Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

GAMBARAN EPIDEMIOLOGI DAN STIGMA SOSIAL TERKAIT PANDEMI COVID-19 DI KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2020 Astri Kurnia Sari; Thresya Febrianti
Collaborative Medical Journal Vol 3 No 3 (2020): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v3i3.1506

Abstract

In December 2019, a case of peneumonia of unknown etiology was found in Wuhan, Hubei, China with clinical symptoms that closely resemble pneumonia, which is named COVID-19. The COVID-19 pandemic can cause feelings of fear of infection, anxiety, stigma, prejudice and marginalization of disease in patients, people at risk and healthy people to health workers. This study aims to describe the epidemiology and social stigma associated with the COVID-19 pandemic in South Tangerang City in 2020. This research is a type of quantitative research with a descriptive method with a cross sectional approach. The study was conducted in July 2020. The population in this study were the people of South Tangerang City. The sample used was 107 respondents with purposive sampling technique. Retrieval of data using a questionnaire via google form. Based on the results of the study, 73.8% of the respondents were 17-25 years old, 70.1% of the respondents were female. , the occupational status of the respondents is mostly students as much as 60.7% and the sub-districts where the respondents are mostly residing in Pamulang is 29.0%. People who do not have a stigma on COVID-19 patients are 56.1%. It is hoped that the public will remain vigilant and carry out health protocols during the COVID-19 pandemic and avoid stigmatizing COVID-19 patients in order to avoid someone hiding their health status.
ANALISIS PERILAKU DAN KEBUTUHAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA Mizna Sabilla; Thresya Febrianti; Rusman Efendi
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.601 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.153

Abstract

Permasalahan remaja sampai saat ini masih tinggi, diantaranya perilaku seksual dan penggunaan Napza yang dapat meningkatan penularan HIV AIDS. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) penting diberikan sebagai wadah dalam menyebarkan informasi kesehatan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis perilaku berisiko remaja serta kebutuhan informasi Seksualitas, Napza, dan HIV AIDS melalui PIK R. Metode yang digunakan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan kuesioner dan dilakukan analisis bivariat, sedangkan data kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku berisiko remaja terkait HIV AIDS, namun masih ditemukan 21,1 % mahasiswa yang perilakunya berisiko. Analisis kualitatif menyebutkan bahwa mahasiswa memerlukan informasi terkait kesehatan reproduksi, Napza dan HIV AIDS. Saran: Adanya advokasi kepada pimpinan UMJ untuk menghidupkan kembali PIK R UMJ, kerjasama dengan BKKBN, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DPMP3AKB) dan BNN serta sosialisasi kepada seluruh mahasiswa UMJ terkait PIK R UMJ.
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Negara Berkembang Qurratu Falmuariat; Thresya Febrianti; Mustakim Mustakim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.758

Abstract

Introduction; Stunting in toddlers is one of the nutritional problems in the world, especially in developing countries. As many as 21.3% or around 144 million toddlers in the world are stunted, more than half of the world's stunted toddlers are from Asia, and more than two-fifths live in Africa. Stunting is a serious threat to the existence of children as the next generation of a nation. Purpose; This study analyzed the risk factors associated with the incidence of stunting in toddlers in developing countries using a systematic literature review and meta-analysis. Method; Literature search using online journal portals namely ProQuest, PubMed, and Garuda. The journal used in this study is a journal with a maximum reputation of Q2 and sinta 2, in the period 2010-2020, with a cross-sectional and case-control study design. Results; Based on the search results, seven kinds of literature were obtained, and conducted by systematic literature review was. Conclusion; The results of the meta-analysis of risk factors related to the incidence of stunting in toddlers in developing countries are birth weight and exclusive breastfeeding
Sistem pengelolaan sampah padat di ruang IGD RSUP Fatmawati Jakarta tahun 2018 Delika Putri; Thresya Febrianti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 7 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.632 KB) | DOI: 10.22146/bkm.47042

Abstract

Solid waste management system in the IGD room of Fatmawati Hospital, Jakarta in 2018Purpose: The purpose of the study was to see an overview of the medical solid waste management system in the Emergency Room of Fatmawati Hospital. This research is a qualitative descriptive study.Method: Data collection is done by in-depth interviews, observation and document review. The informants in this study were consisting of the Head of the Sanitation Installation Sub Department Fatmawati Hospital seven people, Solid Waste Management Staff, Cleaning Services, Nurses, and Second Parties (Vendors). This research was conducted in October-November 2018 at Fatmawati General Hospital. The variables examined from the input to the output of the solid waste management process.Results: The results of the study showed that the management of solid waste from facilities and was running normally.Conclusion: The amount of solid waste is 4 tons/day. The waste management in accordance with Minister of Health Regulation No.1204/MENKES/SK/X2004 except in the selection and transportation of medical waste.
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Merokok di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Mustakim; Thresya Febrianti
J-Mestahat Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.112 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v1i1.73

