Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Buletin Al-Turas

The Paradox of Islam and Culture (Tradition and Belief abot Gender Perspective in West Sumatra) Prima Aswirna, Reza Fahmi dan
Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.568 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i2.3763

Abstract

AbstrakArtikel ditulis berdasarkan teori bermain peran dalam pendekatan psikologi, yang akan membahas peran laki-laki dalam komunitas Minangkabau. Laki-laki memiliki peran yang banyak dalam masyarakat Minangkabau, seperti sebagai kemenakan, paman, dan pemimpin masyarakat. Sehingga, secara teoritis laki-laki memiliki kekuatan yang banyak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk melindungi harta keluarga. Tetapi, sayangnya, posisi mereka ada di bawah kendali perempuan. Semua jenis keputusan harus dikonfirmasikan dengan perempuan (sehingga ada istilah Bunda Kandung). Ini artinya kita harus memikirkan kembali tentang perspektif gender dalam komunitas Minangkabau, karena perempuan mendominasi kekuasaan.---AbstractThis article based on role play (in psychological approach) which male have in Minangkabau community. The male has many role in the Minangkabau society, like; (a) as a nephew, (b) as a uncle, (c) as a community leader. So, theoriticaly male have a lot of power. They had responsible to protect their fanily wealth as one example. But, unfortunoutly, their possition in “underarm of women”. All kinds of dicission should be get confirm from the women (“so-called”: Bundo Kandung). It means that we should re-thinking about gender perspective in Minangkabau community, because female dominate the power.