Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

RUANG REMEDIASI DAN TRANSFORMASI PEDAGOGIK: PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP PENDIDIKAN PROFESI GURU Muhammad Zulfikar
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6539

Abstract

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, namun maknanya bagi guru pendidikan jasmani (penjas) masih belum dipahami secara mendalam. Studi kualitatif interpretatif ini mengeksplorasi pandangan enam guru penjas Sekolah Menengah Pertama di Sulawesi Selatan yang telah bersertifikat mengenai kontribusi PPG terhadap praktik mengajar, pengetahuan pedagogis, kompetensi sosial, dan identitas profesional mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama. Pertama, PPG menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi rutinitas mengajar. Kedua, terjadi transformasi pengetahuan pedagogis dan desain pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi digital. Ketiga, terdapat peningkatan kompetensi sosial dan kolaborasi. Keempat, terjadi penguatan identitas profesional, kepercayaan diri, dan pengakuan di sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa PPG memberikan dampak terbesar saat dipandang sebagai ekosistem reorientasi profesional, bukan sekadar jalur sertifikasi. Melalui PPG, guru menafsirkan ulang kurikulum dan menata kembali praktik mengajar mereka. Studi ini merekomendasikan agar rancangan PPG penjas ke depannya mencakup pendampingan pascaprogram berkelanjutan, eksplorasi pedagogis berbasis gerak, kolaborasi teknologi, dan perhatian pada identitas guru. Penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk melihat penerapan langsung perubahan ini dalam praktik mengajar dan hasil belajar siswa di berbagai macam wilayah di Indonesia
PENGUATAN NILAI SPORTIVITAS SISWA MELALUI SOSIALISASI SPORT EDUCATION MODEL DI SEKOLAH DASAR Hikmad Hakim; Muhammad Zulfikar; Bustang Bustang; Hasyim Hasyim; Asri Awal
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menyosialisasikan Sport Education Model untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas pada siswa SD Negeri 13 Biru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sasaran kegiatan terdiri atas 2 guru pendidikan jasmani dan 30 siswa kelas V. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi edukatif dan praktik terbimbing dalam bentuk turnamen bola voli. Siswa dibagi ke dalam beberapa tim dan diarahkan untuk memahami aturan permainan, menjalankan peran, bekerja sama, serta menunjukkan sikap sportif selama pertandingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias mengikuti aktivitas, mulai menunjukkan kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, menghargai lawan, dan menerima hasil pertandingan secara positif. Guru penjas juga memperoleh pemahaman mengenai penerapan model pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas olahraga dengan pendidikan karakter. Dengan demikian, Sport Education Model berpotensi diterapkan dalam pembelajaran penjas berbasis sportivitas di sekolah dasar.
Sosialisasi Revitalisasi Keterampilan Gerak Dasar untuk Guru dan Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bone melalui Program Kampus Mengajar Muhammad Zulfikar; Hasmyati; Abdul Rahman; Haeril; Nur Indah Atifah Anwar; Andi Atssam Mappanyukki
Jurnal Dharma Pendidikan dan Keolahragaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dharmapendidikan.v3i1.27366

Abstract

Keterampilan gerak dasar merupakan pondasi penting bagi siswa sekolah dasar bagi keterlibatan mereka pada aktivitas fisik di masa depan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya memberikan pengetahuan mendalam terkait pentingya keterampilan gerak dasar untuk masa depan siswa serta integrasinya ke dalam kehidupan sekolah. Permasalahan mitra di dalam kegiatan ini yaitu masih kurangnya pemahaman dan minimnya integrasi keterampilan gerak dasar dalam kegiatan sekolah tentang keterampilan gerak dasar baik oleh guru pendidikan jasmani serta seluruh elemen sekolah lainnya. Mitra dalam kegiatan ini yaitu SDN 198 Cinennung, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan sosialisasi berlangsung melalui 4 tahapan yaitu: (1) Pemaparan materi terkait urgensi keterampilan gerak dasar, (2) pemaparan materi terkait keterampilan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif berbasis teori keterampilan gerak dasar (3) pemaparan materi terkait integrasi pembelajaran keterampilan gerak dasar dalam kehidupan sekolah, dan (4) praktik implementasi pembelajaran keterampilan gerak dasar kepada siswa. Kegiatan ini memberikan hasil berupa pemahaman mendalam seluruh elemen sekolah terhadap pentingya keterampilan gerak dasar. Pemahaman tersebut selanjutnya dioptimalkan dengan pelaksanaan contoh implementasi pengetahuan ke dalam praktik kegiatan sekolah.
PkM Pola Hidup Sehat dan Aktivitas Fisik Sebagai Upaya Penurunan Angka dan Pencegahan Stunting Pada Anak Haeril Haeril; Abdul Rahman; Ichsani Ichsani; Muhammad Zulfikar; Darul Husnul
Jurnal Dharma Pendidikan dan Keolahragaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dharmapendidikan.v3i1.27374

