Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Deiksis Sosial Dalam Vlog Upacara Bakar Jenazah Ngaben, Bali Berbasis Channel Youtube Karya Dzawin Nur Arifatul Hikmah; Edy Suryanto; Muhammad Rohmadi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 3 (2022): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i3.2894

Abstract

Youtube merupakan salah satu bentuk media komunikasi pada masa kini. Youtube sebagai media sosial masa kini memuat keberagaman penggunaan bahasa menjadi penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk dan fungsi deiksis sosial dalam vlog Upacara Bakar Jenazah Ngaben, Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Data penelitian ini merupakan data kualitatif berbentuk kata yang diperoleh dari analisis dokumen berupa vlog Upacara Bakar Jenazah Ngaben, Bali channel Youtube Dzawin Nur tayangan 19 Maret 2020. Sumber data penelitian ini adalah channel Youtube Dzawin Nur. Simpulan penelitian: (1) Dalam vlog Upacara Bakar Jenazah Ngaben, Bali ditemukan 19 bentuk deiksis sosial, antara lain: Coy, Gua, Aku, Saya, Ida Bagus, Dia, Gungde, Bli, Anda, Gus, Lu, Bro, Pak, Almarhum, Paman, Kamu, Jenazah, Teman-teman, dan Nyerot; (2) Fungsi deiksis sosial dalam vlog Upacara Bakar Jenazah Ngaben, Bali antara lain sebagai (a) pembeda status sosial dan konteks, (b) menunjukkan keakraban atau kekerabatan, (c) bentuk penghormatan, dan (d) bentuk penyelarasan aspek-aspek sosial budaya.
PROSES KREATIF DAN KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL BABAD NGALOR-NGIDUL KARYA ELIZABETH D. INANDIAK Bunga Hening Maulidina; Edy Suryanto; Nugraheni Eko Wardani
Widyaparwa Vol 47, No 2 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.588 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i2.187

Abstract

This study aims to describe and explain the creative process of authors and social criticism found in Babad Ngalor-Ngidul novel. This research use desciptive qualitative approach. Data sources in the form of Babad Ngalor-Ngidul novels by Elizabeth D. Inandiak and author interviews and data collection were carried out by purposive sampling. Data were analyzed based on the author's creative process theory and literary sociology in the form of speech, sentence, or discourse contained in the data source. Data is filtered and classified according to research objectives, which are related to the creative process of authors and social criticism. The results of the study stated that there is a connection between the creative process of the author and social criticism in the Babad Ngalor-Ngidul novel. The author's creative process is based on the eruption and earthquake events in Yogyakarta, and is influenced by the interaction of the author with the community of Kinahrejo and Bebekan. The criticisms contained in the Babad Ngalor-Ngidul novel are social, cultural and political criticisms of the dynamics of post-disaster community change. The creative process of the author and the delivery of the message of criticism are intertwined in the moderate position of literature as a form of sanctification (catharsis), and healing.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan proses kreatif pengarang dan kritik sosial yang terdapat pada novel Babad Ngalor-Ngidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari novel Babad Ngalor-Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak dan hasil wawancara pengarang serta pengambilan data dilakukan secara purposive sampling. Data dianalisis berdasarkan teori proses kreatif pengarang dan sosiologi sastra yang berupa tuturan, kalimat, atau wacana yang terdapat dalam sumber data. Data disaring dan diklasifikasikan sesuai tujuan penelitian, yakni terkait dengan proses kreatif pengarang dan kritik sosial. Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat kaitan antara proses kreatif pengarang dan kritik sosial yang ada dalam novel Babad Ngalor-Ngidul. Proses kreatif pengarang dilandasi atas peristiwa erupsi dan gempa di Yogyakarta serta dipengaruhi interaksi pengarang dengan masyarakat Kinahrejo dan Bebekan. Adapun kritik yang terdapat dalam novel Babad Ngalor-Ngidul adalah kritik sosial, budaya, dan politik atas dinamika perubahan masyarakat pascabencana. Proses kreatif pengarang dan penyampaian pesan kritik berkelindan dalam posisi moderat karya sastra sebagai bentuk penyucian (katarsis) serta penyembuhan.
Pengintegrasian Nilai-nilai Kebangsaan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada SMP di Surakarta Rika Cahyani Setyaningrum; Ain Nur Safira; Alfi Lutfiana Zahroini; Azis Sydney Nur Pradana; Christiana Arum Charlita; Ike Nur Baeti; Nurul Muharromah; Pandan Arum Ayu Damayanti; Rachma Intan Prasetyowati; Rizal Dwi Prassetiyo; Edy Suryanto; Kundharu Saddhono
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.378 KB) | DOI: 10.58192/sidu.v2i1.619

