Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EMPATI

PENERIMAAN DAN SIKAP GURU TERHADAP KEBERADAAN ABK DI SEKOLAH Eka Sari Setianingsih
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v5i1.2929

Abstract

Guru sebagai tenaga pengajar yang memberikan informasi kepada peserta didik. Berbicara mengenai profesi sudah barangtentu memiliki permasalahan yang cukup kompleks. Masalah demi masalah bermunculan menyangkut profesi guru. Disaat peserta didik melakukan kesalahan atau pelanggaran disiplin atau biasa disebut dengan kenakalan peserta didik di sekolah menuntut seorang guru memiliki profesionalitas dalam mengajar. Seorang guru semestinya mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dengan segala permasalahan yang dimiliki seyogyanya mampu memberikan rasa aman, nyaman dan membimbing peserta didik dengan penuh kasih sayang tanpa ada diskriminasi dalam bentuk apapun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat guru yang memperlakukan anak berkebutuhan khusus secara diskriminasi yaitu guru masih membeda-bedakan latar belakang peserta didik ketika pembelajaran. Saran yang dapat diberikan adalah guru perlu memupuk dan membangun kemampuan umum di sekolah meskipun bukan berlatarbelakang bimbingan dan konseling, yaitu guru pendidikan khusus yang akan mengarah kepada guru yang inklusi. Kata Kunci       :  Guru, Pendidikan Inklusi, ABK
KETERBUKAAN DIRI SISWA (Self Disclosure) Eka Sari Setianingsih
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.2276

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperoleh  profil  tingkat  keterbukaan diri siswa SMA. Pengungkapan diri atau keterbukaan diri (self disclosure) adalah jenis komunikasi dimana individu mengungkapkan informasi tentang diri sendiri yang  biasanya  disembunyikan.  Pengungkapan  diri  mengacu  pada  pengungkapan informasi  secara  sadar,  pengungkapan  informasi  tentang  diri  sendiri,  tentang perasaan, pikiran dan perilaku seseorang yang sebelumnya tidak diketahui  orang lain.    Tidak    semua    orang    memiliki    kemampuan    untuk    mengungkapkan permasalahannya   atau   yang   sering   disebut   dengan   pengungkapan   diri   (self disclosure). Dampak yang muncul dari seseorang yang tertutup (introvert) adalah tidak  bisa  atau  sulit  untuk  memecahkan  permasalahan  yang  sedang  dihadapi karena tidak mampu untuk bercerita dan meminta pendapat dari orang lain yang berakibat  pada  pengambilan  jalan  keluar  yang  cenderung  negatif  nampak  pada perilaku siswa bertindak tidak sesuai dengan norma dalam mengambil keputusan seperti  mengakhiri  hidupnya  dengan  cara  bunuh  diri  dan  melakukan  hal-hal negatif  lain  seperti  mabuk,  memakai  obat-obatan  terlarang.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan diri siswa berada pada kategori rendah dengan prosentase sebesar 74%. Rekomendasi  yang diberikan bagi penelitian di bidang   bimbingan   dan   konseling   adalah   memberikan   intervensi   un   tuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Kata kunci: keterbukaan diri (self disclosure)