Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Risma-Edu Berbasis Sistem Manajemen Risiko dalam Peningkatan Keselamatan Pasien pada Asuhan Kebidanan Rahmawati Rahmawati; Irfan Irfan; Nurhasanah Nurhasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.400

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kematian ibu dan insiden keselamatan pasien di Samarinda yang sebagian besar dapat dicegah melalui penerapan manajemen risiko. Tujuan penelitian adalah menguji efektivitas media edukasi digital Risma-Edu dalam meningkatkan pengetahuan dan penerapan manajemen risiko oleh bidan guna mendukung keselamatan pasien. Penelitian dilaksanakan Juni–September 2024 dengan desain quasi-eksperimen pretest–posttest control group pada bidan di Kota Samarinda. Tahapan meliputi pengembangan modul dan uji coba Risma-Edu, pengukuran pretest, pemberian intervensi selama empat minggu, serta posttest yang dianalisis menggunakan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan manajemen risiko pada kelompok intervensi dari rata-rata 56,3 menjadi 82,7, serta penerapan manajemen risiko dari 52,8 menjadi 79,4 (p<0,001). Skor keselamatan pasien juga lebih tinggi pada kelompok intervensi (85,6) dibandingkan kontrol (69,2) dengan p<0,001, disertai penurunan rata-rata insiden near-miss sebesar 56%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Risma-Edu terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan penerapan manajemen risiko bidan serta berdampak signifikan pada peningkatan keselamatan pasien dalam asuhan kebidanan di Kota Samarinda.
DETERMINAN PERILAKU 3M PADA MASA PANDEMI COVID-19DI KOTA SAMARINDA Nurhasanah Nurhasanah
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 1 No. 2 (2022): ZAHRA (JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Behaviors of 3M is a mandatory behaviours to reduce the current rate transmission of covid-19 in this new normal era. This study aims to find out the determinant of 3M behaviors in Samarinda City. The study used a cross sectional design with 182 sampels used simple random sampling. The instrument was done google questionnaire form. Data analysis used chi square test. The result shows that 53% respondents are washing hand with a good category, 57% respondents had a bad behavior of physical distancing; 58% respondents had a good behaviour of wearing mask. The chi square test shows that p value for sex, age and level of education with washing hand, physical distancing, and wearing mask are 0,000; 0,03; 0,173; 0,804; 0,390; 0,04; 0,143; 0,135; 0,114. The conclusions of  this study are determinant of washing hand are sex and age meanwhile the determinant of physical distancing is education
Upaya Menurunkan Waktu Tunggu melalui Pelatihan Manajemen Waktu dan Pelayanan Prima di Puskesmas Sungai Mariam Al Fitri Aulia; Nurhasanah Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9394

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas Sungai Mariam. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di puskesmas adalah lamanya waktu tunggu pelayanan poli yang dapat memengaruhi mutu pelayanan dan tingkat kepuasan pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta memberikan solusi terhadap permasalahan waktu tunggu pelayanan poli di Puskesmas Sungai Mariam Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, studi dokumentasi, serta analisis manajemen pelayanan kesehatan menggunakan metode Fishbone Diagram untuk mengetahui akar penyebab masalah. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa lamanya waktu tunggu dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, metode pelayanan yang belum optimal, sistem antrean yang kurang efektif, serta manajemen waktu kerja tenaga kesehatan yang belum terorganisasi dengan baik. Selain itu, kurangnya koordinasi antarpetugas juga menjadi faktor pendukung terjadinya keterlambatan pelayanan. Solusi yang dirancang berupa pelatihan manajemen waktu dan pelayanan prima bagi tenaga kesehatan guna meningkatkan efisiensi pelayanan, kemampuan komunikasi efektif, serta kualitas pelayanan kepada pasien. Implementasi plan of action yang disusun diharapkan mampu menurunkan waktu tunggu pelayanan poli, meningkatkan kinerja tenaga kesehatan, memperbaiki sistem pelayanan di puskesmas, serta meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dan optimal bagi seluruh masyarakat sekitar wilayah kerja puskesmas tersebut.
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Nadya Febriantie; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55416

