Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE INDEKS KONDISI PERKERASAN PADA JALAN KRUCIL – TAMBELANG KABUPATEN PROBOLINGGO Adeliya Adi Gama Putri; Marjono Marjono; Supiyono Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan pada ruas Jalan Krucil – Tambelang Kabupaten Probolinggo, mengetahui bentuk penanganan kerusakan pada ruas Jalan Krucil – Tambelang Kabupaten Probolinggo, mengetahui metode pelaksanaan yang digunakan dalam penanganan kerusakan pada ruas Jalan Krucil – Tambelang Kabupaten Probolinggo, serta menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk menangani kerusakan pada ruas Jalan Krucil – Tambelang Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan terhadap kerusakan pada Jalan Krucil – Tambelang Kabupaten Probolinggo menggunakan metode Indeks Kondisi Perkerasan. Metode ini didapatkan dari survei visual jumlah dan jenis kerusakan pada perkerasan jalan. Dalam penelitian ini, metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan perbaikan, dan pekerjaan finishing. Disimpulkan bahwa kerusakan pada STA 0+000 - 5+000 meliputi lubang, retak kulit buaya, retak tepi, dan pelepasan butir, dengan kebutuhan rekonstruksi ulang sebesar 61%, Peningkatan Struktural sebesar 11%, Pemeliharaan Berkala sebesar 8%, dan yang terakhir Pemeliharaan Rutin sebesar 20%. Bentuk penanganan utama adalah rekonstruksi ulang, melibatkan penggalian atau pengupasan dengan Cold Milling Machine dan penghamparan lapisan baru AC-WC, serta penambalan lubang menggunakan Agregat Kelas A dan Cold Mix Asphalt. Metode pelaksanaan mencakup galian perkerasan beraspal, penambalan, pengisian lapisan AC-WC dan AC-BC, serta penerapan marka termoplastik. Total anggaran biaya yang dibutuhkan adalah Rp 13.708.225.000.
EVALUASI KERUSAKAN JALAN NGANTRU–SRENGAT KABUPATEN BLITAR BERDASARKAN METODE INDEKS KONDISI PERKERASAN Muammal Kadlafi; Marjono Marjono; Udi Subagyo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5930

Abstract

Ruas Jalan Ngantru–Srengat yang terletak di Kabupaten Blitar merupakan jalan provinsi yang pergerakan lalu lintasnya cukup tinggi. Permasalahan yang terjadi yaitu banyaknya kerusakan jalan sehingga dapat mengganggu kenyamanan dalam berkendara. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis kerusakan jalan, mengetahui nilai kondisi kerusakan jalan, menentukan bentuk penanganan yang tepat, dan menghitung jumlah anggaran biaya yang diperlukan untuk penanganan kerusakan jalan. Di sisi lain, metode yang digunakan untuk menganalisa kerusakan jalan mengacu pada pedoman Indeks Kondisi Perkerasan Pd-01-2016-B. Namun, data utamanya berupa data survei kerusakan jalan dan data HSP dari Kementrian PUPR Tahun 2023. Dari hasil analisis didapat jenis kerusakannya berupa retak kulit buaya, retak tepi, retak memanjang/melintang, tambalan, lubang, dan pelepasan butir. Dari hasil analisis kelas kondisi jalan didapatkan nilai Lajur 1 sebesar 77,23 dan nilai Lajur 2 sebesar 78,13. Maka dari itu, berdasarkan analisis menggunakan metode IKP kondisi jalan tersebut masuk pada kategori baik dan untuk bentuk penanganan yang dilakukan berupa pemeliharaan berkala. Jumlah biaya yang diperlukan untuk penanganan kerusakan jalan sebesar Rp407.096.000,00.
ANALISIS KONDISI KERUSAKAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX PADA JALAN BTS. KOTA LUBUK SIKAPING - SP. KUMPULAN KABUPATEN PASAMAN Dini Pratiwi; Marjono Marjono; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5943

Abstract

Jalan BTS. Kota Lubuk Sikaping - SP. Kumpulan merupakan jalan Jalan Arteri Primer yang terletak di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Pada ruas jalan terdapat kerusakan pada perkerasan yang mempengaruhi kenyamanan saat berkendara, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kondisi perkerasan jalan. Pada penelitian ini menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index) untuk mengetahui nilai kondisi perkerasan jalan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data hasil survei kerusakan, data teknis jalan dan AHSP. Semua data diproses untuk mendapatkan nilai kondisi perkerasan, jenis penanganan kerusakan dan rencana anggaran biaya penanganan. Hasil dari penelitian yang diperoleh menggunakan metode PCI dengan panjang sampel jalan 5 KM yaitu nilai kondisi perkerasan 71.1 (satisfactory). Presentase jenis kerusakan yaitu retak kulit buaya 75%, retak tepi 1%, retak memanjang / melintang 1%, tambalan 20%, lubang 2% dan pengausan agregat 2%. Penanganan yang diperlukan berdasarkan nilai PCI yaitu pemeliharaan berkala.
PENGARUH LIMBAH KARET BAN DALAM MOTOR SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH DASAR UNTUK JALAN (STUDI KASUS DI DESA TEMAS KOTA BATU) Algas Devris Elwino Dirgahayu; Dandung Novianto; Marjono Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6073

