Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

FLASH CARDS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KREATIF PENGENALAN BAHASA JAWA KRAMA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG BERKATEGORI TUNAGRAHITA DI KABUPATEN KARANGANYAR Kenfitria Diah Wijayanti; Dyah Padmaningsih
LITERASI: Indonesian Journal of Humanities Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Humanities, Jember University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to get an overview of the characteristics of the Javanese language used by students with mental retardation and to explain the effectiveness of the Javanese language learning in children with mental retardation using flash cards media. This type of qualitative research focused on a phenomenon studied in depth. The population sample of this study included 30 students of the SDLBN Cangakan Karanganyar. The characteristicts of Javanese language use among the mentally disabled children are: (1) sound imitation, (2) a foreign vocabulary, (3) first spoken language, (4) foreign language, (5) the answers to vocabulary, and (6) the pronunciation of syllables upside down. The application of flash media cards yielded the following results. In Phase I it is obtained an average performance of 50.3%, 59.3% in Phase II, and 61.3 % in Phase III. Keywords: learning media, flash cards, tunagrahita
Sosialisasi Berantas Stunting “BENING” dan Praktik Pengelolaan Sampah Masakan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Adik Annisa Fitri Suryani; Hammam Fauzi; Afi Imroatul Mufidah; Azizah Sofiana; Elvina Dhamayanti; Kusuma Ayu Astria; Miftakhul Khusna Kurniawati; Prasetyo Nugroho; Rachmijanti Anggreana; Yustri Apri Margarini; Kenfitria Diah Wijayanti
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 5 (2022): September
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v1i5.158

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children (body and brain growth) due to chronic nutrition for a long time so that children are shorter than normal children their age and have delays in intelligence. In Indonesia, the incidence of short toddlers ranks 5th in the world. Factors causing stunting can be classified into two environmental factors, namely the health of pregnant women and those who are less healthy. To overcome this problem, Group 02 KKN UNS 2022 held a socialization on eradicating stunting and food waste management practices, entitled BENING socialization "Berantas Stunting" and NGEPAS UTANG "Pengelolaan Sampah Masakan untuk Ibu Tangguh dan Gemilang". This service activity applies two methods, namely the expository method and the demo method. In this activity, participants were given material about the dangers of stunting, the causes and ways to prevent stunting. After explaining the material, discussing and asking questions about stunting, participants were given education about the dangers of household waste if it is not managed properly, which is one of the causes of stunting. Socialization activities and food waste management run regularly and according to expectations.
Keterampilan Menulis Sinopsis Teks Cerita Rakyat Berbahasa Jawa Melalui Model Think Talk Write Dengan Media Adobe Flash CS6 Mutiara Hayyu Barwita; Edy Suryanto; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65238

