Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Daya Saing UMKM Kopi di Desa Pakuan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Melalui Pelatihan Pengemasan Produk Berkualitas Dilla Afriansyah; Zainuri Zainuri; Rini Nofrida; Qabul Dinanta Utama; Ines Marisya Dwi Anggraini; Made Gendis Putri Pertiwi; Novia Rahayu; Ni Kadek Ayu Astiti Kirtiyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.982

Abstract

The role of product packaging in attracting consumers is essential, especially as consumer preferences evolve and the market demands continuous innovation. Therefore, product packaging training becomes relevant in enhancing the knowledge and skills of MSMEs to design packaging that is appealing, functional, and meets safety standards and regulatory requirements. Furthermore, this training aims to enable MSMEs to capitalize on export opportunities and penetrate global markets with highly competitive products. Enhancing packaging quality also has the potential to improve brand image, build consumer trust, and, ultimately, contribute to economic growth at both local and national levels. Consequently, the development of this product packaging training program aligns with efforts to strengthen MSME growth and competitiveness in addressing global challenges in the modern era.ABSTRAKPentingnya pengemasan produk dalam menciptakan daya tarik konsumen tidak dapat diabaikan, terutama mengingat preferensi konsumen yang semakin berkembang dan tuntutan pasar terhadap inovasi. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan pengemasan produk menjadi relevan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam merancang pengemasan yang menarik, fungsional, dan sesuai dengan standar keamanan serta regulasi yang berlaku. Selain itu, melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan UMKM dapat memanfaatkan peluang ekspor dan penetrasi pasar global dengan produk yang memiliki daya saing tinggi. Peningkatan kualitas pengemasan juga berpotensi meningkatkan citra merek, kepercayaan konsumen, dan akhirnya, pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal maupun Nasional. Oleh karena itu, pengembangan program pelatihan pengemasan produk ini sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan dan daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan global di era kontemporer.
Karakterisasi Mutu Es Krim Ubi Jalar Ungu Dengan Penstabil Tepung Porang Zainuri Zainuri; Yeni Sulastri; I K Yudha Gautama
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of porang flour concentration on the quality characteristics of purple sweet potato ice cream. This research was used an experimental method and was design as a Completely Randomized Design (CRD) with 6 (six) treatments of porang flour concentrations (0; 0.1; 0.2; 0.3; 0.4; 0.5 %) and each treatment was repeated 3 (three) times. The parameters observed included the overrun, resistance, protein content, fat content, total solids, color, flavor, texture, and the taste of ice cream. The data were analised using Analysis of variance (ANOVA) at the 5% level using the Co-stat software. When significantly different, the data were further analised using the Honest Significant Difference (HSD) at the level of 5%. The results revealed that the use of porang flour had a significantly different effect on the protein content, total solids, resistance, and texture, but did not give a significant effect on the fat content, overrun, color, odor and the taste of purple sweet potato ice cream. The treatment of 0.2% porang flour was the best treatment that produced ice cream with the protein content 5.25%, fat content 16.53% and total solids 52.30%, overrun 2.95%, resistance 39.98 minutes and organoleptic characteristics (color, odor, texture and taste) were preferred by the panelists.
Profil Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ulva Lactuca Hasil Ekstraksi Bertingkat Berbasis Ultrasound-Assisted Extraction Made Gendis Putri Pertiwi; Zainuri Zainuri; Ines Marisya Dwi Anggraini; Dilla Afriansyah; Eka Partiwi
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8495

Abstract

Produksi rumput laut di Indonesia cukup melimpah, namun pemanfaatannya terutama Ulva lactuca masih belum optimal, khususnya sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder serta mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak Ulva lactuca yang diperoleh melalui ekstraksi bertingkat. Metode penelitian meliputi preparasi sampel, ekstraksi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol dengan bantuan teknik Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), skrining fitokimia secara kualitatif, serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Ulva lactuca mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid dan fenol. Ketiga ekstrak Ulva lactuca menunjukkan kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Adanya efek sinergis antar senyawa bioaktif dalam Ulva lactuca mampu membentuk kompleks dengan protein ekstraseluler dan terlarut sehingga merusak membran sel bakteri. Secara keseluruhan, kombinasi ekstraksi bertingkat dan teknik UAE terbukti efektif dalam mengisolasi senyawa bioaktif dari Ulva lactuca dan meningkatkan potensi pemanfaatannya sebagai sumber antibakteri alami.
PENGUATAN PENANGANAN PASCAPANEN UNTUK MENGURANGI FOOD LOSS DAN FOOD WASTE DI INDONESIA: TANTANGAN DAN STRATEGI Zainuri Zainuri; Fuad Sauqi Isnain
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1694

