Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analysis of Student Understanding about Teacher Competency (Personal Competence) Mutiara Felicita Amsal; Munir Munir; Rusman Rusman; Dony Darma Sagita
AT-TA'LIM Vol 29, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v29i2.742

Abstract

This study aims to determine the extent of student understanding of the personality and social competence of teachers. Personality competence is part of teacher competence that must be known by prospective teacher students. This study uses quantitative research methods with a sample of 173 PGSD students in the fourth semester. Based on the results of the study, it was found that 20% of the students did not understand the competence of teachers, especially the personality competencies that prospective teachers must possess to become teachers in the future. Personal competence is a competency that must be possessed by every teacher. Personality competencies do not just appear, but must be instilled since the teacher is still a teacher candidate at a teacher training college.
The Urgency of Heutagogy-Based Local Wisdom in Elementary School Curriculum in Bali Gusti Ayu Putu Sukma Trisna; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman; Cepi Riyana; Ketut Ayu Lola Monika
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i1.5894

Abstract

This study aimed to analyze the urgency of heutagogy-based local wisdom values in the elementary school curriculum in Bali. This research method used a survey with a qualitative approach. The research was conducted on elementary school teachers in Buleleng Regency, Bali using a purposive sampling technique consisting of 27 elementary school teachers from nine districts. The research instrument was a questionnaire, which consisted of a 2013 curriculum implementation questionnaire, Balinese local wisdom values applied in elementary schools, and teachers' opinions about the importance of heutagogy elements applied to the 2013 curriculum. Data analysis techniques in this study used quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of this study indicated that local wisdom is low in the 2013 curriculum, Balinese local wisdom was rarely inserted into learning, and the primary need for 4C elements found in heutagogy. Therefore, character values, actions, works and traditional games of Balinese local wisdom based on heutagogy in the elementary school curriculum were very urgent to be implemented in elementary schools in Bali. Steps that can be taken  include elaborating the values of local Balinese wisdom in teaching materials, media, evaluation tools, lesson plans, and student worksheets.
Faktor Internal Guru Yang Berkontribusi Terhadap Kinerja Pengembangan HOTS Peserta Didik Anita Yosepha; Mohammad Ali; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i1.73551

Abstract

Penelitian ini menggali faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 55 guru SMP di Jakarta yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS, mereka menghadapi tiga macam kendala yaitu kendala dari diri sendiri, latar belakang siswa, dan sarana prasarana yang tersedia. Faktor motivasi dan efikasi diri guru berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis HOTS. Penyusunan RPP merupakan langkah awal dalam mengembangkan HOTS siswa. Hal itu menjadi kunci implementasi pembelajaran berbasis HOTS.
Analysis of Religious Character Value In Literacy Programs Based on Critical Pedagogic Mariana Widjaja; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4421

Abstract

This study aims to analyze the character values that are instilled through literacy programs implemented at the elementary school level. This analysis is based on a critical pedagogic approach. This study uses content analysis research methods on the literacy program documents of the ministry of education, especially those implemented at the elementary school level. The research findings show that there is integration of instilling character values in students through literacy activities so that students become individual lifelong learners, character values instilled through literacy programs are one way to achieve real educational goals. In addition, based on an analysis with a critical pedagogic approach, the integration of character values in literacy programs is an educational process to make humans become fully human in dealing with the problems they face. It can be concluded that the integration of character values in the literacy program is one of the efforts of the government to strive for humanization of education. Through the integration of these character values, the government can develop the character and manners of students so that they become lifelong learners who have good character.
Pelatihan peningkatan profesionalisme guru melalui implementasi Kurikulum2013 kondisi khusus di disdik Kota Bandung Rusman Rusman
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v2i1.34835

Abstract

Penerapan Kurikulum 2013 Kondisi Khusus di sekolah dasar telah ditetapkan pemerintah pada bulan Agustus 2020 oleh Kabalitbang dan perbukuan Kemendikbud. Implementasi Kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum 2013 kondisi khusus tersebut, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini ingin menjawab permasalahan yang berkenaan dengan "Sejauhmanakah pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep kurikulum 2013 kondisi khusus? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 kondisi khusus? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik?. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat para  kepala sekolah dan guru SD memahami konsep Kurikulum 2013 Kondisi Khusus, para peserta lebih memahami tentang bagaimana mengimplemetasikan kurikulum 2013 Kondisi Khusus, dan para peserta juga memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.
PELATIHAN PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM NASIONAL “2021” DI LINGKUNGAN DISDIK KABUPATEN BANDUNG Rusman Rusman
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdpm.v3i1.39810

