Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Pengaruh Dosis Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Peningkatan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L.) Eso Solihin; Rija Sudirja; Nadia Nuraniya Kamaludin
Agrikultura Vol 30, No 2 (2019): Agustus, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.307 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i2.22791

Abstract

Produksi jagung di Indonesia masih tergolong rendah salah satu penyebabnya adalah tingkat kesuburan tanah yang rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai macam dosis Pupuk Kalium Hasil Inovasi (PKHI) terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada jenis tanah inceptisol. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan faktorial tunggal. Faktor perlakuan tunggal yang diujikan pada penelitian ini yaitu variasi dosis PKHI yang terdiri dari variasi dosis dan kontrol, yakni N, P tunggal; N, P, K tunggal; 1/4 K + N, P tunggal; 1/2 K + N, P tunggal; 3/4 K + N, P tunggal; 1 K + N, P tunggal; 1 1/4 K + N, P tunggal; 1 1/2 K + N, P tunggal; 1 3/4 K + N, P tunggal; dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga jumlah seluruhnya adalah 30 plot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PKHI memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol, diameter tongkol, dan panjang tongkol. Dosis PKHI yang paling memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan atau hasil yaitu pada dosis 1 1/2 K dengan 240 kg/ha pupuk kalium yang diuji dan menghasilkan 18 ton tongkol/ha. Kata Kunci: Inovasi Pupuk Kalium, Jagung Manis, Hasil Pertanian
Hubungan Serapan N, P, dan K Tanaman Cabai terhadap Residunya di dalam Tanah yang Diberi Pupuk Cair Organik dengan NPK Eso Solihin; Rija Sudirja; Maya Damayani; Nadia Nuraniya Kamaludin
Agrikultura Vol 29, No 2 (2018): Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.725 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i2.20807

Abstract

ABSTRACTThe Relationship between N, P, and K Uptake of Chili Plants to Their Residues in Soil Treated by Liquid Organic Fertilizers and NPKThis study aims to determine the relationship of N, P, and K uptake of chili plants towards the residues in the soil treated with liquid organic fertilizer with the addition of inorganic fertilizers of N, P and K. The research was conducted from September 2017 to January 2018 in the experimental field and KTNT Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The design used was simple complete randomized design with 10 treatments and were repeated 3 times, with the treatment arrangement as follows: A = Control 0 PS + 0 NPK, B = 0 PCO + 1 NPK, C = 1 PCO + 0 NPK, D = 1 PCO + ¼ NPK, E = 1 PCO + ½ NPK, F = 1 PCO + ¾ NPK, G = 1 PCO + 1 NPK, H = ¼ PCO + ¾ NPK, I = ½ PCO + ¾ NPK and J = ¾ PCO + ¾ NPK. The results showed that the highest nutrient uptake and residue was found in the treatment of 1 PCO + ¾ NPK. Relationship between N, P and K uptake with nutrient residue on the soil was detected. The N, P and K residues were influenced by the N, P and K uptake of chili plants of 92%, 98%, and 97%, respectively.Keywords: Chili, NPK, Liquid Organic Fertilizer, Residue, AbsorptionABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan serapan N, P, dan K tanaman cabai terhadap residunya di dalam tanah yang diberi pupuk cair organik dengan pupuk anorganik N, P dan K. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2017 sampai dengan Januari 2018 di kebun percobaan dan Laboratorium KTNT Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan yang digunakan adalah RAK sederhana dengan 10 perlakuan yang diulang 3 kali dengan susunan perlakuan sebagai berikut: A = Kontrol 0 PS + 0 NPK, B = 0 PCO + 1 NPK, C = 1 PCO + 0 NPK, D = 1 PCO + ¼ NPK, E = 1 PCO + ½ NPK, F = 1 PCO + ¾ NPK, G= 1 PCO + 1 NPK, H = ¼ PCO + ¾ NPK, I = ½ CO + ¾ PK dan J = ¾ PCO + ¾ NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan dan residu hara tertinggi ialah perlakuan F = 1 PCO + ¾ NPK. Terdapat hubungan antara serapan N, P dan K dengan residu hara pada tanah. Residu N, P dan K dipengaruhi oleh serapan N, P dan K tanaman cabai masing-masing sebesar 92% serapan N, 98% serapan P, dan 97% serapan K.Kata Kunci: Cabai, NPK, PCO, Residu, Serapan
Pengaruh Kompos Limbah Pertanian terhadap Populasi Azotobacter sp., C-Organik, N-Total, Serapan-N, dan Hasil Pakcoy pada Tanah Inceptisol Jatinangor Setiawati, Mieke Rochimi; Salsabilla, Camilla; Suryatmana, Pujawati; Hindersah, Reginawanti; Kamaluddin, Nadia Nuraniya
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40160

