Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analysis of Religious Character Value In Literacy Programs Based on Critical Pedagogic Mariana Widjaja; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4421

Abstract

This study aims to analyze the character values that are instilled through literacy programs implemented at the elementary school level. This analysis is based on a critical pedagogic approach. This study uses content analysis research methods on the literacy program documents of the ministry of education, especially those implemented at the elementary school level. The research findings show that there is integration of instilling character values in students through literacy activities so that students become individual lifelong learners, character values instilled through literacy programs are one way to achieve real educational goals. In addition, based on an analysis with a critical pedagogic approach, the integration of character values in literacy programs is an educational process to make humans become fully human in dealing with the problems they face. It can be concluded that the integration of character values in the literacy program is one of the efforts of the government to strive for humanization of education. Through the integration of these character values, the government can develop the character and manners of students so that they become lifelong learners who have good character.
Pelatihan peningkatan profesionalisme guru melalui implementasi Kurikulum2013 kondisi khusus di disdik Kota Bandung Rusman Rusman
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v2i1.34835

Abstract

Penerapan Kurikulum 2013 Kondisi Khusus di sekolah dasar telah ditetapkan pemerintah pada bulan Agustus 2020 oleh Kabalitbang dan perbukuan Kemendikbud. Implementasi Kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum 2013 kondisi khusus tersebut, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini ingin menjawab permasalahan yang berkenaan dengan "Sejauhmanakah pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep kurikulum 2013 kondisi khusus? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 kondisi khusus? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik?. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat para  kepala sekolah dan guru SD memahami konsep Kurikulum 2013 Kondisi Khusus, para peserta lebih memahami tentang bagaimana mengimplemetasikan kurikulum 2013 Kondisi Khusus, dan para peserta juga memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.
PELATIHAN PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM NASIONAL “2021” DI LINGKUNGAN DISDIK KABUPATEN BANDUNG Rusman Rusman
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdpm.v3i1.39810

Abstract

Penerapan Kurikulum Nasional “2021” di sekolah dasar telah ditetapkan pemerintah melalui sekolah penggerak pada bulan Juli 2021 oleh Kabalitbang dan perbukuan Kemendikbud. Implementasi Kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum Nasional “2021” tersebut, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini ingin menjawab permasalahan yang berkenaan dengan "Sejauhmanakah pengetahuan dan pemahaman guru dan kepala sekolah tentang konsep dan implementasi kurikulum Nasional “2021”? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Nasional “2021? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan Asesmen Nasional (AKM) dalam kurikulum Nasional “2021”?. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat para  kepala sekolah dan guru SD memahami konsep Kurikulum Nasional “2021” para peserta lebih memahami tentang bagaimana mengimplemetasikan Kurikulum Nasional “2021”, dan para peserta juga memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan Asesmen Nasional khususnya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dalam mengimplementasikan kurikulum Nasional “2021”.
Metode Implementasi Kurikulum Rehabilitasi Pecandu Napza Nurhamzah C S; Asep Herry Hernawan; Rusman Rusman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5483

Abstract

Proses pendidikan adalah proses mendidik manusia, inti manusia adalah jiwa, jadi pendidian adalah mendidik jiwa. Mendidik pecandu napza dinamakan rehabilitasi. Rehabilitasi pecandu napza tidak lain dalam rangka membantu para pecandu napza jiwanya terlepas di ketergantungan napza melalui program tertentu. Di Inabah proses rehabilitasi dilakukan dengan mengintensifkan kegiatan mandi malam, zikir, dan shalat (wajib dan sunat) dan keberhasilannya sudah mendapat pengakuan dari berbagai pihak dan berbagai penelitian menunjukkan efek amaliah tersebut terhadap perubahan perilaku para pcandu napza setelah menjalani pembinaan kurang lebih minimal empatpuluh hari lamanya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis metode yang digunakan dalam implementasi kurikulum pembinaan jiwa para pecandu napza. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam membina para pecandu napza di Inabah adalah metode latihan jiwa (riyadlatu al-nafs) sebagai proses pensucian jiwa (tazkiyat al-nafs) dan pembersihan hati (tashfiyat al-qulb) dengan melalui tiga tahapan, takhliyat, pengosongan dari kotoran jiwa dan hati, tahalliyat pengiassan jiwa dan hati dengan akhlak dan sifat-sifat Allah, dan tajalliyat Allah dalam jiwa dan hati pecandu napza sebagai hasil dari amaliah yang konsisten dan inten serta continue.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DAN AMANAH KONSTITUSI INTERNASIONAL Mariana Widjaja; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.155 KB) | DOI: 10.30868/ei.v1i02.20

Abstract

KONSEP PENDIDIKAN ANAK DAN AMANAH KONSTITUSI INTERNASIONAL Mariana Widjaja; Dinn Wahyudin; Rusman Rusman
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v1i02.20

