Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Membangun Industri Halal dalam Mendukung Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia melalui Program Gerakan Menuju Sertifikasi Halal (GEMESH) Herdayanto Sulistyo Putro; Yatim Lailun Ni'mah; Susi Agustina Wilujeng; Susy Budi Astuti; Aunurohim; Taslim Ersam; Mardi Santoso; Lukman Atmaja; Adityo Pratomo Putro; Anisa Rahma Maharani; Ananda Krisna Aldianita; Cicilia Puspa Rini; Dheva Noveilya; Imelda Priskila Simanjuntak; M Daffa Aditya; Nabilah Dita Anaqah; Ni Kadek Githa Kartika Gunadyani; Nor Farida; Ruzain Rafie Sukma Putra; Vanuella Tresnaning Budi; Yaqdhan Nufal Rafi; Ardi Lukman Hakim; Fiqey Indriati Eka Sari
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.544

Abstract

Berkembangnya era globalisasi serta perdagangan masyarakat ekonomi ASEAN, kebutuhan akan produk halal semakin besar dan diminati. Upaya Pemerintah dalam mendorong Indonesia menjadi produsen produk halal yakni membuat UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Sifat sertifikasi halal yang semula sukarela menjadi wajib bagi pelaku usaha. Sehingga, UMKM juga diwajibkan untuk menerapkan Sistem Jaminan Halal agar mutu dan kualitas produk menjadi lebih baik di mata konsumen. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Tim Pengabdi melalui GEMESH (Gerakan Menuju Sertifikasi Halal) yang telah membentuk suatu Kawasan Halal di Taman Indah, Sidoarjo. Tim Pengabdi memfasilitasi UMKM pangan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kaidah halal serta membantu proses sertifikasi halal produknya melalui kampanye GEMESH yang diintegrasikan dengan kegiatan KKN mahasiswa meliputi sosialisasi, diklat penyelia halal, seminar dan pelatihan proses produksi halal, hingga pendampingan proses sertifikasi halal serta dengan website gemeshalal.in untuk mendukung keberlanjutan kampanye GEMESH. Terdapat 1 UMKM yang telah verval berkas sertifikasi halal dan 3 UMKM lainnya belum tersertifikasi karena harus melakukan perbaikan data dalam pengajuan pendaftaran sertifikasi halal.
Workshop Fillet, Produksi Gelatin Ikan, dan Pembentukan Kawasan Binaan ITS di Pesisir Pacitan Selatan Atmaja, Lukman; Santoso, Mardi; Prasetyoko, Didik; Kholis, Muhammad Nur
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.77

Abstract

Nelayan yang memakai pelabuhan Tamperan Pacitan ini ada yang masuk dalam katagori nelayan tradisional lokal dan ada nelayan-nelayan yang lebih modern dan pendatang. Hasil tangkapan laut normalnya dijual ditempat sebagai ikan segar, dikirim ke kota-kota lain, dan dijual ke industri perikanan lokal untuk dijadikan makanan olahan. Ikan segar yang dijual tersebut sebenarnya bisa dijadikan fillet dengan harga jual lebih tinggi, sedangkan industri perikanan tadi telah menghasilkan limbah perikanan yang sebenarnya bisa dikonversi menjadi gelatin yang luas dipakai di industri-industri makanan dan farmasi. Kegiatan utama pengabdian masyarakat ini adalah a) workshop pembuatan fillet, b) ekstraksi gelatin dari limbah perikanan, dan c) pembentukan Kawasan Binaan ITS. Kegiatan ini diikuti hingga tuntas oleh 20 UMK yang berlokasi di pesisir selatan Kabupaten Pacitan. Pada akhir kegiatan, telah dihasilkan fillet dengan baik. Selanjutnya juga telah dihasilkan gelatin dan telah didemonstrasikan kemanfaatan gelatin dalam industri makanan skala rumah tangga, dan c) terdapat 19 UMK yang telah bersedia untuk mengikuti kegiatan lanjutan dan bergabung dalam Kawasan Binaan ITS untuk tahun 2021 – 2022 – 2023.
Review Jurnal: Kajian tentang Keajaiban dan Manfaat Urine Unta Rosyidah, Afifah; Atmaja, Lukman
Halal Research Vol 1 No 1 (2021): February
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3.213 KB) | DOI: 10.12962/j22759970.v1i1.55

Abstract

Sebagai ciptaan Allah SWT, unta merupakan binatang yang mempunyai keistimewaan luar biasa. Kajian ini membahas tentang urine unta yang didasarkan atas studi nalar hadis serta pendekatan medis. Sedangkan rumusan masalah serta tujuan utama kajian ini adalah guna mendapatkan pemahaman yang sahih tentang kedudukan hadis-hadis dalam mengkaji tentang urine unta, menganalisis pendapat para ulama tentang pengobatan menggunakan urine unta berdasarkan hadis Rasulullah SAW, serta mendeskripsikan manfaat urine unta dalam bidang medis. Beberapa jurnal menyatakan manfaat urine unta yang luar biasa untuk pengobatan. Selain susu, urine unta mempunyai efek positif yang tidak kalah penting, yaitu untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, terutama penyakit kanker dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman patogen (mikroba penyebab berbagai macam penyakit). Bebarapa ulama dan ahli fikih serta hadis-hadis yang kuat sanadnya menyatakan tidak najis dan diperbolehkan mengonsumsi urine unta. Meski demikian, ada juga yang menyatakan bahwa urine unta najis.
Metaphysics in the Epistemology : A Critical Analysis of Islamic and Western Philosophical tradition Lukman Atmaja; Ridho Ramazani Bin Cecep Mustopa
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 16 No. 1: June 2020
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2020.0111.22-39

Abstract

Western epistemology was greatly influenced by Greek philosophical ideas. In the course of history, Epistemology has been dominated by patterns of thought that are rational, secular and free from religious values and beliefs. History shows that the Western Epistemology turned into a large school that became dominant: in the form of rationalism, empiricism, criticism, and intuition. Although it has various methods and approaches to acquire knowledge, in principle the building and its foundation have the same way of thinking that comes from a philosophy that upholds the mind and also relies on human sensory abilities. The West denies revelation as a source of knowledge and for Islam, revelation is the highest source of knowledge. Authentic revelation is the Qur'an and Hadith. The result of this paper shows Western epistemology has a foundation and roots that are based on philosophical thinking that is far from the touch of religious values. Western epistemology in its manifestations is then limited to the acquisition of knowledge about the visible world such as sensory nature and not touching on other realms. Western epistemology focuses more on reason and senses as the main source of science, dichotomization, anthropocentrism, opposition to the spiritual dimension, relentless uncertainty, secularization, desacralization, and empiricism. While tthe Islamic epistemology views both sensory and metaphysical objects and recognizes the three sources of knowledge at once namely senses, reason, intuition. Each of these sources has different levels of ability so they cannot be separated and must be used proportionally. The object of knowledge in Islam is not only empirical, but also metaphysical. The source of knowledge in Islam is also different from Western epistemology. If the West only recognizes the senses and ratios, then in the Muslim view, knowledge comes from God obtained through: the senses are healthy, khabar sadiq, and intuition.