Abstract

Peningkatan daya dukung tanah untuk jalan dapat dicapai melalui stabilisasi, umumnya menggunakan semen. Namun, penggunaan semen membutuhkan biaya yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode stabilisasi tanah alternatif menggunakan serpih ban bekas yang tidak hanya lebih hemat biaya tetapi juga dapat meningkatkan nilai tanah.Pengujian yang dilakukan meliputi pemadatan dan analisis CBR menggunakan campuran tanah dengan berbagai persentase serpih ban bekas (3%, 9%, dan 15%) dan ukuran potongan karet ban yang berbeda (1x3,5cm; 1,5x3cm; 2x4cm). Tanah ini tergolong klasifikasi A-2-6 menurut AASHTO dengan nilai indeks plastisitas (IP) tanah asli adalah 16,21%. Nilai CBR tanah asli tanpa rendaman dengan 1 hari pemeraman pada penetrasi 2,5 mm adalah 8,87%, sedangkan pada 14 hari sebesar 6,47%. Nilai CBR tanah asli tanpa rendaman dengan 14 hari pemeraman pada penetrasi 5 mm adalah 8,66%, sedangkan pada 14 hari sebesar 6,46%. Nilai CBR tanah asli dengan rendaman selama 1 hari pemeraman pada penetrasi 2,5 mm adalah 6,08%, sedangkan pada penetrasi 5 mm sebesar 5,38% dan memiliki nilai pengembangan 2,56%. Nilai CBR tanah asli dengan rendaman selama 14 hari pemeraman pada penetrasi 2,5 mm adalah 4,27%, sedangkan pada penetrasi 5 mm sebesar 3,92% dan memiliki nilai pengembangan 1,51%. Metode pelaksanaan pekerjaan tanah stabilisasi menggunakan alat seperti Soil Stabilizer, Watertank Truck, Motor Grader, Vibro Roller, Dump Truck, Sheepfoot Roller. Nilai CBR maksimum tanpa rendaman sebesar 28,60% menggunakan potongan 1x3.5cm dengan waktu pemeraman selama 1 hari pada penetrasi 5 mm menghasilkan perkerasan kaku dengan tebal plat beton 17,6 cm. Nilai CBR maksimum dengan rendaman sebesar 11,52% menggunakan potongan 1,5x3 cm dengan waktu pemeraman selama 1 hari pada penetrasi 5 mm menghasilkan perkerasan kaku dengan tebal plat beton 18,7 cm.
THE IMPACT OF ASBESTOS WASTE ADDITION ON SOIL FOR SHALLOW FOUNDATION UNDER TRIAXIAL TESTING Grachia Octa Viana Simanjuntak; Dandung Novianto; Marjono Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6106

Abstract

Soil with high swelling and shrinkage properties has a low shear strength value. Such soil is certainly dangerous if used as a foundation for buildings. This research article presents asbestos waste as an alternative soil stabilizer because of the magnecium-calcium-silicat that can be used as a binder and also as a filler to fill the voids in the soil. The value of the soil shear strength parameters can be obtained from the Triaxial Unconsolidated Undrained test. The percentages of asbestos waste used are 3%, 6%, and 9% with curing periods of 0, 1, and 14 days. The results of the research show that the original soil is classified according to the USCS method as SP-SC soil with plasticity index(PI) value is 21,73%. After conducting the triaxial test on the original soil, the original soil cohesion value is 0,12 kg/cm² and the internal friction angle is 11,20°. After stabilization with several variations, it was found that the addition of asbestos waste affects the plasticity index, cohesion, and internal friction angle. Adding 9% of asbestos waste gives the maximum value of plasticity index which is 9,58%. Adding 6,37% asbestos waste with 14 days of curing provides the most optimum cohesion achieved is 0,46 kg/cm² and internal friction angle value is 27,3°. The maximum load produced by one column (Qv) is 88,80 ton, and the highest allowable loads(Qall) is 108,89 ton using a rectangular-shaped foundation(1,00 x 1,50) meter dimension. The stabilization process involved manually mixing the soil and asbestos beneath the foundation. Therefore, stabilization using asbestos waste is quite effective.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN RAYA SINGOSARI MALANG Tsabitah Riza Aditya; Marjono Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8691