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan penyakit kronis merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun masih dipengaruhi oleh berbagai determinan, salah satunya tingkat sosial ekonomi. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pengobatan, serta mempertahankan kepatuhan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi pasien dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 pasien penyakit kronis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat sosial ekonomi dan kepatuhan pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik (87,1%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (94%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pengobatan, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sosial ekonomi berperan dalam mendukung kepatuhan pasien, faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan juga memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan perlu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada edukasi pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Pengaruh Keselamatan Pasien Terhadap Beban Kerja Pada Perawat Rawat Inap di RSUD I.A Inche Abdul Moeis Samarinda Cahya Rio Nur Rahman; Nurhasanah Nurhasanah; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56736

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan mutu dan keamanan pelayanan kesehatan. Namun di sisi lain juga menghadapi tuntutan kerja yang tinggi, penerapan standar keselamatan pasien sering diasumsikan dapat menambah beban kerja perawat karena adanya kewajiban prosedural serta dokumentasi yang harus dipenuhi. Permasalahan tersebut melatarbelakangi penelitian ini untuk mengetahui apakah keselamatan pasien berpengaruh terhadap beban kerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keselamatan pasien terhadap beban kerja perawat rawat inap di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi selama periode penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan keselamatan pasien berada pada kategori sedang sebesar 73,6%. Uji statistik korelasi Spearman menghasilkan nilai korelasi −0,129 dengan p-value 0,221, sehingga H0 diterima. Hal dapat di simpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan pasien dan beban kerja perawat.
Pengaruh Kompetensi Terhadap Beban Kerja Pada Perawat Rawat Inap di Rsud I.A Moeis Samarinda Intan Nur Azizah; Nurhasanah Nurhasanah; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56932

Abstract

Based on the data obtained regarding the workload experienced by nurses, nurse workload is a real problem at I.A. Moeis Regional General Hospital Samarinda. This condition occurs when in one shift, 6 nurses handle up to 40 patients or more. As many as 67% of nurses stated that the workload is in the heavy category. This condition triggers work fatigue and risks reducing the quality of service and patient safety. One factor suspected of influencing workload is nurse competence in carrying out clinical tasks, communication, and nursing care management. Low competence can slow down actions, increase work errors, and increase work pressure in the inpatient ward. This study aims to analyze the effect of competence on the workload of inpatient nurses using quantitative methods with a cross-sectional design on 91 respondents through a purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire that has been tested for validity and reliability and analyzed using the Spearman Rank test. The correlation test showed an r value of 0.001 with a p value of 0.993. Thus, the results of the study show that the null hypothesis (H₀) is accepted, which means that there is no significant influence of competence on the workload of inpatient nurses at I.A Moeis Regional General Hospital, Samarinda.
Hubungan Antara Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit Kronis Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Cinta Sasmita Rahma Illahi; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah; Rr. Nindya Mayangsari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57051

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien terhadap terapi yang dijalani. Namun, rendahnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan masih menjadi permasalahan utama yang dapat menghambat keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit kronis yang dideritanya. Oleh karenanya, penelitian ini memiliki urgensi untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 pasien penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit kronis dan kuesioner kepatuhan pengobatan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Pasien dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan pengetahuan yang rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan pasien tentang penyakit kronis berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Business Architecture Planning to Develop an Academic System Using the TOGAF Architecture Development Method Reza Andrea; Sri Rakhmawati; Puji Astuti Amalia; Maulita Maulita; Imran Imran; Salmon Salmon; Nurhasanah Nurhasanah; Haeruddin Haeruddin; Widyatmike Gede Mulawarman; Nurlaili Nurlaili; Angel Crystia Nadia
Research in Education, Technology, and Multiculture Vol 5, No 1 (2026): Research in Education, Technology, and Multiculture
Publisher : Institute of Multidisciplinary Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61436/rietm/v5i1.pp75-92

