Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Upaya Menurunkan Waktu Tunggu melalui Pelatihan Manajemen Waktu dan Pelayanan Prima di Puskesmas Sungai Mariam Al Fitri Aulia; Nurhasanah Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9394

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas Sungai Mariam. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di puskesmas adalah lamanya waktu tunggu pelayanan poli yang dapat memengaruhi mutu pelayanan dan tingkat kepuasan pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta memberikan solusi terhadap permasalahan waktu tunggu pelayanan poli di Puskesmas Sungai Mariam Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, studi dokumentasi, serta analisis manajemen pelayanan kesehatan menggunakan metode Fishbone Diagram untuk mengetahui akar penyebab masalah. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa lamanya waktu tunggu dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, metode pelayanan yang belum optimal, sistem antrean yang kurang efektif, serta manajemen waktu kerja tenaga kesehatan yang belum terorganisasi dengan baik. Selain itu, kurangnya koordinasi antarpetugas juga menjadi faktor pendukung terjadinya keterlambatan pelayanan. Solusi yang dirancang berupa pelatihan manajemen waktu dan pelayanan prima bagi tenaga kesehatan guna meningkatkan efisiensi pelayanan, kemampuan komunikasi efektif, serta kualitas pelayanan kepada pasien. Implementasi plan of action yang disusun diharapkan mampu menurunkan waktu tunggu pelayanan poli, meningkatkan kinerja tenaga kesehatan, memperbaiki sistem pelayanan di puskesmas, serta meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dan optimal bagi seluruh masyarakat sekitar wilayah kerja puskesmas tersebut.
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Nadya Febriantie; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55416

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan penyakit kronis merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun masih dipengaruhi oleh berbagai determinan, salah satunya tingkat sosial ekonomi. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pengobatan, serta mempertahankan kepatuhan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi pasien dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 pasien penyakit kronis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat sosial ekonomi dan kepatuhan pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik (87,1%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (94%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pengobatan, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sosial ekonomi berperan dalam mendukung kepatuhan pasien, faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan juga memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan perlu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada edukasi pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Pengaruh Keselamatan Pasien Terhadap Beban Kerja Pada Perawat Rawat Inap di RSUD I.A Inche Abdul Moeis Samarinda Cahya Rio Nur Rahman; Nurhasanah Nurhasanah; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56736

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan mutu dan keamanan pelayanan kesehatan. Namun di sisi lain juga menghadapi tuntutan kerja yang tinggi, penerapan standar keselamatan pasien sering diasumsikan dapat menambah beban kerja perawat karena adanya kewajiban prosedural serta dokumentasi yang harus dipenuhi. Permasalahan tersebut melatarbelakangi penelitian ini untuk mengetahui apakah keselamatan pasien berpengaruh terhadap beban kerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keselamatan pasien terhadap beban kerja perawat rawat inap di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi selama periode penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan keselamatan pasien berada pada kategori sedang sebesar 73,6%. Uji statistik korelasi Spearman menghasilkan nilai korelasi −0,129 dengan p-value 0,221, sehingga H0 diterima. Hal dapat di simpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan pasien dan beban kerja perawat.
Pengaruh Kompetensi Terhadap Beban Kerja Pada Perawat Rawat Inap di Rsud I.A Moeis Samarinda Intan Nur Azizah; Nurhasanah Nurhasanah; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56932

Abstract

Based on the data obtained regarding the workload experienced by nurses, nurse workload is a real problem at I.A. Moeis Regional General Hospital Samarinda. This condition occurs when in one shift, 6 nurses handle up to 40 patients or more. As many as 67% of nurses stated that the workload is in the heavy category. This condition triggers work fatigue and risks reducing the quality of service and patient safety. One factor suspected of influencing workload is nurse competence in carrying out clinical tasks, communication, and nursing care management. Low competence can slow down actions, increase work errors, and increase work pressure in the inpatient ward. This study aims to analyze the effect of competence on the workload of inpatient nurses using quantitative methods with a cross-sectional design on 91 respondents through a purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire that has been tested for validity and reliability and analyzed using the Spearman Rank test. The correlation test showed an r value of 0.001 with a p value of 0.993. Thus, the results of the study show that the null hypothesis (Hâ‚€) is accepted, which means that there is no significant influence of competence on the workload of inpatient nurses at I.A Moeis Regional General Hospital, Samarinda.
Hubungan Antara Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit Kronis Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Cinta Sasmita Rahma Illahi; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah; Rr. Nindya Mayangsari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57051

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien terhadap terapi yang dijalani. Namun, rendahnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan masih menjadi permasalahan utama yang dapat menghambat keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit kronis yang dideritanya. Oleh karenanya, penelitian ini memiliki urgensi untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 pasien penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit kronis dan kuesioner kepatuhan pengobatan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Pasien dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan pengetahuan yang rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan pasien tentang penyakit kronis berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.