Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI FPB DAN KPK KELAS IV SD NEGERI KARANGTEMPEL USI DIAN SINTIKA; M. YUSUF SETIA WARDANA; ERVINA EKA SUBEKTI
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i4.1524

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kejadian dilapangan saat siswa mengerjakan soal latihan Matematika dalam bentuk soal cerita seringkali siswa mengalami kesulitan dalam pemecahan soal tersebut. Dengan demikian maka peneliti menganalisis kesulitan belajar siswa serta upaya penangananya ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah. Peneliti bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa pada materi FPB dan KPK ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah SDN Karangtempel dan bagaimana upaya penangannya terhadap kesulitan belajar pemecahan masalah matematika siswa terhadap materi FPB dan KPK pada SDN Karangtempel. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Karangtempel dengan jumlah siswa 16 siswa. Sumber data diperoleh dari hasil kerja siswa, wawancara guru, dan wawancara siswa. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa siswa banyak yang masih mengalami kesulitan belajar. Adapun kesalahan siswa terletak pada pemahaman masalah sebanyak 3,75%, kesalahan perencanaan strategi sebanyak 52,5%, pada pelaksanaan strategi siswa mengalami kesalahan sebanyak 50%, dan sebanyak 40% siswa mengalami kesulitan dalam memeriksa kembali jawaban. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu dalam proses pembelajaran sebaiknya siswa memperhatikan dengan seksama supaya mudah memahami dan jika belum paham siswa memberanikan diri untuk bertanya dan meminta guru untuk menjelaskan kembali sampai benar-benar paham. Dan siswa dalam menjawab pertanyaan sebaiknya menjawab secara lengkap, tuliskanlah perencanaan penyelesaian, tuliskanlah penyelesaian, dan jangan lupa utuk mengecek kembali jawaban.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH SOAL MATEMATIKA PADA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK KELAS V SDN KENDALASEM DEMAK RIZQI BAGAS SETIYANTO; ERVINA EKA SUBEKTI; M. YUSUF SETIA W.
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i4.1525

Abstract

Konteks penelitian ini adalah  tentang menganalisis kesulitan belajar peserta didik dalam pemecahan masalah soal matematika pada materi volume dan balok kelas V SDN Kendalasem yang berada di Desa Kendalsem Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Penelitian ini di latar belakangi oleh hasil wawancara dengan guru kelas bahwa hasil belajar pada materi volume kubus dan balok peserta didik kelas V di SDN Kendalasem Demak masih rendah, hal tersebut bisa disebabkan karena siswa masih kesulitan dalam menghitung, memahami konsep, belum memehami apa yang ditanyakan pada soal. Peserta didik yang mengalami suatu kesulitan dalam pemecahan masalah tentu akan merasa kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru terutama pada materi volume kubus dan balok, hal tersebut bisa diketahuai dari hasil pekerjaan peserta didik dalam mengerjakan soal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan-kesulitan belajar dalam pemecaham masalah soal matematika pada volume kubus dan balok yang dialami oleh siswa kelas V SDN Kendalasem Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu mendeskripsi data-data yang diperoleh di lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan juga merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan sesuai dengan apa yang tercantum pada hasil penelitian. Populasi penelitian ini adalah diambil 6 siswa SDN Kendalsem Demak tahun pelajaran 2019/2020. Data diperoleh melalui tes/soal, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan analisis akhir menunjukan adanya kesulitan yang dialami siswa pada memahami masalah sebesar 2,34%, perencanaan penyelesaian sebesar 7,02%, melaksanakan perencanaan sebesar 36,04%, pemeriksaan kembali proses dan hasil sebesar 72,04% hal tersebut dikarenakan masih ada yang melakukan kesalahan dalam menghitung, kesulitan dalam memahami masalahan, tidak tau apa yang ditanyakan, dan lupa konsep dalam menjawab soal. Hal-hal tersebutlah yang membuat peserta didik kesulitan dalam mengerjakan  pemecahan masalah soal matematika volume kubus dan balok.Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Pemecahan Masalah, Volume Kubus dan Balok
Analisis Nilai Karakter pada Ekstrakurikuler Seni Musik dan Tari di SD Negeri Candi 01 Semarang Dewi Ayu Wulandari; Ervina Eka Subekti; M Yusuf Setia Wardana
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/dwijaloka.v1i3.692

