Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN PERAWATAN SISTEM PELUMASAN GUNA MENUNJANG KINERJA MESIN INDUK KM. SUMBER BARU DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA Mula Tumpu; Riski Rahmat; Juniawan Preston Siahaan; Yuniar Endri Priharanto; M. Zaki Latif Abrori; Bobby Demianto; Dendi Haris; Andie Murtono
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11080

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan laut provinsi sumatera utara secara umum belum tergarap secara maksimal, Kapal merupakan sarana dalam upaya penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membuat standart operasional prosedur perawatan sistem pelumasan mesin induk pada kapal KM.Sumber Baru di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga guna menunjang kinerja operasional penangkapan ikan. Fungsi pelumasan pada mesin induk adalah untuk mengurangi keausan pada benda-benda yang bergerak dan bergesekan terhadap satu sama lain serta mengurangi panas yang berlebihan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, dengan pendekatan secara deskriptif dan pendekatan secara kuantitatif. Sistem pelumasan di KM. Sumber Baru menggunakan jenis Sugilube CF SAE 40W (winter). Perawatan sistem pelumasan pada kapal KM.Sumber baru adalah perawatan berkala dan perawatan rutin yang terdiri dari: memeriksa tangki minyak pelumas secara rutin, membersihkan saringan minyak pelumas secara rutin, membongkar dan membersihkan auto Saringan dan pendinginannya secara berkala, memeriksa kualitas minyak pelumas setiap 1200 jam Kerja, memeriksa saluran pipa minyak pelumas secara berkala.
RANCANG BANGUN PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI CATU DAYA KINCIR AIR PADA TAMBAK PERIKANAN Bobby Demeianto; Rizqi Ilmal Yaqin; Juniawan Preston Siahaan; Yuniar Endri Priharanto; M Zaki Latif Abrori; Mula Tumpu; Aqshal Ilham Fadiga; Taufan Mahendra
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11686

Abstract

Rancang bangun panel Automatic Transfer Switch (ATS) untuk aplikasi pada PLTS di Tambak Perikanan belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun panel ATS yang akan diaplikasikan pada sistem PLTS dan sistem kelistrikan lainnya atau dalam hal ini adalah sumber listrik yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan perancangan dan pembuatan panel ATS yang diaplikasikan pada sistem kelistrikan gabungan antara PLTS dengan listrik PLN dimana kedua sistem kelistrikan tersebut akan dipergunakan sebagai catu daya utama sebagai sumber listrik untuk motor kincir air pada tambak udang. Pengujian panel ATS dilakukan dengan cara mengoperasikan motor kincir air selama 24 jam dengan sumber listrik utama adalah berasal dari sistem PLTS off-grid atau berasal dari muatan listrik yang tersimpan di dalam baterai. Sistem panel ATS ini diujikan pada 1 unit motor kincir air berkapasitas 1 HP yang dalam penggunaannya umumnya dipergunakan untuk meningkatkan sumber oksigen terlarut pada budidaya tambak perikanan. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan bahwa perpindahan interkoneksi antara sistem Baterai dengan listrik PLN pada panel ATS tidak mengganggu kinerja dan operasional dari motor kincir air. Perancangan dan pembangunan panel ATS pada interkoneksi 2 sumber kelistrikan pada sistem PLTS dan sistem PLN ini dapat menjadi informasi baru guna meningkatkan penggunaan sumber listrik dengan energi baru terbarukan pada tambak budidaya perikanan.
Failure Analysis of Fuel System Main Engine Fishing Vessel (Case Study : KM. Sumber Mutiara) Rizqi Ilmal Yaqin; Mohamad Akmal; Juniawan Preston Siahaan; Mega Lazuardi Umar; Bambang Hari Priyambodo; Yuniar Endri Priharanto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 20, No 1 (2023): February
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kapal.v20i1.48530

