Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Storytelling Method: Wahana Boneta Upaya Peningkatan Keterampilan Menyimak AUD Andini Mei Wulandari; Agus Hermawan; Juli Yani; Saptono Hadi; Lailiyatus Sa'diyah; Ira Karuni Handayani; Tri Galih Yulianto
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Nomor 2, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i2.986

Abstract

Sebagai bagian wahana mendidik AUD adalah menyelenggarakan pendidikan yang bertumpu kepada penempatan validitas menuju arah pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan AUD dipengaruhi oleh pemerolehan keterampilan berbahasa yakni simak, wicara, keterbacaan, dan tulis. Metode bercerita dikatakan cara termudah, kesederhanaan strategi sebagai langkah penetapan proses-proses pengajaran keterampilan bahasa, khususnya menyimak. Menyimak adalah salah satu bagian memperoleh bahasa dan kemampuan menyimak untuk AUD sangat minim perhatian. Hasil riset menunjukkan bahwa terdapat solusi bahwa noneta (boneka tangan) mampu memotivasi AUD dalam upaya peningkatan dirinya dalam perilaku simak. Taktis dengan menggunakan metode bercerita media boneta yang menarik, anak termotivasi memperhatikan isi cerita, daya simak meningkat.
Pengaruh Media Belajar terhadap Perkembangan Belajar Peserta Didik Siswa SD Saptono Hadi; Hengki Hendra Pradana
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 3 (2024): Volume 8, Nomor 3, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i3.1020

Abstract

Fundamental penyebab percepatan tujuan pengajaran salah satunya adalah sumber media untuk pembelajaran. Realitas bahwa pelaksanaan pembelajaran masih berhadapan beberapa kendala & kompleksitas konvensional, maka diperlukannya daya dukung bukan Cuma finansial, akan tetapi diadakannya berbagai macam media pembelajaran. Sumber media pembelajaran yang seharusnya menjadi tolok ukur percepatan siswa dalam pemahaman esensial materi ajar menjadi faktor pendukung ketercapaian indikator capaian mapela. SLR, riset perpustakaan, dikhusukan penelitian teks, terdahulu atau baru, objek 10 artikel. Menunjukkan pengaruh cukup besar dalam perkembangan belajar, peserta didik semakin berkembang dalam pembelajarannya, baik dari pemahamam materi yang dijelaskan guru saat pembelajaran berlangsung maupun saat mengerjakan tugas mereka.
Menanam untuk Generasi: Edukasi dan Penanaman Bibit Multi Manfaat dalam Mendukung Kemandirian Pangan Desa Kebondalem Kidul, Klaten Muhammad Egha Liantananta; Faridlo Rohman Wahid; Adji Ripaldo Brahmana; Amalia Hasanah; Elvandhita Pranatajaya; Faizzah Nur Atika; Mousa Indira Karamy; Muhammad Syfaul Fuad; Nindi Ardhita Stefani; Jovanka Gracya Pure; Saptono Hadi
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 5 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i5.6556

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, akses terhadap pangan sehat masih terbatas meskipun desa memiliki potensi lahan dan modal sosial yang kuat. Kondisi ini berdampak pada rendahnya konsumsi sayuran segar hasil budidaya sendiri, peluang ekonomi rumah tangga yang terbatas, serta tingginya ketergantungan terhadap suplai pangan luar desa. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret dengan tema “Menanam untuk Generasi: Edukasi dan Penanaman Bibit Multi Manfaat” dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kemandirian pangan. Metode pelaksanaan mencakup edukasi, pelatihan teknik pertanian ramah lingkungan, pendampingan kelompok wanita tani (KWT), dan implementasi penanaman bibit di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam budidaya sederhana, pemanfaatan lahan pekarangan, serta diversifikasi produk pascapanen. Diskusi menegaskan pentingnya peran KWT dalam mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi kreatif desa.