Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY DENGAN STRATEGI 5E1C (ENGAGEMENT, EXPLORATION, EXPLANATION, ELABORATION, CONFIRMATION, DAN EVALUATION) PADA SISWA KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH LEMPANGANG Andi Fatmawati
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021): April: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v1i1.1226

Abstract

Fakta yang ditemukan di lapangan yaitu pembelajaran IPA masih bersifat konvensional sehingga proses pembelajaran terkesan membosankan. Bahan ajar IPA yang diajarkan tidak sesuai dengan kondisi atau fakta di lapangan. Kesempatan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya juga masih belum terlihat. Sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran IPA, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan efektivitas metode pembelajaran Guided Discovery dengan strategi 5E1C (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Confirmation, dan Evaluation) dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2020-2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil penilaian daya serap klasikal terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 67,33%; 79,08%; dan 86,17%. Hasil penilaian daya serap klasikal terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 64,65%; 76,61%; dan 85,71%. Selain itu juga, ketuntasan belajar klasikal terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 0,00%; 73,33%; dan 93,33%. Hasil penilaian ketuntasan belajar klasikal terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 60,00%; 73,33%; dan 93,33%. Hasil penilaian daya serap individu terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebanyak 0 siswa, 22 siswa, dan 28 siswa. Dan hasil penilaian daya serap individu terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebanyak 18 siswa, 22 siswa, dan 28 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran Guided Discovery dengan strategi 5E1C (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Confirmation, dan Evaluation) sangat efektif dan dapat diterapkan dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun 2020-2021.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH LEMPANGANG Andi Fatmawati
Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 2 (2022): Mei :Inspirasi Dunia : Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/insdun.v1i2.563

Abstract

Penggunaan berbagai pendekatan pembelajaran, metode dan media dalam pembelajaran mempunyai peran yang besar terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu bidang studi yag sulit dipelajari oleh siswa di sekolah dasar yaitu IPA. Fakta di lapangan ditemukan bahwa guru dalam menyampaikan materi hanya menggunakan metode konvensional sehingga proses pembelajaran menjadi belum optimal, pembelajaran fakta dan konsep masih mengandalkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, siswa kurang dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran, motivasi belajar IPA siswa kelas VIII masih kurang, dan siswa mudah lupa terhadap pelajaran yang telah dipelajarinya karena hanya menghafal tidak secara langsung mengamati media belajar yang nyata sesuai materi. Berdasarkan hal tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan suatu penelitian tindakan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan penerapan metode eksperimen upaya peningkatan motivasi belajar IPA pada Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2021-2022. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan terjadi peningkatan daya serap kelompok pada Siklus I dan II sebesar 68,82% dan 84,49%. Sedangkan peningkatan ketuntasan kelompok pada Siklus I dan II sebesar 60,00% dan 90,00%. Dan peningkatan ketuntasan individu pada Siklus I dan II masing-masing sebanyak 12 dan 18 siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen memiliki efektivitas dan dapat meningkatkan motivasi belajar IPA pada siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2021-2022.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Empowerment of Posyandu Cadres in Stimulation, Detection and Early Growth and Development Intervention (SDIDTK) for Toddlers in the Working Area of the Toaya District Health Center. Donggala, Central Sulawesi Province Andi Fatmawati; Azizah Saleh; Fajrilah Kolomboy; Metrys Ndama; Lisnawati; Baharuddin Condeng
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Donggala merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah Puskesmas sebanyak 18 unit. Tahun 2022 jumlah balita di kabupaten Donggala sebanyak 29.583 orang. Dari jumlah tersebut balita yang mendapat pelayanan penimbangan berat badan sebanyak 21.150 orang (71,5%), balita yang memiliki buku KIA dan dilakukan pemantuan pertumbuhan dan perkembangan sebanyak 21.077 orang (71,25%) serta dilakukan SDIDTK 19.784 orang (66,88%). Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sudah dilaksanakan tetapi hanya sebatas menimbang berat badan saja, demikian juga pelayanan SDIDTK sudah dilakukan tetapi interpretasi hasil SDIDTK belum dilaksanakan secara maksimal, karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang melaksanakan di Posyandu serta sarana prasarana yang dimiliki. Selain itu masih terbatasnya pemahaman dan minat orang tua untuk membawa anak balitanya untuk mendapatkan pelayanan SDIDTK, Oleh karena itu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita harus terus dikawal karena indikator ini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta ikut berperan dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian pada anak. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dapat meningkatkan mutu layanan pada balita karena melibatkan kolaborasi antara Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dengan pihak Puskesmas Toaya.