Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KINERJA RUAS JALAN KH. HASYIM ASHARI KOTA MALANG DENGAN JALUR SEPEDA Rinto Sasongko, Supiyono, Dwi Ratnaningsih,
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 Agustus 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat kota Malang saat sedang giat dengan olahraga bersepeda sejalan dengan anjuran dari pemerintah untuk mengurangi polusi udara. Untuk memfasilitasi olahraga tersebut pemerintah membuatkkan jalur khusus sepeda di kawasan pusat perkotaan mulai dari jalan K.H.Hasyim Ashari , jalan Arif Rahman Hakim? Penelitian ini bertujuan untuk menghitungkinerja ruas jalan KH. Hasyim Ashari Kota Malang dengan adanya jalur sepeda. Berdasarkan hasil analisa dengan kinerja jalan KH. Hasyim Ashari dengan? jalur sepeda adalah ?Kapasitas ruas: 3749 smp/jam,? DS1,09, kecepatan 34 km/jam dan LOS F?Kata Kunci: kinerja ruas jalan, kapasitas, jalur sepeda
PENGARUH KEMACETAN DI SIMPANG CILIWUNG TERHADAP DERAJAD PELAYANAN DI SIMPANG PROGRESIF Dwi Ratnaningsih, Rudy Ariyanto, Supiyono,
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 Februari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Highway in Malang there that needs to be analyzed is Intersections Letjend S. Parman Street ? Ciliwung Street and Letjend Sutoyo Street ? Letjend Selorejo. The road is an arterial road in the city of Malang with a high vehicle density level (Saputra, 2013). The Street was a high traffic flow led to queues or long saturated flow that is not supported by the settings of the light signals in accordance with the conditions in the field so often causes congestion. From finding a solution the traffic density in the study Letjend S Parman Street ? Ciliwung Street and Letjend Sutoyo Street ? Letjend Selorejo with Indonesia Highway Capasity Manual (IHCM). After stages 3-signal coordination calculation in Ciliwung Intersection of Malang, Intersection obtained time peak hours at the intersection area occurred at 11.00 ? 12.00 GMT. Performance 3-waay junction on the Ciliwung Malang at this time has not met the target. Seen from there is still a Degree of Saturation (DS) which do not meet the targets ( ? 0,75), namely 0,83. After having don e engineering into 3 phases and cycle time 100 minutes Degree of Saturation (DS) be 0,77. Keywords: intersection, peak hours, capacity and degree saturation
PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN PRAKONSOLIDASI EFEKTIF (Ó’ C) PADA PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP TANAH LEMPUNG Novianto, Dandung; ., Supiyono
Media Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v10i2.1784

Abstract

Dandung Novianto1 & Supiyono2ABSTRACTLand in the northern Karangploso a lot of clay and road conditions are not yet paved area slopes Arjuno especially so with much rain like this to go down to the sub-wheel motorcycle must be given chain. With the state’s basic research is done, by mixing soil with lime. Research made by mixing soil and chalk in the four comparisons. The first native land. Both the original soil mixed with chalk 5%. The third native soil mixed with chalk 7.5%. The four original soil mixed with chalk 10%. Each of these sought specific gravity, liquid limit, plastic limit and plasticity index on the original soil, mixing 5%, 7.5% and 10%. From the test results, can be summed up as follows: The preconsolidation pressure original land is 0.66. Mixing soil with chalk, the most optimal to raise the preconsolidation pressure is mixing 10%. The pressure value Preconsolidation the mixing of 10% is 2.5.Key Words : Chalk, Clay and Preconsolidation Pressure.
PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN PRAKONSOLIDASI EFEKTIF (Ó’ C) PADA PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP TANAH LEMPUNG Dandung Novianto; Supiyono .
Media Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2012): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v10i2.1784

