Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Siswa dan Guru MI dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika di Kecamatan Pulosari Kab. Pandeglang-Banten Gelar Dwirahayu; Gusni Satriawati; Dindin Sobiruddin; Maifalinda Fatra
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v7i2.5775

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tridharma perguruan tinggi. Prodi pendidikan matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melak­sanakan pengabdian Tahun 2022 di Desa Pulosari Kabupaten Pandeglang Banten dengan tujuan: (1) memberikan pendampingan kepada guru-guru MI tentang pendekatan pembelajaran matematika yang mendukung pada kurikulum merdeka belajar (2) memberikan pelatihan tentang literasi matematika bagi guru MI, (3) memberikan pendampingan kepada siswa dalam belajar matematika yang mudah dan menyenangkan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipatif, dimana dosen dan mahasiswa ter­libat langsung dalam memberikan layanan masyarakat. Pengabdian dilaksa­nakan pada bulan Agustus tahun 2022 dengan melibatkan 60 mahasiswa, 9 dosen, 57 guru MI yang berasal dari 19 MI dan siswa-siswi sebanyak 22 kelas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 1) Mahasiswa memiliki pengalaman langsung dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran di kelas; 2) Siswa merasa terbantu dalam belajar matematika, mereka lebih interaktif belajar, siswa juga merasakan bahwa matematika itu tidak sulit; 3) Sebagian besar guru MI di kecamatan Pulosari belum memahami tentang implementasi pendekatan problem based learning dan project based learning; 4) Sebagian besar guru MI di kecamatan Pulosari masih mengalami kesulitan dalam membuat soal HOTS, 5) sebagian guru tidak dapat menyelesaikan soal literasi; dan 5) guru memberikan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian.
Pengembangan Bahan ajar transformasi geometri berbantuan website: Pendekatan Project-Based-Learning Mozaik Geometri Gusni Satriawati; Nur Kholis; Gelar Dwirahayu; Dindin Sobiruddin
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 9 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v9i1.23581

Abstract

The digital era positively impacts all aspects of life, including education. Current learning requires teachers to use technology. Technology in learning mathematics is needed, especially in geometry material. The basic concept in geometry is the ability to visualize. An excellent understanding of visualization will help students understand geometric concepts. This study aims to develop teaching materials for geometry transformation material assisted by a website with a project-based learning approach using a geometric mosaic model that the eligibility criteria for teaching materials; therefore, it can be used in teaching and learning. Research and development with the ADDIE model are conducted in this study, which consists of phases:  Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The instruments used were expert/practitioner content validation sheets and student construct validation sheets; the instrument was developed using seven aspects. Teaching materials are validated by experts and also assessed by students. Based on the results of the assessment of 7 experts/experts, it was shown that the geometry transformation teaching material obtained very appropriate criteria with an assessment percentage of 85%. In contrast, the assessment of 28 Al Hasra Depok High School students showed good criteria with an assessment percentage value of 80%. Therefore, researchers can recommend website-assisted geometry transformation teaching materials using a project-based learning approach, "geometry mosaic," which can complement existing teaching materials and be used in mathematics learning activities, especially at the high school level.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Wolfram Mathematica Pada Materi Fungsi dan Permodelannya Akbar, Nanang Malik; Satriawati, Gusni; Khairunnisa, Khairunnisa
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 10, No 1 (2024): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.10.1.89-104

Abstract

This study aims to explain the process of the development of an instructional media based on a Wolfram Mathematica application for math functions and their graphs. Besides that, this study explains the development of an instructional media based on a Wolfram Mathematica application for math functions and their graphs with valid, practical, and effective value. The method that is used is Research and Development (R&D) with ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. This study of development of an instructional media has been validated by 3 lecturers of The Department of Mathematics Education and by 4 mathematics teachers using the Likert scale with V Aiken Analysis. Moreover, this instructional media has been implemented to 35 students from SMAN 1 Bojonggede. The result from some validators explains that the instructional media has a valid criterion with V Aiken value 0,76. The student response form for the instructional media that has been used explains that the e-module gets a practical criterion with an 82.9% practical value. Therefore, the instructional media based on Wolfram Mathematica application can be used for learning mathematics for math functions and their graphs.
Analysis of mathematical reasoning on trigonometry for students at high school: A case study on olympic class Bayramov, Jepbargeldi; Dwirahayu, Gelar; Satriawati, Gusni
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2024): Januari - April 2024
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v10i1.2686

