Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Resiliensi dan Self Determination Terhadap LOC Masyarakat Berpenghasilan Harian di Indonesia Tahun 2020 Pasca Penanganan Percepatan Covid-19 Bilqis Rahmanda Hakim; Irine Irchamillah Azza; Muhammad Iqbal; Achmad Fathoni; Widodo Wiji Prasetyo; Soffy Balgies
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i1.736

Abstract

Mewabahnya covid-19 di seluruh negara termasuk di indonesia mengundang penyusutan yang besar terhadap perekonomian dan melemahkan mental masyarakat dalam menghadapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran resiliensi dan self determination terhadap Locus Of Control (LOC) masyarakat Yang berpenghasilan harian ditengah mewabahnya virus covid-19. Metode dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling nonprobability sampling yakni quota sampling. Masyarakat di indonesia yg berpenghasilan harian merupakan subjek dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengansistem online learning yaitu menyebar kuesioner melalui google foam. Subyek penelitian berjumlah 100 orang dengan pendapatan harian. Analisa data penelitian menggunakan Uji Prasyarat Analisis dan uji hipotesis. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa nilai Signifikansi t < 0,05, maka H0 Ditolak, Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variable independen terhadap variabel dependen. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha penelitian ini diterima yakni terdapat pengaruh resiliensi dan self determination terhadap locus of control (LOC) masyarakat berpenghasilan harian di Indonesia tahun 2020 pasca penanganan percepatan COVID-19.
Self Esteem Dengan Online Compulsive Buying Produk Fashion Pada Konsumen Perempuan Norafika Virly; Soffy Balgies
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i1.738

Abstract

Era digitalisasi saat ini, berbelanja tidak hanya dapat dilakukan secara langsung di tokonya namun dapat juga dilakukan secara online. Hadirnya e-commerce dalam platform digital tersebut memberi kemudahan seseorang untuk melihat berbagai macam referensi produk yang akan mereka beli, membuat seseorang melakukan pembelian produk yang mereka inginkan dengan segera melalui belanja online. Proses pembelian yang dilakukan tanpa perencanaan dan dilakukan saat itu juga untuk menimbulkan rasa puas dan menghilangkan ketegangan yang bersifat sementara, kemudian pada diri seseorang akan timbul rasa bersalah dan penyesalan hal ini biasa disebut dengan compulsive buying. Faber dan O'Guinn (1989) juga menyatakan konsumen dengan kecenderungan compulsive buying sering menggunakan pembelian sebagai suatu kompensasi terhadap suatu kondisi yang tidak menyenangkan dan juga disebabkan oleh self esteem yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self esteem dengan online compulsive buying produk fashion pada konsumen perempuan. Menggunakan rancangan penelitian kuantitatif korelasional dengan tenik pengumpulan data menggunakan skala likert dengan pembagian kuesioner yang telah disusun berdasarkan dimensi self esteem dan compulsive buying. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 151 konsumen perempuan pengguna aplikasi Tokopedia dan Shopee. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji product moment dengan bantuan Statistical Package for Social Science (SPSS). Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian diperoleh nilai p sebesar 0.026 dengan nilai korelasi antar variable sebesar -0.181. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kedua variable berhubungan negative dan signifikan. Memiliki arti, semakin rendah self esteem seseorang, perilaku compulsive buying akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya, semakin tinggi self esteem seseorang, perilaku compulsive buying akan cenderung rendah.