Claim Missing Document
Check
Articles

UJI KARAKTERISTIK FISIS, pH DAN ORGANOLEPTIK PADA MINYAK JELANTAH DENGAN PENAMBAHAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) - Misrawati; Sri Fitria Retnawaty; Yulia Fitri
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.582

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Meningkatnya harga minyak goreng dikalangan masyarakat dengan perekonomian rendah, merupakan salah satu faktor penyebab pemakaian minyak goreng berulang kali (minyak jelantah). Penggunaan minyak jelantah secara berulang kali dapat membahayakan kesehatan, seperti keracunan, diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah, kanker dan lain-lain. Telah dilakukan penelitian uji karakteristik fisis, pH dan organoleptik pada minyak jelantah dengan penambahan buah mengkudu blender dan potong. Parameter yang diukur adalah uji fisis (viskositas, massa jenis, ORP, konduktivitas listrik, resistivitas), pH dan organoleptik (bau dan rasa). Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk uji fisis pada minyak jelantah yang ditambah mengkudu potong dan blender, memiliki karakteristik fisis yang tidak jauh berbeda. Akan tetapi, untuk uji pH terdapat satu jenis sampel, penambahan buah mengkudu potong dengan massa 75 gram memiliki nilai pH yang lebih tinggi dari pada sampel minyak murni dan sampel minyak jelantah, mungkin disebabkan oleh pengaruh suhu pada saat pengambilan sampel. Untuk hasil uji organoleptik, minyak jelantah yang ditambahkan dengan mengkudu potong cenderung lebih disukai dari pada mengkudu blender.
UJI pH DAN KARAKTER FISIS PADA AIR MANISAN BUAH SALAK SIDEMPUAN (Salacca sumatrana) - Sumiati; Aji Suroso; Shabri Putra Wirman; Sri Fitria Retnawaty
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.585

Abstract

Salak merupakan salah satu jenis tanaman dengan buah yang dapat dimakan dan merupakan tanaman asli Indonesia. Salah satu jenis makanan yang dapat dibuat dengan salak adalah manisan. Akan tetapi manisan salak yang tersedia di zaman yang serba modern ini, dalam proses pembuatannya sering ditambahkan dengan asam benzoat. Maka dari itu perlu diteliti mengenai kualitas dari manisan salak tersebut. Penlitian yang dilakukan yaitu pada karakteristik fisis dan pH dari air manisan buah salak, dengan membandingkan berbagai jenis manisan salak yang divariasikan pada penambahan jumlah asam benzoat. Parameter yang digunakan pada uji fisis yaitu berupa Viskositas, Total Padatan Terlarut (TPT), massa jenis, Konduktivitas, Resistivitas, Oxidation Reduction Potential (ORP), Salinitas, dan uji rasa. Dan hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan jika variasi sampel 1 kg salak, 0,5 kg gula, 1 gram asam benzoat dan 1,5 liter air, memiliki nili pH fisis (konduktivitas dan ORP) terbaik. Dan untuk nilai viskositas dan resistivitas terbaik terdapat pada sampel dengan variasi sampel tanpa penambahan asam benozoat yaitu 1 kg salak, 0,5 kg gula, 1 gram asam benzoat dan 1,5 liter air.
UJI FISIS DAN pH MANISAN AIR BUAH KOLANG – KALING - Tusiyem; Sri Fitria Retnawaty; Shabri Putra Wirman
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.586