Abstract

Masyarakat Indonesia menganggap perilaku merokok sebagai kebiasaan yang sangat umum. Prevalensi merokok di Negara Indonesia sangat tinggi di setiap laipasan masyarakat, terutama pada laki-laki baik anak-anak, remaja dan dewasa. Hampir 80% perokok mulai merokok saat usianya kurang dari 19 tahun. Umumnya orang mulai merokok sejak muda dan juga tidak mngetahui risiko bahaya aditif pada rokok. Kebiasaan merokok membunuh hampir 5 juta orang dan diprediksi 10 juta orang akan meninggal pertahunnya pada tahun 2020 dengan 70% kasus terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan perilaku merokok di Kota Tangerang Selatan. Jumlah sample yang didapat sebanyak 65 orang, teknik sampling yang digunakan adalah total purposive sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang perokok berusia di atas 20 tahun dan berjenis kelamin laki- laki. Sementara berdasarkan perilakunya, perbedaan proporsi yang menonjol sebagian besar responden dipengaruhi oleh temannya untuk merokok. Sementara berdasarkan pengetahuan justru sebagian besar responden 61 (93.8%) menyatakan bahwa mereka tahu akan bahaya rokok.
Faktor Determinan dan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif di Ciputat, Tangerang Selatan Devi Syafira; Thresya Febrianti
J-Mestahat Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.891 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v1i2.86

Abstract

Based on the Banten Provincial Health Office, (2016) Hypertension still ranks the highest of all non-communicable diseases reported at 24.68. The prevalence of hypertension in the productive age in 2019 in the work area of the Ciputat Health Center is 20%. So that hypertension becomes a disease problem by placing 3rd in the Ciputat Health Center. The object of this study is conducted to determine description of the factors associated with the incidence of hypertension in productive age in the work area of the Ciputat Health Center in 2019. Methods: The study design used was cross-sectional with secondary data for December 2019 SIPTM Surveillance. A sample of 163 people was taken using simple random sampling technique. Data analysis used chi square test (α = 0.05). Results: Variables related to the incidence of hypertension in productive age are family history (p. value = 0.000, PR = 1,8), age (p.value = 0.012, PR = 1,4), consumption of fruits and vegetables (p.value = 0.004, PR= 1,52, physical activity (P.value= 0.004, PR= 1,62), smoking habit (p.value= 0.004, PR=1,69) while the unrelated variable is alcohol consumption (P. value = 0.114, PR = 3.8), gender (P. value = 0.453, PR = 1.4 ), Overweight (P.value= 0,533, PR= 1.1 AR=0,47%). Conclusion: Risk factors of hypertension are family history, age, lack of fruit and vegetable consumption, physical activity and smoking habits. Suggestion: Education is needed to the working area community at the Ciputat Health Center such as counseling activities for risk factors related to the incidence of hypertension.
Kejadian Karies Gigi dan Faktor Risiko Karies Gigi pada Siswa SD Labschool UMJ 2019 Fatin Nur Jauhara; Thresya Febrianti
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 5, No 1: Maret 2021
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.868 KB) | DOI: 10.31101/jhes.1338

Abstract

Tujuan penelitian ini diketahuinya prevalensi dan faktor risiko kejadian karies gigi pada siswa di SD Labschool FIP UMJ. Desain studi yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 107 siswa/I yang dipilih secara simple random sampling. Analisis yang dilakukan dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat didapatkan lebih dari setengah responden (55,1%) mengalami kejadian karies gigi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian karies gigi pada siswa antara lain pengetahuan, cara menyikat gigi, dan waktu menyikat gigi. Saran perlu adanya kerjasama antara Puskesmas dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi yang rutin tentang pemeliharaan gigi pada siswa dan pemeriksaan gigi rutin yang dilakukan oleh Puskesmas.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat Kelurahan Mekarjaya Depok Afiah Fakhira Bibit Hariyanto; Mizna Sabilla; Thresya Febrianti; Istianah Surury
J-Mestahat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i2.98

