Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Morpho-agronomic diversity of local ABB banana ‘Roid’ in Jatigede, West Java Ade Ismail; Fajar Maulana Wijaya Kusumah; Safira Damayanti Rudianto; Agung Karuniawan; Citra Bakti; Anne Nurbaity
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v53i1.62175

Abstract

Bananas are one of Indonesia’s most important horticultural crops, valued for their adaptability and economic potential. Among them, the Roid banana (ABB) (Musa spp.) stands out as a local variety native to West Java-Indonesia, particularly the Jatigede District, Sumedang Regency where it thrives naturally without agronomic inputs. Known for its resistance to pests and diseases, long shelf life, and strong fruit attachment that reduces post-harvest losses, the Roid banana remains underutilized and understudied. Despite its advantages, research on its genetic diversity is limited, highlighting the need for characterization as a foundation for conservation and breeding. This study, conducted from October to December 2023 in the Jatigede District, aimed to analyze the distribution patterns and genetic diversity of Roid bananas. Characterization used a survey method and purposive sampling in situ. Results revealed two primary clusters dominated by accessions from Ciranggem and Jemah Villages. Key traits supported clusters were peduncle curvature, bunch length and density, number of fruit hands, male flower attitude, apex shape, skin color, plant height, and the presence of hermaphrodite flowers. The genetic diversity based on Euclidean distances was 0.47 to 11.92. The Index of Cultural Significance value was 105, implying a very high level of utilization diversity. These findings highlight the genetic richness and cultural importance of Roid bananas, offering valuable insights for future conservation and breeding programs. Keywords: characterization; cluster analysis; exploration; Index Cultural Significance (ICS); Musa spp.
PENGELOLAAN PRODUK PISANG LOKAL ROID JATIGEDE DI KELOMPOK TANI GIRI MEKAR DAN KELOMPOK GENERASI MUDA BINARAJA MILLENNIALSS SMART FARMING (BMSF) DI DESA MEKARASIH KECAMATAN JATIGEDE: PENGELOLAAN PRODUK PISANG LOKAL ROID JATIGEDE DI KELOMPOK TANI GIRI MEKAR DAN KELOMPOK GENERASI MUDA BINARAJA MILLENNIALSS SMART FARMING (BMSF) DI DESA MEKARASIH KECAMATAN JATIGEDE Ade Ismail; Rifat Fadhilah; Meddy Rachmadi; Cecep Odim; Yuli Sitanawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.172

Abstract

Mekarasih Village is a village located in the Jatigede sub-district of Sumedang Regency. In Mekarasih Village there is a millennials generation that can be developed to increase the potential in Mekarasih Village. Mekarasih Village has a superior commodity of Roid banana, and local products that have the potential to be developed, namely Denana Chips banana chips and Roid J chips. However, the products produced are still relatively simple in terms of packaging and do not have an adequate marketing strategy. Therefore, to improve the quality of local product potential, product development is needed to increase sales of banana chips owned by Mekarasih Village, so that it can have an impact on improving the village economy. The activities that will be carried out in this Village Project program are Identification of superior banana seed sources as basic raw materials for planting, Structuring and grouping of millennials young generations, Identifying the front land of high school from pest and disease attacks, Structuring Product Management, Marketing, publication, and Promotion of Binaraja Millennialss. Through a series of village project activities, young millennialss are increasingly broadening their horizons and are expected to help unleash their potential in agriculture, and local products.
PENERAPAN SYSTEM TANAM MULTIPLE CROPPING PADA TANAMAN KOPI SEBAGAI INISIASI FUN MINI GARDEN DI SMP BINARAJA JATIGEDE: PENERAPAN SYSTEM TANAM MULTIPLE CROPPING PADA TANAMAN KOPI SEBAGAI INISIASI FUN MINI GARDEN DI SMP BINARAJA JATIGEDE Yudithia Maxiselly; Dedi Ruswandi; Ade Ismail; Ana Khalisha; Dwi Novanda Sari; Haris Maulana
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.181

