Siska Rasiska
Departemen Hama Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Efek Tiga Jenis Pohon Penaung terhadap Keragaman Serangga pada Pertanaman Kopi di Perkebunan Rakyat Manglayang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung Siska Rasiska; Abdirrassyiddin Khairullah
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.152 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15750

Abstract

ABSTRACTThe Effects of Three Types of Shade Trees on the Diversity of Insects in Coffee PlantationArabican coffee (Coffea arabica) is one of the plantation commodities that has economic, social, and ecological value in Indonesia. Commonly, coffee is grown in a shaded condition that will affect the diversity of insects. This research was aimed to study the effects of three types of shade trees on the diversity of insects in coffee plants. This research was conducted at Manglayang Peasant Coffee Plantation, Cipulus Village, Cilengkrang Subdistrict, Bandung Regency and the Entomology Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The method used was descriptive survey through observation with systematic diagonal method in selected locations based on three types of shade trees, namely suren (Toona sureni Merr), white teak (Gmelina arborea Roxb), and pine (Pinus merkusii Jungh). The results showed that diversity index of the insects of coffee plants in suren shade trees was low to medium, and the highest percentage of abundance was Empoasca sp. Coffee plant diversity index of the insects with white teak shade trees were medium with highest percentage abundance in the Agromyzidae family and Emposca sp. Coffee plant diversity index of the insect with pine shading trees was low to moderate with the highest abundance of Empoasca sp. and Agromyzidae family.Keywords: Shade tree, Diversity, Insect, Coffee plantABSTRAKKopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat Indonesia. Pada umumnya, kopi ditanam pada kondisi ternaungi sehingga akan berpengaruh terhadap keragaman serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek dari tiga jenis pohon penaung terhadap keragaman serangga pada pertanaman kopi. Penelitian dilakukan di Perkebunan Kopi Rakyat Manglayang, Desa Cipulus, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung dan Laboratorium Entomologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan cara observasi dengan metode diagonal sistematis pada beberapa lokasi yang dipilih berdasarkan tiga jenis pohon penaung, yaitu suren (Toona sureni Merr), jati putih (Gmelina arborea Roxb), dan pinus (Pinus merkusii Jungh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga tanaman kopi pada tanaman penaung suren indeks keragamannya rendah sampai sedang, dan persentase kelimpahan tertingginya adalah Empoasca sp. Serangga tanaman kopi dengan pohon penaung jati putih indeks keragamannya sedang dengan persentase kelimpahan tertinggi pada family Agromyzidae dan Emposca sp. Serangga tanaman kopi dengan pohon penaung pinus indeks keragamannya rendah hingga sedang dengan kelimpahan tertinggi Empoasca sp. dan famili Agromyzidae.Kata Kunci: Pohon penaung, Keragaman, Serangga, Tanaman kopi
Potensi Air Sulingan Beberapa Bagian Tanaman Kopi sebagai Atraktan terhadap Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampeii Ferr.) di Laboratorium SIska Rasiska; Deni Ariyono; Fitri Widiantini
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.988 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i2.11203

Abstract

ABSTRACT Potency of Distilled Water of Several Parts of Coffee Plant as Attractant of Coffee Berry Borer (Hypothenemus hampeii Ferr.) in Laboratory Coffee berry borer (Hypothenemus hampeii Ferr.) is one of coffee plant pests, causing fruit damage up to 50 percent. One of control technicques to eliminate the adult female is the use of attractants obtained from parts of coffee plant. The aim of this research was to know the potency of distilled water of parts of coffee plant as attractant to control coffee berry borer. Research was done in the Laboratory of Entomology, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, from February to July 2015. Experiment was conducted in a Randomized Block Design. The treatments were control without distilled water (P0), coffee exocarp distilled water (P1), coffee berry distilled water (P2), coffee leaves distilled water (P3), and coffee branch distilled water (P4). Each treatment was replicated five times. The result showed that distilled water of coffee plant had a potency as attractant of coffee berry borer. Distilled water of coffee bean at the concentration of 4% had the strongest effect, attracting coffee berry borer of 8.8 female adult. The effectiveness of coffee plant distilled water in attracting coffee berry borer lasted three days. Keyword: Distilled water, Attractant, Coffee berry borer ABSTRAK Penggerek buah kopi (PBKo, Hypothenemus hampei Ferr.) merupakan hama utama tanaman kopi yang dapat menyebabkan kerusakan hingga 50%. Salah satu teknik pengendalian imago betina PBKo yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan senyawa atraktan yang terkandung di dalam bagian tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air sulingan bagian tanaman kopi sebagai atraktan terhadap hama PBKo. Percobaan dilakukan di Laboratorium Entomologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Februari 2015 sampai dengan Juli 2015. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan yaitu tanpa pemberian air sulingan (P0); air sulingan kulit buah kopi (P1), biji kopi (P2), daun kopi (P3), dan ranting kopi (P4) dengan konsentrasi masing-masing sebesar 2%, 4% dan 6%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan air sulingan bagian tanaman kopi berpotensi sebagai atraktan terhadap hama PBKo. Rata-rata jumlah imago betina PBKo terbanyak yang tertarik yaitu pada air sulingan biji kopi pada konsentrasi 4% sebanyak 8,8 ekor betina. Masa aktif dari semua air sulingan yang berperan sebagai atraktan dalam menarik imago betina PBKo yaitu selama 3 hari. Kata kunci: Air sulingan, Aatraktan, Penggerek buah kopi
Arthropoda Permukaan Tanah : Kelimpahan, Keanekaragaman, Komposisi dan Hubungannya dengan Fase Pertumbuhan Tanaman pada Ekosistem Padi Hitam Berpupuk Organik Vira Kusuma Dewi; Rizky Fauzi; Santika Sari; Sri Hartati; Siska Rasiska; Yongki Umam Sandi
Agrikultura Vol 31, No 2 (2020): Agustus, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i2.28654