Abstract

The increasing complexity of academic administration activities at Mutiara Mahakam Samarinda College of Health Sciences requires an integrated information system architecture capable of supporting effective and accurate management. The current academic services are still partially managed through manual, fragmented procedures, resulting in inefficiencies in data management, information exchange, and administrative processes. This study aims to design an enterprise architecture blueprint for the Academic Administration and Student Affairs unit using the TOGAF Architecture Development Method (ADM) framework. This paper employed a qualitative case study approach using observations, interviews, and document analysis with stakeholders in academic administration and student affairs management. The architectural planning process adopted several TOGAF ADM phases, including the preliminary, architecture vision, business architecture, information system architecture, and technology architecture phases. The business architecture analysis identified the primary academic service processes: new student admissions, academic operations, student graduation management, and alumni data administration. Information system architecture defined the required data entities and application modules to support integrated academic services. In contrast, the technology architecture proposed improvements in network infrastructure, server capacity, and cloud-based data management to enhance operational effectiveness and data accessibility. The results indicate that the proposed enterprise architecture blueprint can provide a structured framework for developing integrated academic information systems aligned with institutional business objectives. The proposed architecture also supports better coordination among organizational units, improves the efficiency of academic services, and enhances institutional readiness for future digital transformation initiatives. Implementation of the proposed enterprise architecture is expected to strengthen information management, improve service quality, and support strategic decision-making processes within the College of Health Sciences. Keywords: TOGAF, Architecture, Academics, Systems, Business, College of Health Sciences
Development of the “Digihet” Multimedia Education Program to Improve Health Quality in the Setara Community Group Nurhasanah Nurhasanah; Reza Andrea; M Ardan
TEPIAN Vol. 5 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tepian.v5i2.3058

Abstract

The digital divide and low health quality are challenges faced by the Setara South Sempaja community group. The impact of flooding is a health problem frequently experienced by this community group. The Technology and Health Education Program (Digihet) is designed to address this issue by providing education on the use of digital technology and clean and healthy living patterns to vulnerable groups affected by health problems. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of the Digihet program in improving digital literacy, specifically in clean and healthy living patterns, and the quality of life of the community. The Digihet program is developed using multimedia development techniques, starting from the concept design stage to distribution. The Digihet program teaches about 10 clean and healthy living skills for households, including childbirth assisted by healthcare professionals, exclusive breastfeeding for babies, weighing babies and toddlers, using clean water, washing hands with clean water and soap, using healthy latrines, eradicating mosquito larvae at home, eating fruits and vegetables every day, engaging in physical activity every day, and not smoking indoors. Data were collected through beta testing, and the research results showed that the Digihet program is effective in increasing digital literacy in forming clean and healthy living patterns. The results of this study are expected to serve as a basis for developing multimedia health education programs and contribute to enhancing the understanding of the relationship between digital literacy, public health, and information technology in the context of household health quality.
Hubungan Literasi Administrasi Kesehatan dengan Kepuasan Pasien BPJS di RSUD I.A Moeis Samarinda Nurinda Triaswati; Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61445

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, dan salah satu faktor yang diduga memengaruhinya adalah literasi administrasi kesehatan, yaitu kemampuan pasien mengakses, memahami, mengambil keputusan, dan menggunakan informasi terkait prosedur administrasi pelayanan. Observasi awal di RSUD I.A. Moeis Samarinda menunjukkan sebagian pasien belum memahami alur pendaftaran maupun penggunaan anjungan pendaftaran mandiri (APM). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan literasi administrasi kesehatan dengan kepuasan pasien berdasarkan frekuensi kunjungan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 109 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dari populasi 10.269 pasien rawat jalan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan 83,5% responden memiliki literasi administrasi kesehatan kategori cukup dan 79,8% memiliki kepuasan kategori puas. Analisis bivariat menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara literasi administrasi kesehatan dengan kepuasan pasien (ρ = 0,595; p < 0,001), yang tetap signifikan pada kelompok kunjungan pertama kali (ρ = 0,567; p = 0,001) maupun kunjungan lebih dari satu kali (ρ = 0,607; p < 0,001). Semakin baik literasi administrasi kesehatan pasien, semakin tinggi kepuasannya, sehingga edukasi administrasi kesehatan perlu terus ditingkatkan.