Abstract

Kecamatan Jati Gede merupakan salah satu wilayah terdampak pembangunan waduk Jati Gede sehingga pembangunan harus dilakukan kembali untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat termasuk siswa-siswi SMPS Bina Harapan Jati Gede. Kegiatan ini bertujuan untuk “menghijaukan” lahan SMPS Bina Harapan Jati Gede dengan system tanam multiple cropping antara tanaman kopi berbagai species dengan tanaman yang telah ada. Metodenya berupa penyuluhan pada siswa SMPS Bina Harapan kelas 8, penanaman, pemeliharaan tanaman dan test. Hasil menunjukkan pengetahuan para siswa yang bertambah setelah penyuluhan serta pertanaman kopi yang terpelihara dengan baik. Sistem tana mini diharapkan dapat diterapkan sebagai usaha pemanfaatan lahan dan menjadikan para siswa terbiasa dan menyenangi pertanian.
PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA MAHASISWA DALAM PENGENALAN PRODUK LOKAL MASYARAKAT TERINTEGRASI PEMBELAJARAN KAMPUS: PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA MAHASISWA DALAM PENGENALAN PRODUK LOKAL MASYARAKAT TERINTEGRASI PEMBELAJARAN KAMPUS Ade Ismail; Fajar Maulana Wijaya Kusumah; Ika Yuliasari
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i1.201

Abstract

Creativity and Entrepreneurship course as a course that includes a useful project as an actualization of Pancasila and Jatidiri values in an innovative and creative way. OKK students created the 'Villana' project which is taken from the words Village and Jatinangor. "Villana product Taste Adventure"; this project focuses on the introduction and promotion of village products in Jatinangor known as "Villana products". This activity aims to improve the economy of the local community, significantly increasing the sales of Villana local products in the local market. Social Action Project Plan: (a) Local Product Development and Marketing: Supporting local producers in developing and marketing Villana products such as banana-based products and ornamental plants, (b) Distribution and marketing of products through local partners. The final results are also as expected, which can help local products and promote them widely to help the economy in Jatinangor villages.
PENGEMBANGAN WISATA BAHARI-RELIGI TERINTEGRASI KONSEP AGRO ECO-EDU WISATA DI DESA MEKARASIH, JATIGEDE SUMEDANG: PENGEMBANGAN WISATA BAHARI-RELIGI TERINTEGRASI KONSEP AGRO ECO-EDU WISATA DI DESA MEKARASIH, JATIGEDE SUMEDANG Ade Ismail; Fajar Maulana Wijaya Kusumah; Alviera Zulfiana Saprudin; Cecep Odim; Yuli Sintanawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.230

Abstract

Desa Mekarasih memiliki potensi untuk menjadi destinasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan alam yang memadukan lansekap pegunungan dan keindahan waduk Jatigede dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata yang memadukan agrowisata dan wisata perairan. Agro-Eco-Edu-Tourism (AEET) adalah kegiatan pariwisata yang didasarkan pada agriculture (Agro), environment (Eco) dan education (Edu) sebagai objek utama dalam perencanaan pariwisata. Secara umum, kegiatan AEET bertujuan untuk memperkenalkan wawasan tentang pertanian, lingkungan dan pendidikan dan diharapkan untuk memberikan kesan atau pengalaman wisatawan saat mereka bepergian. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi keunggulan, kelemahan, peluang yang mempengaruhi perkembangan wisata dan ancaman yang terdapat pada lingkungan eksternal dan mempengaruhi perkembangan aktifitas pariwisata di Desa Mekarasih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang model terintegrasi yang dapat menggabungkan wisata perairan dengan agro eco edu tourism secara berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi wisata di Desa Mekarasih.
APLIKASI KONSEP PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) – TRANSEK LINGKUNGAN PERTANAMAN PISANG DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT JAWA BARAT: APLIKASI KONSEP PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) – TRANSEK LINGKUNGAN PERTANAMAN PISANG DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT JAWA BARAT Ade Ismail; Fajar Maulana Wijaya Kusumah; Agung Hesya Furqon
KABUYUTAN Vol 2 No 3 (2023): Kabuyutan, Nopember 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v2i3.197

