of dowry, the presence of guardians, and the contract process in accordance with Islamic law. However, the social changes affected by modernization, globalization, and digitalization1 have brought new challenges in the implementation of Islamic marriages. Phenomena such as shifting gender roles, increasing cross-cultural marriages, and marriage traditions that increasingly highlight the element of materialism are issues that need to be studied in depth. The study shows that although social changes have a significant influence on the practice of marriage, religious values remain the main foundation for Muslims in exercising marriage. This article also emphasizes the importance of an adaptive approach to bridging the gap between religious norms and social change, so that Islamic values remain relevant in the context of a dynamic society. Keywords: Islamic Marriage, Religious Norms, Social Change, Muslim Family, Cultural Transformation.
Perspektif Hukum Islam Tentang Tradisi Muang Cangcalah Bagi Masyarakat Karanganyar Kecamatan Bantaran Rizal, Saiful; Rusly, Fathullah; Yuliardy Nugroho, Irzak
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 14 No. 1 (2025): Maqasid Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the Muang Cangcalah tradition carried out by the Karanganyar community, Probolinggo, as a response to death. This study uses a qualitative method in data collection. The tradition reflects social values such as empathy, solidarity, and preservation of local culture. From the perspective of Islamic law, this tradition can be categorized as ‘urf sahih as long as it is not accompanied by the belief that objects such as small change, coins, or yellow rice have supernatural powers to ward off disaster independently. As long as this practice is based on a straight intention and does not deviate from the creed of monotheism, then it does not conflict with Islamic law. However, if there are elements of belief that lead to shirk, guidance is needed to straighten out the community's understanding. This study recommends an educational approach in responding to this kind of tradition in order to maintain a balance between cultural preservation and the purity of Islamic creed. Keywords: Islamic Law, Muang Cangcalah, ‘Urf
Transplantasi dalam perspektif ulama empat mazhab Syahid, Muhammad; Nugroho, Irzak Yuliardy
AL-MUQARANAH Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No 1 Februari 2023
Publisher : Prodi Perbandingan Madzab Fakultas Syari'ah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/jpmh.v1i1.284

Abstract

Kemajuan zaman membuat manusia berlomba lomba memperlihatkan kemampuannyadalam hal apapun yang ia minati tidak terkecuali yaitu dokter,seorang dokter telah menunjukkan ekpetasinya sebagai ilmuawan telah mewujudkan penelitian penelitian berbagai uji coba dalam bidang tranplantasi dimulai dari mentranplantasikan sulam rambut, menambal tulang, juga kornea hingga bedah jantung dan lain sebagainya.maka dari situ seserang yang mengkaji ilmu hukum islam para ulama‟ telah mnegkaji bagaina tindakan yang di lakukan oleh pra dokter tersebut,apakah bisa di benarkan menurut hukum islam atau tidak,maka dengan adanya problem tersebut ulama‟telah menerapkan dan mengkaji dengan landasan hukum hukum Allah yaitu AL quran dan sunnah sunnah nabi saw.untuk memutuskan kebolehan atau tidaknya tranpalantasi yang di lakukan oleh para ilmuan dalam bidang tranplantasi. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research)yaitu suatu penellitian yang menggunakan buku buku dan kitab kitab fiqih sebagai sumber datanya.sedangka apabila dilihat dari sifatnya pnelitian ini bersifat deskriptif analitik-komparatif,yakni memaparkan data dat tentang suatu hal dengan analisa dan komparasi untuk menentukan hum tranplantasi dalam prespektis ulama‟ 4 madzhab.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa hukum tranplantasi dalam prespektif ulama‟ 4 madzhab terdapat dua pendapat pendapat pertama yaitu 4 madzhab sepakat bahwasanya tranplantasi dalam keadaan hidup maupun koma hukumnya haram,adapun pendapat ke dua pendapat madzhab hanafi dan madzhab maliki mengenai tranplantasi dalam keadaan meninggal haram,karena bahayanya tidak sampai melebihi bahayanya merusak kehormatan mayyit.akan tetapi dalam pandangan madzhab syafi‟i dan hambali membolehkan tranplantasi dalam keadaan meninggal.hal itu untuk menyelamatkan nyawa orang lain demi keberlangsungan hidup.
Analisis Sosiologi Hukum Islam terhadap Tradisi Sombhengan dalam Perkawinan di Desa Brani Wetan Rohim, Muhammad; Rusly, Fathullah; Nugroho, Irzak Yuliardy
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi sombhengan dalam pelaksanaan walimah al-‘urs (resepsi pernikahan) di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, dengan pendekatan sosiologi hukum Islam. Tradisi sombhengan merupakan bentuk kontribusi sosial masyarakat berupa pemberian sumbangan, baik berupa uang maupun barang, kepada pihak yang menyelenggarakan hajatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sombhengan dipandang masyarakat sebagai simbol solidaritas dan bentuk dukungan sosial yang memperkuat kohesi antarindividu. Namun, dalam praktiknya, terdapat pergeseran makna di mana tradisi ini cenderung menjadi kewajiban sosial yang menimbulkan tekanan dan beban moral, terutama karena adanya tuntutan untuk membalas sumbangan dalam jumlah yang sama atau lebih. Dalam perspektif sosiologi hukum Islam, sombhengan dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih selama dilakukan secara sukarela dan tidak melanggar prinsip-prinsip syariat. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang lebih mendalam terhadap nilai-nilai hukum Islam agar tradisi ini tetap lestari tanpa menimbulkan distorsi makna.
Pendekatan Sadd Al-Dzari’ah Dalam Pencegahan Perkawinan Anak: Studi Kasus di Kabupaten Probolinggo: The Sadd Al-Dzari’ah Approach in Preventing Child Marriage: A Case Study in Probolinggo Regency Nugroho, Irzak Yuliardy; Cholil, Mufidah; Suwandi, Suwandi; Rouf, Abd
LITIGASI Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/litigasi.v26i1.19478