Abstract

Anak merupakan amanah keluarga, negara dan bangsa-bangsa di dunia, oleh karena itu anak harus memperoleh perhatian khusus. Perhatian tersebut meliputi kesehatan, ketenangan, kebebasan dan pendidikan. Amanah konstitusi nasional tertuang dalam undang-undang dan peraturan pemerintah yang memberikan hak penuh kepada anak-anak. Dengan demikian pemerintah harus memberikan kontribusi kepada hak-hak anak.Juga amanah dunia internasional terhadap hak-hak anak mendapat perhatian yang besar dan amanah tersebut tertuang dalam amanah konstitusi PBB terhadap seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dan bahkan bagi negara yang tidak mengindahkan hak-hak anak akan diberikan sanksi tegas.Pendapat para pakar pendidikan banyak menaruh perhatian kepada anak, bahkan anak yang sejak kecil diberikan pendidikan yang cukup akan memperoleh kesuksesan pada jenjang pendidikan berikutnya.Perhatian pakar pendidikan juga banyak meneliti tentang berbagai perkembangan seperti; perkembangan kognitif, perkembangan afektif dan perkembangan psikomotorik anak melalui proses pembelajaran.Dari berbagai penelitian para pakar, akan melahirkan teori-teori baru dalam dunia pendidikan dan memberikan sumbangsih pemikiran pendidikan di tingkat nasional dan internasional. 
Curriculum evaluation in tourism education: Assessing the fulfillment of OBE principles Rosita Rosita; Rudi Susilana; Rusman Rusman; Lina Rosliana
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2025)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v29i2.91567

Abstract

The shift toward Outcome-Based Education (OBE) in higher education requires tourism programs to conduct systematic curriculum evaluations to ensure relevance to evolving societal needs. This study evaluates the fulfillment of OBE principles in the Resort and Leisure Management (MRL) Program using the Stufflebeam’s CIPP (Context, Input, Process, Product) model. The evaluation analyzed the program’s curriculum document, 30 lesson plans, observed 18 courses, and conducted interviews and FGDs with lecturers, students, and program leaders. Context evaluation findings indicate that 9 of 10 PLOs lack measurable performance demonstrations, with less than half of CLOs consistently aligned with PLOs. Input evaluation supports the feasibility of a redesigned backward curriculum structure, while process evaluation highlights implementation gaps, particularly the predominance of lecture-based teaching, underutilization of digital learning systems, and administrative challenges in applying criteria-based assessments. Product evaluation confirms that although the curriculum is structurally OBE-compliant, its practical enactment does not yet guarantee authentic demonstration of graduate competencies. The study contributes empirical evidence showing the gap between curriculum documentation and instructional reality in tourism education. It also demonstrates the utility of the CIPP model as a system-oriented approach for improving OBE implementation.
A Qualitative Exploration of Essential Content for Peace Education Curricula to Prevent Digital Violence Deodatus Kolek; Rusman Rusman
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i1.661

Abstract

Background: Digital violence, including cyberbullying, hate speech, doxing, and online gender-based violence, has surged in Indonesian schools, with over 445,000 cases reported in 2024. Despite its growing prevalence, limited systematic analysis has been conducted to identify which curricular components of peace education can effectively address digital violence in Indonesia’s multicultural school contexts. Objective: This study aims to identify and synthesise key curricular components of peace education to prevent digital violence in Indonesian multicultural schools, integrating Tyler’s four-stage curriculum rationale, UN human dignity principles, Indonesian local cultural values (gotong royong, musyawarah), and digital ethics into the proposed PEACE-D Framework. Method: A Systematic Qualitative Review (SQR) was conducted, synthesising 45 peer-reviewed articles (2017–2026) retrieved from Scopus, Google Scholar, and Garuda Portal. The data was analysed using Braun & Clarke’s six-phase thematic analysis, validated by investigator triangulation, achieving 87% intercoder agreement. Result: Thematic synthesis identified four core curricular domains forming the PEACE-D Framework: (1) cross-national peace competencies (knowledge, attitudes, and skills for conflict transformation); (2) human personal dignity (UN-grounded digital privacy and non-degradation norms); (3) contextual cultural values (gotong royong, musyawarah, Sufistic empathy as cyber-ethical foundations); and (4) digital ethics and online responsibility (netiquette, cyberbullying prevention, bystander intervention). Conclusion: The PEACE-D Framework advances curriculum theory by integrating Tyler’s rationale with cultural and ethical dimensions specific to Indonesia’s digital educational context. Practical implications include adaptive module development within Kurikulum Merdeka and policy integration at the national level. Future quasi-experimental research in multicultural schools is recommended to empirically validate framework effectiveness.
Peningkatan profesionalisme guru melalui implementasi kurikulum 2013 bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Bandung Rusman Rusman; As'ari Djohar
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.224

Abstract

Bulan Juli 2013. Implementasi kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Kurikulum 2013 mengalami beberapa kali revisi, sehingga pemberian informasi dan pelatihan harus diberikan kepada guru, agar perubahan tersebut cepat dilaksanakan guru di dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum baru tersebut, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini ingin menjawab permasalahan yang berkenaan dengan "Sejauhmanakah pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep kurikulum 2013? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam melakukan penilaian autentik?". Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat bagi para guru SD terhadap implementasi kurikulum 2013 di Disdik Kabupaten Bandung berjalan dengan baik, para guru lebih memahami tentang kurikulum 2013, baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum 2013. Setelah dilakukan kegiatan praktek membuat penilaian HOTS para guru sekolah dasar lebih memahami tentang penilaian autentik dalam implementasi kurikulum 2013.