Abstract

Stunting pada anak merupakan masalah gizi kronis yang umum terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk mencapai standar kesehatan yang baik maka diperlukan adanya proses pengelolaan lingkungan sekitar dan aktivitas harian yang tercermin dalam gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat merupakan gaya hidup masyarakat yang menjunjung tinggi aspek-aspek kesehatan seperti pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjaga kebugaran fisik dan psikis dan pemberian asupan nutrisi yang cukup, sehingga tercapai standar kesehatan yang baik. Tujuan dari pengabdian pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman pola hidup sehat dan aktivitas fisik yang teratur untuk penurunan angka dan pencegahan stunting. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu workshop, sosialisasi, demonstrasi, dan media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga dilakukan pengukuran indeks massa tubuh siswa untuk mengetahui status gizi. Peningkatan pengetahuan stunting, poa hidup sehat dan perilaku aktivitas fisik pada anak merupakan dua hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Stunting adalah masalah gizi kronis pada anak yang dapat menyebabkan pertumbuhan tubuh yang tidak optimal dan berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak yang buruk. Sedangkan perilaku aktivitas fisik yang kurang pada anak dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting dan masalah kesehatan lainnya.
Optimalisasi Literasi Mahasiswa dalam Pemanfaatan Aplikasi Manajemen Referensi Alif Aryadi Hardi; Andi Syahrul Jahrir; Muhammad Zulfikar; Ainul Hidayah; Hasyim Hasyim
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/q2nsd110

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi mahasiswa dalam pengelolaan referensi ilmiah yang berdampak pada kesalahan sitasi dan penyusunan daftar pustaka dalam karya akademik. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa semester akhir Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar dalam memanfaatkan aplikasi manajemen referensi pada penyusunan karya ilmiah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan aplikasi pengelolaan referensi. Peserta kegiatan berjumlah 84 mahasiswa semester akhir. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan aplikasi manajemen referensi yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 53,08 menjadi 85,20 pada posttest. Mahasiswa juga mampu melakukan sitasi dan penyusunan daftar pustaka secara otomatis dengan lebih efektif dan sistematis. Kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan literasi digital akademik mahasiswa dalam pengelolaan referensi ilmiah serta mendukung peningkatan kualitas penulisan karya ilmiah mahasiswa.
Keyakinan Terhadap Keterlibatan Pada Aktivitas Fisik: Studi Self-Efficacy Mahasiswa Muhammad Zulfikar; Hasmyati; Nur Indah Atifah Anwar; Arfin Deri Listiandi
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 4 No. 2 (2024): May - October
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v4i2.99

Abstract

Aktivitas fisik masyarakat secara global dianggap masih kurang dan keterlibatan pada aktivitas fisik dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah self-efficacy. Penelitian ini bertujuan mengungkap tingkat self-efficacy aktivitas fisik mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey cross-sectional. Partisipan merupakan 281 mahasiswa pada salah satu universitas negeri di Indonesia dengan rentang usia 17-23 tahun (laki-laki 208 orang dan perempuan 73 orang) yang diambil dengan teknik multistage sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner Sources of Self-Efficacy for Physical Activity. Data yang terkumpul dianalisis mengunakan teknik analisis deskriptif dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy aktivitas fisik mahasiswa berada pada kategori tinggi. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada skor mahasiswa laki-laki dan perempuan.
Tingkat Aktivitas Fisik Mahasiswa: Studi Global Physical Activity Questionnaire Nur Indah Atifah Anwar; Hasmyati; Muhammad Zulfikar
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 4 No. 2 (2024): May - October
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v4i2.102