Abstract

Food loss dan food waste masih menjadi permasalahan penting di Indonesia karena menyebabkan hilangnya hasil pertanian, menurunkan kualitas produk, dan mengurangi efisiensi pemanfaatan hasil panen. Salah satu penyebab utama tingginya kehilangan dan pemborosan pangan adalah belum optimalnya penanganan pascapanen. Paper ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan dalam penanganan pascapanen yang berkontribusi terhadap tingginya food loss dan food waste di Indonesia serta merumuskan strategi penguatan penanganan pascapanen sebagai solusi untuk menguranginya. Penelitian menggunakan pendekatan narrative literature review dengan analisis deskriptif-kualitatif berdasarkan artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan laporan dari berbagai lembaga nasional maupun internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingginya food loss dan food waste dipengaruhi oleh keterbatasan teknologi pascapanen, infrastruktur penyimpanan yang belum memadai, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, lemahnya kelembagaan, serta belum optimalnya implementasi kebijakan pendukung. Penguatan penanganan pascapanen melalui penerapan teknologi yang tepat, perbaikan infrastruktur, peningkatan kompetensi pelaku, penguatan kelembagaan, dan dukungan kebijakan yang terintegrasi merupakan strategi utama untuk menekan food loss dan food waste. Dengan demikian, penguatan penanganan pascapanen merupakan langkah strategis untuk mengurangi kehilangan dan pemborosan pangan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil pertanian di Indonesia.
MERAJUT PANGAN NUSA TENGGARA BARAT: MENGINTEGRASIKAN PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGURANGAN KEHILANGAN PANGAN Zainuri Zainuri; Taslim Sjah; Rucitra Widyasari; Made Gendis Putri Pertiwi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1539

Abstract

Pembangunan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini masih didominasi oleh pendekatan peningkatan produksi komoditas pertanian sebagai respons terhadap kebutuhan konsumsi dan pertumbuhan penduduk. Pendekatan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan sistem pangan secara menyeluruh, khususnya dalam menekan kehilangan pangan (food loss dan food waste) di sepanjang rantai pasok. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan integratif dalam merajut sistem pangan Provinsi NTB dengan menghubungkan peningkatan produksi dan pengurangan kehilangan pangan sebagai strategi komplementer. Penulisan artikel menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, laporan pemerintah daerah Provinsi NTB, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehilangan pangan masih terjadi pada berbagai tahapan, terutama pada penanganan pascapanen dan distribusi, sehingga mengurangi efektivitas peningkatan produksi. Integrasi kebijakan produksi dan pengurangan kehilangan pangan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi sistem pangan daerah dan mendukung pembangunan pangan yang berkelanjutan di Provinsi NTB. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan di Provinsi NTB tidak serta-merta memperkuat ketahanan pangan tanpa pengurangan kehilangan pangan dalam sistem pascapanen dan distribusi.
EVALUASI MUTU ROTI MANIS PADA BERBAGAI RASIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L.) Lila Anggriani; Zainuri Zainuri; Siska Cicilia; Rucitra Widyasari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1538

Abstract

Roti manis merupakan salah satu jenis produk bakery yang digemari masyarakat dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui pemanfaatan serealia lokal seperti sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio tepung terigu dan tepung sorgum terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik roti manis komposit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan perlakuan rasio tepung terigu:tepung sorgum (100:0; 95:5; 90:10; 85:15; 80:20; 70:30). Parameter yang diamati meliputi sifat kimia (kadar air, kadar abu, kadar serat kasar), fisik (volume pengembangan, warna crust dan crumb, serta tekstur instrumental), dan organoleptik (aroma, rasa, tekstur, dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung sorgum pada berbagai rasio memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, dan volume pengembangan roti manis, namun tidak berbeda nyata terhadap warna crumb, tekstur instrumental, serta seluruh parameter hedonik. Penambahan tepung sorgum sebanyak 15% (rasio 85:15) merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan roti manis dengan kadar air 24,51%; kadar abu 1,52%; kadar serat kasar 5,87%; volume pengembangan baik; serta aroma, rasa, tekstur, dan warna yang disukai panelis.
MANAJEMEN KONSENTRASI TEPUNG GLUKOMANAN PORANG DALAM PENGEMBANGAN MINUMAN FUNGSIONAL JELLY WORTEL Zainuri Zainuri; Rini Nofrida
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan konsentrasi tepung glukomanan porang untuk menghasilkan minuman jelly wortel dengan sifat fungsional terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yaitu konsentasi tepung glukomanan porang (0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%). Parameter yang diamati meliputi total padatan terlarut, aktivitas antioksidan, warna, tekstur aroma dan rasa. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman Analysis of Variance pada taraf nyata 5% menggunakan Software Co-stat, dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi tepung glukomanan porang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap aktivitas antioksidan, tekstur dan warna (metode skoring), namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap total padatan terlarut, aroma dan rasa. Minuman jelly wortel dengan formulasi tepung glukomanan porang 0,2% merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan minuman jelly dengan total padatan terlarut 14,9°Brix, aktivitas antioksidan 92,75%, tekstur lunak sehingga mudah disedot serta aroma dan rasa yang agak disukai panelis
PERAN STRATEGIS PANGAN LOKAL DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT NUSA TENGGARA BARAT Zainuri Zainuri; Taslim Sjah; Made Gendis Putri Pertiwi
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.2022

Abstract

Ketahanan pangan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menghadapi tantangan akibat ketergantungan pada pangan nasional, kerentanan distribusi, dan rendahnya pemanfaatan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis pangan lokal dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat NTB. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, dan laporan ketahanan pangan daerah. Analisis difokuskan pada keterkaitan dimensi ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan dengan potensi serta pemanfaatan pangan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pangan lokal berperan penting dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui diversifikasi konsumsi, penguatan ekonomi rumah tangga, dan peningkatan ketahanan terhadap guncangan pasokan pangan nasional. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menempatkan pangan lokal sebagai pilar penguatan ketahanan pangan berbasis konteks wilayah. Penelitian ini merekomendasikan pengarusutamaan pangan lokal dalam kebijakan pangan daerah sebagai strategi berkelanjutan memperkuat ketahanan pangan masyarakat NTB.