Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemeriksaan Kualitas Air Minum pada Daerah Persiapan Zona Air Minum Prima (ZAMP) PDAM Tirta Musi Palembang Muhammad Desiandi; Rico Januar Sitorus; Hamzah Hasyim
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Akses masyarakat terhadap air dengan kualitas siap minum perlu ditingkatkan, mengingat bahwa berbagai penyakit bawaan air dapat timbul akibat meminum air dengan kualitas yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air minum pada kawasan yang sedang dipersiapkan sebagai Zona Air Minum Prima PDAM Tirta Musi Palembang.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional. Dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel untuk melihat apakah kualitas air memenuhi standar kualitas sebagai air minum.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari parameter kimia yang diperiksa menunjukkan kadar residu chlor sebesar 0,1-0,2 mg/l, kadar nitrit sebesar 0,001-0,002 mg/l, kadar ammonia sebesar 0,05-0,1 mg/l, kadar besi 0 mg/l, kadar mangan 0 mg/l, pH sebesar 6,45-7,01, dan kadar karbondioksida sebesar 3,52-6,16 mg/l. Dari parameter fisik yang diperiksa menunjukkan temperatur sebesar 27,7-29,4 °C, turbidity sebesar 0,53-0,94 NTU, tidak berasa dan tidak berbau, TDS sebesar 36-42,1 mg/l, conductivity sebesar 76,7-84,3 mS/m. Dari parameter bakteriologis menunjukkan total E. Coli 0 per 100 ml sampel.Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa air yang didistribusikan pada daerah persiapan Zona Air Minum Prima PDAM Tirta Musi Palembang memenuhi persyaratan kesehatan dan dapat langsung diminum. Disarankan untuk mempertahankan kualitas air minum dan menyelesaikan perbaikan jaringan perpipaan.Kata kunci : Pemeriksaan kualitas air, Zona Air Minum Prima
Program Asi Eksklusif Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sukaraja Dwi Ananda Putri; Anita Rahmiwati; Rico Januar Sitorus
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mengatasi masalah stunting terintegrasi serta penguatan kerjasama lintas sektoral perlu dilakukan sampai ke tingkat desa. Tulisan ini bertujuan untuk membuat kebijakan di desa. Perlu adanya komitmen antara kepala desa, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, bidan desa, kader, pemangku adat, dan pemangku kepentingan lainnya agar semua pihak dapat menyukseskan gerakan bebas stunting. Masalah stunting bukan hanya tanggung jawab bidan desa saja. Stunting merupakan masalah yang cukup serius dalam penentu kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia) di masa mendatang. Pemecahan masalah harus dilakukan secara terintegrasi dengan semua pihak terkait mulai dari menganalisis penyebab stunting hingga mendapatkan alternatif solusi dalam memecahkan, mengatasi serta pencegahan masalah stunting di desa Sukaraja. Dukungan regulasi dan peraturan kepala desa sangat mendukung agar komitmen gerakan bebas stunting tercapai. Permasalahan yang didapat yaitu penanggulangan stunting belum menjadi prioritas, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang stunting, ASI Eksklusif, dan 1000 HPK, keterbatasan jumlah SDM, serta sanitasi lingkungan yang buruk. Rekomendasi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu perlu dilakukannya door to door untuk penyuluhan terkait KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), ASI-Eksklusif, stunting, dan gizi seimbang agar masyarakat lebih mengindahkan dan menyerap informasi yang disampaikan. Kepala desa perlu membuat kebijakan bagi SDM yang terlibat yaitu dengan memberikan pelatihan wajib agar dapat menganalisis penyebab dan mengevaluasi program yang sudah dilaksanakan sehingga dapat terpetakan dengan baik. Selain itu, diperlukan kebijakan mengenai pemanfaatan dana desa untuk program kesehatan minimal 10%, dan perbaikan sanitasi seperti air bersih, WC umum, dan tempat sampah.