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah karena masih kurangnya penanaman nilai karakter di usia anak. Dimana masih terdapat siswa dalam berbicara menggunakan bahasa yang tidak baik, etika terhadap teman. Dan masih banyak guru yang belum mengetahui manfaat dari kegiatan pembelajaran seni musik dan tari dalam membentuk karakter siswa. Konteks Penelitian ini adalah (1) Tidak hanya membentuk siswa yang cerdas melainkan siswa yang berkarakter. (2) Penanaman karakter melalui ekstrakurikuler seni musik dan tari dengan segala aspek nilai karakter yang dapat terlihat didalamnya. Fokus Penelitian ini adalah 1) Nilai karakter apa saja yang ditanamkan melalui ekstrakurikuler seni musik dan tari di SD Negeri Candi 01 Semarang. 2) Bagaimana penanaman nilai karakter melalui ekstrakurikuler seni musik dan tari di SD Negeri Candi 01 Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter apa saja yang terdapat dalam kegiatan ekstrakurikuler seni musik dan tari. 1) Untuk mengetahui nilai karakter apa saja yang ditanamkan melalui ekstrakurikuler seni musik dan tari di SD Negeri Candi 01 Semarang. 2) Untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai karakter melalui ekstrakurikuler seni musik dan tari di SD Negeri Candi 01 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjuk bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni musik dan tari dilaksanakan setiap hari kamis yang dimulai pukul 13,00- 15.30 WIB. Sistem yang digunakan dalam ekstrakurikuler seni musik menggunakan alat musik pianika, bagaimana cara memainkan, menghafal not. Sistem yang digunakan dalam ekstrakurikuler seni tari melakukan tarian tradisional, menghafal gerakan tarian. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat karakter religius, toleransi, disiplin, peduli sosial, dan tanggung jawab yang terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler seni musik dan tari.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SDNKEPUTRAN 06 PEKALONGAN Rika Fitria Sari; M. Yusuf Setya Wardana; Ari Widyaningrum
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i2.1178

Abstract

Konteks penelitianyang mendorong penelitian ini adalah rendahnya moralgenerasi muda akibat perkembangan IPTEK yang semakin maju sehinggamenimbulkan perubahan sifat atau tingkah laku anak yang dipengaruhi olehtayangan-tayangan film. Tujuan dalam penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana dampak nilai moral dalam film “Rumah TanpaJendela”.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengambildata sesuai dengan fakta di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis dandisajikan dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Siswa kelasV SD N Rejosari 02 Semarang. Data yang diperoleh menggunakan tekniksimak catat, angket, dokumentasi, wawancara, dan catatan lapangan.Hasilanalisis menunjukkan bahwa film “Rumah Tanpa Jendela” sangat cocokditontonkan untuk anak usia Sekolah Dasar tetapi harus ada pantauan danbimbingan dari orang tua supaya anak tidak salah tangkap dalam menonton.KataKunci:Nilai Moral,Film, SekolahDasar
PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR M. Yusuf Setia Wardana; Aries Tika Damayani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.184 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.333

Abstract

AbstrakBelajar harus dimulai dengan pengenalan masalah atau dengan meningkatkan masalah yang lebih nyata dengan menghubungkan pembelajaran ke kehidupan sehari-hari. Inilah yang mendorong peneliti untuk mengidentifikasi persepsi siswa sekolah dasar dalam mempelajari pecahan di sekolah dasar. Sehingga dosen dapat membekali keterampilan mengajar materi pecahan yang harus dimiliki oleh seorang guru di sekolah dasar. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah merancang buku teks dimana ada bahan pecahan untuk siswa sekolah dasar. Tujuan khususnya penelitian ini akan digunakan sebagai bahan dalam bahan ajar Pendidikan Matematika I. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Periset menggunakan metode wawancara, tes, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data untuk mengidentifikasi persepsi siswa sekolah dasar tentang pembelajaran pecahan. Setelah mendapatkan hasilnya, data dianalisis dengan cara mengurangi data, menyajikan data, dan meringkas data. AbstractLearning should begin with the introduction of problems or by raising more real problems by linking learning to everyday life. This is what encourages researchers to identify the perceptions of elementary school students in studying fractions in primary schools. So the lecturer can equip the skills of teaching the fractional material that should be owned by a teacher in primary school. The long-term goal of this research is to design textbooks in which there is fractional material for elementary school students. Target in particular of this research will be used as an ingredient in teaching materials of Mathematics Education I. The method that will be used in this research is qualitative research. Researchers used interview, test, observation and documentation methods to collect data to identify primary school students' perceptions of fractional learning. After getting the results, the data is analyzed by reducing the data, presenting the data, and summarizing the data.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pecahan Yunia Astiana; M. Yusuf Setia Wardana; Ervina Eka Subekti
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.202171.143