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan mengkaji tentang analisis tingkat kemampuan penalaran matematis siswa kelas olimpiade dalam menyelesaikan masalah trigonometri. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Penelitian dilaksanakan di sekolah SMA Pribadi Depok pada tahun 2023/2024 dengan subjek siswa kelas olimpiade sebanyak 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kemampuan penalaran matematis siswa mencapai 80% tergolong sedang. Jika ditinjau dari kemampuan penalaran matematis pada tiap indikator, indikator menyusun bukti terhadap kebenaran solusi mencapai 72,5%; indikator memeriksa kesahihan suatu argumen mencapai 73,5%; indikator menarik kesimpulan dari pernyataan mencapai 73,5%; dan indikator melakukan manipulasi matematika mencapai 100%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas olimpiade di SMA Pribadi Depok kemampuan penalarannya berada pada kategori sedang. Hasil ini dikarenakan terdapat beberapa siswa sering lupa menggunakan rumus trigonometri yang sesuai untuk menyelesaikan soal dan kurangnya latihan soal-soal trigonometri.
Analisis Kemampuan Berpikir Aljabar Ditinjau Dari Kepercayaan Diri Siswa Adawiyah, Anisah Luthpi; Nur Atiqoh, Khamida Siti; Satriawati, Gusni
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi Volume 12 Issue 2 December 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v12i2.28094

Abstract

Student confidence is one of the factors that affect students' algebraic thinking skills. Algebraic thinking ability is the ability to present information mathematically through diagrams, tables, graphs, equations, and understanding of patterns, functions, structures, and uncertain objects. This study aims to describe and analyze quantitatively the algebraic thinking ability of high school students, high school students' self-confidence and know the influence between algebraic thinking ability and students' self-confidence. This research was conducted in three public high schools in South Tangerang City in the 2023/2024 school year. This research is a survey research with a correlational approach. The test instrument given was a description of algebraic thinking ability and a non-test instrument of self-confidence to 111 students. The results showed that students' algebraic thinking ability and self-confidence were in the moderate category. The results also showed that the effect between students' self-confidence on algebraic thinking ability was 33.60%. It can be concluded that if students' self-confidence is good then the ability to think algebra will also be good. The results of this study can be a consideration for teachers to develop mathematics learning activities that can increase student confidence.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing t terhadap Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa Satriawati, Gusni; Musyrifah, Eva; Purwanto, Sigit
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta. Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika jenjang Magister, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.021 KB) | DOI: 10.21009/jrpmj.v1i1.4961

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan Tahun Ajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes essay sebanyak 6 soal untuk mengukur kemampuan komunikasi matematik. Untuk teknik analisis data penelitian menggunakan uji perbandingan satu arah dengan uji “t”. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 1,92 dan ttabel sebesar 1,671, karena thitung lebih besar dari ttabel (1,92 > 1,67) maka Ha diterima. Artinya rata- rata kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajarkan dengan strategi Active Knowledge Sharing lebih tinggi dari rata- rata kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajarkan dengan metode konvensional.
Pengaruh model problem-based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kecemasan matematika siswa Nurofah, Amalia; Dwirahayu, Gelar; Satriawati, Gusni
LINEAR: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguran IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dswz9687

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah dikarenakan proses pembelajaran yang masih menggunakan pembelajaran konvensional dan rasa cemas yang berlebih saat menyelesaikan masalah matematika. Model Problem Based Learning adalah pembelajaran yang mampu melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan mengatasi kecemasan matematika siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kecemasan matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 29 Jakarta pada tahun ajaran 2023/2024. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Sampel terdiri dari 36 siswa kelas eksperimen dan 36 siswa kelas kontrol yang dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah berupa soal uraian dan angket kecemasan matematika. Hasil penelitian menunjukkan 1) model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah 2) model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kecemasan matematika siswa. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kecemasan matematika sebesar 19,8%.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SPASIAL SISWA PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI Kustiawati, Dedek; Azzahra, Zetta; Satriawati, Gusni
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.36435