Abstract

Dandung Novianto1 & Supiyono2ABSTRACTLand in the northern Karangploso a lot of clay and road conditions are not yet paved area slopes Arjuno especially so with much rain like this to go down to the sub-wheel motorcycle must be given chain. With the state’s basic research is done, by mixing soil with lime. Research made by mixing soil and chalk in the four comparisons. The first native land. Both the original soil mixed with chalk 5%. The third native soil mixed with chalk 7.5%. The four original soil mixed with chalk 10%. Each of these sought specific gravity, liquid limit, plastic limit and plasticity index on the original soil, mixing 5%, 7.5% and 10%. From the test results, can be summed up as follows: The preconsolidation pressure original land is 0.66. Mixing soil with chalk, the most optimal to raise the preconsolidation pressure is mixing 10%. The pressure value Preconsolidation the mixing of 10% is 2.5.Key Words : Chalk, Clay and Preconsolidation Pressure.
PENGARUH KEMACETAN DI SIMPANG SABILILLAH TERHADAP IMPLEMENTASI CITRA LALU LINTAS DI SIMPANG PROGRESIF Supiyono, Dwi Ratnaningsih, Rudy Ariyanto
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 August 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v9i2.97

Abstract

Progress of a country in line with the progress of traffic (transport). Fluency in traffic is determined by the smoothness of traffic on the road. Problems often arise on the highway is congestion at the intersection. Neither was signalized intersections and signalized intersections. Problems at the intersection is less accuracy green flame at the intersection with the number of vehicles in a segment. A road with high traffic volume vehicle green flame low while other road traffic volume small green flame length. So in a long queue roads, while other roads are deserted while still green flame.     This study aims to minimize the occurrence of conflic at the intersection of green flame. Research will make iterations in the intersection, where a road section which will be nominated densely green flame, the flame of the green according to the volume of traffic on these roads. Each road will be a green flame in accordance with the volume of traffic, without having to change any program there is a change in traffic volume.The degree of saturation of the calculation obtained by ....Keywords: roads, hight traffic, progressive intersection, degree saturation
UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI BACA SEJAK DINI DI TPA/TPQ MASJID DARUL MUHAJIDIN Harsalim A. Jayaputra; Agus Suhardono; Diana Irmaawati Pradani; Gindang Rain Pratama; Gregorius Aryokp Gautama; Supiyono Supiyono
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i6.6765

Abstract

Takmir Masjid Darul Mujahidin merupakan salah satu organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang agama yang berada di Kecamatan Kedungkandang yang berlokasi di Jl. Rawa Pening No. 12 Kelurahan Madyopuro Kota Malang. Sampai saat ini telah banyak kegiatan yang dilakukan oleh takmir dan pengurus masjid, diantaranya kegiatan pengajian rutin, TPA/TPQ dan perayaan hari-hari besar keagamaan. Progam PPM pada kali ini merupakan progarm lanjutan dari program PPM pada tahun 2022 lalu denga tema “Bimbingan Teknis Inventarisir Arsip Dokumen Dan Bantuan Pengadaan Almari Di Masjid Darul Mujahidin”. Setelah program tersebut terlaksana Tim melakukan koordinasi dan kesepakatan kembali terhadap Takmir Masjid Darul Mujahidin. Kesepakatan tersebut menyangkut hal-hal mengenai penyediaan ruang baca dalam pengadaan buku bacaan yang berkualitas bagi anak-anak, mulai dari fiksi, non fiksi, sampai buku-buku motivasi pendidikan khususnya dalam penyelenggaraan TPA/TPQ. Dengan terlaksanannya program PPM kali ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sejak dini sedikitnya pada wilayah Kecamatan Kedungkandang.
BIMBINGAN TEKNIS DESAIN DASAR DAN KAJIAN KELAYAKAN ENVIRONMENTAL SPORT TRACK AND TRAIL UNTUK PEMBERDAYAAN DESA WISATA GUBUGKLAKAH KABUPATEN MALANG Suhardono, Agus; Hapsari, Ratih Indri; Supiyono; Hanggara, Ikrar; Herijanto, Pudji; Putri, Ratna Ika
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 01 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang memilki potensi sebagai desa wisata karena berada pada jalur menuju Kawasan Bromo Tengger Semeru. Program ini bertujuan memberikan pendampingan masyarakat untuk desain dasar dan perhitungan kelayakan investasi environmental sport track and trail di desa wisata. Track direncanakan di jalur alternatif di Utara pintu masuk Coban Pelangi ke arah Barat. Didapatkan panjang rute adalah sejauh 3,6 km pada ketinggian elevasi +1300 MDPL, dengan rerata kemiringan track antara 15% - 17%. Spesifikasi dan desain jalan adalah berupa permeable pavement untuk desain lintasan sepeda dengan pagar besi hollow 4x4 cm di sisi kiri, serta fondasi cor beton untuk kestabilan struktur. Biaya investasi konstruksi adalah Rp 2.155.426.000,00 untuk jalan dan Rp 1.345.000,00 untuk fasilitas. Dengan usia guna bangunan 30 tahun maka proyek akan mencapai Net Present Value 0 dengan harga tiket Rp 65.000 dan jumlah pengunjung 2000 orang per tahun. Untuk meningkatkan keberhasilan proyek ini, pemberdayaan masyarakat sangat penting agar proyek tersebut memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Gubugklakah sekaligus mendukung program pembangunan berkelanjutan.
EVALUASI SIMPANG BERSINYAL DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI JALAN Dr. WAHIDIN S – KUSUMA BANGSA – Dr. SUTOMO – PATTIMURA KABUPATEN JOMBANG Rahmanda Ibadillah; Achendri M. Kurniawan; Supiyono Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3780