Abstract

Failure analysis on the fishing vessel's main engine is one of the works that must be completed because it is crucial for the operation of the ship. Analysis of determining the cause and effect of the failure main engine fuel system is the goal of this study. FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) is a method used to determine priority components in failure. The use of Pareto diagrams is an additional method of analysis. RCFA (Root Cause Failure Analysis) is used to analyze the root cause of the failure of the main engine fuel system. The results obtained are the injector component (168) is the component that has the highest RPN value and is the largest contributor to failure according to the Pareto diagram. The root of the failure identified is the lack of checking before operating. The results of the recommendations obtained are the use of corrective maintenance based on the RPN value and the use of a clean filter for the fuel system. The injector is a component that needs to be maintained so as not to experience a fuel system failure on the main engine. The impact of the results of this study is that it becomes a scientific finding using FMEA and RCFA as a method of analyzing failures in the main engine fuel system on fishing vessels
Pemberdayaan masyarakat untuk perbaikan mesin penggerak kapal nelayan melalui kegiatan pelatihan montir kapal nelayan di Mundam Muhammad Zaki Latif Abrori; Juniawan Preston Siahaan; Yuniar Endri Priharanto; Rizqi Ilmal Yaqin; Bobby Demeianto; Mula Tumpu; Syauqiy Ridlo Robbiy; Adian Febriyanto
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i2.1488

Abstract

Di kota Dumai, bengkel yang menerima perbaikan mesin di kampung nelayan masih terbatas jumlahnya apabila dibandingkan dengan jumlah perahu yang ada, apabila terjadi kerusakan mesin mengakibatkan nelayan tidak dapat segera melaut. Oleh karena itu tujuan kegiatan ini memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan perawatan dan perbaikan mesin penggerak kapal secara mandiri melalui kegiatan pelatihan. Untuk mencapai tujuan tersebut tiga puluh peserta diberikan tiga modul pelatihan yang berupa 1) pengetahuan, perawatan dan perbaikan mesin diesel, 2) keselamatan kerja perbengkelan, SOP keselamatan dan alat pelindung diri dan 3) modul peralatan dan cara menggunakan peralatan bengkel. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan, mesin diesel satu silinder 24PK digunakan sebagai bahan demonstrasi dan praktik perawatan dan perbaikan mesin. Untuk menyampaikan materi kegiatan secara komprehensif, ceramah dan praktik secara terarah diterapkan. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan yang valid, dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner yang dianalisis secara sederhana menggunakan chart. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan, sebelum kegiatan dilaksanakan rata-rata pengetahuan dan keterampilan sebesar 26% dan setelah kegiatan menghasilkan nilai rata-rata 92%, sebanyak 66% dari 30 orang peserta menyatakan sangat puas dan 92% menyatakan kegiatan ini sangat memberikan manfaat. Pemberdayaan masyarakat ini sangat signifikan untuk mengatasi permasalahan kerusakan mesin penggerak kapal bagi nelayan sehingga mampu melakukan perawatan mesin secara berkala dan memperbaiki mesin secara mandiri sehingga terhindar dari kerugian akibat tidak melaut karena kerusakan mesin penggerak kapalnya.
Evaluasi Tingkat Kebisingan Daerah Kerja Kapal Penangkap Ikan Yuniar Endri Priharanto; Rizqi Ilmal Yaqin; Bobby Demeianto; Mariandri Pasaribu
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 6 No 1 (2023): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v6i1.2863

Abstract

The impact of noise in the working area of fishing vessels should be understood, and effective noise reduction strategies should be identified to protect the health and performance of crew members in the workplace. This study aims to evaluate the level of noise in the working area of fishing vessels using a sound level meter during fishing operations. The study involved direct field data collection to obtain accurate and representative information on the noise levels experienced by the crew during fishing operations. Areas evaluated for noise levels include the engine room, deck, crew quarters, stern, and bow of the vessel. Data used for the study were collected from KM Nelayan Jaya, a fishing vessel equipped with a purse seine fishing gear, measuring 28.45 meters in length and powered by a 300 HP diesel engine. Noise levels were evaluated based on the IMO standard for noise exposure in the workplace, which recommends an average exposure limit of 80 dBA over 24 hours. The results of this study provide information on areas that exceed the specified standard noise levels and identify effective noise reduction strategies to protect the health and performance of crew members while improving the operational efficiency and overall sustainability of fishing vessels.