Abstract

COVID-19 adalah virus baru yang muncul pada akhir 2019. Jawa Barat dengan angka kasus kejadian COVID-19 sebesar 1 juta kasus. Angka kepatuhan protokol kesehatan pada Provinsi Jawa Barat masih diangka 50%. Kota Depok dengan total kasus COVID-19 yaitu sebesar 174.734 kasus. Pada Kelurahan Mekarjaya terdapat 4.413 total kasus COVID-19. Melihat dari angka kasus yang masih cukup tinggi maka perlu untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain studi potong lintang yang menggunakan sampel sebanyak 141 masyarakat pada Kelurahan Mekarjaya Depok. Hasil didapatkan terdapat responden yang masih memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang kurang baik yaitu sebesar 19,9%. Responden dengan pengetahuan kurang terdapat 24,8%, dan 28,4% responden memiliki sikap negatif terhadap perilaku pencegahan COVID-19. Adanya hubungan antara pengetahuan (p-value 0,001), sikap (p-value 0,033), dukungan keluarga (p-value 0,001), dan dukungan petugas kesehatan (p-value 0,000) dengan perilaku pencegahan COVID-19.Diharapkan kepada masyarakat meningkatkan pengetahuan terkait COVID-19 dan terus harus menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah, Disarankan juga untuk melakukan atau menerapkan berjemur dibawah matahari pagi, kemudian menerapkan etika batuk dan bersin. Kata Kunci : COVID-19, Pengetahuan, Pencegahan, Sikap, Dukungan
DETERMINANT FACTORS OF COVID-19 MORTALITY IN EAST JAKARTA IN 2021: Faktor Determinan Kematian COVID-19 di Wilayah Jakarta Timur Tahun 2021 Maulida Fitria; Thresya Febrianti; Ngabila Salama
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V11I12023.85-91

Abstract

Background: The Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic, which lasted for more than a year in Indonesia, has caused various negative impacts, including rapid inter-individual transmission, followed by an increasing number of cases and even death. The total number of deaths from COVID-19 in East Jakarta from November-January 2021 was 30%. Purpose: This study aims to determine the factors that influence deaths from COVID-19 in East Jakarta. Methods: The study was conducted using a quantitative method and a case-control design with secondary data from November 2020 to February 2021 in East Jakarta. The incidence number of COVID-19 cases is 0.3 per 100,000 population, while the variables assessed were age, sex, respiratory symptoms, hypertension, cardiovascular diseases, and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). The case sample was 74 people with COVID-19 who had died, while the control was 74 people who lived. Furthermore, the total sampling technique was used in the case group, while simple random sampling was employed in the control and data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: Factors related to the incidence of COVID-19 death in this study were age with p-value = 0.01; OR = 3.99 95%CI 1.88 – 8.47 and male gender with p-value = 0.01; OR = 2.41 95%CI 1.25 – 4.68. Other factors analyzed, namely the presence of symptoms in the respiratory tract, comorbid hypertension, cardiovascular and COPD, did not have a significant relationship (p value> 0.05). Conclusion: Age and gender are factors associated with COVID-19 deaths in East Jakarta City between November 2020 and January 2021.
Determinan Tingkat Kecemasan pada Tenaga Kesehatan selama Pandemi COVID-19 Adzhani Khanza Ramadhani; Thresya Febrianti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.1947

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu penyakit mental disorder yang banyak dialami masyarakat. Pada masa pandemi COVID-19, tenaga kesehatan rentan mengalami gangguan kecemasan saat menangani kasus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan tenaga kesehatan di DKI Jakarta Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang yang dilakukan pada 230 tenaga kesehatan di DKI Jakarta dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar petugas kesehatan mengalami kecemasan berat-panik (52,6%). Pada faktor persepsi frekuensi, mayoritas petugas kesehatan jarang mengakses informasi mengenai COVID-19 di media sosial (59,6%). Dari aspek persepsi durasi, mayoritas petugas kesehatan memiliki durasi yang lama saat mengakses informasi mengenai COVID-19 di media sosial (60,4%). Pada aspek persepsi atensi, mayoritas responden termasuk dalam kategori tertarik pada informasi mengenai COVID-19 yang tersajikan di media sosial (65,2%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara jenis kelamin (nilai p = 0,01), pekerjaan (nilai p = 0,002), persepsi frekuensi (nilai p = 0,042), dan persepsi durasi paparan informasi media sosial (nilai p = 0,011) mengenai COVID-19 dengan tingkat kecemasan tenaga kesehatan. Namun tidak ada hubungan bermakna antara persepsi atensi dan usia dengan tingkat kecemasan tenaga kesehatan, nilai p > 0,05. Tenaga kesehatan disarankan untuk memanfaatkan waktu istirahat dengan lebih baik dan lebih bijak dalam mengatur frekuensi serta durasi saat mengakses informasi di media sosial.