Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategi Pengembangan Kompetensi SDM UMKM Kuliner di Tangerang Selatan untuk Meningkatkan Daya Saing Kenny Astria; Bambang Purnomo Yanuarso; Sakti Wicaksono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9074

Abstract

Tangerang Selatan sebagai kota satelit yang dinamis dan berbatasan langsung dengan Jakarta mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Karakteristik masyarakat yang heterogen, urban, serta memiliki daya beli tinggi menjadikan kota ini sebagai pasar potensial bagi bisnis kuliner. Perkembangan pusat keramaian, kawasan hunian modern, dan keberadaan kampus di wilayah seperti Serpong, Bintaro, dan Ciputat mendorong munculnya ribuan UMKM kuliner setiap tahun. Data Dinas Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sektor kuliner menjadi sektor unggulan yang mendominasi UMKM di Tangerang Selatan. Namun, besarnya potensi pasar sejalan dengan tingginya tingkat persaingan. Menjelang 2025, daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga dipengaruhi oleh disrupsi digital, perubahan perilaku konsumen yang menuntut kecepatan dan higienitas, serta persaingan dengan jaringan kuliner franchise besar yang lebih mapan. Oleh karena itu, UMKM kuliner dituntut memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, pemanfaatan teknologi, dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi SDM UMKM kuliner di Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, berlokasi di Dinas Koperasi dan UMKM serta pelaku UMKM kuliner setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan dana, rendahnya kesadaran pelatihan, serta minimnya dukungan dan akses informasi. Meskipun demikian, potensi pengembangan tetap besar. Strategi kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan pelaku usaha, didukung pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kebijakan proaktif, diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner.
Pengaruh Komunikasi Dan Insentif Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT.Telkom Kota Tangerang Selatan-Banten Ardika Darmawan; Bambang Purnomo Yanuarso
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 6 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i6.10494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi dan insentif terhadap produktivitas kerja karyawan di PT Telkom Tangerang Selatan, Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 80 responden dari berbagai departemen di perusahaan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dirancang untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi serta jenis insentif yang diterima karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan metode kuantitatif, seperti regresi linier sederhana dan berganda, untuk mengukur hubungan antara variabel independen (komunikasi dan insentif) dan variabel dependen (produktivitas kerja). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai T tabel terhadap nilai F tabel yaitu 5,063 > 1,991. Serta diperkuat dengan nilai signifikansi variabel komunikasi (X1) sebesar 0,000 < 0,05. Nilai R1 koefisien korelasi memiliki nilai sebesar 0,633 yang menunjukkan bahwa komunikasi (X1) mempunyai hubungan “Kuat” terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) karena berada pada rentang interval 0,60-0,799. nilai T tabel sebesar 2,652 1,991. Diperkuat dengan nilai signifikansi variabel insentif (X2) sebesar 0,010 < 0,05 maka nilai R koefisien korelasi memiliki nilai sebesar 0,518 hal ini menunjukkan bahwa variabel insentif (X2) memiliki tingkat hubungan “sedang” terhadap variabel produktivitas kerja karyawan (Y) karena berada pada rentang interval 0,40-0,599. Komunikasi dan insentif secara simultan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan dengan hasil uji f diperoleh f hitung 31,622 > f tabel 3,115 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien korelasi diperoleh 0,672 yang berarti bahwa komunikasi (X1) dan insentif (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) sebesar 45,1% dan sisanya sebesar 54,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Pengaruh Budaya Kerja dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan pada Brand Shopatvelvet di Tangerang Dela Septiani; Bambang Purnomo Yanuarso
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13216