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah serius pada sistem transportasi karena berdampak pada keselamatan, kerugian material, dan kelancaran arus lalu lintas. Ruas Jalan Raya Singosari, Kabupaten Malang, termasuk kawasan rawan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab utama kecelakaan, menganalisis pengaruh kecepatan kendaraan, arus lalu lintas, perilaku pengguna jalan, serta kondisi fasilitas pelengkap terhadap tingkat kecelakaan, dan memberikan rekomendasi penanganan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Satlantas Polres Malang tahun 2022–2024 dan data primer melalui survei kecepatan, arus lalu lintas, observasi perilaku pengguna jalan, serta evaluasi fasilitas keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kendaraan melebihi batas aman (V85 = 46,30 km/jam), derajat kejenuhan lalu lintas mencapai 0,82 pada jam rawan, perilaku pengguna jalan yang tidak tertib, serta minimnya fasilitas pelengkap seperti rambu, zebra cross, trotoar, dan penerangan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di ruas tersebut. Disarankan peningkatan fasilitas keselamatan jalan, pemasangan rambu batas kecepatan, penambahan zebra cross di area aktivitas tinggi, perbaikan penerangan, serta edukasi dan penegakan hukum secara konsisten untuk meningkatkan keselamatan di Jalan Raya Singosari. Traffic accidents are a serious issue in the transportation system as they affect safety, cause material losses, and disrupt traffic flow. The Singosari Road section in Malang Regency is considered an accident-prone area. This study aims to identify the main factors contributing to accidents, analyze the influence of vehicle speed, traffic flow, road user behavior, and the condition of supplementary road facilities on accident rates, and provide recommendations for mitigation. The research employed a descriptive quantitative approach using secondary data from the Malang District Police Traffic Unit (Satlantas Polres Malang) for the years 2022–2024 and primary data collected through speed surveys, traffic flow measurements, road user behavior observations, and evaluations of safety facilities. The results show that vehicle speeds exceeding the safe limit (V85 = 46.30 km/h), a traffic volume-to-capacity ratio (degree of saturation) reaching 0.82 during peak hours, non-compliant road user behavior, and inadequate supplementary facilities such as speed limit signs, pedestrian crossings (zebra crossings), sidewalks, and street lighting are the main factors contributing to accidents on this road segment. It is recommended to improve road safety facilities, install speed limit signs, add pedestrian crossings in high-activity areas, enhance street lighting, and implement consistent education and law enforcement to improve safety on Singosari Road.
PERBANDINGAN BIAYA ANTARA PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR PADA JALAN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI SEKSI 3A Aisyah Kurnia Putri; Marjono Marjono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8692

Abstract

Pembangunan jalan tol menuntut pemilihan tipe perkerasan yang sesuai agar tercapai efisiensi biaya serta umur layanan yang optimal. Penelitian ini melakukan perbandingan antara perkerasan kaku dan perkerasan lentur pada ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 3A dengan mengacu pada metode perencanaan dalam Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. Analisis dilakukan terhadap tebal lapisan perkerasan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta kebutuhan pemeliharaan rutin selama masa layan 40 tahun, dengan mempertimbangkan volume lalu lintas, kondisi tanah dasar, dan faktor teknis pendukung lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain perkerasan kaku menggunakan pelat beton setebal 260 mm, dengan lapis fondasi bawah beton kurus setebal 150 mm, agregat kelas A setebal 200 mm, serta dilengkapi dowel (BJTP) berdiameter 38 mm sepanjang 450 mm dan tie bar (BJTU) berdiamater 16 mm sepanjang 690 mm. Total biaya konstruksi sebesar Rp 132.829.058.458, sedangkan biaya pemeliharaan mencapai Rp 10.785.174.805. Pada sisi lain, desain perkerasan lentur terdiri atas AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC-Base 250 mm, agregat kelas B 150 mm dan agregat kelas A 200 mm, dengan estimasi biaya konstruksi sebesar Rp 111.277.863.596 serta biaya pemeliharaan sebesar Rp 66.258.911.878. Berdasarkan rekapitulasi biaya konstruksi dan pemeliharaan, disimpulkan bahwa perkerasan kaku lebih ekonomis dengan selisih efisiensi 23,6% dibandingkan perkerasan lentur. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan perkerasan kaku pada proyek jalan tol dengan beban lalu lintas dan umur rencana serupa untuk mencapai efisiensi biaya sepanjang umur layanan jalan.