Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Lentera Pustaka

Persepsi Arsiparis terhadap Implementasi Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hermansyah, Dendang; Aulianto, Dwi Ridho; Raharja, Tiara Desyanti; Firnalia, Firnalia
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 9, No 2 (2023): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v9i2.54990

Abstract

Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan penyelenggaraan kearsipan di BRIN, yaitu Pencanangan GNSTA melalui peningkatan kesadaran lembaga terhadap aspek kebijakan kearsipan, organisasi kearsipan, sumber daya kearsipan, prasarana dan sarana kearsipan, pengelolaan arsip serta pendanaan kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi arsiparis terhadap GNSTA yang telah dicanangkan oleh BRIN. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara online terhadap arsiparis di lingkungan BRIN yang dilakukan pada 15 Desember 2022 s.d 11 Januari 2023. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arsiparis memberikan persepsi positif terhadap 4 (empat) aspek yaitu tertib kebijakan kearsipan, tertib organisasi kearsipan, tertib sumber daya kearsipan, dan tertib pendanaan kearsipan. Namun, terdapat 2 (dua) aspek dengan persepsi negatif, yaitu tertib prasarana sarana kearsipan dan tertib pengelolaan arsip.
Evaluasi Pengelolaan Arsip Dinamis pada Unit Pengolah di Sekretariat Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Aulianto, Dwi Ridho
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 8, No 1 (2022): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v8i1.44715

Abstract

Pengawasan kearsipan diselenggarakan sebagai upaya menjamin terlaksananya pengelolaan arsip dinamis yang efisien, efektif dan sistematis. Bentuk evaluasi pengelolaan arsip dapat dilakukan melalui pelaksanaan audit kearsipan internal. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai pencipta arsip bertanggung jawab terhadap pengelolaan arsip dinamis di lingkungannya yang didukung dengan sumber daya manusia dan prasarana sarana kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengelolaan arsip dinamis berdasarkan instrumen audit kearsipan internal yang ditetapkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan pada Bulan April sampai Juni Tahun 2021 terhadap empat unit pengolah di lingkungan Sekretariat Utama LIPI yaitu Biro Umum, Biro Perencanaan Keuangan, Biro Komunikasi Hukum dan Humas, Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia. Ruang lingkup penelitian ini pada pengelolaan arsip dinamis meliputi aspek penciptaan arsip, aspek penggunaan arsip, aspek pemeliharaan arsip, dan aspek penyusutan arsip. Hasil penelitian menunjukkan informasi bahwa pengelolaan arsip dinamis pada unit pengolah di lingkungan Sekretariat Utama LIPI pada aspek penciptaan arsip sudah baik. Aspek penggunaan arsip, aspek pemeliharaan arsip dan aspek penyusutan arsip perlu perbaikan dan pembenahan secara berkelanjutan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Langkah Strategis Fungsi Kearsipan Badan Riset dan Inovasi Nasional Pada Masa Transisi Aulianto, Dwi Ridho; Raharja, Tiara Desyanti
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 8, No 2 (2022): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v8i2.48348

Abstract

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga hasil penggabungan beberapa lembaga dituntut untuk langsung bekerja sehingga proses pengintegrasian lembaga harus diproses secara cepat. Arsip, aset, keuangan, dan sumber daya manusia menjadi elemen utama yang terdampak dalam proses pengintegrasian lembaga sehingga perlu perhatian khusus terhadapnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional khususnya fungsi kearsipan pasca pengintegrasian LIPI, LAPAN, BATAN, BPPT, dan KemenristekBrin. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data berlangsung sejak bulan September 2021 sampai dengan Januari 2022 melalui observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menginformasikan bahwa langkah strategis BRIN selama masa transisi khususnya difungsi kearsipan yaitu: membentuk tim transisi kearsipan; menerbitkan surat sekretaris utama tentang tata naskah dinas; menyusun pedoman tata naskah dinas; sosialisasi rancangan final pedoman tata naskah dinas; menyusun pedoman penyelenggaraan kearsipan; menyusun pedoman organisasi kearsipan; melakukan pemetaan dan penempatan arsiparis; serta melakukan penyelamatan arsip eks. kementerian atau lembaga yang terintegrasi ke BRIN.
Analisis Penerimaan Informasi Kekayaan Intelektual dan Akuntabilitas Dokumen (INTIPDAQU) oleh Arsiparis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Aulianto, Dwi Ridho; Anggoro, Wahyu Tri; Raharja, Tiara Desyanti; Hermansyah, Dendang
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v10i2.67647

Abstract

Background: Recent research on the use of digital platforms for managing protected archives highlights a gap in understanding archivists' perceptions of these technologies.Objective: This study aimed to explore the perceptions of archivists within the BRIN (National Research and Innovation Agency) regarding the INTIPDAQU (Information Tracer of Intellectual Property & Document Accountability Inquiry) application, addressing the knowledge gap related to the transition from conventional to digital archive management.Methods: A quantitative approach was used, with a survey design. Data were analyzed using regression analysis to assess the relationships between Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, attitudes toward use, and behavioral intention.Results: The study found that 68.2% of the variation in attitudes toward use can be explained by Perceived Usefulness, while 59.8% of the variation is influenced by Perceived Ease of Use. A significant effect of Perceived Ease of Use on Perceived Usefulness was observed, with an R Square value of 0.517. Additionally, 61.7% of the variation in behavioral intention can be explained by attitudes toward useConclusion: These results indicate that Perceived Usefulness and ease of use are crucial in shaping positive attitudes and intentions to use the INTIPDAQU application among archivists. Further research should focus on analyzing the long-term impact of using the INTIPDAQU application on the work efficiency of archivists and its contribution to broader archive management.
Focused Analysis of Article 29 of Indonesian Minister of Health Regulation No. 24/2022: Data Security Implementation of Electronic Medical Records at Sindangwangi Health Center, Pangandaran, West Java Julia, Fina; Aulianto, Dwi Ridho
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v11i1.70518

Abstract

Background: Digital transformation in the healthcare sector requires the management of medical records to be conducted electronically, with emphasis on the principles of data security, including confidentiality, integrity, and availability.Objective: This research aims to analyze the management of electronic medical record data security at the Sindangwangi Health Center in accordance with Article 29 of the Indonesian Minister of Health Regulation Number 24 of 2022.Methods:  This study employs a descriptive qualitative method, collecting data through interviews and observations with informants, including one medical record officer and one registration officer, conducted from October to November 2024Results:  The management of EMR data security at Puskesmas Sindangwangi demonstrates a solid application of the CIA principles. Confidentiality is maintained through unique usernames and passwords that are updated every three months and an automatic log-out feature after inactivity. Integrity is upheld by restricting data editing to authorized personnel, with changes allowed only after one month. Availability is supported by a cloud-based system that enables real-time access. However, challenges remain, including incomplete data entry in the Emergency Department, technical disruptions such as server downtime and power outages, the use of manual systems in the cashier unit, and the absence of formal vendor agreements and disaster recovery planning.Conclusion: While the EMR system shows effective initial implementation of data security principles, improvements are needed in infrastructure, staff training, system integration, and vendor governance to ensure a more resilient and secure digital health system.