Abstract

Keterampilan menulis dan kemampuan siswa mengembangkan ide dalam menulis sinopsis berbahasa Jawa belum sesuai harapan. Karena itu, guru memiliki peran penting melakukan pembelajaran inovatif. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti yakni guna meningkatkatkan kualitas proses serta hasil dari keterampilan menulis sinopsis teks cerita rakyat berbahasa Jawa menerapkan model Think Talk Write (TTW) dserta penggunaan adobe flash CS6 sebagai media interaktif. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini melaksanakan dua siklus dan setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI BDP 1 SMK Negeri 2 Tegal sebanyak 36 siswa. Sumber data berasal dari peristiwa, dokumen dan informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik deskriptif didasarkan pada analisis kualitatif dan kuantitatif. Penerapan model TTW dengan media interaktif adobe flash CS6 dapat meningkatkan keterampilan menulis sinopsis siswa dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada prasiklus, proses pembelajaran menerapkan metode ceramah sehingga keterampilan menulis sinopsis siswa masih rendah. Pada siklus I mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa meskipun belum optimal sebab, beberapa siswa masih belum fokus dalam pelajaran dan siswa pasif sehingga ketika ada kesulitan tidak berani bertanya. Diterapkannya media adobe flash dapat melatih siswa aktif dengan mengikutsertakan siswa dalam penyampaian materi sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari. Adanya diskusi menggunakan model TTW untuk bertukar pikiran antarsiswa dapat menyempurnakan ide/pokok pikiran masing-masing siswa. Pada siklus II, penggunaan model dan media lebih dioptimalkan untuk mencapai hasil yang maksimal. Siklus I memperoleh persentase ketuntasan siswa 50% dengan nilai rata-rata 65,81, sedangkan siklus II meningkat 80,56% dengan nilai rata-rata 75,75. Pemahaman siswa mengenai sinopsis lebih baik. Keterampilan menulis siswa masuk kriteria sangat baik, yaitu sebanyak 29 siswa masuk kriteria tuntas, sedangkan 7 siswa masuk kriteria belum tuntas sesuai batas KKM 65. Penyebab siswa belum tuntas karena mereka kurang mampu mengembangkan ide akibat keterbatasan individu dalam penggunaan bahasa Jawa. Langkah selanjutnya, siswa diberi berbagai macam contoh cerita rakyat untuk melatih penguasaan kosakata.
Analisis Metafora dan Nilai Pendidikan dalam Antologi Geguritan Salam Sapan Saka Gunung Gamping Karya Sunaryata Soemardjo serta Relevansinya sebagai Materi Ajar pada Pembelajaran Menulis Geguritan Kelas VII SMP Ema Khafidhotur Qur’ainin; Raheni Suhita; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65719

Abstract

Masalah yang ditemukan dalam pembelajaran menulis geguritan terkait dengan keterbatasan materi yang didapat siswa terpaku pada buku teks, lembar kerja siswa dan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur metafora beserta pilihan citranya, nilai pendidikan, serta relevansi antologi geguritan Salam Sapan saka Gunung Gamping karya Sunaryata Soemardjo sebagai materi ajar kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Data pada penelitian ini yaitu analisis struktur metafora serta pilihan citranya, nilai pendidikan, dan relevansi antologi tersebut sebagai materi ajar SMP kelas VII. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas data dalam penelitian ini dengan teknik triangulasi teori dan sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan dengan verifikasinya. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan struktur metafora ditemukan dalam bentuk tataran frasa dan klausa serta citra metaforanya yaitu: antropomorfik, hewan, abstrak ke konkret, dan sinestesia. Nilai pendidikan yang terkandung meliputi: nilai religius, nilai moral, nilai sosial, dan nilai budaya. Antologi geguritan Salam Sapan saka Gunung Gamping karya Sunaryata Soemardjo terbukti relevan untuk dijadikan materi ajar kelas VII SMP. Saran dari peneliti hendaknya guru memanfaatkan antologi geguritan ini sebagai materi ajar yang didukung dengan metode dan media kreatif serta siswa hendaknya menumbuhkan rasa cinta terhadap sastra Jawa melalui kegiatan menulis geguritan.
Analisis Kohesi dalam Iklan Radio Berbahasa Jawa Serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Pariwara di SMA Priyangga Dyah Ayu Pitaloka; Raheni Suhita; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65701

