Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Rasch Model: Identifikasi Kemampuan Habits Of Mind Peserta Didik SMA Mulvia, Rahmadhani; Ulfa, Sania; Ady, Widi Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 1 No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v1i1.1258

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kemampuan habits of mind yang dimiliki peserta didik SMA dengan analisis Rasch Model. Habits of mind adalah kemampuan perilaku cerdas paling tinggi yang dimiliki peserta didik sebagai hasil belajar jangka panjang pada proses pembelajaran sehingga dijadikan indikator kesuksesan dalam penyelesaian masalah. Habits of mind terbagi menjadi tiga kategori: berpikir kritis, berpikir kreatif dan regulasi diri. Untuk mencapai tujuan, Rasch Model digunakan untuk menganalisis kemampuan habits of mind peserta didik SMA. Hal ini dikarenakan,  Rasch Model memiliki asumsi invariansi parameter artinya parameter butir soal tidak bergantung pada parameter kemampuan peserta didik dan parameter kemampuan peserta didik tidak bergantung pada parameter butir soal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan partisipan 36 peserta didik SMA yang berumur 16-17 tahun dan dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 15 pernyataan mencakup setiap kategori habits of mind dan dinyatakan layak oleh ahli. Hasilnya, kemampuan habits of mind yang dimiliki peserta didik SMA berbeda untuk setiap kategori. Sebagian besar dari partisipan memiliki habits of mind-berpikir kritis dan habits of mind-berpikir kreatif di atas rata-rata dibandingkan habits of mind-regulasi diri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan habits of mind dapat melalui pembelajaran dengan strategi asesmen formatif yaitu feedback, self-assessment dan peer-assessment.
Penerapan Model Cooperative Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Bernalar Kritis Siswa dalam Pembelajaran Fisika Rohmani, Ulis; Mulvia, Rahmadhani; Muhajir, Siti Nurdianti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2264

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Sasaran utamanya adalah mengevaluasi perbedaan dampak implementasi model Cooperative Learning (CL) dan model Cooperative Problem Solving (CPS) dalam meningkatkan keterampilan bernalar kritis peserta didik tingkat XI pada bahasan momentum dan impuls dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA. Rancangan instrumen yang diimplementasikan menggunakan Pretest Posttest Control Group Design dengan perangkat pengukuran berupa butir soal pretest dan posttest yang sudah mendapat penilaian dari tim penilai ahli. Objek penelitian diambil dari sebuah Sekolah Menengah Atas pada periode pembelajaran 2024/2025. Total partisipan mencakup 68 peserta didik kelas XI, terbagi menjadi 33 peserta didik pada kelompok pembanding dan 35 peserta didik pada kelompok uji. Metode pengambilan data mencakup empat instrumen: lembar pengamatan pelaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan perilaku, kuesioner tanggapan terhadap model pembelajaran, serta instrumen pretest dan posttest yang terdiri dari 9 butir soal uraian. Analisis data dilaksanakan melalui serangkaian pengujian, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Mann-Whitney untuk verifikasi hipotesis menggunakan aplikasi statistik SPSS versi 27. Hasil pengolahan data observasi memperlihatkan tingkat keberhasilan implementasi model CPS mencapai 100%. Sementara itu, umpan balik peserta didik terhadap penerapan model CPS mencapai 83,95%, yang mengindikasikan kategori sangat memuaskan. Analisis uji Mann-Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang mengakibatkan penolakan H0 dan penerimaan Ha. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kedua model pembelajaran memberikan pengaruh terhadap keterampilan bernalar kritis peserta didik. Data deskriptif lebih lanjut memperlihatkan bahwa capaian rata-rata peserta didik berdasarkan parameter bernalar kritis pada kelompok uji (CPS) mengungguli kelompok pembanding (CL).
Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Problem Solving terhadap Peningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran Fisika Fitriyani, Fitriyani; Mulvia, Rahmadhani; Muhajir, Siti Nurdianti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2354

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran pemecahan masalah kolaboratif mempengaruhi keterampilan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran fisika. Masalah utama studi ini adalah proses belajar yang masih fokus pada konsep daripada praktik dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dan metodologi kuantitatif. Studi ini melibatkan 20 siswa dalam kelompok uji coba dan 23 siswa dalam kelompok pembanding. Pre-test, post-test, dan kuesioner diterapkan untuk mengumpulkan informasi. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27 melalui analisis deskriptif dan inferensial, termasuk uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model Collaborative Problem Solving (CPS) memiliki keterampilan pemecahan masalah yang baik. Kelompok uji coba menerima skor post-test yang lebih tinggi (82) dibandingkan kelompok pembanding (68,69). Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa 90,5% Siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan model CPS. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa model CPS dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan fisika di era modern.
Peningkatan Hasil Belajar Fisika di Era Digital: Peran Learning Management System di Sekolah Penggerak Fauziyyah, Salma Arfa; Mulvia, Rahmadhani; Lestari, Isti Fuji
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 4 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v4i2.42149

