Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MALIH PEDDAS

IMPLEMENTASI PENDIDIKIAN INKLUSI: MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN (GPK) Eka Sari Setianingsih
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 7, No 2 (2017): MALIH PEDDAS, Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v7i2.1808

Abstract

Pendidikan inklusi adalah sekolah harus mengakomodasi semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial emosional, linguistik atau kondisi lainnya. Pendidikan inklusi adalah sebuah pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang mempunyai kebutuhan pendidikan khusus di sekolah reguler yang tergolong luar biasa baik dalam arti kelainan, lamban belajar maupun berkesulitan belajar lainnya. Namun demikian pendidikan inklusi bukanlah satu-satunya cara dalam mendidik anak berkebutuhan khusus melainkan suatu program alternatif. Sekalipun sudah banyak sekolah yang menerapkan pendidikan inklusi dan mendeklarasikan sebagai sekolah inklusi, namun pada implementasinya masih banyak yang belum sesuai dengan konsep-konsep pendidikan inklusi yang baik salah satunya dilihat dari segi manajemen tenaga kependidikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari sisi manajemen tenaga kependidikan, cenderung tidak sedikit sekolah yang belum maksimal dalam penyediaan tenaga kependidikan di sekolah inklusi. Sehingga pemerintah maupun sekolah diharapkan dapat menelaah kembali implementasi pendidikan inklusi yang ada.
WABAH GAYA HIDUP HEDONISME MENGANCAM MORAL ANAK Eka Sari Setianingsih
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 8, No 2 (2018): MALIH PEDDAS, Volume 8, Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v8i2.2844

Abstract

Belakangan ini pelajar Indonesia telah begitu terjangkiti virus hedonisme. Orientasi pelajar yang seharusnya belajar atau menuntut ilmu dalam keseharian mereka berubah menjadi berorientasi pada mencari kesenangan dan kenikmatan dengan bergaya mewah dan membangun kebiasaan buruk. pelajar kita benar-benar dalam kubangan bahaya nyata. Salah satunya dengan dijadikan hedonisme sebagai orientasi hidup mereka. Para pelajar kehilangan kreativitasnya dan motivasi belajar karena lebih mengutamakan bersenang-senang. Akhirnya muncul kebiasaan aneh dilakangan anak dan remaja. Seperti balapan liar hanya untuk sekedar pratice, mengejar untuk memiliki barang-barang mewah meski  kadang harus membuat mereka kehilangan kehormatan diri.  hedonisme sebagai doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Paham inilah yang saat ini sedang mewabah di kalangan pelajar. Seperti contoh ilustrasi sebelumnya di atas di mana para pelajar berdandan tak semestinya, lebih mementingkan gaya hidup (fashionable). Hal ini tentu mengakibatkan tergerusnya tujuan mulia pendidikan negara ini yang seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa tapi faktanya moral pelajar kian hari semakin merosot.