Triwahju Astuti
Bagian Paru Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya / Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Medica Hospitalia

Hubungan Merokok Dengan Derajat Keparahan Dan Mortalitas Pasien COVID-19 Rawat Inap di RS Saiful Anwar Malang Listyoko, Aditya Sri; Djajalaksana, Susanthy; Astuti, Triwahju
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.158 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.464

Abstract

Latar Belakang: Sejak Desember 2019 ketika pertama kali kasus COVID-19 diidentifikasi di Wuhan, China, SARS-CovV-2 menyebar ke seluruh dunia dan memberikan angka penyebaran infeksi dan mortalitas yang terus meningkat. Merokok memberikan dampak negatif terhadap kesehatan paru. Merokok sampai saat ini diasumsikan merupakan faktor risiko berbagai penyakit paru dan pernapasan seperti PPOK, kanker paru, termasuk pengaruh terhadap sistem pertahanan jalan napas terhadap berbagai mikroorganisme patogen. Prevalensi merokok di Indonesia sangat tinggi, dimana masih sedikit sekali studi yang dilakukan di Indonesia khususnya menilai risiko riwayat merokok terhadap derajat keparahan dan mortalitas pada pasien COVID-19 yang dilakukan rawat inap. Tujuan: Menganalisis riwayat merokok pada pasien COVID-19 yang dirawat di RS rujukan utama dan hubungannya dengan derajat keparahan penyakit dan mortalitas. Metode: Kami melakukan analisis observasional dengan pendekatan cross sectional, single-center, pada 77 pasien terkonfirmasi COVID-19. Data diambil antara bulan April-Juli 2020 pasien yang dirawat di Ruang COVID RS Dr. Saiful Anwar Malang, Indonesia. Uji statistik dipergunakan untuk menilai hubungan riwayat merokok dengan derajat keparahan dan mortalitas. Hasil: Subjek terdiri 77 pasien terkonfirmasi COVID-19 terbagi 2 kelompok yaitu 31 (40,25%) pasien ringan-sedang dan 46 (59,74%) pasien kelompok berat. Subjek dikelompokkan menjadi luaran hidup 52 (68,42%) dan meninggal 24 (31,57%) untuk analisis mortalitas. Analisis statistik menunjukkan riwayat merokok berkaitan dengan derajat keparahan penyakit (p=0,008; OR: 4,75, 95%CI 1,426-15,817) dan mortalitas (p=0,045, OR: 2,821, 95%CI 1,007-7,900) pasien COVID-19 yang dilakukan rawat inap di rumah sakit. Kesimpulan: Merokok berkaitan dengan risiko COVID berkembang ke derajat berat serta mortalitas pada pasien COVID-19 yang dilakukan rawat inap. Kata kunci: COVID-19, Keparahan, Mortalitas, Merokok Background: Since December 2019, when the COVID-19 case was first identified in Wuhan, China, SARS-CoV-2 has spread worldwide and increased the incidence and mortality. To date, smoking is assumed to be a risk factor for various respiratory diseases such as COPD, lung cancer, also influences the airway defense system against various pathogenic microorganisms. The prevalence of smoking in Indonesia is very high where very few studies have been conducted in Indonesia especially assessing the risk of smoking and disease severity and mortality in hospitalized COVID-19 patients. Objective : To determine the risk of smoking history among hospitalized COVID-19 patients in tertiary care referral hospital and its association with disease severity and mortality. Methods: A cross-sectional single-center study was performed of 77 admitted laboratory-confirmed patients in a tertiary hospital in Malang City, East Java, Indonesia from April-July 2020. Statistical analysis was performed to evaluate the association between smoking and disease severity and mortality in COVID-19 patients. Results: A total of 77 patients with laboratory-confirmed COVID-19 were included in our analysis. Subjects divided in the mild-moderate and severe group 31 patients (40,25%) and 46 patients (59,74%) respectively. For mortality analysis, subjects divided into survivor 52 patients (68,42%) and non-survivor 24 patients (31,57%). Statistical analysis determine smoking associated with disease severity (p=0,008; OR : 4,75, 95%CI 1,426-15,817) and mortality (p=0.045, OR : 2,821, 95%CI 1,007-7,900) in hospitalized COVID-19 patients. Conclusion: In our cross-sectional study demonstrated history of smoking associated with disease severity and mortality in hospitalized COVID-19 patients. Keywords: COVID-19, Mortality, Severity, Smoking
COVID-19 :Correlation Between CRP and LDH to Disease Severity and Mortality In Hospitalized COVID-19 Patients Tjahyadi, Rizal Muldani; Astuti, Triwahju; Listyoko, Aditya Sri
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.168 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.467

