Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Patient Experience dalam Proses Pendaftaran dengan Kepuasan Pasien BPJS di RSUD I. A Moeis Samarinda Rastia Rastia; Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61525

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting keberhasilan pelayanan kesehatan, terutama pada tahap awal pelayanan yaitu proses pendaftaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan patient experience dalam proses pendaftaran dengan kepuasan pasien BPJS berdasarkan frekuensi kunjungan di RSUD I. A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian berjumlah 109 pasien rawat jalan di Poli Penyakit Dalam, Poli Gigi, dan Poli Fisioterapi yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki patient experience dalam kategori cukup, sedangkan tingkat kepuasan pasien didominasi oleh kategori puas. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara patient experience dengan kepuasan pasien pada seluruh responden (r = 0,637; p < 0,001). Pada kelompok pasien kunjungan pertama kali diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,581 (p < 0,001), sedangkan pada kelompok kunjungan lebih dari satu kali diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,664 (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik patient experience yang dirasakan pasien selama proses pendaftaran, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi RSUD I. A. Moeis Samarinda dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendaftaran serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Upaya Peningkatan Pemahaman Pasien terhadap Sistem Pendaftaran Mobile JKN di Rumah Sakit X Rastia Rastia; Nurhasanah Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10913

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman pasien terhadap sistem pendaftaran Mobile JKN di Rumah Sakit X, serta merumuskan alternatif pemecahan masalah yang dapat mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan berbasis digital. Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, mengurangi antrean, dan mempermudah akses pasien terhadap layanan kesehatan. Namun, pemanfaatan aplikasi tersebut masih belum optimal karena sebagian pasien mengalami kesulitan dalam penggunaan sistem pendaftaran online. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi masalah, analisis akar penyebab menggunakan diagram fishbone, serta penentuan prioritas masalah menggunakan metode Reinke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital pasien merupakan faktor utama yang memengaruhi rendahnya penggunaan Mobile JKN. Selain itu, kurangnya pemahaman mengenai prosedur pendaftaran online, keterbatasan kemampuan penggunaan teknologi pada kelompok lanjut usia, serta kendala akses akun seperti lupa kata sandi turut menjadi faktor penghambat. Analisis prioritas menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital pasien menjadi fokus utama yang perlu mendapatkan perhatian rumah sakit. Alternatif solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan edukasi penggunaan Mobile JKN melalui media informasi yang mudah dipahami, pendampingan pasien pada saat proses pendaftaran, serta penguatan sosialisasi mengenai manfaat dan tata cara penggunaan aplikasi.
Upaya Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Melalui Penguatan Kerjasama di Rumah Sakit X Nurinda Triaswati; Nurhasanah Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10914

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung mutu pelayanan rumah sakit. Ketidaksesuaian antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja pada formasi jabatan tertentu dapat berdampak pada peningkatan beban kerja, penurunan efektivitas operasional, serta berkurangnya kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kekurangan sumber daya manusia pada formasi jabatan tertentu serta merumuskan strategi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja melalui penguatan kerja sama dengan berbagai institusi pendukung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui identifikasi masalah, analisis akar penyebab menggunakan diagram fishbone, serta penentuan prioritas solusi menggunakan metode Reinke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan sumber daya manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sistem rekrutmen yang belum optimal, proses penerimaan pegawai yang membutuhkan waktu relatif lama, keterbatasan anggaran dan fasilitas, persaingan antar tempat kerja, serta rendahnya jumlah pelamar pada jabatan tertentu. Analisis kebutuhan tenaga kerja menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah formasi jabatan yang belum terisi sehingga berpotensi menghambat efektivitas pelayanan rumah sakit. Berdasarkan hasil penentuan prioritas solusi, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi dan organisasi profesi menjadi alternatif terbaik dalam mendukung penyediaan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah pelamar, mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, serta mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan berkualitas. Selain itu, kolaborasi yang berkelanjutan dapat memperluas akses rumah sakit terhadap sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja.
Sosialisasi Program Kesehatan Gratispol Untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat di Kalimantan Timur Muhammad Hamdan Riyadi; Herni Johan; Nurhasanah Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12403

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program kesehatan gratis seperti GratisPol, PKG, rumah sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda Permasalahan Utama yang di temukan adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme, prosedur, dan cakupan layanan, yang berdampak pada kesalahan alur pendaftaran , keterlambatan pelayanan, serta kurang optimalnya pemanfaatan program. Metode yang digunakan yaitu analisis masalah menggunkan fishbone, menentukan prioritas penyelesaian masalah melalui metode Reinke dan penyusunan Plan of action. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyebab masalah berdasarkan aspek man, methode, money dan material. Pemyelesaian masalah yang memiliki skor reinke tertinggi yaitu sosialisasi program kesehatan gratis menggunakan leaflet, banner, media sosial dan penyuluhan langsung.Dengan kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan yang tepat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal. Namun, keberhasilan program masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya dan dukungan pendanaan, segingga diperlukan upaya berkelanjutan dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas edukasi dan jangkauan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan sosialisasi merupakan strategi yang paling efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan yang ada, dibandingkan alternatif solusi lainnya, karena mampu menjangkau masyarakat secara luas dengan biaya yang relatif terjangkau. Selain itu, keberhasilan kegiatan juga didukung oleh adanya interaksi langsung antara tenaga kesehatan dan masyarakat yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah sehingga informasi lebih mudah dipahami informasi.