Abstract

Kolang-kaling merupakan salah satu produk yang berasal dari sebuah pohon yang bernama aren. Kolang-kaling dapat dimanfaatkan untuk bahan aneka makanan dan minuman, kandungan seratnya juga baik untuk kesehatan. Dan biasanya kolang-kaling diolah menjadi jenis makanan basah, yaitu manisan kolang-kaling. Akan tetapi manisan yang baik dan dapat diterima konsumen perlu dipertimbangkan tekstur, rasa, warna dan aroma serta kadar gizi yang tinggi. Pada penelitian ini manisan kolang-kaling ditambahkan dengan berbagai jumlah konsentrasi pemanis buatan. Kemudian dilakukan uji pH dan uji fisis dengan parameter berupa Oxidation Reduction Potential (ORP), Massa Jenis, Viskositas, Salinitas, Total Disolve Solid (TDS), Konduktivitas, Resistivitas dan uji rasa pada manisan basah kolang kaling. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan jika hasil uji fisis, yaitu ORP dan konduktivitas terbaik terdapat pada sampel manisan kolang-kaling dengan variasi 1 kg kolang –kaling, 1 kg gula, 2 gram pemanis buatan, 1 gram pewarna dan air 1 liter. Kemudian untuk hasil uji fisis lainyya yaitu massa jenis, viskositas, TDS dan resistivitas terbaikterdapat pada sampel manisan tanpa penambahan pemanis buatan dengan variasi 1 kg kolang –kaling, 1 kg gula, 1 gram pewarna dan air 1 liter. Sedangkan pada uji pH, penambahan pemanis buatan tidak mempengaruhi nilai pH dari manisan kolang-kaling, dimana nilai pH cenderung sama pada semua sampel dan setiap penyimpanan.
UJI pH DAN FISIS AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR - Sudarto; Sri Fitria Retnawaty; Yulia Fitri; Aji Suroso
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.587

Abstract

Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan tempat yang praktis untuk melakukan pengisian air minum. Pada saat ini di Kecamatan Tapung telah banyak berdiri usaha pengisian air minum isi ulang. Sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan di Kecamatan Tapung terdapat 30 DAMIU. Untuk mengetahui karakter fisis dan pH dari air pada DAMIU tersebut maka perlu dilakukan uji fisis dan pH. Parameter fisis yang diuji yaitu viskositas, massa jenis, Total Padatan Terlarut (TPT), salinitas, konduktivitas listrik, resistivitas, dan Oxidation Reduction Potential (ORP). Hasil pengujian menunjukkan jika hanya terdapat beberapa depot (DAMIU) yang memiliki nilai pH sesuai dengan standar PERMENKES yaitu depot 2, 3, 7 dan 23 dari 30 depot yang diuji. Dan untuk depot lain nilai pH berada di bawah standar PERMENKES yaitu 6,5 - 8,5 sehingga bersifat asam. Sedangkan untuk hasil dari uji fisis (Massa Jenis dan TDS), seluruh depot memenuhi standar PERMENKES. Sedangkan hasil uji fisis lainnya yaitu viskositas, ORP, Salinitas, Konduktivitas dan Resistivitas memiliki nilai yang sama dengan nilai air yang digunakan sebagai standar (acuan). Dari hasil penelitian secara umum DAMIU di Kecamatan Tapung memiliki karakteristik fisis yang sama dengan sir standar (acuan) dan memenuhi standar PERMENKES.
UJI KARAKTERISTIK FISIS, pH DAN ORGANOLEPTIK SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN PENAMBAHAN PENGAWET SINTETIS DAN PENGAWET ALAMI - Sumardilan; Sri Fitria Retnawaty; Yulia Fitri; Aji Suroso
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.588

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu spesies dalam family belimbing (Averrhoa). Belimbing wuluh kurang diminati oleh masyarakat jika dikonsumsi secara langsung karena rasanya yang sangat asam. Maka perlu melakukan pengolahan pada belimbing tersebut agar disukai oleh banyak orang. Salah satu caranya yaitu dengan membuat sari buah dari belimbing wuluh dengan penambahan gula dan diberi pengawet makanan agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, maka dilakukan penelitian uji karakteristik fisis, pH dan organoleptik pada sari buah belimbing wuluh, agar dapat diketahui apakah ada perubahan Karakteristik fisis pH dan Organoleptik setelah diberikan penambahan gula, pengawet sintetis (natrium benzoat) dan pengawet alami (minyak cengkeh). Dan parameter fisis yang digunakan yaitu massa jenis, ORP (Oxidation Reduction Potential), TDS (Tottal Disolve Solid), salinitas, resistivitas, konduktivitas serta uji organoleptik berupa uji rasa, warna dan bau. Dari hasil penelitian di laboratorium menunjukkan jika semakin banyak penambahan pengawet sintetis maka nilai pH, massa jenis, ORP TDS, salinitas, resistivitas dan konduktivitas semakin tinggi. Sedangkan semakin banyak penambahan pengawet alami maka nilai pH, massa jenis, ORP TDS, salinitas, resistivitas dan konduktivitas semakin rendah. Hal tersebut disebabkan karena pengawet alami merupakan minyak yang mudah teroksidasi.
PENGGUNAAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmani) UNTUK MENGATASI KETENGIKAN PADA MINYAK KELAPA SECARA TRADISIONAL - Kadir; Shabri Putra Wirman; Sri Fitria Retnawaty; Aji Suroso
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.591