Abstract

AbstractThis study aims to determine the overall level of students' spatial literacy skills and analyse and describe each spatial literacy indicator on geometry transformation material. The type of research used is a quantitative approach with descriptive methods. This study used a sample of 100 students of class XII MIPA. The instrument used consists of a written test in the form of descriptive questions totalling 9 questions to measure students' spatial literacy skills. The research results obtained show that: 1) students' spatial literacy skills are classified in the medium category, but the average score is still far below the KKM score. 2) Judging from the visualisation aspect, the average acquisition of this indicator is better than the other indicators, namely 49.33, where some students have been able to sketch spatial objects through visual images based on contextual problems appropriately and completely. 3) Judging from the reasoning aspect with an average of 26.83, most students still do not understand the concept of geometric transformation well, so they cannot relate concepts and relationships of spatial objects and use both in calculations.  4) Judging from the communication aspect with an average of 30.92, there are still many students who are unable to express their ideas related to the relationship of spatial objects correctly. It can be concluded that the spatial literacy skills possessed by students are not yet qualified.     AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi spasial siswa secara keseluruhan dan menganalisis serta mendeskripsikan setiap indikator literasi spasial pada materi transformasi geometri. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 siswa kelas XII MIPA. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes tertulis berbentuk soal uraian yang berjumlah 9 soal untuk mengukur kemampuan literasi spasial siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan literasi spasial siswa tergolong dalam kategori sedang, namun nilai rata-ratanya masih berada jauh di bawah nilai KKM. 2) Dilihat dari aspek visualisasi, perolehan rata-rata indikator ini lebih baik dibandingkan dengan indikator yang lain yaitu 49,33, dimana sebagian siswa sudah mampu membuat sketsa objek spasial melalui gambar visual berdasarkan masalah kontekstual dengan tepat dan lengkap. 3) Dilihat dari aspek penalaran dengan perolehan rata-rata 26,83, sebagian besar siswa masih belum memahami konsep transformasi geometri dengan baik, sehingga tidak dapat mengaitkan konsep dan hubungan objek spasial dan menggunakan keduanya dalam perhitungan. 4) Dilihat dari aspek komunikasidengan perolehan rata-rata 30,92, masih banyak siswa yang tidak mampu mengemukakan idenya terkait dengan hubungan objek spasial dengan benar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi spasial yang dimiliki oleh siswa belum mumpuni.
A RESPONSES OF UNDERGRADUATE STUDENTS TOWARD IMPLEMENTATION OF MBKM CURRICULUM OUTSIDE-CAMPUS Dwirahayu, Gelar; Sobiruddin, Dindin; Satriawati, Gusni; Khairunnisa
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 13 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2025v13n1a11