Abstract

This study aims to analyze the impact of utilizing a Learning Management System (LMS) on high school students' Physics learning outcomes, focusing on the topic of work and energy. Employing a quasi-experimental design, this research compares two groups of students: an experimental group using LMS and a control group following conventional teaching methods. Data were collected through pretests and posttests to measure learning outcomes, and statistical analysis was conducted to examine the differences between the two groups. To strengthen data analysis, qualitative data were gathered through interviews with students and teachers. The findings indicate that the experimental group using LMS experienced a significant improvement in their understanding of Physics concepts compared to the control group, with the N-Gain score for the experimental group falling within the moderate improvement category. Furthermore, despite certain challenges in LMS implementation, such as technological infrastructure readiness and teacher competence, this study demonstrates that LMS holds great potential in enhancing student engagement and improving learning effectiveness. Therefore, it is recommended to expand the adoption of LMS in Indonesian schools as part of the technology-driven educational transformation.
The implementation of PeSACCS (Peer and Self-Assessment for Collaboration and Communication Skills) in Experimental Class Muhajir, Siti Nurdianti; Irvani, Asep Irvan; Mulvia, Rahmadhani; Fitriyani, Fitriyani; Lestari, Rahma Tiara
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 10, No 1 (2025): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wapfi.v10i1.77061

Abstract

This century, education aims to prepare students with the skills needed to thrive in Society 5.0. This has become the basis for ensuring comprehensive, impartial, quality learning and providing long-term learning opportunities for all. Communication and collaboration are essential skills that students must possess to effectively work in teams, solve problems, and adapt to dynamic environments. This study aims to reveal the communication and collaboration skills profile through peer student assessment and laboratory activity self-assessment. This research employs a case study method to analyze the differences between self-assessment, peer assessment, and lecturer observation in practical activities. The subject of this research is fifth-semester physics education students who take the Physics Experiment course. Before the laboratory activity begins, students are divided into small groups. Students are given an observation questionnaire at the end of each class to assess themselves and their group mates. In addition to self-assessments and peer-assessments, the results of the lecturer's observations are also one of the data to provide more in-depth information on students' collaboration and communication abilities.
MODEL ARGUMENT DRIVEN INQUIRY (ADI) DENGAN MEMANFAATKAN GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN ILMIAH SISWA Saadah, Fitrotus; Muhajir, Siti Nurdianti; Mulvia, Rahmadhani
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i1.21302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan model Argument Driven Inquiry dengan gamifikasi berbasis website wordwall dalam meningkatkan penalaran ilmiah siswa pada materi fluida statis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-postest control group design, populasi penelitian melibatkan 72 siswa dengan sampel yang digunakan 66 siswa kelas XI di salah satu sekolah di Garut, sampel dibagi dengan 35 siswa di kelas eksperimen dan 31 di kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan instrumen pretest-postest  yang terdiri dari 10 soal deskriptif, lembar observasi, dan angket respon siswa terhadap model pembelajaran serta gamifikasi melalui Wordwall. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik Mann-whitney serta uji N-Gain melalui SPSS Statistik versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Argument Driven Inquiry  atau ADI lebih efektif dan memiliki dampak yang signifikan dibandingkan Inquiry Based Learning. Keterlaksanaan pembelajaran optimal, dan siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model Argument Driven Inquiry serta pengunaan gamifikasi dalam pembelajaran yang berkontribusi pada peningkatan penalaran ilmiah mereka.
Implementation of Android-Based Interactive Learning Media on Students' Critical Thinking Skills in Physics Learning Rahmawati, Silpia; Warliani, Resti; Mulvia, Rahmadhani
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 13, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.15040

Abstract

This study aims to determine the average improvement in high school students' critical thinking skills in physics learning by using Android-based interactive learning media. This research is quantitative in nature and employs a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The research population consisted of all grade XI students at one school in the Garut District during the even semester of the 2024/2025 academic year. The study involved two classes: XI-J (the experimental group, n = 34 students) using Android-based learning media, and XI-I (the control group, n = 34 students) using Google Sites. The research instruments included student response questionnaires and pretest-posttest questions based on the critical thinking aspects defined by Ennis. Data were analyzed using tests for homogeneity, normality, a t-test, and the N-gain test, with the aid of SPSS. The questionnaire results showed an 81.24% acceptance level for the Android-based media, categorized as very good, while observations indicated that the implementation of the learning process reached an average of 90%. Pretest-posttest analysis revealed a significant improvement in students' critical thinking skills. The experimental group’s average score increased to 77.74 (categorized as good), while the control group achieved 65.59 (categorized as sufficient). The t-test yielded a significance value of 0.01 < 0.05; hence, H₀ was rejected and Hₐ was accepted, confirming a significant difference between the two groups. Based on these results, it can be concluded that the use of Android-based interactive media is proven to be more effective in improving students' critical thinking skills in the topic of static fluids compared to the use of Google Sites.
Implementation of Android-Based Interactive Learning Media on Students' Critical Thinking Skills in Physics Learning Rahmawati, Silpia; Warliani, Resti; Mulvia, Rahmadhani
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol. 13 No. 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.15040