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa diperoleh pada tiap satuan pendidikan di SMA. Materi dalam pembelajaran tersebut beraneka ragam, misalnya pembelajaran pariwara di SMA. Materi pariwara di SMA biasanya hanya berasal dari buku teks. Guru sulit mencari materi yang berkaitan dengan pariwara. Iklan radio berbahasa Jawa sesungguhnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber baru dalam materi ajar untuk mengatasi kesulitan tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna kohesi leksikal pada iklan radio berbahasa Jawa serta relevansinya sebagai materi pembelajaran pariwara di SMA. Lokasi penelitian yang digunakan untuk memperoleh data relevansi materi ajar pariwara bertempat di SMA Negeri 1 Gemolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi pada iklan radio berbahasa Jawa. Iklan radio berbahasa Jawa yang digunakan yaitu periode Maret-April 2019 dengan lingkup area Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Adapun nama radio yang digunakan yaitu CJDW 107 FM, MDS 14,47 FM, Argososro 93,2 FM,  Persatuan Bantul 94,2 FM, Fortuna 101,9 FM, H 89,6 FM, Citra 98,8 FM, Gema Soedirman 96,3 FM, dan Handayani Adhiloka 99,9 FM.  Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam wacana iklan radio berbahasa Jawa mengandung semua bentuk kohesi leksikal yang terdiri atas repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, ekuivalensi, dan hiponimi. Wacana iklan radio berbahasa Jawa relevan dan sesuai dengan pembelajaran bahasa Jawa kelas XI semester genap pada kompetensi dasar menelaah teks iklan berbahasa Jawa dan menulis teks iklan berbahasa Jawa.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA KUNCUNG BAWUK TVRI JOGJA Lia Kurnia; Kenfitria Diah Wijayanti; Favorita Kurwidaria
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4, No 1 (2020): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v4i1.66428

Abstract

This research aims to describe and explain the form of language politeness in the program Kuncung Bawuk TVRI Jogja. This research is a qualitative descriptive study. The approach used is a pragmatic approach. The data in this study are utterances containing language politeness, while the source of data in this study is the transcript of the dialogue in the program Kuncung Bawuk. The data collection technique was carried out by the listening method and the speaking method. The sampling technique used in this research is purposive sampling or certain considerations. The data validity test technique in this study used theoretical triangulation. The data analysis technique used in this research is content analysis technique. Based on the results of the research that has been done, the speech in the program Kuncung Bawuk TVRI Jogja, found the form of politeness in Javanese language as many as 23 data including: (a) the maxim of kurmat/respect as many as 10 data; (b) maxim andhap asor/humble as many as 3 data; (c) the maxim of empan papan/awareness of place as many as 6 data; and (d) the maxim of tepa slira/tolerance of 4 data.
Makna Filosofis dalam Tradisi Dhawuhan di Desa Warujanggan Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan dan Relevansinya sebagai Materi Ajar di SMP Hanjani Murti Pratika; Djoko Sulaksono; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna filosofis yang ada dalam tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan dan relevansinya sebagai materi ajar di SMP pada kompetensi dasar menelaah teks deskriptif tentang upacara adat daerah sesuai dengan karakteristik. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif berupa wawancara. Teknik sampling yang yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik yang digunakan untuk uji validitas adalah triangulasi sumber dan triangulasi teori. Analisis data menggunakan model analisis etnografi model Spradley. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) wujud makna filosofis tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan berdasarkan rangkaian kegiatan memiliki 5 makna filosofis; (2) wujud sesaji pada tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan memiliki 12 makna filosofis; (3) tradisi Dhawuhan di desa Warujanggan memiliki relevansi sebagai materi ajar di SMP karena memiliki empat aspek, diantaranya: aspek ketuhanan, aspek sosial, aspek kognitif, dan aspek keterampilan. Hasil dari penelitian ini setidaknya memberikan referensi bagi guru untuk mengajarkan tradisi di daerah sendiri dan mampu memotivasi siswa untuk lebih giat belajar mengingat mereka belajar secara langsung ketika tradisi tersebut dilaksanakan.
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Pementasan Wayang Climen Lakon Semar Kelangan Wadhag dan Relevasinya sebagai Materi Ajar Memahami Isi Teks Cerita Mahabharata di SMA Benny Setyo Adi Nugroho; Kenfitria Diah Wijayanti; Edy Suryanto
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65216