Abstract

Penerapan Kurikulum Nasional “2021” di sekolah dasar telah ditetapkan pemerintah melalui sekolah penggerak pada bulan Juli 2021 oleh Kabalitbang dan perbukuan Kemendikbud. Implementasi Kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum Nasional “2021” tersebut, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini ingin menjawab permasalahan yang berkenaan dengan "Sejauhmanakah pengetahuan dan pemahaman guru dan kepala sekolah tentang konsep dan implementasi kurikulum Nasional “2021”? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Nasional “2021? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan Asesmen Nasional (AKM) dalam kurikulum Nasional “2021”?. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat para  kepala sekolah dan guru SD memahami konsep Kurikulum Nasional “2021” para peserta lebih memahami tentang bagaimana mengimplemetasikan Kurikulum Nasional “2021”, dan para peserta juga memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan Asesmen Nasional khususnya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dalam mengimplementasikan kurikulum Nasional “2021”.
Metode Implementasi Kurikulum Rehabilitasi Pecandu Napza Nurhamzah C S; Asep Herry Hernawan; Rusman Rusman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5483

Abstract

Proses pendidikan adalah proses mendidik manusia, inti manusia adalah jiwa, jadi pendidian adalah mendidik jiwa. Mendidik pecandu napza dinamakan rehabilitasi. Rehabilitasi pecandu napza tidak lain dalam rangka membantu para pecandu napza jiwanya terlepas di ketergantungan napza melalui program tertentu. Di Inabah proses rehabilitasi dilakukan dengan mengintensifkan kegiatan mandi malam, zikir, dan shalat (wajib dan sunat) dan keberhasilannya sudah mendapat pengakuan dari berbagai pihak dan berbagai penelitian menunjukkan efek amaliah tersebut terhadap perubahan perilaku para pcandu napza setelah menjalani pembinaan kurang lebih minimal empatpuluh hari lamanya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis metode yang digunakan dalam implementasi kurikulum pembinaan jiwa para pecandu napza. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam membina para pecandu napza di Inabah adalah metode latihan jiwa (riyadlatu al-nafs) sebagai proses pensucian jiwa (tazkiyat al-nafs) dan pembersihan hati (tashfiyat al-qulb) dengan melalui tiga tahapan, takhliyat, pengosongan dari kotoran jiwa dan hati, tahalliyat pengiassan jiwa dan hati dengan akhlak dan sifat-sifat Allah, dan tajalliyat Allah dalam jiwa dan hati pecandu napza sebagai hasil dari amaliah yang konsisten dan inten serta continue.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DAN AMANAH KONSTITUSI INTERNASIONAL Mariana Widjaja; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.155 KB) | DOI: 10.30868/ei.v1i02.20

Abstract

KONSEP PENDIDIKAN ANAK DAN AMANAH KONSTITUSI INTERNASIONAL Mariana Widjaja; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.20

Abstract

Anak merupakan amanah keluarga, negara dan bangsa-bangsa di dunia, oleh karena itu anak harus memperoleh perhatian khusus. Perhatian tersebut meliputi kesehatan, ketenangan, kebebasan dan pendidikan. Amanah konstitusi nasional tertuang dalam undang-undang dan peraturan pemerintah yang memberikan hak penuh kepada anak-anak. Dengan demikian pemerintah harus memberikan kontribusi kepada hak-hak anak.Juga amanah dunia internasional terhadap hak-hak anak mendapat perhatian yang besar dan amanah tersebut tertuang dalam amanah konstitusi PBB terhadap seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dan bahkan bagi negara yang tidak mengindahkan hak-hak anak akan diberikan sanksi tegas.Pendapat para pakar pendidikan banyak menaruh perhatian kepada anak, bahkan anak yang sejak kecil diberikan pendidikan yang cukup akan memperoleh kesuksesan pada jenjang pendidikan berikutnya.Perhatian pakar pendidikan juga banyak meneliti tentang berbagai perkembangan seperti; perkembangan kognitif, perkembangan afektif dan perkembangan psikomotorik anak melalui proses pembelajaran.Dari berbagai penelitian para pakar, akan melahirkan teori-teori baru dalam dunia pendidikan dan memberikan sumbangsih pemikiran pendidikan di tingkat nasional dan internasional. 
Analisis Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik sekolah menengah atas di Jawa Barat Sunarto Sunarto; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman; Laksmi Dewi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.88758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pelajar Pancasila pada siswa sekolah menengah atas di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 100 siswa kelas sepuluh dari berbagai jenis sekolah di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif, yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek profil pelajar Pancasila yang memiliki kualifikasi tinggi adalah keimanan dan ketakwaan (84,64%), kebhinekaan global (82,25%), gotong royong (80,54%), kemandirian (84,02%), dan penalaran kritis (81,34%). Aspek kreativitas memperoleh kualifikasi cukup dengan skor 77,02%. Kesimpulannya, siswa di Jawa Barat telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka. Analysis of Pancasila Learner Profile among senior high school students in West Java Abstract: This study aims to analyze the Pancasila student profile among high school students in West Java. The research employs a survey method, involving 100 tenth-grade students from various types of schools in West Java. Data were collected through questionnaires and analyzed using interactive analysis techniques, including data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the aspects of the Pancasila student profile with high qualifications are faith and piety (84.64%), global diversity (82.25%), cooperation (80.54%), independence (84.02%), and critical reasoning (81.34%). The creativity aspect received a sufficient qualification with a score of 77.02%. In conclusion, students in West Java have successfully applied Pancasila values in their lives.