Abstract

This study aims to determine the average improvement in high school students' critical thinking skills in physics learning by using Android-based interactive learning media. This research is quantitative in nature and employs a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The research population consisted of all grade XI students at one school in the Garut District during the even semester of the 2024/2025 academic year. The study involved two classes: XI-J (the experimental group, n = 34 students) using Android-based learning media, and XI-I (the control group, n = 34 students) using Google Sites. The research instruments included student response questionnaires and pretest-posttest questions based on the critical thinking aspects defined by Ennis. Data were analyzed using tests for homogeneity, normality, a t-test, and the N-gain test, with the aid of SPSS. The questionnaire results showed an 81.24% acceptance level for the Android-based media, categorized as very good, while observations indicated that the implementation of the learning process reached an average of 90%. Pretest-posttest analysis revealed a significant improvement in students' critical thinking skills. The experimental group’s average score increased to 77.74 (categorized as good), while the control group achieved 65.59 (categorized as sufficient). The t-test yielded a significance value of 0.01 < 0.05; hence, H₀ was rejected and Hₐ was accepted, confirming a significant difference between the two groups. Based on these results, it can be concluded that the use of Android-based interactive media is proven to be more effective in improving students' critical thinking skills in the topic of static fluids compared to the use of Google Sites.
PengembanganTes Miskonsepsi Ranah Kognitif Pada Materi Suhu dan Kalor Muslimah, Laila Siti; Mulvia, Rahmadhani; Warliani, Resti
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1247

Abstract

Pembelajaran fisika sering menghadapi masalah miskonsepsi. Kesalahpahaman ini dapat mengakibatkan siswa mengalami kesulitan saat mempelajari materi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji alat tes diagnostik four-tier berbasis aplikasi Quizizz yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa terkait materi suhu dan kalor di tingkat MAN. Metode yang diadopsi adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan tanpa tahap Disseminate. Proses pengembangan instrumen dilakukan melalui validasi dari enam validator ahli dan diuji cobakan kepada 63 siswa kelas XI IPA di salah satu MAN di Kabupaten Garut. Hasil dari validasi menunjukkan semua item soal valid baik dari segi ahli maupun statistik, dengan tingkat reliabilitas yang tinggi (koefisien Cronbach's Alpha yang tergolong tinggi). Soal yang ada umumnya memiliki tingkat kesukaran sedang (60%), sementara daya pembeda soal menunjukkan mayoritas memiliki kualitas baik (indeks 0,31–0,50). Dari uji coba, terungkap bahwa tingkat miskonsepsi siswa mencapai 31,82%, yang tidak memahami konsep sebesar 50%, dan yang memahami konsep hanya 18,18%. Alat ini efektif sebagai sarana evaluasi diagnostik guna mendeteksi dan menyelesaikan miskonsepsi siswa, serta dapat digunakan sebagai pedoman untuk pengembangan tes serupa pada materi lainnya. Penggunaan Quizizz terbukti berhasil meningkatkan motivasi dan efektivitas dalam penilaian. Instrumen four-tier ini mendukung peningkatan kualitas pembelajaran fisika melalui identifikasi miskonsepsi yang lebih tepat dan terarah.
PENGARUH PENDEKATAN TEAMS GAMES TOURNAMENT LEARNING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA PEMBELAJARAN FISIKA Rizqia, Agnia Putri; Mulvia, Rahmadhani; Muhajir, Siti Nurdianti
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i2.21291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Cooperative Learning yang terintegrasi dengan Game-Based Learning terhadap kreativitas siswa dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya perhatian guru terhadap pengembangan aspek kreativitas dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan melibatkan 62 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT), sedangkan kelompok kontrol menggunakan model Cooperative Learning konvensional (CL). Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest serta dianalisis secara statistik menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Penerapan model TGT terbukti meningkatkan kreativitas siswa dengan rata-rata peningkatan sebesar 20,5% pada berbagai indikator, meliputi kelancaran (23%), fleksibilitas (21%), orisinalitas, dan elaborasi (19%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Teams Games Tournament lebih efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan kreativitas siswa dibandingkan model Cooperative Learning konvensional.