Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Tematik-Integratif Bagi Guru SD Muhammadiyah Se-Kecamatan Seyegan Vera Yuli Erviana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.512 KB)

Abstract

Guru SD Muhammadiyah di Kecamatan Seyegan belum sepenuhnyamenerapkan Kurikulum 2013 yang diterapkan oleh pemerintah.Alasannya, guru masih belum memahami mengenai penyusunanperangkat pembelajaran tematik-integratif. Program pengabdiankepada masyarakat ini bertujuan untuk: a) meningkatkan pengetahuanguru sekolah dasar dalam menyusun perangkat pembelajaran tematikintegratif untuk kegiatan pembelajaran, dan b) meningkatkan mutuproses pembelajaran dan proses yang terkait yang dilakukan oleh gurusekolah dasar. Perangkat pembelajaran yang disusun terdiri daripenyusunan RPP, pembuatan media pembelajaran, penyusunan soalyang berbasis High Order Thinking Skills (HOTS), dan penilaianautentik. Metode yang digunakan berupa ceramah, praktik, diskusi,dan self and group reflection. Manfaat yang diperoleh peserta meliputidapat memanfaatkan ide dan gagasan penyusunan perangkatpembelajaran tematik integratif; dapat mengoptimalkan perangkatpembelajaran tematik integratif untuk kegiatan pembelajaran; dapatmenyusun perangkat pembelajaran tematik integratif yang terdiri dariRPP, media pembelajaran, dan penilaian autentik untuk setiappembelajaran di sekolah; termotivasi selalu menyusun perangkatpembelajaran tematik integratif dalam proses pembelajaran di kelas.Hasil yang diperoleh adalah para peserta mampu menyusun RPPtematik-integratif, membuat media pembelajaran yang menarik,mampu menyusun soal berbasis HOTS dan menyusun penilaianautentik yang meliputi penilaian afektif, kognitif, dan psikomotorikdengan ketentuan sesuai dengan format yang telah diberikan.Berdasarkan nilai pretest-posttest mengalami peningkatan dari ratarata99,78 dengan kategori cukup tinggi setelah diberikan pelatihanperangkat pembelajaran tematik-integratif menjadi rata-rata 113,22dengan kategori tinggi. Selain itu, para guru mampu menerapkanpembelajaran tematik-integratif dalam proses pembelajarannyasehingga tuntutan pemerintah untuk menerapkan Kurikulum 2013dapat dilaksanakan secara lancar.
Urgensi Pendidikan Multikultural sebagai Wadah Strategis untuk Menanamkan Karakter Toleransi di Sekolah Dasar Vera Yuli Erviana; Laila Fatmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.295 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan urgensi pendidikan multikultural sebagai wadah strategis untuk menanamkan karakter toleransi di sekolah dasar. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas atas maupun bawah dari 6 SD di 3 kabupaten di Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakter toleransi mulai luntur pada anak sekolah dasar yang terlihat pada kurang menghormati ketika teman lainnya sedang beribadah; 2) pemahaman siswa dan guru tentang pendidikan multikultural masih sangat minim yang terlihat dari responden yang tidak memahami penjelasan terkait pendidikan multikultural padahal pendidikan multikultural adalah wadah strategis untuk mengembangkan karakter toleransi. Oleh karena itu, pendidikan multikultural dianggap urgen untuk dikenalkan ke siswa dan guru sehingga diharapkan karakter toleransi akan berkembang pula.
Pelatihan Intervensi Gangguan Psikologi Ringan pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Girikerto, Sleman, Yogyakarta Siti Urbayatun; Laili Fatmawati; Vera Yuli Erviana; Ika Maryani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.776 KB)

Abstract

Implementasi pembelajaran masih sering mengalami banyakkendala. Siswa sebagai subjek sekaligus objek pembelajaran masihsering mengalami gangguan psikologis ringan (neurose). Salah satujenis gangguan psikologis ringan ditunjukan dengan adanyagangguan kesulitan belajar (GKB). Selama ini masalah GKB yangdialami siswa di Gugus Girikerto belum dapat tertangani denganbaik. Hal ini disebabkan masih minimnya Pengetahuan danketerampilan guru dalam melakukan perencaaan, pelaksanaan,evaluasi dan Tindak lanjut intervensi gangguan kesulitan belajar.Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuandan keterampilan guru dalam mengintervensi permasalahan siswayang mengalami gangguan psikologis ringan. Program inidilaksanakan di Gugur Girikerto Kabupaten Sleman, DIY pada bulanJuli-Agustus 2019. Sasaran program adalah 30 guru SD dariberbagai kualifikasi pendidikan. Metode yang digunakan dalampelatihan ini adalah problem based learning dengan mengangkatpermasalahan-permasalahan di sekolah asal guru. Datapengetahuan dan keterampilan guru dikumpulkan melalui observasidan tes. Hasil pelaksanaan program pelatihan berhasilmengidentifikasi permasalahn yang dialami guru di dalam kelasterutama yang terkait dengan gangguan psikologi ringan pada siswa.Selain itu, pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengatasigangguan psikologi ringan pada siswa juga meningkat.