Abstract

The background that drives this research is the difficulty of students in working on problem solving problems in the form of story problems, namely their inability to translate story problems into a mathematical model. problems in solving fraction story questions. The approach to be carried out in this study is a qualitative descriptive research approach. Data collection in this study was carried out by means of written tests, interviews, and documentation. Taking the subject in this study using purposive sampling technique. Interviews were conducted with research subjects and class teachers. Based on the results of this study, the problem solving ability of students in the low category is that students have not been able to understand problems, plan solutions, do calculations, and are still very little attention in checking / reinterpreting. The problem solving ability of students in the medium category is that students are quite capable of understanding problems, compiling resolution plans, doing calculations, but the ability to interpret / check back is still lacking. The problem-solving ability of students in the high category is that students are able to understand problems, compile a solution plan, carry out calculations, but in interpreting / checking back, there is still less attention in solving fraction story questions.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Materi Pecahan Dilihat dari Kemampuan Menyelesaikan Pemecahan Masalah Matematika Kelas IV SD Negeri 2 Tlogotunggal Kabupaten Rembang Ripit Apriliana; Ervina Eka Subekti; M. Yusuf Setia Wardana
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.5.1.a3486

Abstract

The purpose of this study was to determine the learning difficulties of students and to describe the factors that affect the learning difficulties of grade IV students of SD Negeri 2 Tlogotunggal Regency of Rembang as seen from their ability to solve mathematical problem solving in fraction material. The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The subjects of this study were the fourth grade students of SD Negeri 2 Tlogotunggal, Rembang, totaling 25 students. Data collection techniques in this study used observation, questions, questionnaires, interviews and documentation. The results of this study indicate that students have learning difficulties in solving math problems with fractions (a) Understanding the problem by 30%, planning problem solving as much as 55.2%, implementing problem solving plans as much as 58%, and checking back as much as 83.6%. (b) Factors that affect learning difficulties in math problem solving abilities are the aspects of the family environment and aspects of the school environment.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Pada Soal Hots Materi Bilangan Bulat Siswa Kelas IV SDN 1 Gunungsari Rizky Nuras Pratama; Ervina Eka Subekti; M. Yusuf Setia Wardana
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.5.1.a3487

Abstract

The background of this research is the low mathematics score of HOTS questions in integer material for the fourth grade students of SDN 1 Gunungsari. The problem in this research is how the difficulties found in solving HOTS questions on integer material in grade IV SD N 1 Gunungsari? The objective that can be achieved in this study is to describe the difficulties of students in solving HOTS questions in integer material in grade IV SDN 1 Gunungsari. This type of research is qualitative research. Qualitative research, which describes the data obtained in the field. The research design used is also a qualitative descriptive study. The results of this study were the students' learning difficulties in solving HOTS questions in integer material were students having difficulty understanding what was being asked in the questions properly so that students had difficulty applying the right formula to solve the problem correctly. Students are also less careful in working on the questions so that the answers obtained are not optimal.
Implementasi Model Number Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD pada Materi Faktor Pesekutuan Besar dan Kelipatan Persekutuan Kecil Dewi Lestari; Rahmat Sudrajat; M. Yusuf Setia W
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa mata pelajaran matematika materi FPB dan KPK dengan menggunakan model Number Head Together. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental  dengan non-equivalent control group pre-test post-test design. Subjek yang digunakan adalah seluruh siswa kelas IV A dan kelas IV B SDN Kaligawe  Kota Semarang yang terdiri dari siswa kelas IV A berjumlah 28 dan siswa kelas IV B berjumlah 28 dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dengan tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest pada kelas kontrol 50,54 dan nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen 50,00. Sedangkan hasil nilai rata-rata posttest pada kelas kontrol 69,11 dan hasil nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen 76,42. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji t dimana jumlah  thitung>ttabel (2,093 > 2,021). Sehingga terdapat keefektifan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Number Head Together  terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi FPB dan KPK kelas IV SDN Kaligawe, indonesia yaitu, hasil belajar siswa lebih meningkat.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika dalam Menyelesaikan Soal Cerita Dian Rizky Utari; M. Yusuf Setia Wardana; Aries Tika Damayani
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.22311

Abstract

Siswa berkesulitan belajar matematika sering melakukan kekeliruan dalam belajar berhitung dan kekeliruan dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan yang sering dialami oleh siswa yaitu kesulitan saat mengerjakan soal cerita karena kurang mampu memahami maksud soal dan kebingungan saat menentukan operasi hitung yang akan dipakai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesulitan belajar matematika yang dialami siswa, faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar, dan mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar matematika di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV sebanyak 10 orang dan guru kelas IV. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, teknik tes dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV yang berjumlah 10 siswa dari 15 siswa mengalami kesulitan belajar matematika dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan belajar matematika menyelesaikan soal cerita yang terjadi di kelas IV SD meliputi kesulitan memahami konsep, kesulitan dalam keterampilan, dan kesulitan memecahkan masalah. Faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang berasal dari siswa meliputi IQ atau intelegensi, sikap siswa dalam belajar matematika, motivasi belajar siswa yang masih rendah, kesehatan tubuh yang tidak optimal, dan kemampuan pengindraan siswa yang kurang. Sedangkan faktor eksternal yang berasal dari luar siswa antara lain kurangnya variasi mengajar guru, penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal, sarana prasarana di sekolah, serta lingkungan keluarga.