Abstract

Coconut oil is an oil produced from coconuts. Based on the high levels of saturated fatty acids and lauric acid (anti-microbial) makes coconut oil as an oil that has the highest quality of other oils. But if oil is stored in a long time it will cause rancidity. Rancidity can be caused by several factors such as oxidation and hydrolysis reactions. One way to overcome this is to add antioxidant rancidity. Antioxidants can be found in everyday life, such as the onion, cloves, betel leaf and cinnamon. In this study using cinnamon oil as an antioxidant and pH were tested for physical parameters such as viscosity, Density, conductivity, resistivity, and the smell test. The results of the pH test and demonstrate physical if cinnamon can prevent oil from rancidity based on the length of storage. And the addition of cinnamon to a maximum of 8 grams are in 50 ml of coconut oil has a pH value, Viscosity, Density, conductivity, resistivity, and the test odors better than the other samples.
UJI pH, KARAKTER FISIK DAN ORGANOLEPTIK PADA MANISAN BUAH MANGGA UDANG Uswatun Hasanah; Shabri Putra Wirman; Sri Fitria Retnawaty; Aji Suroso
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v5i2.597

Abstract

Buah mangga udang adalah salah satu varietas mangga yang merupakan buah musiman dengan rasa relatif lebih asam dibanding buah mangga jenis lain. Salah satu olahan mangga udang adalah manisan yang diawetkan menggunakan gula atau pemanis buatan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui uji pH, karakteristik fisis dan organoleptik (rasa) manisan buah mangga udang dengan penambahan pemanis buatan. Uji karakteristik fisis berupa massa jenis, viskositas, Oxidation Reduction Potential (ORP), Total Disolve Solid (TDS), Salinitas, Konduktivitas, Resistivitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai pH terbaik terdapat pada sampel tanpa penambahan pemanis buatan yaitu 3,75. Dan pada hasil uji fisis, penambahan pemanis buatan mempengaruhi nilai massa jenis, ORP, dan konduktivitas, dengan masing-masing nilai 1202 kg/m3, 187 Mv dan 376 Ohm. Kemudian untuk hasil uji rasa, smpel dengan penambahan pemanis buatan tidak disukai oleh para panelis.
APLIKASI PENGENALAN UCAPAN SEBAGAI PENGENDALI AC DENGAN EKSTRAKSI CIRI MEL-FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENTS (MFCC) DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) PROPAGASI BALIK Yulia Fitri; Sri Fitria Retnawaty; Nurul Zecha
Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i2.712

