Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ANDHARUPA

Pengaruh Nilai Islam pada Visual Pakaian Dewa dan Resi Boneka Wayang Jekdong Jawa Timur Ayuswantana, Alfian Candra; Sachari, Agus; Irfansyah, Irfansyah
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 01 (2020): February 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i1.2852

Abstract

Abstrak Wayang Jekdong hidup dan berkembang dalam konteks sosial-budaya Arek yang sangat khas. Budaya Arek sebagai sub-budaya Jawa Timur menyebar dari pantai utara Jawa Timur ke pedalaman sepanjang aliran sungai Brantas menyebabkan pengaruh nilai-nilai Islam kental terasa pada budaya Arek. Nilai-nilai Islam yang kuat salah satunya dapat dilihat dalam wayang boneka Jekdong sebagai artefak budaya masyarakat budaya Arek. Penelitian ini berfokus pada pengamatan visual pada boneka Jekdong yang mewakili nilai-nilai Islam melalui bentuk boneka. Pengamatan dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui proses analisis komponen visual Spradley dalam wayang Jekdong yang didukung oleh teori semiotika dyadic Saussure-Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh nilai-nilai Islam yang diwakili dalam bentuk boneka wayang Jekdong terutama pada tokoh Dewa (dewa atau dewa tertinggi) dan Resi (pertapa). Bentuk budaya Arek sebagai komunitas Islam pesisir sangat jelas terlihat terutama pada atribut pakaian yang ditampilkan seperti keberadaan turban putih, khaftan, qamis, dan sepatu Persia. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah tentang wayang golek Jekdong dalam sudut pandang ilmiah seni di provinsi Jawa Timur khususnya. Kata Kunci: budaya Arek, busana, wayang Jekdong, Islam pesisir AbstractThe Jekdong puppets lives and develops in a very distinctive Arek socio-cultural context. The Arek culture as East Java sub-culture spreads from the north coast of East Java to the depths along with the Brantas river flow causing the influence of Islamic values upon the Arek Culture. Strong Islamic values, one of them can be seen within Jekdong puppets as a cultural artifact of the Arek society. This research focuses on visual observations on Jekdong puppets that represent Islamic values through the form of puppets. Observations performed with an ethnographic approach through a process of Spradley's visual components analyzing in Jekdong puppets and supported by the dyadic semiotics theory of Saussure-Barthes. The results of the analysis show that there are influences of Islamic values that represented in the form of Jekdong puppets, especially in Dewa (deity or supreme being) and Resi (hermits or saints) figures. The form of Arek culture as an Islamic coastal community is very clearly visible, especially in the fashion attributes that displayed such as the existence of white turban, Kaftan, Qamis, and Persian shoes. It expected that this research could provide scientific contributions about the Jekdong puppet show puppet in the scientific viewpoint of art, particularly in East Java province. Keywords: Arek culture, coastal Islam, fashion, Jekdong puppet
REPRESENTASI SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT BUDAYA AREK DALAM BONEKA WAYANG GATHOTKACA KRODHA PADA WAYANG JEKDONG Ayuswantana, Alfian Candra; Atmaji, Lutfi Tri; Setiawan, Bayu
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 01 (2024): March 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i01.8040