Abstract

This research aims to disseminate. (1) Principle of language politeness on the staging of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag, (2) a form of violation of the principle of language politeness in the staging of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag and (3) Relevance of the results of analysis of puppet performance climen play Semar Kelangan Wadhag as an alternative teaching material understanding the contents of the mahabharata story text class X even semester. This type of research is a descriptive analysis. The method used in collecting this research data is to check and do the transcript process on the staging of puppets of semar Kelangan Wadhag to produce manuscripts (texts). The next process is data identification, and finally data reduction is carried out. The validity of data is derived from the process of triangulation of data sources, observations, and theories. The results : (1) a form of the principle of language manners in the performance of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag in accordance with Geoffrey Leech's principle of (a) maksim wisdom, (b) maximal mercy, (c) maximality, (d) maximal acceptance, (e) maksim humility, and (f) maximal fit. The principle of the dominant language manners in this story is the maxim, because in this story the puppeteer emphasizes to always be wise in overcoming all problems. (2) The form of violation of the principle of politeness in this story is dominant in the maxim of acceptance or appreciation of a number of 5 (five) data, because in this story there are many conflicts that demean the opposing figure. (3) Relevance of the results of the analysis of puppet performance climen play Semar Kelangan Wadhag as an alternative teaching material to understand the contents of the mahabharata story text class X even semester. After analysis and interviews in this study can be used as teaching material to understand the contents of the mahabharata story text of class X even semester. With the puppet climate, it provides a new color for learning material with a short duration but still contains the moral values contained in the puppet performances that are played, because this play contains moral values and character and is by today's conditions.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Materi Memahami Cerita Ramayana Resi Jatayu Melalui Model Pembelajaran Online Muhammad Ihsan Habibulloh; Edy Suryanto; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65696

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kesulitan belajar, faktor penyebab, dan upaya pemecahan masalah kesulitan belajar yang dialami oleh siswa berkebutuhan khusus materi memahami cerita Ramayana Resi Jatayu dengan model pembelajaran online . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Simpulan penelitian ini adalah (1) kesulitan belajar yang dialami siswa yaitu sulit memahami materi, memahami cerita wayang, mengakses materi dan tugas, serta berkomunikasi dengan guru; (2) faktor penyebab kesulitan belajar siswa dibedakan menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Faktor internalnya yaitu (a) jasmani: permasalahan penglihatan siswa (tunanetra); (b) rohani: malas belajar, kurangnya semangat siswa dalam belajar, emosi siswa labil. Adapun faktor eksternalnya yaitu (a) faktor keluarga: kurangnya perhatian orang tua, kondisi rumah ramai, tidak memiliki gawai pribadi, serta koneksi jaringan buruk; (b) faktor sekolah: pemberian tugas banyak; (c) faktor lingkungan sosial: mengikuti kebiasaan teman; (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasinya yaitu memberikan materi ringkas dan menarik, melakukan home visit, memberikan materi dalam bentuk pesan suara, dan memberikan motivasi pada siswa agar semangat belajar.
Analisis Konflik Sosial pada Novel Sapecak Bumi Sing Kobong Karya Hastin Zaina serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Bahasa Jawa di SMA Arsha Aswindra; Atikah Anindyarini; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65944

Abstract

Karya sastra yang dinamis dan selalu berkembang membuat penelitian sastra juga terus bermunculan. Karya sastra berupa novel Jawa belum banyak diminati oleh para siswa untuk dijadikan sumber belajar di sekolah. Maka dari itu, perlu adanya penelitian sastra yang membahas novel Jawa untuk menghasilkan materi ajar pendidikan sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa. Alternatif sumber belajar baru dapat memberikan kesan yang lebih variatif dan menarik dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud unsur intrinsik pada novel Sapecak Bumi sing Kobong karya Hastin Zaina, wujud konflik sosial pada novel Sapecak Bumi sing Kobong karya Hastin Zaina, dan relevansi novel Sapecak Bumi sing Kobong dengan materi ajar bahasa Jawa di SMA. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menggunakan data berupa kutipan dan ujaran yang diperoleh dari sumber data dokumen serta informan. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi teori dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Prosedur penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian dapat diuraikan menjadi wujud unsur intrinsik novel yang meliputi tema, amanat, alur, tokoh/penokohan, dan latar/setting, konflik sosial yang diklasifikasikan menjadi kejahatan, disorganisasi keluarga, peperangan, pelanggaran norma, novel Sapecak Bumi sing Kobong telah relevan sebagai materi ajar bahasa Jawa di SMA