Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendekatan Lean Hospital untuk Mengidentifikasi Waste Kritis di Pelayanan Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen Krisdita Sundari Putri Prayitno; Jason Merari Peranginangin; Ismi Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40982

Abstract

Pendekatan lean adalah metode pendekatan sistemik yang digunakan untuk menghilangkan waste yang terjadi dalam pelayanan dan meningkatkan efesiensi pelayanan di suatu instalasi. Proses pelayanan kesehatan disuatu rumah sakit terdapat banyak sekali pemborosan terjadi, contohnya mengulangi kegiatan untuk perbaikan diakibatkan adanya kesalahan, meminta pasien untuk menginformasikan data pasien secara berulangkali untuk memastikan ketetapan informasi, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi waste dan akar penyebab waste yang terjadi di dalam Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen pada bulan Juni-juli 2022 dengan tahapan penelitian yaitu observasi dibuat dalam bentuk VSM, penyebaran kuisioner value pasien dan waste, melakukan wawancara dengan metode 5 why untuk mengetahui akar penyebab dan waste kritis, serta usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukan waste defect 21,1%. Transportation 18,1%, overproduction 16,3%,. Akar penyebab dari waste defect adalah kurang fokusnya petugas dan kurangnya sumber daya manusia, waste transportation adalah kekosongan obat dan tata letak yang kurang rapi, waste waiting adalah pasien harus mengantri di kasir dan pengambilan obat. Usulan perbaikan waste defect adalah penambahan SDM, waste transportation adalah mengatur tata letak rak obat yang lebih rapi, waste overproduction adalah tidak membuat racikan sebelum resep masuk.
Pengaruh Durasi dan Konsentrasi Pelarut Ekstrak Etanol Daun Teh (Camellia sinensis) Menggunakan Metode Ultrasonik Terhadap Aktivitas Antibakteri Escherichia coli Thessarah Lia; Ismi rahmawati; Ghani Nurfiana Fadma Sari
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1766

Abstract

Tea leaves (Camellia sinensis) are one of the plants that contain flavonoids, tannins, alkaloids, and secondary metabolites of catechins that have the potential as antibacterials. Extraction using the Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) method is influenced by the duration and concentration of the solvent. The purpose of this study was to determine the effect of different durations and solvent concentrations on the antibacterial activity of Escherichia coli tea extract using the UAE method. Tea leaves were extracted using the UAE method with sonication waves using 50%, 70%, and 96% ethanol solvents with a duration of 15, 30, and 45 minutes, as much as 25 grams in 250 ml. The extract was dissolved in 10% DMSO and an antibacterial activity test was carried out with a concentration of 75% as much as 50 µL per well. The negative control in the bacterial activity test used 10% DMSO, and used ciprofloxacin as a positive control. The antibacterial activity test was determined using the well diffusion method to determine the diameter of the inhibition zone. The test results data were analyzed statistically using SPSS. The results showed that tea leaves have antibacterial activity against Escherichia coli bacteria, the resulting yield related to variations in solvent concentration and extraction duration did not differ significantly, however the results of the inhibition test against Escherichia coli bacteria showed significant differences. Tea leaf extract extracted with UAE with 70% ethanol for 30 minutes had the highest inhibition diameter resulting in antibacterial activity with an average value of 13.475mm ± 0,38.