Abstract

AbstrakSeni wayang kulit Jekdong adalah warisan budaya komunitas budaya Arek yang telah berkembang sesuai dengan dinamika dan karakter budaya Arek. Boneka wayang kulit Jekdong memiliki fitur khas yang membedakan jenis wayang kulit lainnya di Pulau Jawa. Keunikan bentuk ini tidak lain adalah cerminan dari nilai-nilai lokal budaya Arek. Boneka tokoh Gathutkaca Krodha dianggap salah satu tokoh yang paling sesuai untuk mewakili seni wayang Jekdong. Gathutkaca Krodha adalah sosok yang populer karena intensitasnya yang sering ditampilkan dalam berbagai pertunjukan boneka Jekdong. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelisik lebih dalam cara-cara masyarakat budaya Arek mencerminkan karakter budaya yang dimilikinya pada wujud visual boneka wayang Jekdong. Penelitian ini berfokus pada rupa visual boneka wayang Gathutkaca Krodha yang dianalisis berdasarkan komponen sindrom atau ciri-ciri rupa boneka wayang Jekdong dan didukung oleh teori semiotika Pierce dan Barthes dalam penelusuran pemaknaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan wayang Gathutkaca Krodha mencerminkan karakteristik budaya agraris-pesisir rakyat jelata dengan menampilkan instrumen alat pertanian dan kecenderungan untuk mendekati bentuk kelugasan visual realis-naturalistik untuk mengkomunikasikan karakater sosok Gathutkaca. Kata Kunci: Arek, Gathutkaca Krodha, semiotika, wayang Jekdong AbstractJekdong Leather Puppet Art is a cultural heritage of the Arek cultural community that has developed in accordance with the dynamics and character of the Arek culture. Jekdong wayang kulit puppets have distinctive features that make distinctions from other types of wayang kulit on the island of Java. The peculiarities of this form of form are nothing but a reflection of local values of Arek culture. Gathutkaca Krodha's puppet figure is considered one of the most suitable figures to represent the Jekdong puppet art. Gathutkaca Krodha is a popular figure because of its intensity which is often shown in various Jekdong puppet shows. The purpose of this study is to explore more deeply the ways in which the Arek cultural community reflects the cultural character it has in the visual form of the Jekdong puppet. This study was analyzed by identifying the visual form based on the components of the syndrome or the visual characteristics of Jekdong puppet puppets, and supported by the theory of semiotics in the search for meaning. The results of the study show that the appearance of the Gathutkaca Krodha puppet puppet reflects the characteristics of the agrarian culture of the common people by displaying agricultural tool instruments and the tendencies to approach realis-naturalistic visual form to communicate the Gathutkaca figure.  Keywords: Arek, Gathutkaca Krodha, Jekdong puppet doll, semiotic
Co-Authors Aditya Rahman Yani Adwitiya, Fairuzah Nafisah Afifah, Annisa Fitri Agus Sachari Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian Aji, Restu Ismoyo Ananta Argy Swardana Andika Putra Fajar Angelita Laurent Dameria Sinaga Aris Sutejo Artanto, Aphief Tri Atmaji, Lutfi Tri Bagastama, Reyhan Azel Bayu Setiawan Bayu Wibisono, Aryo Clara Oktavia Firdaus Dafy Cahya Nugroho Diana Aqidatun Nisa Dini, Mazaya Islami El Chidtian, Aileena Solicitor Rica Fadjar Satria Dwi Putra Fata, Ibrahim Febyanti, Feby Galang Asa Hadi, Azrial Brahmantya Nugraha Hanafi Moeslim Hanafi, Hanafi Moeslim Herwina, Nevlin Cresentia I Putu Rayga Ondias Putra Ikowanda, Kumala Divya Irfansyah Irfansyah Izayanah, Fatihah Nahya Karmelia Fernanda, Rima Lutfi Tri Atmaji Lutfi Tri Atmaji Maloka, Aulia Rahma Putri Masdijanto, Nanda Ramadhan Putra Masnuna, Masnuna Muhammad Mashuda Naghiesa, Fairuz Nur Nastiti, Ratna Andriani Nisa, Dwi Zuhrotun Octaviasari Pungky Febi Arifianto Putra Wahyuni, Rendy Shohibul Putri, Yazmin Mahira putri, zahra nabila Rachmadhani, Dinda Rizki Raditya Eka Rizkiantono Rizqi, Azmi Annur Rohmah, Abidatur Romadhona, Mahimma Shinta Rahma Puspita Sri Wulandari Sri, Wulandari Sukina Sukina sumartono, kattreen aulia Sutejo, Aris Syafiq, Alfie Ade Riyan Tanadda, Onna Anieko Vina Dwi Sartika Vina Dwi Sartika Widyasari Widyasari, Widyasari Widyayuniar, Nabilah Wiedhella, Zahra Agnestia Wulandari, Sri Yazmin Mahira Putri Yudhistira, Arva Rangga Yurif Setya Darmawan Zahra, Nabila Alya Zebrinna Delivia Putri Bahri