Abstract

Pisang (Musa spp.) adalah salah satu buah yang berasal dari Asia Tenggara dan kini telah tersebar keseluruh dunia. Pisang merupakan tanaman rakyat yang dapat tumbuh di hampir seluruh tipe agroekosistem dan sangat beragam jenis-jenisnya. Terkait dengan adanya ancaman terhadap keberadaan plasma nutfah dan pengetahuan masyarakat lokal maka solusi untuk mencegahnya adalah dengan kajian etnobotani. Wilayah Kecamatan Cibalong Garut Selatan merupakan salah satu sentra produksi dan komoditi unggulannya pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentfikasi berbagai jenis pisang (Musa spp.) yang dapat dijadikan sumber plasma nutfah yang berpotensi berbasiskan studi etnobotani di daerah Kecamatan Cibalong. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan penentuan lokasi berdasarkan metode purposive sampling dan menggunakan pendekatan partisipatif PRA (Participatory Rural Apraisal). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Jenis-jenis pisang yang dibudidayakan di Kecamatan Cibalong adalah Pisang Nangka, Ambon, Ambon jepang, Muli, Saba, Seksek, Raja Cere, Raja Bulu, Kapas, Kepok dll. Lahan pisang yang dibudidayakan oleh para petani berstatus kepemilikan milik sendiri dan milik pemerintah. Jenis tanah termasuk memiliki struktur lempung dan pengairan yang mengandalkan air hujan. Topografi wilayah di Kecamatan Cibalong umumnya bergelombang dan datar. Berdasarkan transek Kecamatan Cibalong pisang bisa dibudidayakan di semua ketinggian di Kecamatan Cibalong.
PENGEMBANGAN KONSEP LINGKUNGAN HIJAU BERBASIS TANAMAN HORTIKULTURA TERINTGEGRASI PROGRAM BINARAJA GREEN DI SMP BINA HARAPAN JATIGEDE, SUMEDANG: PENGEMBANGAN KONSEP LINGKUNGAN HIJAU BERBASIS TANAMAN HORTIKULTURA TERINTGEGRASI PROGRAM BINARAJA GREEN DI SMP BINA HARAPAN JATIGEDE, SUMEDANG Ade Ismail; Fajar Maulana Wijaya Kusumah; Fauzi Fauzi; Cecep Odim; Yuli Sintanawati
KABUYUTAN Vol 3 No 1 (2024): Kabuyutan, Maret 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i1.221

Abstract

Penelitian ini mengulas kegiatan penghijauan di SMP Bina Harapan Jatigede, sebuah sekolah menengah pertama yang terletak di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dengan luas lahan mencapai 7000 m2, sekolah ini memiliki potensi untuk mengembangkan lingkungan hijau yang berkelanjutan. Fokus utama penghijauan adalah pada blok 3 dengan luas lahan 1500 m2, yang akan ditanami dengan berbagai jenis pohon buah-buahan seperti mangga, rambutan, alpukat, durian, dan petai, serta dilengkapi dengan tanaman hias seperti bunga matahari dan rumput jepang. Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 7 hingga kelas 9, dengan dukungan dari Tim KKN-PPM Integratif 32 Dusun Cibunut, serta dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kehutanan Wilayah 9 Provinsi Jawa Barat. Proses penghijauan meliputi beberapa tahap, mulai dari pemetaan lahan, sanitasi lahan, pembuatan lubang tanam, pemupukan, hingga penanaman pohon dan tanaman hias. Penggunaan rumput odot juga menjadi bagian dari upaya ini untuk mengurangi erosi tanah, memperkuat agregat tanah, dan menekan pertumbuhan gulma. Penataan lingkungan hijau di SMP Bina Harapan Jatigede memberikan dampak positif bagi ekosistem alam dan lingkungan sekolah. Kolaborasi antara siswa, masyarakat, dan pihak terkait dalam kegiatan penghijauan ini menunjukkan upaya konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat lokal.