Abstract

Child marriage remains a significant legal and social issue in Indonesia, particularly in Probolinggo, which has one of the highest child marriage rates in East Java. This phenomenon negatively affects children in terms of education, health, economy, and social well-being. This study analyzes child marriage prevention using the Sadd al-Dzari’ah approach, which aims to prevent actions leading to harm. Employing an empirical juridical method with a qualitative approach, data were gathered through interviews, observations, and legal document analysis. The findings reveal that preventing child marriage is not only permissible but also recommended in Islamic law. The Sadd al-Dzari’ah approach is applied through three key elements: al-ifda (the negative impacts of child marriage), al-wasilah (preventive measures such as education and legal enforcement), and al-mutawasal ilaih (the ultimate goal of protecting children’s rights and well-being based on Maqasid Shariah). The study also highlights challenges in implementation, such as legal loopholes in marriage dispensation, socio-cultural norms, and economic factors that continue to drive child marriages. Strengthening policies, increasing public awareness, and integrating Islamic jurisprudence with national law are essential in effectively reducing child marriage rates.
Konsep Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian Perspektif Maqoshid Syariah Jasser Auda Nugroho, Irzak Yuliardy; Wagianto, Ramdan
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol. 10 No. 1 (2024): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, Januari 2024
Publisher : LP3M Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v10i1.1541

Abstract

Pembagian harta bersama setelah perceraian merupakan bentuk ideal pengelolaan sistem keluarga egaliter, akibat adanya aturan harta bersama dalam perkawinan. UU Perkawinan, PP No. 09 Tahun 1975 dan KHI No. 01 Tahun 1991 telah mengatur secara tegas tentang harta bersama dan pembagian harta bersama. Penelitian ini akan mengkaji konsep pembagian harta bersama yang telah diatur dalam UU Perkawinan, dan secara khusus diatur dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 97 dengan menjadikan maqasidh syariah Jasser Auda sebagai teori analisis. Sebagai metode penelitian untuk mendapatkan hasil yang optimal, peneliti menggunakan dua pendekatan. Yang pertama adalah pendekatan konseptual dan yang kedua adalah pendekatan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara filosofis aturan pembagian harta bersama memiliki semangat filosofis Islam. Dalam tinjauan maqashid syariah, Jasser Auda, pembagian harta setelah perceraian memiliki semangat menjaga aspek kekeluargaan dan martabat manusia, bukan maqoshid syariah yang bersifat individualistis.