Abstract

Indonesian language learning is a national language learning that is closely related to national values. Until now, learning Indonesian is used as a main subject in an educational institution. The role of Indonesian in learning at the junior high school level is expected to be able to realize the profile of Pancasila students who are instilled through national values in learning Indonesian. Therefore, the research conducted included an educational institution, namely a junior high school with an area coverage in Surakarta. This article aims to focus on the integration of national values in Indonesian language learning to realize the Pancasila Student Profile at the junior high school level in the Surakarta region. This article uses a qualitative method using field note data that has been made. The data source for this article is field note data from the results of the implementation of junior high school students in the city of Surakarta.
Analisis Romantisme dalam Empat Kumpulan Sajak Kakawin Kawin Karya Ws Rendra Ngifat Khoerunnisa; Adina Anisnaeni Rizqina; Arinda Oktariski Setyaningsih; Azizah Nur Imani; Edy Suryanto
Simpati Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v1i3.223

Abstract

Every literary work has a message and meaning contained so that every reader can take lessons from the work, one of which is poetry. The purpose of this research is to analyze the elements or symbols of romance found in the Four Collections of Poetry by WS Rendra. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data sources used came from a book entitled Four Collections of Poetry in the Romance section of the Kakawin Kawin chapter by WS Rendra, namely (1) Love Letters; (2) Green Serenada; (3) Blue Serenada; (4) Episodes; (5) Serenade Violet; (6) Under the Moon; (7) White Serenade; (8) Black Serenade; (9) Gray Serenada, (10) Red Serenada; and (11) Letter to Mother: About Her Prospective Son-in-law. While the data sought is a symbol of romance. Data collection was carried out by document analysis using the method of taking notes and literary analysis, while to test the validity of the data using theoretical triangulation techniques. The results of this study found that there are various romantic symbols in the book entitled Four Collections of Poetry in the Kakawin Kawin chapter Romance section by WS Rendra.
MASKULINITAS TOKOH UTAMA PADA CERITA RAKYAT KAMANDAKA Aprilia Rizki Arifah; Nugraheni Eko Wardhani; Edy Suryanto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qbnget68

Abstract

ABSTRAK: Cerita rakyat Kamandaka sangat popular di Banyumas. Cerita Kamandaka menjelaskan perjalanan Kamandaka yang pergi berkelana mencari calon istrinya. Kisah Kamandaka dalam pengembaraanya menarik untuk diteliti dari segi kemaskulinitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan maskulinitas dalam tokoh utama cerita rakyat Kamandaka. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kajian gender. Teori maskulinitas yang digunakan ialah maskulinitas Janet Saltzman Chafetz. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat yang terdapat pada cerita rakyat Kamandaka Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini, tokoh Kamandaka memiliki 7 karakteristik maskulinitas, yaitu fisik, fungsional, agresif seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakter personal. Hal ini berarti bahwa maskulinitas pada cerita rakyat Kamandaka masih digambarkan secara tradisional dan positif. Maskulinitas tersebut sesuai dengan kondisi sosial dan budaya yang ada pada masyarakat Banyumas saat itu. Sikap positif Kamandaka dapat dijadikan teladan, khususnya untuk masyarakat Banyumas dan sekitarnya.
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI BERBASIS CERITA ANAK MELALUI PENANAMAN NILAI ETIS-SPIRITUAL DI SD Edy Suryanto; Raheni Suhita; Yant Mujiyanto
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i12015p57-68

Abstract

Abstract: the current study was intended to (1) find the model of character building for elementary school students, and (2) test the effectiveness of the character building model for elementary school students. The study utilized descriptive qualitative method. The data was collected by using observation, interview, document analysis, and test. The analysis technique of the interactive model and the product tryout were conducted by using experimental technique. The results of the study were (1) the early product development was prepared in such a way that the students would find the values by questioning and internalization processes through role playing, it would be meaningful if it was followed by making them habit in other relevant subjects, modeling, and giving examples; and (2) model could be used to effectively build the characters of the students in elementary schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) menemukan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD, dan (2) menguji keefektifan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan terknik observasi, wawancara, analisis dokumen, dan tes. Teknik analisis model interaktif dan pengujian produk dengan teknik eksperimen. Hasil penelitian, (1) pengembangan awal model dikemas sampai pada tahap siswa menemukan nilai melalui pertanyaan-pertanyaan dan proses internalisasi melalui bermain peran, hal itu bermakna bila ditindaklanjuti dengan pembiasaan pada mata pelajaran lain yang relevan, pemodelan, dan keteladan; dan (2) model dapat digunakan untuk pembangunan karakter siswa secara efektif di SD.
Tren Global dalam Model Pembelajaran Sastra: Analisis Bibliometrik Berdasarkan Database Scopus Syihaabul Hudaa; Muhammad Rohmadi; Raheni Suhita; Edy Suryanto; Luo Ying
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.14067

Abstract

This study is based on the importance of literature education in the development of Indonesian culture within the global cybernetics flow. However, Indonesian literature education, which has gained international interest, faces significant challenges. These challenges include the low appreciation for literature and the difficulty of global access. This study aims to analyze global trends in the model of Indonesian literature education using bibliometric methods based on data from the Scopus database. The analysis aims to understand research patterns and international contributions to the development of literature education models. Through the collection and analysis of metadata from over 900 articles, this study found significant developments in publication numbers, increased international collaboration, and emerging trends since 2015. The results indicate that the use of digital technologies, such as interactive learning applications, is crucial in adapting literature education to the existing global trends.