Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN RUMAH TANGGA Zana Marina Ivana; Rizki Zulkarnaen; Deni Setya Bagus Yuherawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2320

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang banyak dialami oleh perempuan. Perempuan sebagai korban sering kali mengalami hambatan dalam memperoleh keadilan hukum, baik karena faktor budaya, ketimpangan relasi kuasa, maupun kurang optimalnya peran aparat penegak hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aparat penegak hukum dalam menangani kasus KDRT dan menilai efektivitas perlindungan hukum terhadap perempuan korban KDRT. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta studi lapangan melalui wawancara dengan aparat dan korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat instrumen hukum seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, implementasinya di lapangan belum sepenuhnya berjalan efektif. Masih ditemukan praktik diskriminatif, minimnya respons cepat, serta keterbatasan pemahaman aparat terhadap pendekatan berbasis korban. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dan perspektif gender dalam merancang kebijakan perlindungan yang menyeluruh bagi korban
Transformation and Effects of Human Rights Protection on Determining Corruption Suspects as a Pretrial Object under the Indonesian Criminal Justice System Suastuti, Eny; Haq, Lalu Muhammad Hayyanul; Harimurti, Yudi Widagdo; Yuherawan, Deni Setya Bagus
Lex Scientia Law Review Vol. 8 No. 2 (2024): Advancing Justice, Rights, and Governance in a Digital and Decentralized World
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lslr.v8i2.14667

Abstract

This study explores the transformation of human rights understanding and legal enforcement within the Indonesian criminal justice system, focusing on expanding the scope of pre-trial elements. The debate centers around balancing citizens' rights to protection with the public’s demand for legal certainty under the Indonesian Criminal Code (KUHP). This research presents a coherent approach to address this dilemma, aiming to establish legal certainty and justice in line with Article 28 of Indonesia’s 1945 Constitution. The central legal issue is the lack of clarity and certainty in the determination of suspects, particularly in corruption cases, due to legal gaps in the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP). This uncertainty prevents victim compensation and rehabilitation, making it impossible for victims to seek legal redress. The study argues for a review of Law No. 8 of 1981 to strengthen victim protection in such cases. Findings reveal the crucial role of human rights in reforming pre-trial procedures, notably the inclusion of suspect determination as a pre-trial element under Constitutional Court Decision No. 21/PUU-XII/2014. This shift ensures that suspects’ rights are safeguarded, especially in corruption cases, aligning with Indonesia's obligation to uphold human rights and minimize unjust detentions. The study’s contribution extends to both national and global contexts, offering insights into the importance of legal reforms that safeguard human rights while ensuring justice and legal certainty. It recommends that the government implement legal measures to provide compensation and rehabilitation for victims of wrongful corruption suspect determinations.