Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Binawan Student Journal

PENGARUH PENDIDIKAN GIZI (AUDIO-VISUAL) TERHADAP PERILAKU DAN ASUPAN GIZI PADA SISWA SEKOLAH DASAR: EFFECT OF NUTRITION EDUCATION (AUDIO-VISUAL) ON BEHAVIOR AND NUTRITIONAL INTAKE IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Putri Kirana Murti Dewi; Mia Srimiati; Septiani Septiani
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.215 KB)

Abstract

Sebanyak 93,6% anak usia 10 tahun ke atas kurang mengonsumsi buah dan sayur (Riskesdas,2013). Hanya 6,4% anak Indonesia usia 10-14 tahun yang mengonsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari (Kemenkes,2013). Kurangnya konsumsi sayur dan buah memiliki dampak negatif pada keadaan gizi anak sekolah salah satunya adalah obesitas, faktor yang menyebabkan kurangnya konsumsi sayur dan buah pada anak yaitu faktor internal termasuk pengetahuan dan sikap terhadap sayur dan buah dan faktor eksternal yaitu ketersediaan sayur dan buah, pendidikan orang tua dan tingkat ekonomi keluarga yang dilihat dari pekerjaan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan gizi (audio-visual) pada perilaku dan asupan gizi pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasy eksperimental dengan pengambilan sampel dengan teknik purposive dan dianalisis dengan paired samples t-test dan One Way Anova. Berdasarkan hasil uji skewness normalitas, data berdistribusi normal. Hasil uji-t satu sampel berpasangan menunjukkan bahwa ada perbedaan perilaku dan asupan gizi sebelum dan sesudah pemberian konseling dengan media audiovisual tentang sayuran dan buah dengan nilai p = 0,000. Hasil uji One Way Anova juga menunjukkan hasil signifikan nilai p = 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh frekuensi pendidikan gizi dengan media audiovisual terhadap tingkat perilaku dan asupan gizi pada siswa sekolah dasar.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN GIZI, DAN SIKAP TERHADAP PENJAJA MAKANAN DI KANTIN SDN JAKARTA TIMUR Dini Ika Ningtyas; Syarief Darmawan; Septiani
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.897 KB)

Abstract

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, diperuntukkan sebagai makanan atau minumanuntuk dikonsumsi yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan pembuatan makanan atau minuman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan karakteristik, pengetahuan gizi, sikap terhadap praktek penjaja makanan dalam menjajakan makanan yang dijual di kantin Sekolah DasarNegeri Jakarta Timur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square p: 0,05). Penelitian ini melibatkan 30 responden,hubungan pengetahuan terhadap praktek penjaja makanan dalam menjajakan makanan di kantin sekolah dasar dengan persentase pengetahuan kurangsejumlah 23,3% dan (p value 0,425), hubungan sikap terhadap praktek penjaja makanan dalam menjajakan makanan dengan persentase 20% dan (p value0,199). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara karakteristik pengetahuan gizi, sikap terhadap praktek penjaja makanan di kantin SDN wilayah Jakarta Timur.
IDENTIFIKASI TEPUNG KULIT PISANG KEPOK TERHADAP KADAR PROKSIMAT MENGGUNAKAN METODE PENGERINGAN OVEN Serly Ayu Tionika; Septiani
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.163 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v1i3.75

Abstract

Tepung kulit pisang kepok merupakan hasil samping dari olahan pisang yang belum banyak diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu penepungan yang terbaik untuk menepungkan kulit pisang pada suhu 60oC dan menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan penepungan yaitu P1 (9 jam), P2 (12 jam) dan Pkontrol (6 jam) pada suhu 60oC. Setelah diuji organoleptik penepungan P2 (12 jam) yang terbaik diuji kadar proksimat dan dibandingkan dengan perlakuan kontrol. P2 memiliki kadar air (16,40%), lemak (7,73%), protein (5,37%), kadar abu (14,13%), serat (2,26%), karbohidrat (56,37%) dan Pkontrol memiliki kadar air (15,98%), lemak (7,79%), protein (6,22%), kadar abu (15,13%), serat (2,19%), karbohidrat sebesar (54,88%), kesimpulan penelitian ini tidak ada perbedaan yang nyata antara penepungan terbaik terhadap kadar air, lemak dan serat dengan Pkontrol, tetapi terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05) antara penepungan terbaik terhadap kadar abu, protein dan karbohidrat dengan Pkontrol.
KARAKTERISASI KADAR PROKSIMAT DONAT DENGAN SUBTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA (Cocos nucifera) Nurfatha Qurrota Ayyun; Septiani
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.151 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v2i1.110

Abstract

Tepung ampas kelapa merupakan hasil samping dari santan yang memiliki kandungan gizi dan dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk olahan salah satunya adalah donat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proksimat (air, abu, lemak, protein, serat dan karbohidrat) pada donat tepung ampas kelapa dengan menggunakan desain eksperimental, Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu F1(10%), F2(20%), F3(30%) dan 1 F0 (0%). Setelah diuji organoleptik donat F1(10%) yang terpilih kemudian diuji kadar proksimat dan dibandingkan dengan kontrol. Hasil uji proksimat menunjukkan kadar air (p-value 0,004), abu (p-value 0,019), protein (p-value 0,004), dan karbohidrat (p-value 0,003) ada perbedaan yang signifikan antara F1 dan F0. F1 memiliki air (25,45%), abu (0,43%), lemak (22,53%), protein (8,55%), serat (1,69%), karbohidrat sebesar (43,04%) dan F0 memiliki air (25,89%), abu (0,33%), lemak (22,50%), protein (8,77%), serat (1,70%), karbohidrat (42,51%). Kesimpulan penelitian ini adalah donat subtitusi tepung ampas kelapa memiliki kandungan gizi yang setara dengan donat tepung terigu.