Abstract

The Ministry of Higher Education's Regulation No. 3, 2020, issued the MBKM curriculum as a foundation for learning development at the University. Since 2021, the mathematics education study program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta has been carrying out off-campus activities to support the MKBM curriculum. After 4 years of MBKM activities, the study program needs to survey to determine the effectiveness and usefulness of implementing the MBKM program. The purpose of this study is to describe the MBKM program and to find out the undergraduate students’ responses related to this. The research method is qualitative research with a survey method. The population was 288 undergraduate students in the mathematics study program, and the sample was 150. The instrument is a questionnaire to determine the effectiveness of the socialization of the MBKM program, the extent of understanding and perception of the MBKM curriculum, and its implementation. The results showed: 1) 27% of undergraduate students got information from the study program, 2) 78% of undergraduate students understood about the MBKM curriculum, and 3) more than 50% of undergraduate students agreed that outside-campus activities can improve teaching skills, mathematical content, and technology mastery. It was concluded that MBKM activities outside-campus positively impacted undergraduate students and need to continue. Recommendation: study programs need to conduct intense socialization about MBKM, and continue the outside-campus program, to train undergraduate students' pedagogical skills, content knowledge, and technology skills. Abstrak: Permen Ristek Dikti nomor 3 tahun 2020 menerbitkan kurikulum MBKM sebagai landasan pengembangan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Program studi pendidikan matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melaksanakan kegiatan di luar kampus sejak tahun 2021 untuk mendukung kurikulum MKBM. Setelah 4 tahun kegiatan MBKM berlangsung, program studi perlu melakukan survei untuk mengetahui efektifitas dan kebermanfaatan program MBKM. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kegiatan pada program MBKM dan mengetahui respon mahasiswa terkait dengan kegiatan MBKM yang telah dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode survei. Populasinya sebanyak 288 mahasiswa aktif pada Program Studi Pendidikan Matematika,  sampel penelitian sebanyak 150. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket digunakan untuk mengetahui efektivitas sosialisasi program MBKM, tingkat pemahaman mahasiswa terhadap kurikulum MBKM dan persepsi  terhadap implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) 27% mahasiswa mendapatkan informasi  tentang  kurikulum MBKM dari program studi, 2) 78% mahasiswa memahami tentang kurikulum MBKM, dan 3) lebih dari 50% mahasiswa memahami menyatakan setuju bahwa kegiatan di luar kampus dapat meningkatkan keterampilan mengajar, kemampuan konten matematika, dan meningkatkan penguasaan teknologi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan  bahwa kegiatan MBKM di luar kampus memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan tetap dilaksanakan. Rekomendasi: program studi perlu melakukan sosialisasi tentang MBKM secara intens, dan tetap melanjutkan program MBKM di luar kampus, untuk melatih kemampuan pedagogis, pengetahuan konten matematika, dan kemampuan memanfaatkan teknologi mahasiswa.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SPASIAL SISWA PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI Kustiawati, Dedek; Azzahra, Zetta; Satriawati, Gusni
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.36435

Abstract

AbstractThis study aims to determine the overall level of students' spatial literacy skills and analyse and describe each spatial literacy indicator on geometry transformation material. The type of research used is a quantitative approach with descriptive methods. This study used a sample of 100 students of class XII MIPA. The instrument used consists of a written test in the form of descriptive questions totalling 9 questions to measure students' spatial literacy skills. The research results obtained show that: 1) students' spatial literacy skills are classified in the medium category, but the average score is still far below the KKM score. 2) Judging from the visualisation aspect, the average acquisition of this indicator is better than the other indicators, namely 49.33, where some students have been able to sketch spatial objects through visual images based on contextual problems appropriately and completely. 3) Judging from the reasoning aspect with an average of 26.83, most students still do not understand the concept of geometric transformation well, so they cannot relate concepts and relationships of spatial objects and use both in calculations.  4) Judging from the communication aspect with an average of 30.92, there are still many students who are unable to express their ideas related to the relationship of spatial objects correctly. It can be concluded that the spatial literacy skills possessed by students are not yet qualified.     AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi spasial siswa secara keseluruhan dan menganalisis serta mendeskripsikan setiap indikator literasi spasial pada materi transformasi geometri. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 siswa kelas XII MIPA. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes tertulis berbentuk soal uraian yang berjumlah 9 soal untuk mengukur kemampuan literasi spasial siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan literasi spasial siswa tergolong dalam kategori sedang, namun nilai rata-ratanya masih berada jauh di bawah nilai KKM. 2) Dilihat dari aspek visualisasi, perolehan rata-rata indikator ini lebih baik dibandingkan dengan indikator yang lain yaitu 49,33, dimana sebagian siswa sudah mampu membuat sketsa objek spasial melalui gambar visual berdasarkan masalah kontekstual dengan tepat dan lengkap. 3) Dilihat dari aspek penalaran dengan perolehan rata-rata 26,83, sebagian besar siswa masih belum memahami konsep transformasi geometri dengan baik, sehingga tidak dapat mengaitkan konsep dan hubungan objek spasial dan menggunakan keduanya dalam perhitungan. 4) Dilihat dari aspek komunikasidengan perolehan rata-rata 30,92, masih banyak siswa yang tidak mampu mengemukakan idenya terkait dengan hubungan objek spasial dengan benar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi spasial yang dimiliki oleh siswa belum mumpuni.