Abstract

Persimpangan bersinyal di Jalan Dr. Wahidin S – Kusuma Bangsa – Dr. Sutomo – Pattimura Kabupaten Jombang merupakan persimpangan yang sering terjadi konflik lalu lintas. Hal ini disebabkan karena adanya pergerakan distribusi lalu lintas yang saling memotong kendaraan dengan kendaraan lainnya sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan lalu lintas, kemacetan bahkan kecelakaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan ulang persimpangan untuk menghitung tingkat kinerja alternatif, biaya operasional kendaraan, nilai kemacetan serta menghitung perkiraan tahun simpang akan jenuh kembali. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa volume kendaraan, waktu sinyal dan geometrik simpang, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang. Untuk  mengevaluasi data-data tersebut, pedoman MKJI 1997 dan Peraturan Menteri Perhubungan 96 Tahun 2015 digunakan sebagai acuan. Setelah evaluasi didapatkan, perhitungan biaya operasional kendaraan dan biaya kemacetan masing-masing dihitung menggunakan Pacific Consultant International (PCI) dan Tzedakiz 1980. Hasil penelitian didapat derajat kejenuhan (DS) = 0,851; tundaan (D) = 31,150 det/smp; dan nilai tingkat pelayanan (LOS) D, alternatif solusi yang digunakan dengan mengubah waktu siklus dan pelarangan arus belok kanan maka didapatkan derajat kejenuhan (DS) = 0,289; tundaan (D) = 12,757 det/smp; dan nilai tingkat pelayanan (LOS) B. Biaya operasional kendaraan terhadap kemacetan pada kondisi eksisting Rp2.581.765/km. Setelah dilakukan perbaikan kinerja simpang biaya operasional kendaraan terhadap kemacetan simpang menjadi Rp1.060.823 /km.
EVALUASI SIMPANG BERSINYAL DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI JALAN KH. WAHID HASYIM – PAHLAWAN - URIP SUMOHARJO KABUPATEN JOMBANG Maf'ula Salsabila Ramadhan; Achendri M Kurniawan; Supiyono Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3791