Abstract

Bukti empiris menunjukkan bahwa aktivitas fisik menawarkan banyak keuntungan bagi anak muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap tingkat aktivitas fisik mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey cross-sectional. Sampel pada penelitian ini ditarik menggunakan teknik convenience sampling. Sebanyak 200 mahasiswa yang berasal dari salah satu universitas di Kota Makassar dengan rentang usia 18-23 (laki-laki: 127 orang) diberikan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas fisik mereka. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) yang dikembangkan oleh WHO untuk memantau aktivitas fisik yang mencakup beberapa komponen aktivitas fisik, seperti intensitas, durasi, dan frekuensi, dan menilai tiga domain tempat aktivitas fisik dilakukan (aktivitas fisik pekerjaan, aktivitas fisik terkait transportasi, dan aktivitas fisik selama waktu luang). Data yang terkumpul dianalisis mengunakan teknik analisis deskriptif dan analisis perbandingan juga digunakan untuk melihat perbedaan faktor gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik mahasiswa secara umum berada pada kategori sedang. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada skor aktivitas fisik mahasiswa mahasiswa laki-laki dan perempuan dengan mahasiswa laki-laki memiliki aktivitas fisik yang jauh lebih tinggi dibandingan mahasiswa perempuan.
Dukungan Sosial untuk Aktivitas Fisik Mahasiswa Nur Indah Atifah Anwar; Hasmyati; Muhammad Zulfikar
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 5 No. 1 (2025): November-April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v5i1.119

Abstract

Berbagai studi mengungkapkan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor utama dalam melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat dukungan sosial dalam melakukan aktivitas fisik pada mahasiswa perguruan tinggi yang terdiri atas dua sumber dukungan yaitu dukungan teman dan keluarga. Mahasiswa yang menjadi sampel penelitian direkrut secara sukarela untuk mengisi kuesioner dukungan sosial untuk aktivitas fisik sebanyak 814 mahasiswa. Rentang usia sampel yaitu 17-23 tahun dengan mahasiswa laki-laki berjumlah 393 orang dan mahasiswa perempuan berjumlah 421 orang. Data diambil dengan menggunakan instrumen scale for social support for diet and exercise behaviors yang mengukur tingkat dukungan sosial yang terbagi atas dukungan teman dan dukungan keluarga. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebanyak 6% mahasiswa memperoleh dukungan sosial dengan tingkat yang sangat rendah, 36% di tingkat dukungan rendah, 48% di tingkat dukungan tinggi, dan 10% mahasiswa memperoleh dukungan sosial sangat tinggi. Dukungan teman lebih baik dalam mendukung aktivitas fisik dengan tingkat dukungan kategori tinggi dan sangat tinggi diperoleh dengan presentasi sebesar 59% dibandingkan dengan dukungan keluarga pada kategori sangat tinggi dan tinggi yang totalnya hanya 45%. Dukungan sosial mahasiswa laki-laki juga lebih tinggi dibandingkan dukungan pada mahasiswa perempuan.
Digital-Based Physical Fitness: Kebugaran Jasmani Siswa Berbasis Data Digital Berdasarkan Penggunaan Smartwatch di MAN Insan Cendekia Gowa Hasyim; Ikadarny; Muhammad Zulfikar
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 5 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/cy8yxk24

Abstract

This study aimed to describe the data-driven cardiorespiratory fitness levels of students at MAN Insan Cendekia Gowa. A quantitative approach with a descriptive cross-sectional design was employed. The study involved 20 students selected through purposive sampling. Cardiorespiratory fitness was measured once using the Multistage Fitness Test, also known as the bleep test, while smartwatches were used as supporting devices to record students' heart-rate responses during the test. Data were analyzed using descriptive statistics, including minimum, maximum, sum, mean, range, standard deviation, frequency, and percentage. The results showed that (1) the students' estimated VO₂max values ranged from 31.80 to 54.30 mL/kg/min, with a total score of 790.80, a mean of 39.54 mL/kg/min, a range of 22.50, and a standard deviation of 5.38; (2) 2 students (10%) were classified as very good; (3) 2 students (10%) as good; (4) 9 students (45%) as moderate; and (5) 7 students (35%) as poor, while no students were classified as very poor. It can be concluded that the students' cardiorespiratory fitness levels varied and were predominantly in the moderate category. The integration of the bleep test and smartwatch technology may serve as an initial approach to objectively and systematically support students' fitness monitoring using digital data. Keywords: Physical Fitness, Students, Smartwatch, VO₂max