Abstract

Background and Objective:COVID–19 is a newly emerging disease and considered an emergency health problem, worldwide.It has a wide range of clinical features, from mild fever to severe respiratory failure that leads to a higher mortality rate. Previous studies state that CRPhas a very strong positive correlation with the diameter of the lung lesion, and in intensive care patients had a higher level of LDH. This study aims to determine the correlation between CRP, LDH and disease severity and mortality in hospitalized COVID-19 patients. Methods: We conducted a retrospective cohort, a single-center study including 69 laboratory-confirmed patients in our hospital in Malang City, Indonesia from April - June 2020. Result: Subjects consisted of 26 patients (37.7%) in the mild-moderate group and 43 patients in severe group (62.3%).Statistical analysis showed CRP and LDH associated with disease severity (p=0.011 and p<0.001). Analysis of CRPand LDH in survivor and non-survivior group showed that CRP and LDH also asscociated with mortality in hospitalized COVID-19 patients (p=0.034 and 0.002). We also evaluate CRP and LDH with degrees of hypoxemia by assessed P/F ratio. Statistical analysis showed that CRP did not correlate with degrees of hypoxemia (p=0.079) but LDH inverse correlate with degrees of hypoxemia (p<0.001, pearson correlation = -0,489) Conclusion: In our retrospective cohort study demonstrated LDH and CRP can be a crucial indicator to predict severity and mortality for hospitalized COVID-19 patients and LDH may usefull test for predict early identification of patients who become respiratory failure or ARDS. Keywords: COVID-19, LDH, CRP, P/F Ratio
Analisis Aspek Komorbid dan Demografis dengan Waktu Kematian dan Tingkat Severitas pada Pasien COVID-19 yang Meninggal di Rumah Sakit Saiful Anwar: Analysis of Comorbidity and Demographic Aspects with the Time of Death and Severity of COVID-19 Patients in Saiful Anwar Hospital Munthe, Indra; Astuti, Triwahju; Sartono, Teguh Rahayu
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 9 No. 2 (2022): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.954 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v9i2.752

Abstract

Latar belakang : Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menyebabkan kematian di seluruh dunia. Hingga bulan Februari 2022, didapatkan 5,84 juta kematian akibat infeksi COVID-19. Sejumlah 1,1% kematian didapatkan pada kasus ringan-sedang, dan 32,5% pada kasus berat-kritikal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara usia, merokok, pendidikan, pekerjaan, dan komorbid dengan tingkat severitas (ringan, sedang, berat dan kritis) dan waktu kematian (<48 jam dan >48 jam ) pada infeksi COVID-19, serta hubungan antara tingkat severitas penyakit dengan waktu kematian (<48 jam dan >48 jam) pada infeksi COVID-19. Metode : Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan 300 sampel di RSSA pada bulan April 2020 hingga bulan September 2021, dengan subjek pasien berusia 18 tahun ke atas yang dirawat karena COVID-19. Data mengenai epidemiologis, klinis, dan komorbid diambil dari rekam medis. Data kategorik dua variabel dianalisis dengan menggunakan Chi Square dan uji Fischer untuk data yang tidak memenuhi kriteria Chi Square. Batas kemaknaan dinyatakan pada p<0,05 dengan interval kepercayaan 95%. Statistik dikerjakan dengan SPSS versi 26. Hasil : Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara: usia, merokok, komorbid, tingkat severitas COVID-19 dengan waktu kematian (p<0,001). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pekerjaan dengan derajat awal dari COVID-19 dengan waktu kematian (p>0,001). Pembahasan : Pasien dengan usia tua berisiko mengalami mortalitas lebih tinggi diduga terkait dengan fungsi sel T dan sel B, produksi sitokin tipe 2 berlebihan yang menyebabkan terjadinya respon proinflamasi yang berkepanjangan. Penelitian lain menyebutkan bahwa usia, pasien laki-laki, dan perokok aktif merupakan faktor prognosis mortalitas. Gejala berat-kritikal COVID-19 merupakan prediktor independen terjadinya mortalitas. Gejala berat seperti sesak napas dan distres pernapasan berat terkait dengan mortalitas yang lebih tinggi. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, merokok, komorbid dan tingkat severitas dengan waktu kematian. Didapatkan juga tidak adanya hubungan signifikan antara pekerjaan dan pendidikan dengan waktu kematian