Abstract

Penggunaan lahan pertanian dengan status hara kurang optimal dapatmenghambat pertumbuhan tanaman, sehingga perlu upaya penambahan unsur hara ke dalam tanah tanpa menyebabkan permasalahan lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pupuk organik berupa kompos. Melimpahnya volume limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai jenis kompos limbah pertanian dengan taraf dosis yang berbeda terhadap populasi Azotobacter sp., C-organik, N-total, Serapan-N, dan hasil pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah Incepstisol Jatinangor. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Ciparanje, Kecamatan Jatinangor menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: satu kontrol dan tiga taraf dosis dari setiap jenis kompos. Jenis kompos yang digunakan adalah kompos jerami padi, ampas tebu, dan tandan kosong kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah pertanian berpengaruh nyata terhadap total populasi Azotobacter sp. dan hasil pakcoy. Parameter C-organik, N-total dan Serapan-N tidak berbeda nyata antar perlakuan dan kontrol. Pemberian kompos jerami padi 20 ton/ha merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan 130,97 g bobot basah dengan 8,46 g bobot kering per tanaman pakcoy. Pemanfaatan limbah pertanian dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dalam meningkatkan hasil tanaman pakcoy, walaupun hasil penelitian ini belum berpengaruh nyata terhadap C dan N.
Chemical and Biological Properties of Potted-Soil for Strawberry Cultivation Hindersah, Reginawanti; Kamaluddin, Nadia Nuraniya; Akustu, Masako; Herdiyantoro, Diyan
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.40660

Abstract

Strawberries in tropical West Java are cultivated intensively in potted soil but the substrate condition received less attention. The objective of this descriptive research was to evaluate the chemical and macronutrient profile in potted-soils for strawberry cultivation, and to determine beneficial microbes’ population in root-free bulk soil and rhizosphere of potted-strawberry.  The soil samples collected from 12-months and one-month-old potted strawberry; both contained Inceptisols soil order with 10 t/ha and 25 t/ha manure respectively. The proximate analysis was performed using Association of Official Analytical Chemists Method. The microbial enumeration was performed by Serial Dilution Plate Method in specific medium. The results showed that potted soils were not saline, but slightly acid, low in organic carbon and high in cation exchange capacity. The soil reactions were suitable for strawberry but the electrical conductivity was too low for strawberry growth. The potted soils have low to very low carbon to nitrogen ratio, but high in total nitrogen and very high in potential P2O5 and K2O. The population of phosphate-solubilizing bacteria, nitrogen-fixing Azotobacter, total bacteria and total fungi in old potted soil were low; but its counts were increased in manure-treated potted soil. The ratios of bulk soil to rhizosphere microbial count were only 1.0-1.25. The study verified that the doses of organic matter should be increased, while decreasing the chemical fertilizer level.
The Potential of Azolla pinnata Powder and Compost as a Carrier-base for Improving N-Fixing and P-Solubilizing Bacteria Performance to Increase Soybean Productivity Suryatmana, Pujawati; Halimah, Ummu ‘Azizah; Kmaluddin, Nadia Nuraniya; Herdiyantoro, Diyan; Setiawati, Mieke Rochimi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55096

Abstract

Efektivitas inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. sering kali berkurang ketika diaplikasikan di tanah asam seperti Inceptisol, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam kondisi ini. Salah satu strategi adalah memilih bahan pembawa inokulan yang tepat seperti tepung Azolla pinnata dan kompos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kepadatan populasi inokulan, pembentukan bintil akar, berat kering akar, dan jumlah daun trifoliat pada tanaman kedelai yang diberi perlakuan tepung A. pinnata dan kompos sebagai carrier inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022 hingga Januari 2023 di Laboratorium Biologi Tanah dan Kebun Percobaan Ciparanje, Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancanagan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama berupa pemberian pupuk NPK dengan dosis 100% (300 kg/ha), 50% (150 kg/ha) dan 0% (0 kg/ha) dan faktor kedua adalah perlakuan inokulan kultur cair, inokulan dalam kompos, inokulan dalam tepung Azolla, inokulan dalam campuran kompos dan Azolla yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carrier tepung Azolla dan kompos meningkatkan populasi Azotobacter spp. dan Bacillus spp. di rizosfer. Inokulan dalam campuran pembawa kompos dan tepung Azolla menghasilkan berat kering akar dan jumlah bintil tertinggi secara signifikan. Inokulasi kultur cair Azotobacter sp. dan Bacillus sp. atau inokulan padat dengan bahan pembawa tepung Azolla menghasilkan polong kedelai yang setara dengan aplikasi NPK 150 kg/ha. Aplikasi inokulan dalam tepung Azolla, kompos, atau campuran keduanya menghasilkan bobot 100 biji yang tidak berbeda nyata, namun, bobot 100 biji setara dengan perlakuan yang menggunakan dosis NPK 300 kg/ha di Inceptisol