Abstract

Arthropoda permukaan tanah merupakan bagian penting dari suatu ekosistem di dalam tanah yang berperan dalam proses dekomposisi, aerasi dan siklus nutrisi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pupuk organik asal ampas bungkil mimba dan gulma siam terhadap kelimpahan, keanekaragaman dan komposisi arthropoda permukaan tanah dan hubungannya dengan fase pertumbuhan tanaman pada ekosistem sawah padi hitam. Percobaan dilaksanakan di Cinenggang, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang sejak bulan April – November 2018. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan yaitu kontrol (tanpa pupuk), pupuk ampas bungkil mimba, kompos gulma siam, pupuk kohe sapi, dan NPK yang diulang sebanyak enam kali. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sembilan famili arthropoda permukaan tanah yang terdiri dari famili Carabidae, Curculionidae, Staphylinidae, Formicidae, Acrididae, Gryllidae, Gryllotalpidae, Nepidae, dan Lycosidae. Pada semua perlakuan, kelimpahan arthropoda permukaan tanah yang mendominasi dari famili (Carabidae, Formicidae) yaitu perlakuan kontrol (117; 31 individu), pupuk ampas bungkil mimba (142; 159 individu), kompos gulma siam (160; 98 individu), pupuk kohe sapi (102; 74 individu) dan pupuk NPK (93; 70 individu). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perlakuan pupuk ampas bungkil mimba dan kompos gulma siam memperlihatkan kelimpahan karnivor tertinggi, namun tidak berbeda nyata pada herbivor. Keanekaragaman arthropoda permukaan tanah pada semua perlakuan (kontrol, pupuk ampas bungkil mimba, kompos gulma siam, pupuk kohe sapi, pupuk NPK) memiliki nilai indeks keragaman sedang (1,470; 1,310; 1,377; 1,585; 1,638). Selanjutnya, perlakuan ampas bungkil mimba dan kompos gulma siam menunjukkan total arthropoda permukaan tanah tertinggi  pada fase vegetatif bila dibandingkan dengan perlakuan pupuk kohe sapi, NPK dan kontrol. Namun pada fase generatif, perlakuan pupuk kohe sapi yang memperlihatkan total arthropoda permukaan tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
Pengujian Air Sulingan Kulit Buah Kopi dengan Metode Destilasi Air dan Efeknya sebagai Atraktan Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) (Curculionidae:Scolytiidae) Siska Rasiska Suwantapura; Jemia Afdhila Darmawan; Endah Yulia
Agrikultura Vol 32, No 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i1.29960

Abstract

Penggerek buah kopi/PBKo (Hypothenemus hampei Ferr.) adalah hama utama pada tanaman kopi Arabika yang dapat menyebabkan kerusakan hingga mencapai 40%. Pemanfaatan kulit buah kopi sebagai atraktan PBKo diduga dapat menjadi salah satu cara pengendalian PBKo dengan cara memengaruhi perilakunya. Salah satu metode isolasi senyawa sumber atraktan dari bahan tanaman adalah metode destilasi baik itu destilasi air maupun destilasi air dan uap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi fitokimia kulit buah kopi dengan metode isolasi destilasi air dan efeknya terhadap ketertarikan hama betina PBKo. Percobaan dilaksanakan pada bulan November 2019 hingga Maret 2020 di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan tujuh perlakuan yang terdiri dari kontrol air sulingan kulit buah kopi sehat 4 ml, 8 ml dan 12 ml, serta air sulingan kulit buah kopi sakit 4 ml, 8 ml dan 12 ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air sulingan kulit buah kopi sehat mengandung alkaloid dan saponin, sedangkan air sulingan kulit buah kopi terinfestasi PBKo mengandung alkaloid, triterpenoid dan steroid. Efeknya, hama betina PBKo tidak memiliki ketertarikan terhadap air sulingan kulit buah kopi dengan metode destilasi air.