Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRUKTUR KALIMAT LIMITATIF DALAM NOVEL LAYANGAN PUTUS KARYA MOMMY ASF Desli Dangkeng; Simon Ruruk; Milka
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i1.1936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kalimat limitative dalam novel layangan putus karya Mommy Asf. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data bersumber dari novel layangan putus karya Mommy Asf. Pengunmpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Hal ini dimaksudkan agar data yang dihasilkan lebih akurat dan berorganisasi dengan baik, karena yang diamati adalah novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kalimat limitative dalam novel layangan putus karya Mommy Asf adalah sebagai berikut : (1)Struktur S + P(Subjek +Predikat)(2)Struktur S + P + K (Subjek +Predikat + Keterangan) (3) Struktur S+P+O (Subjek+ Predikat+Objek ) (4) Struktur S+P+O +K (Subjek +Predikat +Objek+Keterangan) (5) Struktur S+ P+O+K +K(Subjek + Predikat + Objek + Keterangan + Keterangan) dan (6) Struktur S+P+K+K (Subjek+Predikat+Keterangan+Keterangan).
PENGGUNAAN BAHASA KOLOKIAL DALAM PERCAKAPAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UKI TORAJA Amalia Pasongli; Rita Tanduk; Milka
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v2i2.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendreskripsikan Penggunaan Bahasa Kolokial yang terdapat dalam Percakapan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UKI Toraja. Manfaat dalam penelitian ini yaitu (1) Menambah wawasan tentang teori sosiolinguistik khususnya membedakan variasi-variasi bahasa. Secara teori penelitian ini dapat memberikan acuan penelitian terhadap penggunaan variasi bahasa kolokial dalam percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UKI Toraja; (2) Dapat memberikan pengetahuan bagi penulis sendiri tentang penggunaan bahasa kolokial dalam Percakapan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UKI Toraja; (3) Sebagai acuan peneliti untuk membedakan penggunaan variasi bahasa kolokial dalam percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan  Bahasa dan Sastra  Indonesia UKI Toraja; dan (4) Untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam  berkomunikasi dengan orang lain. Penelitian ini berjenis kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan (1) teknik observasi, yaitu pengamatan atau penginderaan langsung terhadap suatu kondisi, situasi dan proses atau perilaku; (2) teknik rekam, yaitu teknik merekam data saat berkomunikasi berlangsung di lapangan; dan (3) teknik catat, yaitu mencatat tuturan-tuturan tentang bahasa kolokial yang digunakan dalam perckapan mahasiswa Program Studi Pendidikan  Bahasa dan Sastra  Indonesia UKI Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa kolokial dalam percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan  Bahasa dan Sastra  Indonesia UKI Toraja berupa istilah bahasa seperti kata kata gays, baper, bro, kuker, kak, cin, mager, nggak, woles, bss, ktrr, iyo toda’ jamber, teken, patnerku, pak, buk, sist, dek, dan say.
INFERIORITAS DAN SIKAP MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TERHADAP BAHASA TORAJA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Ina Karudidi; Milka
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan inferioritas dan sikap mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia terhadap bahasa Toraja.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi (mix method).Populasi yang digunakan adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2019 di UKI Toraja. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 mahasiswa, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dikembangkan dengan model skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu: (1) data reducation (reduksi data), (2) data display (penyajian data) (3) conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) inferioritas berbahasa Toraja mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UKI Toraja cukup tinggi.Munculnya inferioritas berbahasa di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh pandangan mahasiswa itu sendiri terhadap bahasa Toraja yang negatif. (2) Sikap berbahasa mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UKI Toraja terhadap bahasa Toraja dapat digolongkan negatif.Hal ini dapat dilihat dari hilangnya kesetiaan bahasa, kebanggaan bahasa dan kesadaran adanya norma bahasa itu sendiri.
Pemberdayaan Masyarakat Lembang Rantedada Melalui Pembinaan Sastra Lisan Berbasis Budaya Lokal Milka; Berthin Simega; Dina Gasong; Rita Tanduk; Herman Kandari; Theresyam Kabanga; Perdy Karuru; Elvira Pasila; Sallolo Suluh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8934

Abstract

Bahasa daerah dapat menjadi bukti adanya peradaban dan budaya yang diwariskan kepada generasi muda baik secara lisan maupun tertulis. Salah satu langkah strategis dalam melestarikan Bahasa daerah yaitu melalui pendokumentasian. Cerita rakyat (ulelean Toraya) yang terdapat di Masyarakat Toraja khususnya di Lembang (desa) Rantedada sudah jarang diperdengarkan kepada anak-anak usia sekolah. Guru TK dan guru Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) juga belum terampil dalam mendongengkan kisah-kisah dari cerita rakyat Toraja (ulelean Toraya). Permasalahan yang dihadapi mitra dapat diselesaikan melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul Pemberdayaan Masyarakat Lembang Rantedada melalui Pembinaan Sastra Lisan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini melalui penyuluhan kepada orangtua dan pelatihan bagi siswa dan guru TK serta SMGT. Penyuluhan dan pelatihan sangat penting dilakukan sebagai Langkah awal dalam pelaksanaan PKM ini untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya berkontribusi dalam pelestarian Bahasa Toraja