Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Ulang Proses Bisnis Pengelolaan Sampah di Kabupaten Gresik dengan Metode Business Process Management Life Cycle (BPMLC) Aris Syeikhur Rozi; Indra Gita Anugrah; Widyasari Puspa Permata Witra
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i6.8410

Abstract

Abstrak - Volume sampah yang terus meningkat di Kabupaten Gresik menjadi tantangan besar, terutama dengan hanya 3-4% sampah yang berhasil dikelola secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang proses bisnis pengelolaan sampah menggunakan pendekatan Business Process Management Life Cycle (BPMLC) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan. Pendekatan ini melibatkan tahapan identifikasi, analisis, redesain, implementasi, dan evaluasi. Temuan menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah saat ini memiliki berbagai ketidakefisienan, seperti kurangnya pemilahan di hulu, ketidakjelasan SOP, serta minimnya integrasi antar proses di hilir. Redesain proses bisnis dilakukan dengan menerapkan sistem pemilahan sampah sejak sumber, penggunaan teknologi di tempat pengolahan, serta digitalisasi pencatatan data. Simulasi menggunakan perangkat lunak Bizagi menunjukkan peningkatan efisiensi waktu proses hingga 25% dan penurunan kompleksitas kognitif pada proses pengelolaan. Hasil penelitian ini memberikan solusi yang terstruktur dan efektif untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Business Process Management Life Cycle, Perancangan Proses, Perancangan Ulang, Efektivitas Proses, Kabupaten Gresik, Proses Bisnis. Abstract - The increasing volume of waste in Gresik Regency poses significant challenges, with only 3-4% of the waste effectively managed. This study aims to redesign the waste management business process using the Business Process Management Life Cycle (BPMLC) approach to enhance its effectiveness and efficiency. This approach involves stages of identification, analysis, redesign, implementation, and evaluation. Findings indicate that the current waste management system suffers from inefficiencies, such as inadequate segregation at the source, unclear standard operating procedures (SOPs), and limited integration of downstream processes. The redesigned business process incorporates source-level waste segregation, technology adoption at processing facilities, and digitalization of data recording. Simulations using Bizagi software demonstrate a 25% improvement in process time efficiency and a reduction in cognitive complexity in waste management activities. This study provides a structured and effective solution to reduce landfill waste accumulation, support environmental sustainability, and improve public health.Keywords: Waste Management, Business Process Management Life Cycle, System Design, Redesign, Effectiveness Process, Gresik Regency, Business Process. 
PENERAPAN ALGORITMA RANDOM FOREST SEBAGAI EARLY WARNING SYSTEM PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA TEPAT WAKTU Azzumardi Mubarok Romadhoni; Widyasari Puspa Permata Witra; Indra Gita Anugrah
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 3 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kqm1n834

Abstract

Ketepatan waktu kelulusan merupakan indikator penting dalam evaluasi kinerja perguruan tinggi. Rendahnya tingkat kelulusan tepat waktu pada Fakultas Teknik di salah satu universitas di Gresik mendorong pengembangan mekanisme prediksi dini untuk mengidentifikasi mahasiswa berisiko terlambat lulus. Penelitian ini membangun model Early Warning System (EWS) menggunakan algoritma Random Forest berdasarkan data akademik 1.558 mahasiswa angkatan 2018 - 2021. Variabel yang digunakan meliputi IPS semester 1 - 4, IPK semester 4, dan status pekerjaan. Pengujian dilakukan dengan kombinasi K-Fold Cross Validation (5 dan 10) serta pembagian data 70:30, 80:20, dan 90:10. Model terbaik diperoleh pada skenario cv5_split70 dengan parameter n_estimators=50 dan max_depth=5, menghasilkan akurasi 77,56% dan F1-Score 0,7764. IPS semester 4 menjadi prediktor paling dominan. Hasil penelitian menunjukkan Random Forest efektif digunakan sebagai dasar pengembangan EWS untuk mendukung intervensi akademik yang lebih tepat sasaran. Kata Kunci: Early Warning System, Random Forest, Prediksi Kelulusan, Kinerja pendidikan tinggi,
PENGENDALIAN PERSEDIAAN INTERMITTENT DEMAND BERBASIS FSN DAN CROSTON-TSB Sasha Safira Nuraini; Indra Gita Anugrah; Widyasari Puspa Permata Witra
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 3 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/mtk52p96

Abstract

Ketidakefisienan pengelolaan persediaan di gudang PT XYZ Cirebon disebabkan oleh proses pengadaan yang reaktif dan pola intermittent demand yang mengakibatkan overstock dan understock. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan produk menggunakan analisis FSN berbasis TOR dan DOI, merancang kebijakan persediaan terpadu melalui peramalan Croston-TSB, serta menetapkan safety stock, Reorder Point (ROP), dan jadwal cycle count guna menekan risiko ketidakseimbangan stok dan meningkatkan efisiensi operasional gudang. Data terdiri dari 1.818 catatan stok harian 9 produk semen dan mortar periode Januari–Juli 2025. Hasil FSN menunjukkan 6 produk Fast Moving dan 3 Slow Moving. Seluruh produk aktif berpola intermittent, dengan akurasi terbaik pada Semen PCC Zak 40KG (rel_MAE 24,16%). Tiga produk Fast Moving utama menyumbang lebih dari 94% total permintaan dan menjadi prioritas utama kebijakan pengendalian stok, sementara produk Slow Moving tetap memperoleh kebijakan safety stock dan ROP tersendiri guna mencegah overstock akibat rendahnya perputaran persediaan. Kata Kunci: FSN, Croston-TSB, Intermittent Demand, Safety Stock, Reorder Point