Abstract

Persimpangan di Jalan KH Wahid Hasyim – Jalan Pahlawan – Jalan Urip Sumoharjo berada di pusat kota yang menjadi penghubung jalan akses menuju perkantoran, sekolah, dan alun-alun yang mengakibatkan penumpukan kendaraan pada jam puncak. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kinerja simpang pada kondisi eksisting beserta biaya operational kendaraan, menemukan alternatif penanganan simpang beserta biaya operasional kendaraan, dan mengetahui perkiraan simpang jenuh kembali. Data yang digunakan yaitu data primer berupa volume kendaraan, waktu sinyal dan geometrik simpang. Data sekunder didapat dari Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jombang. Metode perhitungan mengacu pada MKJI 1997 dan Peraturan Menteri no 96 Tahun 2015. Pengambilan data yang dilakukan adalah metode survei langsung dengan menggunakan bantuan kamera untuk merekam keadaan eksisting simpang. Survei dilakukan pada hari Sabtu, 27 Mei dan Senin, 29 Mei 2023 pukul 05.30 – 08.30 WIB dan pukul 15.00 – 18.00 WIB. Berdasarkan kinerja simpang dalam kondisi eksisting pada jam puncak didapatkan derajat kejenuhan (DS) = 0,778; tundaan (D) = 44,66 det/smp; dan nilai tingkat pelayanan E (Buruk). sehingga perlu dilakukan alternatif penanganan, yaitu dengan peraturan arus belok kiri langsung dan pelaranagan belok kanan, didapatkan derajat kejenuhan (DS) = 0,345; tundaan (D) = 21,948 det/smp; dan nilai tingkat pelayanan  C. Biaya operasional kendaraan setelah dilakukan perbaikan kinerja simpang terhadap kemacetan simpang sebesar Rp. 516,811 /km. biaya operasional kendaraan terhadap kemacetan simpang menjadi Rp. 838.811 /km.
EVALUASI SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG GADEN KABUPATEN PAMEKASAN Nabilla Ardian; Dwi Ratnaningsih; Supiyono Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3859

Abstract

Kemacetan lalu lintas pada persimpangan diakibatkan oleh adanya tundaan atau antrian yang panjang dikarenakan volume lalu lintas yang tinggi dan berdampak pada tingginya biaya kemacetan. Kemacetan yang terjadi pada Simpang Gaden disebabkan oleh kendaraan angkutan umum (MPU) yang parkir sembarangan dan menurunkan penumpang di tengah jalan sehingga terjadi antrian yang panjang. Pada jam-jam puncak, Simpang Gaden merupakan penghubung pergerakan masyarakat dari pinggiran kota menuju tengah kota. Selain itu, adanya aktivitas pasar tradisional pada area persimpangan yang tidak memiliki lahan khusus sehingga para penjual berjualan di pinggir jalan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang kemudian memberikan solusi untuk menangani permasalahan pada simpang dan mengurangi biaya kemacetan. Data yang digunakan meliputi geometrik simpang, sinyal lalu lintas, volume lalu lintas pada jam puncak, dan kecepatan rata-rata kendaraan pada jam puncak. Penghitungan kinerja simpang menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, dan biaya kemacetan menggunakan rumus dari Tzedakis 1980. Setelah dilakukan penghitungan, didapatkan empat hasil sebagai berikut. Pertama, pada kondisi eksisting kapasitas simpang sebesar 925 smp/jam, nilai derajat kejenuhan sebesar 0,95, nilai tundaan rata-rata sebesar 57,52 det/smp, dan tingkat pelayanan atau level of service (LOS) simpang berada pada kategori E. Kedua, biaya kemacetan pada kondisi eksisting sebesar Rp6.802.954,26/jam. Ketiga, pada kondisi alternatif penanganan dengan pengaturan 2 fase tanpa belok kanan dan waktu siklus 40 detik, diperoleh kapasitas simpang sebesar 1107 smp/jam, nilai derajat kejenuhan sebesar 0,33, nilai tundaan rata-rata sebesar 15,53 det/smp, dan tingkat pelayanan simpang berada pada kategori B. Keempat, pada kondisi alternatif biaya kemacetan dapat dikurangi menjadi Rp1.203.275,48/jam.