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang Pengolahan Sinyal Digital (Digital Signal Processing) telah membawa dampak positif dalam kehidupan manusia. Pengenalan sinyal digital dapat dikembangkan keberbagai aplikasi yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Salah satu perkembangannya adalah dibidang pengenalan suara. Dalam penelitian ini dibuat salah suatu sistem pengendali AC. Pengenalan suara meliputi 4 kata yaitu, “Hidup” “Dingin” “Sedang” dan “Mati” dengan pengucapan pola benar dan pengucapan pola salah. Untuk pengenalan ini meliputi proses digitalisasi kemudian ekstraksi ciri menggunakan metode MFCC hasil dari proses MFCC berupa koefisien, koefisien ini yang dijadikan sebagai input pada Jaringan Saraf Tiruan (JST) Propagasi Balik untuk proses pengenalan. Jumlah responden berjumlah 16 orang terbagi atas 2 kelompok, dimana kelompok responden pertama data yang digunakan diuji dimana data dilatih terlebih dan kelompok responden kedua data yang digunakan diuji tanpa melalui proses latih. Hasil uji responden kelompok pertama dengan pengucapan pola benar mencapai tingkat keberhasilan rata-rata 83%, untuk pola yang salah mencapai 90%. Sedangkan untuk kelompok kedua dengan pengucapan pola benar sistem mampu mengenali 77%, dan untuk pengucapan dengan pola salah sistem mampu mengenali 72%.
Estimasi Emisi CO2 Dari Sektor Rumah Tangga Di Kota Pekanbaru Yulia Fitri; Anggi Nadia Putri; Sri Fitria Retnawaty
Sistem Informasi Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v11i1.2061

Abstract

Peningkatan emisi CO2 sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk serta aktivitas sehari-hari dalam menggunakan energi. Konsumsi energi yang digunakan oleh setiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti penggunaan LPG dan konsumsi daya listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui emisi CO2 dari pemakaian LPG dan konsumsi listrik di Kota Pekanbaru. Metode Krejcie and Morgan digunakan untuk menentukan jumlah sampel dan untuk menghitung emisi CO2 adalah metode IPCC 2006. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 167 Rumah Tangga di Kota Pekanabaru. Total emisi CO2 dari rumah tangga di Kota Pekanbaru adalah sebesar 40.806,386 Ton CO2/Bulan dengan rata-rata setiap CO2 rumah tangga menghasilkan emisi CO2 sebesar adalah 0,1570409 Ton CO2/Bulan. Konsumsi listrik merupakan penyumbang emisi CO2 terbesar yaitu 34.602,51363 Ton CO2/Bulan dan LPG menyumbang emisi sebesar 6.204,424 Ton CO2/Bulan. Maka dapat diartikan bahwa konsumsi listrik dalam sektor rumah tangga berkonstribusi lebih besar menghasilkan emisi CO2 .
Pembinaan Usaha Kreatif Dari Papan Partikel Serat Tebu Untuk Pondok Tahfidz Lazizmu Sri Fitria Retnawaty; Denny Astrie Anggraini; Yeeri Badrun
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v5i2.2947

Abstract

Lazismu memiliki beberapa program rutin yang utama antara lain Program Tahfidz Quran. Saat ini kegiatan santri yang ada di Pondok Tahfidz Quran Lazismu Pekanbaru sebagian besar dilakukan untuk menghafalkan Al Quran, mengikuti kelas tahsin dan sepekan sekali mereka diberi kesempatan berolahraga seperti futsal, atau olahraga lain yang diminati. Namun belum ada kegiatan pengembangan kemampuan lainnya untuk para santri. Dimana setelah mengikuti pendidikannya, para santri tentunya membutuhkan kemampuan dan keterampilan untuk kemandirian dalam kehidupan mereka, sehingga perlu diberikan bekal terkait pengembangan kewirausahaan untuk memperbanyak pengalaman dan kemampuan diri dalam menjalani kehidupan santri setelah menempuh pendidikan di masa mendatang. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai pendekatan yaitu dalam bentuk workshop/pelatihan intensif, teknologi dan prosedur pembuatan, promosi dan pemasaran serta pendampingan dan pengawasan pembuatan papan partikel dari limbah tebu untuk diolah menjadi jam serat tebu. Hasil dari pengabdian yang sudah dilaksanakan yaitu santri sudah mengenal papan partikel dari ampas tebu dan mampu membuat serbuk ampas tebu dan papan partikel dari ampas tebu, serta santri sudah dapat membuat desain bentuk jam dari serat tebu sebagai salah satu produk hasil olahan serat tebu.