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Budaya Kerja dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan secara parsial maupun simultan Pada Brand Shopatvelvet di Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 135 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan metode probability sampling, maka sampel yang didapatkan sebesar 57 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan data , Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa Budaya Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dapat disimpulkan nilai t-hitung > t-tabel (3,573 > 1,673), Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dapat disimpulkan nilai t-hitung > t-tabel (5,049 > 1,673), dengan secara simultan menunjukan bahwa Budaya Kerja dan Komunikasi berpengaruh siginifikan terhadap Kinerja Karyawan dapat disimpulkan nilai F-hitung > F-tabel (51,462 > 2,40). Hal ini di dasarkan pada hasil F yang dilakukan, didapat hasil Fhitung sebesar 51,462 yang kemudian dibandingkan dengan Ftabel sebesar 2,40. Karena Fhitung > Ftabel (51,462 > 2,40) dengan taraf signifikan sebesar 0,000 < 0,1. Maka Ha3 diterima dan H03 ditolak. Atau dalam perhitungan koefisien determinasi Simultan (R square) sebesar 65,6% yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara Budaya Kerja dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Brand Shopatvelvet di Tangerang.
Implementasi Nilai Budaya Perusahaan dan Disiplin Kerja sebagai Strategi untuk Peningkatan Kinerja di PT Saiful Mujani Studi Kualitatif Arif Juniar Diantara; Bambang Purnomo Yanuarso
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13219

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah: untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi nilai budaya perusahaan di PT Saiful Mujani, untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kedisiplinan kerja karyawan di PT Saiful Mujani, dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi nilai budaya perusahaan dan disiplin kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan di PT Saiful Mujani. Metode penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian ini ialah karyawan PT Saiful Mujani. . Dengan menjadikan peneliti sebagai alat utama, metode ini memungkinkan pengumpulan data deskriptif dan kontekstual. Metode kualitatif menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, seperti wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: implementasi nilai budaya dalam PT Saiful Mujani yaitu kekeluargaan. PT Saiful Mujani menerapkan budaya kekeluargaan yang kuat terhadap pimpinan maupun karyawan. Implementasi disiplin kerja di PT Saiful Mujani memiliki model manajemen SDM yang menggabungkan antara fleksibilitas waktu dan pendekatan kekeluargaan. Peningkatan kinerja karyawan di PT Saiful Mujani dipengaruhi oleh adanya komitmen yang kuat, khususnya peran pemimpin dalam memberikan kepercayaan penuh kepada karyawan. peningkatan kinerja karyawan di PT Saiful Mujani dipengaruhi oleh adanya komitmen yang kuat, khususnya peran pemimpin dalam memberikan kepercayaan penuh kepada karyawan yang ditunjuk untuk memegang tanggung jawab dan mengimplementasikannya kepada rekan satu tim. seperti kesadaran individu, kemampuan membangun ekosistem kerja, keseimbangan psikologis antar karyawan, dan pelaksanaan pembinaan internal secara konsisten.
Pengaruh Kompensasi Karyawan dan Motivasi Intrinsik Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Batik Building Material di Serang Banten Silvi Adiyani; Bambang Purnomo Yanuarso
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi intrinsik terhadap kinerja karyawan pada PT Batik Building Material di Serang, Banten. Variabel kompensasi diukur melalui indikator gaji, upah, insentif, serta benefit dan service. Variabel motivasi intrinsik diukur melalui indikator prestasi yang diraih, tanggung jawab, kepuasan kerja, pengakuan, kemajuan, pekerjaan itu sendiri, dan kemungkinan berkembang. Sementara itu, variabel kinerja karyawan diukur melalui indikator kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 348 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode probability sampling, maka sampel yang diperoleh sebanyak 78 responden. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 4,326 > t tabel 1,665 dan signifikansi < 0,001. Motivasi intrinsik juga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 7,186 > t tabel 1,665 dan signifikansi < 0,001. Secara simultan, kompensasi dan motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai F hitung sebesar 37,104 > F tabel 2,375 dan signifikansi < 0,001. Nilai koefisien determinasi sebesar 49,7% menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi intrinsik mampu menjelaskan kinerja karyawan, sedangkan sisanya sebesar 50,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.