Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN SKRINING RESEP DARI HASIL EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PELAYANAN RESEP DENGAN METODE HOT-FIT DI RSAU DR. EFRAM HARSANA Gede Trima Yasa; Jason Merari P; Ismi Rahmawati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.728

Abstract

Latar Belakang: Evaluasi sistem informasi manajemen merupakan suatu usaha nyata untuk mengetahui seberapa baik sistem tersebut telah diterapkan pada sebuah organisasi. Evaluasi sistem informasi manajemen skrining perlu dilakukan mengingat sistem skrining resep yang terdapat di RSAU dr. Efram Harsana masih dilakukan dengan cara manual.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengembangkan sistem informasi manajemen skrining resep di RSAU dr. Efram Harsana.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan metode HOT-Fit di mana variabel bebas yang terdiri dari Human, Organization dan Technology, sedangkan variabel tergantung Net-benefit.  Evaluasi SIM meliputi penyebaran kuesioner, wawancara kepada responden pengguna dan pengelola SIMFRS. Pengembangan SIM skrining resep dilakukan dengan bantuan diagram DFD dan ERD. Uji T-Paired dengan aplikasi SPSS versi 24 dilakukan untuk membandingkan perbedaan sebelum dan sesudah penerapan pengembangan sistem informasi manajemen skrining resep.Hasil: Hasil dari evaluasi yang telah dilakukan, secara umum sistem informasi manajemen farmasi rumah sakit di RSAU dr. Efram Harsana sudah berjalan dengan baik, dilihat dari persentase responden yang memberikan pendapat setuju dengan skor 3 terhadap faktor yang mempengaruhi berjalannya SIM..Kesimpulan: Hasil pengembangan SIM skrining resep dapat diterima dengan baik, ini dilihat dari hasil uji T-paired pada aspek Human, Organization, Technology dan Net-benefit dengan tingkat signifikansi yaitu 0,001; 0,000; 0,001; 0,008 dan persentase peningkatan secara berturut-turut sebesar 13,85; 20,70; 20,24 dan 15,34%.
Pendekatan Lean Hospital untuk Mengidentifikasi Waste Kritis di Pelayanan Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen Krisdita Sundari Putri Prayitno; Jason Merari Peranginangin; Ismi Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40982

Abstract

Pendekatan lean adalah metode pendekatan sistemik yang digunakan untuk menghilangkan waste yang terjadi dalam pelayanan dan meningkatkan efesiensi pelayanan di suatu instalasi. Proses pelayanan kesehatan disuatu rumah sakit terdapat banyak sekali pemborosan terjadi, contohnya mengulangi kegiatan untuk perbaikan diakibatkan adanya kesalahan, meminta pasien untuk menginformasikan data pasien secara berulangkali untuk memastikan ketetapan informasi, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi waste dan akar penyebab waste yang terjadi di dalam Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen pada bulan Juni-juli 2022 dengan tahapan penelitian yaitu observasi dibuat dalam bentuk VSM, penyebaran kuisioner value pasien dan waste, melakukan wawancara dengan metode 5 why untuk mengetahui akar penyebab dan waste kritis, serta usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukan waste defect 21,1%. Transportation 18,1%, overproduction 16,3%,. Akar penyebab dari waste defect adalah kurang fokusnya petugas dan kurangnya sumber daya manusia, waste transportation adalah kekosongan obat dan tata letak yang kurang rapi, waste waiting adalah pasien harus mengantri di kasir dan pengambilan obat. Usulan perbaikan waste defect adalah penambahan SDM, waste transportation adalah mengatur tata letak rak obat yang lebih rapi, waste overproduction adalah tidak membuat racikan sebelum resep masuk.